Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sekolah Ambruk di Tasikmalaya, Siswa SDN Curugtelu Dua Tahun Belajar di Luar Kelas

Sekolah Ambruk di Tasikmalaya, Siswa SDN Curugtelu Dua Tahun Belajar di Luar Kelas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sekolah ambruk di Tasikmalaya paksa siswa belajar di luar kelas. Minim anggaran jadi alasan pemerintah daerah.


Bangunan Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Alam Terbuka

albadarpost.com, LENSA – Kondisi memprihatinkan tengah dialami oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) Curugtelu di Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun terakhir, para siswanya terpaksa menimba ilmu di luar kelas setelah bangunan utama sekolah ambruk dan belum juga diperbaiki.

Peristiwa sekolah ambruk di Tasikmalaya ini memicu keprihatinan publik setelah video yang menampilkan kegiatan belajar para siswa di halaman terbuka menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi singkat yang diunggah di TikTok itu, tampak sejumlah anak duduk lesehan di atas tanah beralaskan tikar, dengan sisa reruntuhan bangunan di belakang mereka.

Video itu disertai permohonan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar membantu menyediakan fasilitas belajar yang layak.
“Assalamualaikum Pak Dedi, abdi hoyong sakola anu layak. Abdi tos dua tahun diajar di luar. Mugia aya perhatosanna. Bapak cobi tingal,” ujar seorang siswi berkerudung dalam bahasa Sunda, disambut lirih teman-temannya yang tampak memelas.

Kondisi bangunan SDN Curugtelu yang rusak parah terlihat jelas dalam video itu. Atapnya ambruk, dinding penuh lumut, kaca jendela pecah, dan lantai kelas tergenang air setiap kali hujan turun. Potret tersebut menjadi simbol ironis dari ketimpangan pembangunan pendidikan di daerah-daerah pelosok.


Minim Anggaran, Revitalisasi Baru Diusulkan untuk 2026

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengakui sudah mengetahui kondisi rusak berat bangunan tersebut. Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Solihin, mengatakan pihaknya telah mengajukan proposal perbaikan ke pemerintah pusat.

“Kami sudah mengusulkan revitalisasi untuk SDN Curugtelu pada tahun 2026. Mudah-mudahan bantuan dari pusat bisa lebih besar karena masih banyak sekolah lain yang juga perlu direhabilitasi,” ujar Ahmad, Selasa (14/10/2025).

Ahmad menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi hambatan utama. Banyak sekolah di wilayah selatan Tasikmalaya yang mengalami nasib serupa, namun belum mendapat alokasi dana perbaikan. Ia menyebutkan bahwa prioritas anggaran pendidikan daerah lebih banyak terserap untuk program operasional rutin dan gaji guru honorer.

Sementara itu, sejumlah warga menilai pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap penderitaan anak-anak di pelosok. Mereka menyoroti ketimpangan alokasi anggaran, di mana dana untuk bantuan sosial dan pokok pikiran (pokir) DPRD tetap besar, sementara fasilitas dasar pendidikan justru diabaikan.

“Kalau ada anggaran untuk kegiatan seremonial dan bansos, mestinya ada juga untuk memperbaiki sekolah anak-anak kami,” ujar Dede, warga Bojongsari, dengan nada kecewa.


DPRD Akui Banyak Sekolah Rusak, Tapi Anggaran Terbatas

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepulloh, tidak menampik kondisi memprihatinkan tersebut. Ia mengakui ruang kelas SDN Curugtelu memang belum pernah diperbaiki sejak ambruk dua tahun lalu.

Menurutnya, perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2025 tidak mencakup proyek infrastruktur fisik karena keterbatasan dana. “Kondisi keuangan daerah sangat minim. Dana transfer dari pusat ke daerah juga berkurang cukup signifikan. Akibatnya, beberapa program pembangunan terpaksa ditunda,” kata Asep.

Meski begitu, ia menegaskan DPRD tetap berkomitmen mendorong agar perbaikan sekolah rusak berat menjadi prioritas. “Kita akan lakukan pemetaan ulang terhadap sekolah-sekolah yang kondisinya sudah membahayakan. Anak-anak harus belajar di tempat yang aman,” ujarnya.

Asep menambahkan, banyak ruang kelas di Tasikmalaya kini tidak layak pakai. Ia menyebut bahwa sekitar 30 persen dari total sekolah dasar di wilayah tersebut membutuhkan rehabilitasi sedang hingga berat. “Kita akan mendorong agar Dinas Pendidikan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mencari solusi bersama,” tambahnya.


Ketimpangan Anggaran dan Prioritas Pembangunan

Fenomena sekolah ambruk di Tasikmalaya ini menjadi cermin ketimpangan pembangunan antarwilayah di Jawa Barat. Di satu sisi, belanja daerah untuk kegiatan non-esensial seperti bantuan sosial dan perjalanan dinas tetap tinggi. Di sisi lain, sektor pendidikan dasar yang menyangkut masa depan generasi muda justru terpinggirkan.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Siliwangi, Dr. M. Rizal Hariri, menilai kasus ini menunjukkan lemahnya perencanaan anggaran berbasis kebutuhan publik. “Pemerintah daerah seharusnya mengedepankan asas prioritas dan keberlanjutan. Sekolah ambruk bukan sekadar masalah infrastruktur, tapi juga mencerminkan kegagalan negara hadir dalam layanan dasar,” katanya.

Rizal juga menyoroti perlunya intervensi langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menanggulangi krisis infrastruktur pendidikan di wilayah selatan. “Daerah seperti Tasikmalaya selatan kerap tertinggal karena keterbatasan akses. Pemerintah provinsi bisa menyalurkan dana bantuan khusus agar ketimpangan ini segera teratasi,” ujarnya.


Pendidikan Layak adalah Hak Anak

Kondisi SDN Curugtelu menggugah empati banyak pihak. Sejumlah aktivis pendidikan dan organisasi sosial menyerukan agar pemerintah daerah bertindak cepat. Mereka mengingatkan bahwa hak atas pendidikan layak sudah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Negara tidak boleh abai terhadap hak anak untuk belajar di tempat yang aman dan nyaman,” ujar aktivis pendidikan, Nurul Hikmah. Ia menegaskan, pembiaran terhadap sekolah rusak bisa berdampak psikologis bagi siswa dan menurunkan kualitas pembelajaran.


Penutup: Panggilan untuk Aksi Nyata

Tragedi sekolah ambruk di Tasikmalaya bukan sekadar kisah sedih dari pelosok Jawa Barat, melainkan panggilan bagi semua pemangku kepentingan untuk berbenah. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah dituntut menunjukkan empati nyata, bukan sekadar janji atau rencana panjang.

Anak-anak SDN Curugtelu telah dua tahun belajar di bawah langit terbuka. Mereka pantas mendapatkan lebih dari sekadar simpati: mereka berhak atas ruang belajar yang aman dan bermartabat.


Kesimpulan
Sekolah ambruk di Tasikmalaya jadi peringatan agar pendidikan dasar kembali diprioritaskan dalam kebijakan anggaran daerah. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fadia Arafiq ditangkap

    OTT KPK Guncang Pekalongan, Kekayaan Fadia Arafiq Disorot

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Fadia Arafiq ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3/2026). Penangkapan Bupati Pekalongan itu langsung memicu perhatian luas karena laporan kekayaannya dalam LHKPN tercatat mencapai Rp85,6 miliar. Kasus ini kembali mengangkat isu klasik tentang kekayaan pejabat publik dan potensi penyalahgunaan kekuasaan. KPK mengamankan sejumlah pihak dalam operasi tersebut. Namun, lembaga […]

  • Himbauan Polres Pangandaran kepada Bobotoh Persib agar menjaga ketertiban dan sportivitas saat laga melawan Persijap.

    Menjelang Laga Penentuan Juara, Polres Pangandaran Minta Bobotoh Tetap Tertib

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Euforia Bobotoh Persib mulai terasa menjelang laga penentuan juara melawan Persijap Jepara. Namun di tengah antusiasme besar suporter, Polres Pangandaran justru mengirim pesan yang berbeda: kemenangan tidak cukup dirayakan dengan konvoi dan teriakan semata, tetapi juga lewat ketertiban dan sikap dewasa. Pesan itu muncul dalam himbauan resmi Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar […]

  • aktivitas pedagang umkm kuliner makanan kaki lima yang ramai pembeli di indonesia

    7 UMKM Kuliner yang Selalu Laris, Modal Kecil Untung Stabil

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bisnis UMKM kuliner laris selalu menarik perhatian masyarakat. Selain mudah dimulai, usaha makanan juga memiliki pasar yang sangat luas. Oleh karena itu, banyak orang mulai mencari usaha kuliner yang selalu laku, terutama yang mampu bertahan di tengah persaingan bisnis. Di Indonesia, makanan bukan hanya kebutuhan pokok. Sebaliknya, kuliner juga menjadi bagian penting […]

  • Mahasiswa mengikuti peluncuran Satgas PPKPT di aula Universitas Islam Tasikmalaya untuk pencegahan kekerasan kampus.

    Unitas Ingin Mahasiswanya Merasa Aman, Bukan Sekadar Pintar

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tidak semua mahasiswa datang ke kampus hanya membawa buku dan mimpi. Sebagian membawa kecemasan. Sebagian lain membawa rasa takut untuk dianggap berbeda, takut dibully, atau takut suaranya tidak didengar ketika mengalami kekerasan. Karena itu, ketika Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) resmi membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi atau Satgas PPKPT […]

  • Persebaya vs Persita

    Persebaya Terancam! Persita Datang dengan Mesin Gol Panas

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan antara Persebaya Surabaya vs Persita Tangerang pada 4 April 2026 pukul 19.00 WIB diprediksi menjadi salah satu duel paling krusial di papan atas Liga 1. Dua tim ini hanya terpaut 2 poin di klasemen, membuat laga ini berpotensi mengubah peta persaingan menuju 4 besar. Persebaya Tertekan, Tren Negatif Mengkhawatirkan Performa Persebaya Surabaya sedang dalam sorotan tajam. Dari 5 laga […]

  • Pelabuhan dan kawasan wisata Singapura ramai wisatawan internasional sebagai dampak target 18 juta pelawat pada 2026

    Singapura Tancap Gas Menuju Target Wisata 2026

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Singapura kembali menunjukkan ambisinya sebagai magnet wisata global. Negeri kota itu secara terbuka membidik 17 hingga 18 juta wisatawan internasional pada 2026, dengan proyeksi pendapatan pariwisata mencapai S$31–32,5 miliar. Target ini tidak lahir dari optimisme kosong. Sebaliknya, ia bertumpu pada data, tren, dan strategi yang terukur. Dalam tiga kuartal pertama 2025 […]

expand_less