Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polres Pangandaran Hentikan Aktivitas Terjun Payung

Polres Pangandaran Hentikan Aktivitas Terjun Payung

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dua atlet tewas dalam kecelakaan terjun payung di Pangandaran, polisi hentikan kegiatan dan soroti keselamatan.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Pangandaran menghentikan sementara seluruh aktivitas terjun payung setelah dua atlet meninggal dunia dalam insiden kecelakaan di Perairan Laut Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Peristiwa ini menyorot aspek keselamatan kegiatan olahraga udara sekaligus lemahnya koordinasi penyelenggaraan event ekstrem dengan aparat setempat.

Insiden terjadi pada Selasa siang saat kegiatan terjun payung berlangsung di wilayah perairan Pangandaran. Dua penerjun dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam setelah gagal mengendalikan arah pendaratan.

Insiden di Perairan Bojongsalawe

Kepala Polres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan membenarkan bahwa korban meninggal dunia berjumlah dua orang. Korban pertama bernama Rusli, laki-laki kelahiran Medan, 7 Oktober 1961. Korban kedua Widiasih, perempuan kelahiran Bandung, 27 Juni 1967, warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam,” kata Andri.

Kegiatan terjun payung tersebut berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Polisi menerima laporan adanya penerjun jatuh ke laut di kawasan Bojongsalawe tidak lama setelah pesawat lepas landas dari Bandara Nusawiru.

Baca juga: Waspadalah! Modus Baru Penipuan

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Satuan Polairud, TNI, tenaga kesehatan, dan unsur terkait langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

Kronologi Penerjunan

Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden bermula saat pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha lepas landas dari Bandara Nusawiru sekitar pukul 10.15 WIB. Pesawat tersebut membawa lima atlet terjun payung.

Pada ketinggian sekitar 10.000 kaki, terjadi perubahan arah angin yang cukup signifikan. Kondisi cuaca tersebut menyebabkan seluruh penerjun kehilangan kendali terhadap arah luncur dan titik pendaratan.

“Akibat perubahan angin, lima penerjun tidak bisa mengendalikan arah pendaratan. Tiga orang berhasil mendarat darurat di Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat, sementara dua lainnya jatuh ke laut,” ujar Andri.

Korban Rusli ditemukan lebih dulu dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Widiasih sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dan dipastikan meninggal dunia akibat tenggelam.

Penanganan dan Langkah Kepolisian

Polres Pangandaran menyatakan telah melakukan serangkaian langkah penanganan sejak awal kejadian. Polisi mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan koordinasi lintas instansi, mengevakuasi korban, serta melaksanakan pencarian korban yang sempat hilang bersama Basarnas.

Selain penanganan darurat, kepolisian juga melakukan pendalaman terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dari hasil awal pemeriksaan, diketahui bahwa kegiatan terjun payung tersebut merupakan bagian dari Kejuaraan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Disiplin ASN Ditegakkan, Guru SD Diberhentikan

Namun demikian, kegiatan tersebut tidak diberitahukan sebelumnya kepada Polres Pangandaran. Fakta ini menjadi perhatian aparat karena menyangkut aspek pengamanan dan mitigasi risiko.

“Kegiatan tersebut dihentikan sementara sampai waktu yang belum ditentukan,” tegas Andri.

Sorotan Keselamatan dan Koordinasi

Insiden ini kembali menegaskan risiko tinggi dalam olahraga udara dan wisata ekstrem. Faktor cuaca, khususnya perubahan arah angin, menjadi variabel krusial yang tidak dapat diabaikan. Di sisi lain, koordinasi dengan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam pencegahan kecelakaan.

Kepolisian mengimbau seluruh penyelenggara kegiatan olahraga ekstrem maupun wisata udara agar selalu berkoordinasi dengan aparat setempat. Selain itu, aspek keselamatan, kesiapan teknis, dan pemantauan kondisi cuaca harus menjadi prioritas utama sebelum kegiatan dilaksanakan.

Tanpa koordinasi yang baik dan perhitungan risiko yang matang, kegiatan serupa berpotensi menimbulkan korban jiwa dan membahayakan peserta maupun masyarakat sekitar.

Kecelakaan terjun payung di Pangandaran tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga menjadi pengingat serius tentang pentingnya keselamatan dan tata kelola kegiatan ekstrem. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Kecelakaan terjun payung di Pangandaran menewaskan dua atlet dan mendorong penghentian kegiatan demi evaluasi keselamatan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hakikat idulfitri

    Hakikat Idulfitri: Makna Sebenarnya yang Sering Terlupa

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Hakikat Idulfitri sering kali terlupakan di tengah euforia hari raya. Banyak orang memahami Idulfitri sebagai momen kemenangan, hari kembali suci, dan perayaan setelah Ramadhan. Namun, makna Idulfitri dalam Islam, esensi hari raya, serta tujuan spiritual Idulfitri jauh lebih dalam daripada sekadar tradisi tahunan. Selain itu, suasana Lebaran sering dipenuhi dengan kesibukan […]

  • penipuan WhatsApp

    Waspadalah! Modus Baru Penipuan

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Penipuan WhatsApp bermodus paket tertukar menyasar warga Pangandaran. Modus barcode ancam saldo korban. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Modus penipuan WhatsApp kembali menyasar warga. Kali ini, pelaku menggunakan dalih paket tertukar dan mengaku sebagai pihak ekspedisi. Seorang warga Pangandaran nyaris menjadi korban setelah menerima pesan berisi tautan barcode yang diklaim sebagai proses pengembalian dana. Kasus ini […]

  • Ilustrasi penggeledahan polisi dalam kasus TPPU emas ilegal bernilai puluhan triliun rupiah di Jawa Timur.

    Terkuak Sindikat Emas Ilegal, Rp 25,8 T Menjalar di Jatim

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – TPPU emas ilegal dengan nilai fantastis terungkap di Jawa Timur. Kepolisian membongkar sindikat pencucian uang emas ilegal senilai Rp 25,8 triliun setelah menggeledah sejumlah lokasi strategis. Kasus ini menunjukkan skala besar kejahatan ekonomi yang melibatkan peredaran emas tanpa izin dan aliran dana mencurigakan lintas wilayah. Pengungkapan pencucian uang emas ilegal tersebut […]

  • pembunuhan lansia

    Pembunuhan Lansia di Cirebon: Pelaku Lampung Beraksi Lintas Daerah

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Pembunuhan lansia di Cirebon ungkap modus kejahatan lintas daerah, polisi buru satu pelaku lagi. albadarpost.com, LENSA – Polisi kembali membuka tabir kejahatan jalanan yang menarget warga rentan. Dua pria asal Lampung ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan lansia setelah mayat seorang perempuan ditemukan di jalur Pantura Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang pola migrasi kriminal […]

  • Ilustrasi makna Kun Fayakun dalam QS Yasin 82 tentang kekuasaan mutlak Allah SWT atas segala sesuatu

    Kun Fayakun: Ketika Manusia Sok Berkuasa

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Kun Fayakun bukan sekadar frasa populer yang sering menghiasi ceramah atau status media sosial. Kun Fayakun dalam QS Yasin ayat 82 adalah penegasan mutlak bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Namun ironisnya, di tengah keyakinan terhadap Kun Fayakun dan kekuasaan Allah tersebut, manusia tetap gemar merasa paling menentukan takdir. Allah SWT […]

  • Pelabuhan Batam dipadati warga Singapura yang menyeberang untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan hidup akibat mahalnya biaya hidup di Singapura

    Batam Jadi Pelarian Biaya Hidup Warga Singapura

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Setiap 30–60 menit, sebuah kapal feri berangkat dari Singapura menuju Batam. Ritmenya lebih menyerupai jadwal MRT kota maju ketimbang transportasi laut lintas negara. Jumlah penumpangnya pun mencolok: sekitar 10.000 orang per hari. Fenomena ini terjadi di luar musim liburan. Batam sedang mengalami sesuatu yang melampaui lonjakan wisata. Kota ini berubah menjadi […]

expand_less