Pencari Kerja Tasikmalaya 2025 Naik, Separuh Berhasil Ditempatkan
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 20 Jul 2026
- visibility 50
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi gambar pencari kerja.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pencari Kerja Tasikmalaya pada 2025 kembali menjadi sorotan setelah pemerintah daerah merilis data terbaru mengenai ketenagakerjaan Kota Tasikmalaya. Data tersebut memperlihatkan jumlah pencari kerja meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, di sisi lain, sekitar separuh dari total pencari kerja berhasil memperoleh penempatan kerja, sementara mayoritas pencari kerja masih berasal dari lulusan SMA dan SMK.
Informasi tersebut berasal dari Open Data Kota Tasikmalaya yang mengacu pada Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya serta Badan Pusat Statistik (BPS).
Pencari Kerja Naik Dibanding Tahun Lalu
Data menunjukkan jumlah pencari kerja terdaftar pada 2025 mencapai 2.818 orang. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 2024 yang mencatat 2.619 orang, meski masih berada di bawah capaian tahun 2023 yang mencapai 3.127 orang.
Selanjutnya, dari total pencari kerja tersebut, sebanyak 1.424 orang berhasil memperoleh penempatan kerja atau sekitar 50,5 persen. Dengan demikian, rata-rata satu dari dua pencari kerja berhasil memasuki dunia kerja melalui mekanisme penempatan yang tercatat oleh pemerintah.
Selain itu, jumlah pencari kerja perempuan mencapai 1.425 orang, sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang berjumlah 1.393 orang. Kondisi serupa juga terlihat pada data penempatan kerja, yakni 721 perempuan dan 703 laki-laki.
Lulusan SMA Masih Mendominasi
Komposisi pendidikan pencari kerja memperlihatkan lulusan SMA/SMK/sederajat masih mendominasi pasar tenaga kerja di Kota Tasikmalaya.
Sebanyak 2.416 orang atau sekitar 85,9 persen pencari kerja berasal dari jenjang tersebut. Sementara itu, lulusan D IV/S1 mencapai 297 orang, disusul diploma 66 orang, lulusan SMP sebanyak 25 orang, SD 6 orang, dan hanya 1 orang berasal dari jenjang S2 atau S3.
Kondisi ini menunjukkan bahwa lulusan sekolah menengah masih menjadi kelompok terbesar yang aktif mencari pekerjaan setiap tahun.
Sektor Jasa Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar
Sementara itu, berdasarkan bidang usaha, sektor jasa-jasa menjadi penyerap tenaga kerja terbesar sepanjang 2025.
Jumlah penempatan kerja pada sektor tersebut mencapai 442 orang. Berikutnya terdapat kategori lain-lain sebanyak 351 orang, kemudian perdagangan dengan 275 orang, dan industri sebanyak 216 orang.
Adapun sektor keuangan dan lainnya menyerap 71 tenaga kerja, sedangkan transportasi, komunikasi, dan pengangkutan mencatat 35 orang. Di sisi lain, sektor pertanian hanya menyerap 31 orang, sementara bangunan serta listrik, gas, dan air masing-masing hanya 1 dan 2 orang. Sektor pertambangan tidak mencatat adanya penempatan kerja.
Lowongan Kerja Berfluktuasi Sepanjang Tahun
Data juga menunjukkan tersedia 985 lowongan kerja sepanjang 2025.
Puncak lowongan terjadi pada September sebanyak 178 lowongan, disusul Februari sebanyak 146, serta Oktober dengan 137 lowongan.
Sebaliknya, jumlah lowongan paling sedikit tercatat pada Desember, yaitu hanya 19 lowongan. Fluktuasi tersebut mengindikasikan kebutuhan tenaga kerja bergerak mengikuti aktivitas ekonomi sepanjang tahun.
Ada Perbedaan Angka yang Perlu Klarifikasi
Meski demikian, terdapat satu catatan penting pada data yang dipublikasikan.
Infografik mengenai pencari kerja berdasarkan kecamatan mencantumkan total 2.718 orang, sedangkan sebagian besar infografik lain menyebut total 2.818 orang. Selisih 100 orang tersebut menunjukkan adanya perbedaan angka antarinfografik.
Selain itu, infografik mengenai lowongan kerja bulanan juga masih memuat paragraf yang membahas tingkat pendidikan pencari kerja. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya kesalahan penyuntingan atau tata letak pada materi visual.
Karena itu, angka yang berbeda tersebut sebaiknya diklarifikasi lebih lanjut oleh instansi terkait agar publik memperoleh informasi yang konsisten.
Data Penting untuk Evaluasi Pasar Kerja
Terlepas dari adanya perbedaan pada salah satu infografik, data ketenagakerjaan tahun 2025 tetap memberikan gambaran mengenai kondisi pasar kerja di Kota Tasikmalaya.
Peningkatan jumlah pencari kerja menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan. Di sisi lain, tingkat penempatan kerja yang mencapai sekitar 50 persen menjadi indikator bahwa peluang kerja masih tersedia, meskipun belum mampu mengakomodasi seluruh pencari kerja yang terdaftar.
Ke depan, sinkronisasi data antarlembaga menjadi langkah penting agar kebijakan ketenagakerjaan dapat disusun berdasarkan informasi yang akurat, konsisten, dan mudah dipertanggungjawabkan.
Data yang akurat bukan sekadar angka, melainkan fondasi utama untuk membuka lebih banyak peluang kerja dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar