Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polres Sumedang Tetapkan Kades Jatinangor sebagai Pengguna Narkoba

Polres Sumedang Tetapkan Kades Jatinangor sebagai Pengguna Narkoba

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 154
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kepala desa di Sumedang ditetapkan sebagai pengguna narkoba dan dinonaktifkan. Dampaknya pada tata kelola pemerintahan desa.

albadarpost.com, BERITA DAERAHPolres Sumedang menetapkan seorang kepala desa aktif di Kecamatan Jatinangor sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Meski tidak terindikasi terlibat peredaran, status sebagai pengguna narkoba berdampak langsung pada tata kelola pemerintahan desa, termasuk keputusan penonaktifan jabatan dan penunjukan pelaksana tugas.

Langkah ini menegaskan bahwa persoalan narkoba di lingkungan pejabat publik tidak hanya menyangkut hukum pidana, tetapi juga menyentuh aspek akuntabilitas kepemimpinan dan kepercayaan warga terhadap layanan pemerintahan paling dasar.


Pengguna Narkoba dan Proses Rehabilitasi

Kepala Desa Jatinangor berinisial SW alias Ogah ditangkap Satresnarkoba Polres Sumedang dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba. Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika memastikan, hasil penyelidikan tidak menemukan keterlibatan SW dalam jaringan peredaran narkoba.

“Yang bersangkutan merupakan pengguna narkoba untuk konsumsi pribadi. Tidak ditemukan indikasi peredaran,” ujar Sandityo dalam konferensi pers di Mapolres Sumedang, Jumat (12/12/2025).

Berdasarkan asesmen terpadu, SW dikenakan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Narkotika. Pasal ini mengatur penanganan terhadap pengguna narkotika dengan pendekatan rehabilitasi, bukan pemidanaan. Saat ini, SW telah diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumedang dan direncanakan menjalani rehabilitasi di Balai Besar Rehabilitasi BNN Sukabumi.

Baca juga: Polres Tasikmalaya Tangkap Pasutri Pencuri Motor

Penanganan berbasis rehabilitasi ini sejalan dengan kebijakan nasional yang memandang pengguna narkoba sebagai korban penyalahgunaan zat, sepanjang tidak terlibat peredaran. Namun, status hukum tersebut tidak serta-merta menghapus konsekuensi administratif sebagai pejabat publik.


Dampak pada Tata Kelola Pemerintahan Desa

Kasus pengguna narkoba yang melibatkan kepala desa langsung berdampak pada stabilitas pemerintahan desa. Camat Jatinangor, Herman Suwandi, menyatakan SW telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya untuk menjaga keberlangsungan pelayanan publik.

“Yang bersangkutan dinonaktifkan sementara. Kami akan menunjuk pelaksana tugas kepala desa agar roda pemerintahan tetap berjalan,” kata Herman.

Pemerintah desa telah mengajukan usulan penunjukan Plt. Kepala Desa kepada kecamatan. Usulan tersebut diteruskan ke Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mendapatkan keputusan bupati. Langkah administratif ini menjadi krusial agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan yang dapat menghambat layanan dasar warga, mulai dari administrasi kependudukan hingga pengelolaan anggaran desa.

Dalam perspektif tata kelola, kasus ini memperlihatkan kerentanan sistem pemerintahan desa terhadap persoalan personal pejabat. Kepala desa memegang peran sentral sebagai pengelola anggaran, penanggung jawab program pembangunan, sekaligus figur teladan di tingkat komunitas.


Pembelajaran Kebijakan dan Akuntabilitas Jabatan Publik

Pemerintah kecamatan menilai kasus ini harus menjadi pelajaran serius bagi seluruh aparatur desa. Herman menegaskan bahwa kepala desa memiliki tanggung jawab moral dan administratif yang melekat pada jabatannya.

“Penggunaan narkoba sangat berbahaya. Apalagi bagi pejabat yang dipilih langsung oleh masyarakat. Kepala desa harus memberi contoh,” ujarnya.

Dari sudut pandang kebijakan publik, kasus pengguna narkoba di kalangan kepala desa membuka ruang evaluasi atas sistem pembinaan dan pengawasan aparatur pemerintahan desa. Selama ini, pengawasan lebih banyak difokuskan pada aspek keuangan dan program, sementara pembinaan kapasitas personal dan kesehatan mental pejabat masih minim.

Ke depan, penguatan mekanisme deteksi dini, pembinaan berkelanjutan, dan standar etika pejabat desa menjadi penting agar kasus serupa tidak berulang. Kepercayaan publik terhadap pemerintah desa sangat bergantung pada integritas pribadi pemimpinnya.

Penanganan kasus kepala desa pengguna narkoba di Sumedang menunjukkan bahwa pendekatan rehabilitasi dapat berjalan seiring dengan penegakan akuntabilitas jabatan. Pemerintahan desa dituntut tetap stabil, sementara pesan kebijakan ditegaskan: jabatan publik membawa tanggung jawab yang tidak bisa ditawar.

Kasus kepala desa pengguna narkoba menegaskan pentingnya rehabilitasi sekaligus akuntabilitas jabatan demi menjaga kepercayaan publik. (Red/Asep Chandra)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPSKA Garut

    Tak Perlu ke Bandung, UMKM Garut Kini Lebih Mudah Ekspor

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – IPSKA Garut resmi beroperasi dan membawa kabar baik bagi pelaku usaha di Kabupaten Garut. Kini, Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) hadir sebagai layanan penerbitan dokumen ekspor yang memudahkan eksportir dan UMKM mengurus Surat Keterangan Asal (SKA) tanpa harus pergi ke Tasikmalaya atau Bandung. Bagi sebagian pelaku usaha, perubahan ini bukan sekadar […]

  • jembatan rusak

    Jembatan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Cianjur Masih Menyeberang Sungai Deras

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Jembatan rusak di Cianjur tak kunjung dibangun, warga terpaksa menyeberangi Sungai Cibuni dengan rakit setiap hari. albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga di perbatasan Kecamatan Cijati dan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kembali mempertaruhkan nyawa setiap hari. Akses vital antar-desa terputus karena jembatan rusak yang hancur sejak empat tahun lalu, memaksa mereka menyeberangi Sungai Cibuni menggunakan rakit kayu. […]

  • deteksi dini penyakit

    Deteksi Dini Penyakit Kini Bisa Online

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BPJS Kesehatan sediakan skrining digital untuk deteksi dini penyakit peserta JKN tanpa perlu datang ke fasilitas kesehatan. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – BPJS Kesehatan memperkuat upaya deteksi dini penyakit melalui layanan skrining kesehatan berbasis digital yang dapat diakses peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara mandiri. Layanan ini memungkinkan peserta mengetahui risiko penyakit tidak menular tanpa harus […]

  • UMKM Tasikmalaya

    Dari Tasikmalaya ke Amerika, UMKM Lokal Mulai Dilirik Pasar Global

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — UMKM Tasikmalaya kembali mendapat dorongan besar untuk naik kelas. Melalui KADIN Tasikmalaya Growth Trip 2026, para pelaku usaha daerah tidak hanya belajar membangun bisnis yang sehat, tetapi juga mendapat gambaran nyata bagaimana usaha lokal bisa menarik investor dan menembus pasar internasional. Tema yang diusung kali ini cukup menantang: Making Your Business […]

  • Kaligrafi Bismillahirrahmanirrahim dengan nuansa reflektif tasawuf dan cahaya lembut Islami.

    Membaca Bismillah Setiap Hari, Tapi 4 Rahasia Ini Jarang Disadari

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di banyak rumah muslim, basmalah atau Bismillahirrahmanirrahim sering menjadi kalimat pertama yang diajarkan kepada anak-anak sebelum mereka mengenal surat-surat panjang Al-Qur’an. Sebagian orang mengucapkannya sebelum menyalakan kendaraan, membuka toko, memulai pekerjaan, bahkan sebelum mengirim pesan penting melalui ponsel. Karena terlalu sering diucapkan, tidak sedikit orang yang akhirnya menganggap basmalah sebagai kalimat biasa. […]

  • MBG Tasikmalaya

    MBG di Tasikmalaya Viral Lagi, Menu Diduga Berisi Ulat Bikin Publik Geram

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Tasikmalaya atau Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan publik setelah video temuan ulat dalam menu makanan viral di media sosial, Selasa (19/5/2026). Hidangan yang diduga berasal dari program MBG di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, itu memicu kemarahan warga karena dianggap mencoreng program yang selama ini digadang-gadang untuk […]

expand_less