Kejurdo BKC Bupati Cup II, Bukan Sekadar Berebut Medali
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kejurdo BKC Bupati Cup II di Gedung BKPSDM Ciawi Kabupaten Tasikmalaya menjadi ajang pembinaan atlet karate muda.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kejurdo BKC Bupati Cup II di Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan para karateka. Lebih dari itu, kejuaraan karate tersebut menjadi ruang pembinaan atlet muda sekaligus menanamkan disiplin, sportivitas, kerja keras, dan karakter. Kegiatan berlangsung di Gedung BKPSDM Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (8/8/2026).
Pesan tentang pembentukan karakter melalui olahraga menjadi salah satu hal yang mengemuka dalam kegiatan tersebut. Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menilai olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda, bukan hanya dalam mengejar prestasi di arena pertandingan.
Karena itu, Kejurdo BKC Bupati Cup II memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mencari juara.
Ketika Karate Menjadi Sekolah Karakter
Di arena pertandingan, seorang atlet memang dituntut menunjukkan kemampuan terbaiknya. Namun, proses menuju pertandingan justru menyimpan pelajaran yang tidak kalah penting.
Atlet harus datang berlatih secara konsisten. Mereka juga harus mengikuti arahan pelatih, memahami aturan pertandingan, mengendalikan emosi, serta menerima hasil pertandingan dengan lapang.
Menurut Bupati Cecep, olahraga dapat menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan, kerja keras, sportivitas, tanggung jawab, dan sikap menghargai lawan.
Dengan demikian, kemenangan tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan seorang atlet.
Seorang karateka yang mampu menjaga sikap ketika menang dan tetap menghormati lawan ketika kalah juga menunjukkan proses pembinaan karakter yang penting.
Terlebih, nilai-nilai tersebut tidak hanya berguna ketika atlet berada di atas tatami. Sebaliknya, kebiasaan disiplin dan bertanggung jawab dapat mereka bawa ke lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Kejurdo BKC Bupati Cup II Jadi Ruang Atlet Muda Berkembang
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyambut baik penyelenggaraan Kejurdo BKC Bupati Cup II sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga di daerah.
Selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan seperti ini memberikan kesempatan kepada atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Karena itu, setiap pertandingan dapat menjadi bahan evaluasi bagi atlet dan pelatih.
Di satu sisi, atlet dapat mengetahui sejauh mana kemampuan yang sudah mereka miliki. Di sisi lain, pelatih bisa melihat bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki.
Proses tersebut penting bagi pembinaan jangka panjang.
Apalagi, atlet muda membutuhkan pengalaman bertanding yang cukup sebelum menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi. Semakin banyak pengalaman yang mereka dapatkan, semakin matang pula kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan pertandingan.
Namun, pembinaan tidak cukup hanya mengandalkan latihan fisik dan teknik.
Mental bertanding, kedisiplinan, kemampuan mengendalikan emosi, serta sikap menghormati lawan juga perlu tumbuh secara bersamaan.
Dukungan Pembina dan Keluarga Menjadi Modal Penting
Di balik seorang atlet yang tampil di arena, terdapat banyak pihak yang ikut berperan.
Ada pelatih yang mendampingi latihan, pembina yang memberikan arahan, pengurus yang mengelola organisasi, hingga keluarga yang memberikan dukungan secara langsung maupun tidak langsung.
Bupati Cecep pun menyampaikan apresiasi kepada para pembina, pelatih, pengurus, dan keluarga besar BKC yang secara konsisten mendampingi para atlet dalam proses pembinaan.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus generasi berkarakter.
Kehadiran sejumlah unsur dalam Kejurdo BKC Bupati Cup II juga memperlihatkan luasnya dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Kegiatan itu turut dihadiri Pangadeg Paguron BKC Kang Iwa Rahadian Arsanata, Ketua Dewan Guru BKC se-Indonesia Kang Andri Rahadian Arsanata, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya selaku Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, para Kepala Staf BKC Wilayah 2 Jawa Barat, serta Ketua Umum BKC Kabupaten Tasikmalaya beserta jajaran.
Selain itu, hadir pula para Dewan Pembina dan Kisobat BKC Kabupaten Tasikmalaya, Camat Ciawi bersama unsur Muspika, Kepala Puskesmas Ciawi, serta para peserta kejuaraan karate dari berbagai dojo se-Kabupaten Tasikmalaya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan atlet membutuhkan kerja bersama. Sebab, prestasi seorang atlet tidak lahir hanya dari latihan di dojo.
Bukan Hanya Medali yang Dibawa Pulang
Bagi para peserta, pertandingan tentu menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Mereka datang dengan target masing-masing, mulai dari menguji kemampuan hingga mengejar prestasi.
Namun, ada pelajaran lain yang mungkin jauh lebih panjang umurnya daripada sebuah medali.
Disiplin yang terbentuk selama latihan, keberanian menghadapi lawan, kemampuan mengendalikan emosi, dan sikap menghormati orang lain merupakan bekal yang dapat terus digunakan setelah pertandingan selesai.
Karena itu, Kejurdo BKC Bupati Cup II tidak hanya dapat dilihat sebagai agenda kompetisi karate. Kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda melalui olahraga.
Bagi Kabupaten Tasikmalaya, ruang-ruang seperti ini penting untuk terus tumbuh. Selain membuka kesempatan bagi atlet muda untuk berprestasi, kegiatan olahraga juga dapat menjadi sarana membangun karakter sejak dini.
Pada akhirnya, medali hanya mencatat siapa yang menang dalam pertandingan. Namun, disiplin, sportivitas, dan karakter menentukan siapa yang tetap menjadi pemenang ketika pertandingan telah berakhir. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar