Galian Pasir Cikalong Disorot, H. Kamnan Ungkap Sisi Berbeda
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

Warga melakukan aktivitas pembangunan kirmir di Desa Mandalajaya, Cikalong, Tasikmalaya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sorotan terhadap galian pasir Cikalong memunculkan beragam pandangan di tengah masyarakat. Selain kekhawatiran mengenai kondisi lingkungan dan kawasan muara, terdapat pula perspektif warga yang melihat aktivitas tersebut dari sisi ekonomi dan kebutuhan penanganan pendangkalan.
Salah satu pandangan itu disampaikan H. Kamnan, tokoh masyarakat Desa Mandalajaya, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, yang berusia 60 tahun.
Menurut H. Kamnan, pembahasan mengenai aktivitas galian pasir di wilayah tersebut sebaiknya tidak hanya melihat pengerukan material dari satu sudut pandang. Ada aspek ekonomi masyarakat dan kondisi muara yang menurutnya juga perlu diperhatikan.
Pandangan tersebut menjadi bagian lain dari polemik galian pasir Cikalong yang berkembang di masyarakat.
Sebab, bagi warga yang berada di sekitar kawasan tersebut, persoalan galian pasir tidak berdiri sendiri. Aktivitas ekonomi, kondisi lingkungan, keberadaan muara, hingga kebutuhan masyarakat saling berkaitan.
H. Kamnan: Ada Sisi Ekonomi yang Perlu Diperhatikan
H. Kamnan menyampaikan bahwa aktivitas galian pasir memiliki kaitan dengan penghasilan masyarakat di sekitar lokasi.
Menurutnya, keberadaan kegiatan tersebut perlu dilihat pula dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat, tanpa mengabaikan kewajiban untuk menjaga lingkungan dan mematuhi ketentuan yang berlaku.
Pandangan itu penting karena persoalan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan masyarakat merupakan bagian dari realitas sosial di wilayah pesisir.
Namun, manfaat ekonomi yang disampaikan tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai keterangan narasumber, bukan sebagai kesimpulan bahwa seluruh masyarakat mendukung aktivitas galian pasir.
Di sisi lain, H. Kamnan juga menyebut adanya pembangunan kirmir yang menurutnya berkaitan dengan penguatan struktur dinding jalan desa.
Informasi mengenai pembangunan tersebut tetap membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari pemerintah desa atau pihak yang menangani pembangunan agar masyarakat mengetahui sumber pembiayaan, bentuk pekerjaan, serta keterkaitannya dengan aktivitas di kawasan galian.
Dengan demikian, manfaat yang disampaikan warga dapat diuji dan dijelaskan berdasarkan data yang lebih lengkap.
Pengerukan Disebut Berkaitan dengan Kondisi Muara
Selain persoalan ekonomi, H. Kamnan juga menyampaikan pandangan mengenai kondisi muara di kawasan Cikalong.
Menurut keterangan yang disampaikan kepada AlbadarPost, pengerukan disebut dapat membantu memperdalam alur muara yang mengalami pendangkalan.
Kondisi alur muara menjadi perhatian karena berkaitan dengan kelancaran aliran air. Dalam pandangan tersebut, pengerukan diharapkan dapat membantu mengurangi potensi terjadinya genangan atau banjir.
Namun, hubungan antara pengerukan dengan berkurangnya risiko banjir tidak dapat langsung dianggap sebagai fakta teknis tanpa adanya kajian dan data dari instansi yang berwenang.
Kedalaman muara, tingkat sedimentasi, kapasitas aliran, kondisi pasang surut, hingga karakteristik kawasan pesisir merupakan sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan.
Karena itu, jika pengerukan memang bertujuan mengatasi pendangkalan, data kondisi muara sebelum dan setelah pengerukan akan menjadi informasi penting untuk mengetahui dampaknya.
Begitu pula dengan aspek lingkungan. Jika aktivitas pengerukan memiliki potensi terhadap ekosistem atau kawasan pesisir, perlu ada penjelasan mengenai langkah pengawasan dan pengendalian yang dilakukan.
Polemik Galian Pasir Perlu Dilihat Secara Utuh
Polemik galian pasir Desa Mandalajaya, Cikalong pada akhirnya tidak cukup diselesaikan hanya dengan narasi mendukung atau menolak.
Masyarakat membutuhkan informasi yang lebih lengkap mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Warga yang merasakan manfaat ekonomi perlu diberi ruang untuk menyampaikan pandangannya. Pada saat yang sama, kekhawatiran mengenai lingkungan juga perlu mendapatkan perhatian.
Pemerintah memiliki peran penting untuk menjelaskan status kegiatan, mekanisme pengawasan, serta ketentuan yang menjadi dasar pelaksanaan aktivitas tersebut.
Pihak yang melakukan kegiatan juga perlu terbuka mengenai tujuan pengerukan, metode yang digunakan, lokasi kegiatan, serta upaya untuk mengendalikan dampak terhadap lingkungan.
Dengan informasi dari berbagai pihak, masyarakat dapat menilai persoalan berdasarkan fakta, bukan hanya berdasarkan persepsi yang berkembang.
Yang Dibutuhkan Bukan Sekadar Pro dan Kontra
Pandangan H. Kamnan menambah perspektif dalam melihat polemik galian pasir Cikalong.
Di satu sisi, terdapat kepentingan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, terdapat kebutuhan menjaga kondisi muara dan lingkungan pesisir.
Keduanya tidak harus selalu ditempatkan sebagai dua kepentingan yang saling bertentangan.
Jika pengerukan memang membantu mengatasi pendangkalan, manfaat tersebut perlu diperkuat dengan data teknis. Jika kegiatan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, dampaknya juga perlu dijelaskan secara terbuka.
Sebaliknya, apabila terdapat persoalan lingkungan maupun aspek legalitas, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan dari pihak yang memiliki kewenangan.
Pada akhirnya, yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar pembenaran ataupun penolakan.
Yang dibutuhkan adalah kepastian berdasarkan fakta.
Aktivitas ekonomi masyarakat tetap diperhatikan, kondisi muara dijaga, lingkungan tidak dikorbankan, dan setiap kegiatan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
AlbadarPost membuka ruang bagi pemerintah, masyarakat, pihak pengelola, maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan dan hak jawab mengenai aktivitas galian pasir di Cikalong. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar