Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Mengapa Orang Kaya Tetap Gelisah? Al-Hikam Punya Jawabannya

Mengapa Orang Kaya Tetap Gelisah? Al-Hikam Punya Jawabannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 50 menit yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Maqam fana menjadi salah satu ajaran paling mendalam dalam Kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah as-Sakandari. Dalam perspektif tasawuf, fana kepada Allah bukan berarti menghilang dari kehidupan, melainkan membersihkan hati dari ketergantungan kepada selain-Nya. Di era ketika manusia mengejar pengakuan, harta, dan popularitas, hikmah ini justru terasa semakin relevan.

Lihatlah kehidupan hari ini.

Orang bangun tidur bukan untuk berzikir, melainkan memeriksa notifikasi.

Sebelum menikmati secangkir kopi, kamera ponsel lebih dulu bekerja.

Sebelum membantu tetangga, sebagian orang sibuk memastikan aktivitasnya layak diunggah ke media sosial.

Ironisnya, semakin banyak yang dipamerkan, semakin sering hati mengaku lelah.

Padahal, yang kosong bukan rumahnya.

Yang kosong adalah ruang terdalam di dalam hati.

Di sinilah Ibnu Athaillah mengajak manusia berhenti sejenak, lalu bertanya: siapa sebenarnya yang sedang menguasai hidup kita?

Ketika Dunia Berubah Menjadi Berhala yang Tak Disadari

Ibnu Athaillah mengingatkan melalui ungkapan yang sangat masyhur:

كَانَ اللَّهُ وَلَا شَيْءَ مَعَهُ وَهُوَ الْآنَ عَلَى مَا كَانَ عَلَيْهِ

“Telah ada Allah, dan tiada sesuatu bersama-Nya. Dan sekarang pun Dia tetap sebagaimana adanya.”

Untuk menjelaskan hakikat itu, beliau menghadirkan sebuah perumpamaan sederhana.

Bayangkan seseorang berada sendirian di sebuah gedung.

Lalu gedung itu dipenuhi meja.

Dipenuhi kursi.

Dipenuhi boneka.

Dan dipenuhi patung.

Serta dipenuhi berbagai perabot.

Kemudian seseorang bertanya,

“Siapa yang ada di dalam gedung itu?”

Jawabannya tetap sama.

“Hanya dia seorang.”

Mengapa?

Karena semua benda itu hanyalah isi ruangan. Tidak satu pun layak disebut teman, apalagi pemilik gedung.

Perumpamaan ini menyentuh inti maqam fana. Segala sesuatu selain Allah hanyalah makhluk yang bergantung kepada-Nya. Tidak ada satu pun yang memiliki keberadaan secara mandiri.

Satir Kehidupan Modern: Kita Tidak Lagi Memiliki Dunia, Dunia yang Memiliki Kita

Di zaman sekarang, “boneka” itu berganti rupa.

Namanya bisa rekening.

Bisa jabatan.

Bisa mobil mewah.

Bisa gelar akademik.

Dan bisa pengikut media sosial.

Serta bisa pula citra sebagai orang saleh.

Semuanya tampak indah.

Namun, diam-diam hati mulai diperbudak olehnya.

Hari terasa buruk hanya karena unggahan sepi tanggapan.

Ibadah berubah menjadi panggung pencitraan.

Sedekah dihitung berdasarkan jumlah penonton.

Ceramah dinilai dari jumlah potongan video yang viral.

Bahkan, tidak sedikit yang lebih takut kehilangan reputasi daripada kehilangan keikhlasan.

Di titik itulah dunia berubah menjadi “berhala modern”. Bukan karena manusia menyembah patung, melainkan karena hati memberi ruang tertinggi kepada selain Allah.

Allah SWT berfirman:

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ

“Apakah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?”

(QS. Al-Jatsiyah: 23)

Ayat ini menjadi peringatan bahwa berhala tidak selalu berbentuk batu. Terkadang ia hadir sebagai ambisi yang terus dipelihara.

Fana Bukan Keluar dari Dunia, Tetapi Keluar dari Penjara Dunia

Sebagian orang memahami fana secara keliru.

Mereka mengira tasawuf mengajarkan meninggalkan pekerjaan, keluarga, atau kehidupan sosial.

Padahal, para ulama menjelaskan sebaliknya.

Maqam fana justru melahirkan pribadi yang semakin bertanggung jawab karena seluruh aktivitasnya diarahkan untuk mencari rida Allah.

Ia tetap berdagang.

Tetap bekerja.

Tetap memimpin.

Dan tetap membangun masyarakat.

Namun, ia tidak menggantungkan harga dirinya kepada semua itu.

Inilah makna firman Allah SWT:

كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ

“Segala sesuatu akan binasa kecuali Wajah-Nya.”

(QS. Al-Qashash: 88)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

أَلَا كُلُّ شَيْءٍ مَا خَلَا اللَّهَ بَاطِلٌ

“Ketahuilah, segala sesuatu selain Allah adalah batil.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalil ini tidak mengajak manusia membenci dunia, melainkan menempatkannya sesuai porsinya.

Mengapa Orang yang Memiliki Segalanya Tetap Gelisah?

Pertanyaan ini terus berulang dari generasi ke generasi.

Mengapa rumah semakin besar, tetapi tidur semakin sulit?

Mengapa kendaraan semakin mewah, tetapi senyum semakin mahal?

Dan mengapa jabatan semakin tinggi, tetapi kecemasan ikut meninggi?

Jawabannya sederhana.

Karena hati diciptakan untuk mengenal Allah, bukan untuk menyimpan dunia.

Apa pun yang ditempatkan menggantikan Allah akan menjadi sumber kegelisahan.

Harta bisa hilang.

Popularitas bisa memudar.

Kesehatan bisa berubah.

Jabatan memiliki masa akhir.

Namun, Allah tidak pernah berubah.

Maka, orang yang menjadikan Allah sebagai pusat hidup akan selalu memiliki tempat kembali ketika dunia mulai menjauh.

Pelajaran Besar dari Al-Hikam

Ibnu Athaillah tidak mengajak kita membuang rumah.

Beliau juga tidak meminta kita meninggalkan pekerjaan.

Yang ingin beliau robohkan adalah singgasana kecil di dalam hati yang diam-diam telah diduduki oleh dunia.

Rumah boleh megah.

Usaha boleh berkembang.

Karier boleh cemerlang.

Media sosial boleh dimanfaatkan.

Namun, jangan biarkan semuanya mengambil tempat yang hanya pantas dimiliki Allah.

Sebab, ketika dunia menjadi tujuan, manusia akan terus merasa kurang.

Sebaliknya, ketika Allah menjadi tujuan, dunia berubah menjadi jalan menuju kebahagiaan yang lebih hakiki.

Kita sering sibuk membersihkan rumah, tetapi lupa membersihkan hati. Padahal, yang akan ditanya di hadapan Allah bukan seberapa penuh garasi kita, melainkan siapa yang paling memenuhi hati kita. Jika jawabannya masih dunia, mungkin kita belum kehilangan harta—tetapi sudah mulai kehilangan arah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasangan Muslim berdoa bersama pada malam hari memohon segera dikaruniai keturunan dengan penuh harap.

    Tangis dan Doa di Sepertiga Malam, Ikhtiar Banyak Pasangan Menanti Buah Hati

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua pasangan langsung mendengar tangisan bayi setelah menikah. Sebagian harus melewati malam-malam panjang yang penuh doa. Ada yang diam-diam menangis selepas salat. Ada yang tersenyum di depan orang lain, meski hatinya lelah mendengar pertanyaan yang sama berulang kali. “Sudah isi belum?” Kalimat sederhana itu kadang terasa sangat berat bagi pasangan yang […]

  • Twin’s Convention Hall Tasikmalaya

    Cecep Nurul Yakin Hadiri Peresmian Twin’s Convention Hall, Ekonomi Tasikmalaya Dipacu

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 419
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Twin’s Convention Hall Tasikmalaya resmi dibuka dan langsung menarik perhatian masyarakat. Kehadiran fasilitas baru ini menjadi kabar penting karena dinilai mampu memperkuat ekonomi Tasikmalaya, membuka peluang investasi, serta menghadirkan pusat kegiatan modern di wilayah Priangan Timur. Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menghadiri langsung peresmian Twin’s Convention Hall yang berlokasi di Jalan […]

  • nusantara hub

    Pantau Mudik Real-Time, Ini Cara Baru Hindari Macet Lebaran 2026

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Nusantara Hub kini menjadi solusi utama dalam memantau mudik 2026, terutama untuk melihat arus mudik secara real-time. Platform digital ini memungkinkan masyarakat mengikuti pergerakan transportasi, kondisi lalu lintas, hingga situasi cuaca secara langsung. Melalui sistem ini, pemudik tidak lagi bergantung pada informasi yang terlambat atau tidak jelas. Sebaliknya, mereka bisa mengambil […]

  • Norwegia ganti hotel

    Norwegia Ganti Hotel Jelang Duel Krusial Lawan Inggris

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Norwegia ganti hotel menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Inggris setelah muncul sejumlah keluhan terkait kondisi akomodasi yang ditempati tim. Pergantian hotel Timnas Norwegia dilakukan menyusul laporan mengenai kebersihan kamar, dugaan aroma lembap akibat jamur, serta kebisingan dari proyek konstruksi di sekitar lokasi. Di sisi lain, langkah tersebut diambil […]

  • Al-Hikam Syekh Athaillah

    Al-Hikam: Mengapa Akhir Hidup Ditentukan dari Langkah Pertama?

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH — Pernahkah kita memperhatikan dua orang yang memulai perjalanan pada waktu yang sama? Yang satu berjalan pelan, tidak banyak bicara, tetapi langkahnya mantap. Yang lain berlari kencang, gemar memamerkan arah tujuan, namun beberapa saat kemudian justru kehilangan jalan. Anehnya, keadaan seperti itu bukan hanya terjadi dalam urusan dunia. Dalam kehidupan spiritual pun, Al-Hikam […]

  • Pilkades Digital 2026

    Pilkades Digital 2026 Dimulai, Bekasi Jadi Daerah Pertama

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pilkades Digital 2026 resmi memasuki tahap awal di Jawa Barat. Pemilihan kepala desa berbasis digital ini diawali dari Kabupaten Bekasi yang kini menjalani fase pra pemilihan. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan desa agar proses demokrasi berlangsung lebih cepat, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi. Program yang digagas Dinas […]

expand_less