Gerakan Pangan Murah Pangandaran Kembali Dibuka Juli Ini
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- visibility 40
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gerakan Pangan Murah di Kalipucang, Pangandaran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gerakan Pangan Murah Pangandaran kembali hadir untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Melalui program pangan murah Pangandaran, Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama Badan Pangan Nasional dan Perum BULOG menyediakan beras SPHP serta Minyakita dengan harga di bawah harga pasar sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Program tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran dalam rangka mendukung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum dan berlangsung selama bulan Juli dengan jadwal tertentu.
Beras SPHP dan Minyakita Dijual dengan Harga Terjangkau
Dalam Gerakan Pangan Murah kali ini, masyarakat dapat membeli dua komoditas pokok yang banyak dibutuhkan keluarga.
DKPKP Pangandaran menyediakan:
- Beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000.
- Minyakita kemasan 2 liter seharga Rp31.400.
Harga tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas.
Selain itu, pemerintah berharap program ini dapat memperkuat distribusi pangan sehingga pasokan tetap tersedia di tingkat konsumen.
Jadwal dan Lokasi Gerakan Pangan Murah
Gerakan Pangan Murah berlangsung setiap:
- Senin
- Selasa
- Kamis
selama bulan Juli.
Pelayanan dimulai pukul 08.30 WIB hingga 15.00 WIB, dengan waktu istirahat pada pukul 11.30 WIB sampai 13.00 WIB.
Seluruh kegiatan dipusatkan di:
Halaman Kantor Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran.
Masyarakat diimbau datang lebih awal karena jumlah komoditas yang disediakan setiap pelaksanaan terbatas.
Persediaan Terbatas, Warga Diimbau Datang Lebih Awal
Pemerintah Kabupaten Pangandaran menegaskan bahwa penjualan berlangsung selama stok masih tersedia.
Oleh sebab itu, masyarakat yang ingin memanfaatkan program ini sebaiknya menyesuaikan waktu kedatangan agar tidak kehabisan persediaan.
Selain memberikan manfaat langsung kepada warga, Gerakan Pangan Murah juga menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Ketika distribusi pangan berjalan lancar, gejolak harga di pasar dapat ditekan sehingga masyarakat memperoleh akses pangan dengan harga yang lebih wajar.
Di sisi lain, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Badan Pangan Nasional, dan Perum BULOG menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Upaya Menjaga Ketahanan Pangan Daerah
Program Gerakan Pangan Murah tidak hanya berfokus pada penjualan komoditas dengan harga terjangkau. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.
Ketika harga pangan tetap stabil, daya beli masyarakat dapat terjaga. Selanjutnya, kondisi tersebut ikut mendukung aktivitas ekonomi daerah karena kebutuhan pokok tetap mudah dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga mengajak warga memanfaatkan program ini secara bijak sesuai kebutuhan rumah tangga. Dengan demikian, distribusi komoditas dapat berlangsung lebih merata dan memberi manfaat bagi lebih banyak masyarakat.
Bagi warga yang membutuhkan beras SPHP maupun Minyakita dengan harga terjangkau, Gerakan Pangan Murah dapat menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga selama persediaan masih tersedia.
Ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui panen yang melimpah, tetapi juga lewat kepastian masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau. Saat pemerintah hadir menjaga stabilitas harga, kesempatan itu layak dimanfaatkan demi ketahanan keluarga dan kesejahteraan bersama. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar