Bukan Sekadar Menanam, Ini Kunci Swasembada Bawang Putih di Ciamis
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Polres Ciamis mendukung penanaman bawang putih untuk memperkuat swasembada bawang putih dan ketahanan pangan Nasional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upaya mendorong swasembada bawang putih di Kabupaten Ciamis tidak cukup hanya dengan memperluas penanaman. Produktivitas lahan, dukungan terhadap petani, serta sinergi lintas sektor juga menjadi bagian penting dari agenda ketahanan pangan. Hal itu terlihat dari keterlibatan Polres Ciamis dalam program penanaman bawang putih serentak yang menjadi bagian dari gerakan ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tersebut berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., pada Rabu (19/8/2026). Agenda nasional itu dipusatkan di Sembalun, Lombok Timur.
Berdasarkan keterangan Polres Ciamis, gerakan penanaman bawang putih tersebut mencakup 17 provinsi. Jajaran Polres Ciamis ikut menunjukkan dukungan terhadap program pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat produksi pangan sekaligus meningkatkan peran masyarakat dalam sektor pertanian.
Namun, ada satu pesan yang menarik dari keterlibatan Polres Ciamis. Program tersebut tidak hanya dipandang sebagai kegiatan menanam, tetapi juga membutuhkan pendampingan agar petani mampu menjaga produktivitas hingga tahap berikutnya.
Penanaman Bawang Putih Bukan Titik Akhir
Penanaman memang menjadi langkah awal dalam membangun produksi bawang putih. Setelah itu, petani masih menghadapi rangkaian proses yang menentukan hasil akhir, mulai dari pemeliharaan tanaman, pengendalian gangguan tanaman, hingga menunggu masa panen.
Karena itu, dukungan kepada petani memiliki posisi penting dalam agenda swasembada bawang putih.
Polres Ciamis menyatakan keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan tidak sebatas kegiatan penanaman. Jajaran kepolisian juga menempatkan dukungan dan pendampingan masyarakat, terutama petani, sebagai bagian dari kontribusinya.
Pendekatan tersebut membuat program ketahanan pangan memiliki dimensi yang lebih luas. Bukan hanya soal berapa banyak bibit yang ditanam, tetapi juga bagaimana tanaman dapat tumbuh dan menghasilkan produksi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan kata lain, pekerjaan besar justru dimulai setelah kegiatan penanaman selesai.
Kapolres Ciamis Tekankan Sinergi
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa Polri siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, kelompok tani dan berbagai pihak terkait menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan produksi bawang putih di Kabupaten Ciamis.
“Polri siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, kelompok tani dan seluruh pihak terkait, kami berharap produksi bawang putih di Kabupaten Ciamis dapat terus meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kapolres Ciamis, sebagaimana keterangan yang disampaikan Polres Ciamis.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa program ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki kebijakan dan program, petani menjadi pelaksana utama di lapangan, sedangkan berbagai institusi dapat memberikan dukungan sesuai perannya.
Karena itu, keberhasilan program tidak seharusnya hanya diukur dari kegiatan tanam. Produktivitas dan keberlanjutan usaha petani juga menjadi indikator penting.
Mengapa Bawang Putih Penting bagi Ketahanan Pangan?
Bawang putih bukan komoditas yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat menggunakannya sebagai bahan masakan, sementara pelaku usaha kuliner membutuhkan komoditas tersebut secara rutin.
Maka, peningkatan produksi bawang putih dalam negeri memiliki arti penting bagi ketahanan pangan. Semakin kuat produksi lokal, semakin besar pula kemampuan daerah berkontribusi terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks Kabupaten Ciamis, pengembangan komoditas tersebut juga membuka peluang bagi sektor pertanian untuk memberikan nilai ekonomi lebih besar kepada masyarakat.
Akan tetapi, target swasembada bawang putih tentu membutuhkan proses yang konsisten. Penanaman hanyalah salah satu tahapan. Pemeliharaan, produktivitas, kualitas hasil, pemasaran, hingga keberlanjutan usaha tani tetap membutuhkan perhatian.
Di sinilah pendampingan petani menjadi penting.
Polres Ciamis Dorong Kolaborasi Berkelanjutan
Polres Ciamis menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mendukung program pemerintah, terutama pada sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, kelompok tani dan unsur terkait diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program di tingkat daerah.
Bagi masyarakat, keberhasilan program tersebut pada akhirnya bukan sekadar terlihat dari kegiatan penanaman yang berlangsung dalam satu hari. Ukuran yang lebih nyata adalah ketika tanaman berkembang dengan baik, produksi meningkat, petani memperoleh manfaat ekonomi, dan kegiatan dapat berlanjut.
Karena itu, program penanaman bawang putih perlu dilihat sebagai awal dari sebuah proses panjang.
Jika sinergi dan pendampingan benar-benar berjalan hingga tingkat petani, Ciamis memiliki peluang untuk memperkuat kontribusinya dalam agenda ketahanan pangan nasional.
Sebab, swasembada pangan tidak lahir dari satu seremoni penanaman. Ia tumbuh dari lahan yang terus digarap, petani yang terus didampingi, produksi yang terus meningkat, dan sinergi yang tidak berhenti ketika kamera dimatikan. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar