Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sekda Ciamis Dorong Forsesdasi Jawa Barat Perkuat Kolaborasi Daerah

Sekda Ciamis Dorong Forsesdasi Jawa Barat Perkuat Kolaborasi Daerah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sekda Ciamis menilai Forsesdasi Jawa Barat penting untuk kolaborasi kebijakan dan pemerataan pelayanan publik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman, menegaskan bahwa Forum Sekretaris Daerah (Forsesdasi) Jawa Barat harus diposisikan sebagai ruang kolaborasi antardaerah, bukan arena persaingan yang saling menonjolkan keunggulan masing-masing. Pernyataan ini disampaikan usai pelantikan pengurus Forsesdasi Jawa Barat periode 2025–2028 di Gedung United in Diversity (UID), Jakarta Pusat, Jumat (12/12/2025).

Andang menilai, nilai strategis Forsesdasi Jawa Barat tidak terletak pada seremoni pelantikan, melainkan pada fungsi substantif forum tersebut sebagai wadah pertukaran pengetahuan, data, dan praktik kebijakan antar kabupaten dan kota. Dalam konteks pembangunan daerah, ruang belajar semacam ini dinilai krusial untuk mencegah ketimpangan antarwilayah.

“Ini bukan hanya soal pelantikan. Yang lebih penting adalah materi dan ruang belajar bagi kami para sekretaris daerah,” kata Andang.

Pernyataan itu menegaskan peran Forsesdasi Jawa Barat sebagai instrumen penguatan kapasitas birokrasi daerah, terutama bagi Sekda yang berfungsi sebagai penggerak utama roda pemerintahan.

Kolaborasi sebagai Fondasi Pembangunan Daerah

Menurut Andang, pembangunan daerah tidak bisa dijalankan secara terpisah-pisah. Kabupaten dan kota di Jawa Barat harus saling menopang agar kemajuan tidak berhenti pada wilayah tertentu saja. Ia menilai pendekatan kompetisi antardaerah yang tidak diimbangi kolaborasi justru berpotensi memperlebar kesenjangan.

“Daerah yang sudah unggul di satu sektor harus bisa berbagi dengan yang belum. Tujuannya bukan mencari siapa nomor satu, tetapi agar semua daerah bisa berkembang bersama,” ujarnya.

Dalam pandangan Andang, Forsesdasi Jawa Barat berfungsi sebagai ruang konsolidasi kebijakan, tempat daerah dapat saling belajar tanpa harus melalui mekanisme formal yang berbiaya besar. Model ini dinilai lebih efisien dan relevan dengan kebutuhan birokrasi daerah saat ini.

Ia juga menekankan pentingnya data dan informasi sebagai fondasi pembelajaran antardaerah. Melalui forum ini, setiap Sekda dapat memetakan posisi daerahnya secara lebih objektif, baik dari sisi capaian maupun tantangan.

“Ketika kita tahu posisi kita—di bawah siapa atau di atas siapa—itu membangun kesadaran. Dari situ kita tahu apa yang harus dibenahi,” kata Andang.

Efisiensi Kebijakan dan Replikasi Praktik Baik

Andang mengakui bahwa semangat kompetisi tetap dibutuhkan dalam tata kelola pemerintahan. Namun, kompetisi tersebut harus ditempatkan dalam kerangka kolaborasi dan replikasi kebijakan yang berdampak langsung pada pelayanan publik.

Baca juga: Wali Kota Banjar Tegaskan Kebijakan Inklusi untuk Disabilitas Berdaya

“Kalau disebut balapan, mungkin iya. Tapi ini bukan balapan untuk menjadi yang paling hebat. Ini balapan memberikan pelayanan terbaik yang bisa direplikasi oleh daerah lain,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan setiap daerah tidak bisa diseragamkan karena perbedaan potensi dan karakter wilayah. Meski begitu, teknik dasar, strategi kebijakan, dan pendekatan birokrasi tetap dapat dipelajari dan disesuaikan.

“Forum ini mewadahi teknik dasar dan strategi dari masing-masing kabupaten. Mana yang bisa direplikasi, mana yang perlu dievaluasi,” katanya.

Andang juga menyoroti efisiensi pembelajaran kebijakan melalui Forsesdasi Jawa Barat. Dibandingkan studi banding yang membutuhkan anggaran besar, forum ini memungkinkan pertukaran informasi secara langsung, praktis, dan berbasis pengalaman nyata.

“Kalau hanya mengandalkan APBD, studi banding itu mahal. Lewat forum ini, kita bisa langsung mengetahui praktik terbaik daerah lain tanpa beban biaya besar,” ujarnya.

Sebagai mesin birokrasi daerah, Sekda memegang peran kunci dalam menggerakkan kebijakan dan pelayanan publik. Andang optimistis, jika kolaborasi dalam Forsesdasi Jawa Barat berjalan konsisten, kualitas pemerintahan dan pembangunan daerah di Jawa Barat dapat meningkat secara lebih merata.

“Kalau kita saling berbagi dan saling belajar, manfaatnya bukan hanya untuk satu daerah, tetapi untuk seluruh masyarakat Jawa Barat,” tutupnya.

Forsesdasi Jawa Barat dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi kebijakan dan meningkatkan pelayanan publik secara merata. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Audit PDAM Subang

    Dedi Mulyadi Minta BPK Audit PDAM Subang Terkait Penerimaan Rp 600 Juta dari Aqua

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi minta BPK audit PDAM Subang soal penerimaan Rp 600 juta per bulan dari Aqua. albadarpost.com, LENSA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit terhadap PDAM Subang. Langkah itu diambil setelah muncul temuan adanya penerimaan dana sebesar Rp 600 juta per bulan dari […]

  • Muscab PPP Tasikmalaya

    Muscab PPP Tasikmalaya Memanas, Otong Koswara Angkat Suara

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya mulai memanas jelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang tinggal menghitung hari, dijadwalkan pada 18 April 2026. Empat nama kini mencuat dan bersaing ketat memperebutkan kursi Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya periode 2026–2031. Mereka adalah Hilman Wiranata, Riko Restu Wijaya, Tedi Gunandi, dan Enjang Bilawini. Kontestasi […]

  • Wakil Wali Kota Bandung

    Wakil Wali Kota Bandung Erwin Diperiksa Kejari, Kasusnya Masih Misterius

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Wakil Wali Kota Bandung Erwin diperiksa Kejari Bandung, penyelidikan belum diungkap ke publik. albadarpost.com, LENSA – Kota Bandung kembali menjadi sorotan publik. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung pada Kamis, 30 Oktober 2025. Pemeriksaan ini menimbulkan beragam spekulasi lantaran belum ada penjelasan resmi mengenai kasus yang tengah […]

  • belajar online sekolah

    Pemerintah Tegaskan Sekolah Tatap Muka, Rencana Belajar Online Batal

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL -Isu belajar online sekolah sempat menjadi perbincangan publik setelah muncul wacana belajar online sebagai alternatif kebijakan pemerintah. Namun kini pemerintah memastikan bahwa sistem sekolah tatap muka tetap menjadi prioritas. Keputusan ini menegaskan bahwa proses pendidikan di Indonesia masih berlangsung secara langsung di ruang kelas. Pemerintah menilai pembelajaran tatap muka memberikan dampak lebih […]

  • buruh migran

    9 Realitas Hidup Buruh Migran di Luar Negeri yang Mengejutkan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Buruh migran sering dipandang sebagai pahlawan devisa, tetapi realitas buruh migran di luar negeri tidak selalu seindah cerita sukses yang beredar. Banyak kisah, pekerja migran, hingga tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menyimpan sisi pahit, tekanan mental, dan pengorbanan besar yang jarang diketahui publik. Artikel ini membongkar fakta tersembunyi yang selama ini luput […]

  • Ilustrasi ruang kelas modern yang menggambarkan sistem pendidikan Finlandia dan seleksi ketat calon guru

    Kenapa Jadi Guru di Finlandia Sangat Sulit? Ini Rahasianya

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Bayangkan seorang siswa yang bercita-cita menjadi guru. Ia mendaftar ke universitas terbaik di negaranya dengan harapan bisa masuk jurusan pendidikan. Namun setelah proses seleksi selesai, hasilnya mengejutkan. Dari 100 pelamar, hanya sekitar 10 orang yang diterima. Kisah seperti ini bukan cerita fiksi. Inilah realitas dalam pendidikan Finlandia, salah satu sistem pendidikan terbaik […]

expand_less