Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Saat Alarm Penegakan Hukum Kembali Berbunyi

Saat Alarm Penegakan Hukum Kembali Berbunyi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
  • visibility 63
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: OTT KPK di Kejari Hulu Sungai Utara menguji integritas hukum dan menuntut pembenahan serius.

albadarpost.com, EDITORIAL Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan pemerasan. Peristiwa ini bukan sekadar perkara pidana individual. Ia menyentuh langsung jantung penegakan hukum. Dampaknya merembet ke kepercayaan publik yang selama ini rapuh dan mudah runtuh.

Penangkapan ini penting karena melibatkan pejabat kunci kejaksaan. Lembaga yang diberi mandat menuntut pelaku kejahatan justru kembali diuji integritasnya. Di titik ini, persoalan bukan hanya siapa yang bersalah, tetapi apakah sistem masih mampu menjaga dirinya sendiri.

Fakta Dasar: OTT dan Aktor yang Terlibat

KPK mengonfirmasi penangkapan Kepala Kejari Hulu Sungai Utara Albertinus Parlinggoman Napitupulu. Turut diamankan Kepala Seksi Intelijen Kejari setempat, Asis Budianto. Seorang pihak swasta juga ditangkap dan diduga berperan sebagai perantara.

Operasi tangkap tangan dilakukan pada 18 Desember 2025 di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Total enam orang diamankan untuk pemeriksaan awal. Seluruh pihak kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.

Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, pemeriksaan dilakukan secara intensif. KPK memiliki waktu terbatas untuk menentukan status hukum para pihak. Dalam 1×24 jam, harus diputuskan apakah mereka ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan.

Hingga kini, KPK belum merinci perkara apa yang diduga menjadi pintu masuk pemerasan. Nilai uang dan pihak yang diduga menjadi korban juga belum diungkap. Publik masih menunggu kejelasan.

Analisis Redaksi: Korupsi yang Bersifat Sistemik

Kasus OTT KPK Kejari ini menyingkap persoalan yang lebih dalam. Dugaan pemerasan yang melibatkan lebih dari satu aparat mengindikasikan masalah sistemik. Ini bukan insiden tunggal. Ini sinyal kegagalan pengawasan internal.

Kejaksaan memegang peran strategis dalam sistem peradilan pidana. Jaksa menentukan arah penuntutan. Jaksa mengawal eksekusi putusan. Ketika posisi ini disalahgunakan, dampaknya luas dan berlapis.

Di sinilah kepercayaan publik dipertaruhkan. Masyarakat akan bertanya sederhana: kepada siapa hukum harus dipercayakan jika penegaknya justru diduga menyalahgunakan kewenangan?

OTT KPK Kejari memang menunjukkan keberanian penindakan. Namun penindakan semata tidak cukup. Tanpa pembenahan struktural, kasus serupa akan berulang. Hukum akan terus sibuk memadamkan api, bukan mencegah kebakaran.

Pola Lama yang Berulang

Kasus ini bukan yang pertama. Dalam satu dekade terakhir, KPK beberapa kali menangkap jaksa, hakim, dan aparat penegak hukum lain. Polanya mirip. Penyalahgunaan kewenangan. Transaksi di balik perkara. Perantara swasta.

Fenomena ini menunjukkan celah yang belum ditutup negara. Pengawasan internal sering kali lemah. Sanksi administratif kerap datang terlambat. Reformasi birokrasi berjalan lambat dan normatif.

Di negara lain, pembenahan aparat penegak hukum dilakukan dengan audit berkala, rotasi jabatan ketat, dan transparansi perkara. Indonesia masih tertatih di tahap penindakan.

Baca juga: KPK Tangkap Kepala Kejari Hulu Sungai Utara

OTT KPK Kejari Hulu Sungai Utara seharusnya dibaca sebagai alarm keras. Bukan hanya bagi kejaksaan, tetapi bagi seluruh sistem penegakan hukum.

Sikap Redaksi: Pembenahan Harus Menyentuh Akar

Albadarpost berpihak pada kepentingan publik. Penegakan hukum harus bersih, adil, dan dapat dipercaya. Penangkapan pejabat kejaksaan tidak boleh berhenti pada proses pidana individual.

Kejaksaan Agung perlu membuka evaluasi menyeluruh. Pengawasan internal harus diperkuat. Mekanisme pencegahan harus berjalan, bukan sekadar dokumen kebijakan.

KPK juga dituntut konsisten. Transparansi penanganan perkara penting agar publik dapat mengawasi. Kejelasan konstruksi kasus akan menentukan legitimasi proses hukum.

Negara tidak boleh ragu membersihkan institusinya sendiri. Kekuasaan tanpa integritas hanya akan melahirkan ketidakadilan baru.

OTT KPK terhadap Kepala Kejari Hulu Sungai Utara adalah pengingat keras: hukum hanya bermakna jika penegaknya bersih. Tanpa itu, keadilan tinggal slogan.

Hukum kehilangan wibawa bukan karena kurang aturan, tetapi karena penegaknya lupa pada integritas. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi korban penipuan online sedang menghubungi bank setelah melakukan transfer kepada pelaku scam belanja daring.

    Salah Langkah, Uang Korban Penipuan Online Sulit Kembali

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF — Banyak korban penipuan online masih melakukan langkah yang sama setelah sadar mereka tertipu: panik, lalu langsung pergi ke kantor polisi. Padahal justru di jam-jam pertama itulah peluang uang kembali mulai mengecil. Dalam banyak kasus scam online, pelaku bergerak sangat cepat. Begitu transfer masuk, dana biasanya langsung dipindahkan ke rekening lain atau ditarik […]

  • Pertandingan Dewa United vs Persib Bandung di stadion tanpa penonton dengan suasana tegang dan fokus pemain

    Tanpa Suporter, Dewa United vs Persib Bisa Tak Terduga, Siapa Diuntungkan?

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Laga Dewa United vs Persib kali ini terasa berbeda sejak awal. Pertandingan Dewa United vs Persib bukan hanya soal perebutan poin, tetapi juga soal adaptasi dalam situasi yang tidak biasa. Tanpa penonton di Stadion Internasional Banten, Senin (20/4), duel ini kehilangan satu elemen penting: tekanan dari tribun. Keputusan menggelar pertandingan tanpa […]

  • doa ilmu bermanfaat

    Baca Doa Ini Sebelum Berjualan, Dagangan Lebih Lancar dan Laris

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah persaingan usaha yang makin ketat, banyak pelaku UMKM mengeluhkan dagangan yang sepi pembeli. Karena itu, doa sebelum berjualan harus diamalkan sebagai ikhtiar batin agar usaha lancar. Selain dikenal sebagai doa jualan laris, amalan ini juga disebut doa pembuka rezeki yang diyakini membantu pedagang mendapatkan keberkahan sekaligus menarik pelanggan. Fenomena ini […]

  • Isra Nabi

    Isra Mikraj Sebagai Penguatan Iman dan Dakwah

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Peristiwa Isra Nabi Muhammad SAW ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Isra ayat 1. Ayat ini bukan sekadar narasi perjalanan malam, tetapi pernyataan teologis yang memiliki dampak besar bagi keimanan umat Islam. Di tengah tekanan dakwah dan penolakan keras kaum Quraisy, Al-Qur’an menempatkan Nabi Muhammad SAW pada posisi yang dimuliakan oleh Allah […]

  • Bobotoh Ciamis

    Polres Ciamis Gelar Nobar dan Konvoi Persib Juara

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Euforia pertandingan Persib vs Persijap mulai terasa sampai ke Kabupaten Ciamis. Menjelang laga terakhir Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Polres Ciamis resmi mengajak masyarakat mengikuti kegiatan nobar Persib dan konvoi kemenangan dengan tetap menjaga keamanan serta ketertiban. Ajakan tersebut disampaikan melalui poster resmi Polres Ciamis yang […]

  • akhlak mulia

    Ibadah Tinggi Tapi Akhlak Nol? Hadis Ini Menampar Keras

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Akhlak mulia, akhlak terpuji, dan budi pekerti luhur sering dikutip dalam ceramah maupun konten dakwah. Namun, realitanya justru berbanding terbalik. Di era media sosial, banyak orang tampak religius, tetapi mudah menghina, merendahkan, bahkan menyakiti lewat kata-kata. Di sinilah hadis Nabi tentang akhlak mulia menjadi relevan—bukan sekadar ajaran, melainkan cermin yang menampar realitas hari ini. […]

expand_less