Wisatawan Terseret Ombak, Nelayan Pangandaran Selamatkan Dua Korban
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian di pinggir pantai Pangandaran semalam, Jumat (17/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aktivitas berenang di pantai yang semula berlangsung santai berubah menjadi insiden darurat ketika wisatawan terseret ombak di tengah kondisi gelombang yang mulai pasang, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 17.40 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan dua orang berhasil diselamatkan, sementara seorang wisatawan lainnya hingga Jumat malam masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tiga wisatawan asal Kabupaten Bandung tengah bermain air menggunakan papan boogie ketika arus laut berubah lebih kuat menjelang petang. Kondisi ombak yang meningkat diduga membuat ketiganya kehilangan kendali hingga terbawa arus ke arah laut.
Nelayan Berhasil Menyelamatkan Dua Korban
Salah seorang korban selamat, Jatniko (21), mengaku hampir kehilangan kesadaran sebelum akhirnya seorang nelayan datang memberikan pertolongan.
“Saya sudah tidak ingat apa-apa. Yang saya ingat cuma ditolong nelayan pakai perahu,” ujar Jatniko dengan kondisi masih terlihat lemas.
Saat kejadian, Jatniko berenang bersama adiknya dan rekannya, Muhammad Rizki (20). Tidak lama kemudian, gelombang besar datang dan arus laut menyeret mereka menjauh dari bibir pantai.
Adik Jatniko berhasil menyelamatkan diri dengan berenang kembali ke tepian. Sementara itu, Jatniko sempat berusaha meminta pertolongan karena mulai kehabisan tenaga.
Melihat kondisi tersebut, seorang nelayan yang sedang berada di sekitar lokasi segera mengarahkan perahunya menuju korban dan berhasil mengangkat Jatniko ke atas perahu.
“Adik saya bisa sampai ke pantai sendiri. Saya sendiri sudah hampir tidak bisa bernapas. Sayangnya, teman saya belum ditemukan,” tutur Jatniko.
Satu Korban Masih Dalam Pencarian Tim Gabungan
Hingga Jumat malam, Muhammad Rizki dilaporkan masih hilang dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, Balawista, TNI, Polri, serta unsur relawan lainnya.
Petugas menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan perahu penyelamat dan melakukan pemantauan sepanjang garis pantai. Pencarian difokuskan pada titik terakhir korban terlihat sebelum terseret arus.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pencarian lanjutan.
Saksi Menyebut Korban Sempat Diingatkan
Seorang saksi mata, Panji (12), mengatakan dirinya melihat ketiga wisatawan masih berada di laut ketika kondisi ombak mulai berubah.
Menurut keterangannya, petugas di sekitar pantai sempat memberikan imbauan agar para pengunjung menghentikan aktivitas berenang karena gelombang mulai meninggi.
“Awalnya ada tiga orang berenang. Petugas sudah mengingatkan supaya berhenti karena ombak sore mulai besar,” kata Panji.
Ia kemudian melihat dua korban berhasil dijangkau oleh nelayan.
“Satu masih kuat, satu lagi sudah lemas. Setelah itu saya masih melihat satu tangan di permukaan air. Perahu sempat kembali mencari, tetapi korban sudah tidak terlihat lagi,” ujarnya.
Keterangan saksi tersebut menggambarkan situasi yang berlangsung cepat ketika kondisi laut berubah dalam waktu singkat.
Gelombang Sore Hari Perlu Diwaspadai
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kondisi laut dapat berubah secara cepat, terutama menjelang sore ketika pasang mulai terjadi di sejumlah kawasan pantai.
Pengunjung yang berwisata di pantai disarankan selalu memperhatikan informasi cuaca, mematuhi imbauan petugas keselamatan pantai, serta menghindari berenang ketika gelombang mulai meningkat.
Menggunakan papan boogie maupun perlengkapan bermain air bukan jaminan keselamatan apabila arus laut berubah lebih kuat dari perkiraan.
Selain itu, keberadaan nelayan yang sigap memberikan pertolongan dalam kejadian ini menunjukkan pentingnya respons cepat saat terjadi keadaan darurat di laut. Namun demikian, langkah pencegahan tetap menjadi cara paling efektif untuk menghindari risiko kecelakaan.
Laut selalu menawarkan keindahan, tetapi tidak pernah bisa ditebak sepenuhnya. Ketika petugas memberi peringatan, itu bukan sekadar imbauan, melainkan kesempatan untuk pulang dengan selamat. Karena dalam hitungan detik, ombak bisa mengubah liburan menjadi perjuangan menyelamatkan nyawa. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar