Ekspor Garut Januari-Juli Capai US$43 Juta, 39 Negara Jadi Pasarnya
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi ekspor produk Garut ke pasar internasional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ekspor Garut sepanjang Januari-Juli 2026 menunjukkan geliat perdagangan daerah yang semakin luas. Berdasarkan data Disperindag ESDM Kabupaten Garut, nilai ekspor tujuh bulan tersebut jika dijumlahkan mencapai US$43.088.108,98 atau sekitar US$43,09 juta. Angka ini merupakan hasil penjumlahan data bulanan Januari sampai Juli 2026, bukan angka ekspor tahunan resmi.
Selain nilai perdagangan yang mencapai puluhan juta dolar AS, data tersebut juga mencatat pasar ekspor Garut hingga 39 negara tujuan dalam satu bulan, yakni pada April dan kembali pada Juli 2026.
Namun, perjalanan ekspor Garut tidak bergerak lurus. Nilainya naik dan turun sepanjang tujuh bulan. Karena itu, data tersebut bukan sekadar menunjukkan besarnya transaksi, tetapi juga menggambarkan dinamika pasar yang dihadapi pelaku usaha Garut.
Mei Jadi Titik Tertinggi Ekspor Garut
Jika dilihat per bulan, Mei 2026 menjadi periode dengan nilai ekspor tertinggi.
Pada bulan tersebut, nilai ekspor mencapai US$9.421.093,85. Sebaliknya, Januari mencatat nilai terendah selama periode pengamatan dengan US$3.981.522,51.
Berikut rekap nilai ekspor Garut Januari-Juli 2026:
| Bulan | Nilai Ekspor |
|---|---|
| Januari | US$3.981.522,51 |
| Februari | US$6.669.969,87 |
| Maret | US$5.148.834,15 |
| April | US$6.145.481,48 |
| Mei | US$9.421.093,85 |
| Juni | US$5.798.356,06 |
| Juli | US$5.922.851,06 |
Dengan demikian, total US$43,09 juta tersebut merupakan hasil kalkulasi redaksi dari tujuh nilai bulanan, bukan klaim bahwa Garut telah mencatat ekspor tahunan sebesar US$43,09 juta.
Rata-rata nilai ekspor selama periode tersebut berada di kisaran US$6,16 juta per bulan. Meski demikian, angka itu tidak menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.
Setelah mencapai puncak pada Mei, nilai ekspor turun pada Juni. Kemudian, Juli kembali mencatat kenaikan tipis menjadi sekitar US$5,92 juta.
Pola tersebut membuat data ekspor Garut lebih menarik untuk dibaca sebagai pergerakan perdagangan, bukan sekadar angka capaian.
Dari Garut, Pasar Ekspor Mencapai Puluhan Negara
Selain nilai transaksi, persebaran negara tujuan juga menjadi bagian penting dari data ekspor Garut 2026.
Pada Januari, terdapat 27 negara tujuan. Angka itu meningkat menjadi 33 negara pada Februari, kemudian 28 negara pada Maret.
Selanjutnya, April mencatat 39 negara tujuan, Mei 34 negara, Juni 37 negara, dan Juli kembali mencapai 39 negara tujuan.
Artinya, pasar ekspor Garut tidak hanya bergerak pada satu negara atau satu kawasan.
Belanda dan Belgia terlihat konsisten berada di jajaran teratas berdasarkan nilai tujuan ekspor bulanan. Belanda menempati posisi pertama pada Januari, April, Mei, dan Juni. Sementara itu, Belgia berada di posisi teratas pada Februari, Maret, dan Juli.
Pada Mei, misalnya, nilai ekspor menuju Belanda mencapai sekitar US$2,24 juta. Pada bulan yang sama, Belgia mencatat sekitar US$1,71 juta.
Selain Belanda dan Belgia, daftar negara tujuan dengan nilai ekspor tinggi juga mencakup Inggris, China, Korea Selatan, Jepang, Jerman, Prancis, Amerika Serikat, Italia, Kanada, Polandia, hingga sejumlah negara lainnya.
Dengan kata lain, ekspor Garut telah memiliki sebaran pasar yang cukup beragam.
IPSKA Garut Memperkuat Akses Pelaku Usaha
Perkembangan tersebut berlangsung ketika Garut juga memperkuat layanan pendukung perdagangan internasional.
Kabupaten Garut resmi memiliki Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) yang dikelola Disperindag ESDM Kabupaten Garut. Peresmian layanan tersebut berlangsung pada 25 Juni 2026. Pemerintah Kabupaten Garut menyebut IPSKA dapat mempermudah pelaku usaha dalam mengurus dokumen ekspor di daerah.
Sebelumnya, pelaku usaha Garut harus menuju daerah lain untuk mengurus dokumen tersebut. Kini, layanan IPSKA tersedia di Kantor Disperindag ESDM Kabupaten Garut. Pemerintah daerah juga menyatakan layanan tersebut diberikan tanpa biaya bagi eksportir asal Garut.
Langkah ini penting karena perdagangan internasional tidak hanya membutuhkan produk yang mampu bersaing. Eksportir juga harus memenuhi berbagai persyaratan administrasi dan ketentuan negara tujuan.
Disperindag ESDM Kabupaten Garut menjelaskan bahwa pengajuan Surat Keterangan Asal (SKA) membutuhkan sejumlah dokumen, antara lain NIB, invoice, packing list, Pemberitahuan Ekspor Barang, Bill of Lading atau Airway Bill, serta struktur biaya. Ketelitian data juga penting agar proses penerbitan dokumen tidak mengalami penolakan atau keterlambatan.
Tantangan Ekspor Garut Bukan Sekadar Mengejar Angka
Capaian Januari-Juli 2026 memberikan gambaran bahwa produk Garut memiliki ruang untuk terus memperluas pasar.
Namun, peluang tersebut membutuhkan konsistensi.
Pelaku usaha perlu menjaga kualitas produk, kapasitas produksi, ketepatan waktu pengiriman, efisiensi biaya, serta kelengkapan dokumen. Selain itu, standar negara tujuan juga harus menjadi perhatian sejak awal.
Pemerintah Kabupaten Garut sebelumnya menyebut sejumlah komoditas seperti alas kaki, pakaian jadi, produk kulit, akar wangi, hasil bumi, dan kopi sebagai produk yang telah memasuki pasar ekspor. Pemerintah juga melihat peluang pasar Uni Eropa bagi produk Garut, khususnya alas kaki dan pakaian jadi.
Di sisi lain, portal resmi Disperindag ESDM Garut saat ini mencatat pemetaan jaringan ekspor periode 2024-2026 yang mencakup 37 negara, 15 perusahaan, dan enam komoditas. Data tersebut menunjukkan bahwa ekosistem ekspor Garut terus dipetakan dan dikembangkan.
Karena itu, angka US$43,09 juta sebaiknya tidak dibaca sebagai garis akhir.
Angka itu adalah jejak tujuh bulan perjalanan ekspor Garut. Tantangan berikutnya jauh lebih besar: bukan sekadar membawa produk Garut keluar negeri, tetapi membuat produk tersebut terus dicari, dipercaya, dan bertahan di pasar dunia. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar