Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Perebutan Kursi Tertinggi Iran Dimulai, Siapa Pengganti Khamenei?

Perebutan Kursi Tertinggi Iran Dimulai, Siapa Pengganti Khamenei?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA — Proses penentuan pengganti Khamenei mulai menjadi fokus utama elite Iran setelah kematian pemimpin tertinggi negara tersebut. Sejumlah nama kuat muncul sebagai kandidat pemimpin tertinggi Iran baru, termasuk tokoh dari keluarga Khamenei, keturunan pendiri revolusi, dan figur politik berpengaruh. Selain itu, kalangan militer dan ulama konservatif disebut memainkan peran penting dalam menentukan arah suksesi.

Sesuai konstitusi Iran, pemimpin tertinggi baru akan dipilih oleh Assembly of Experts, lembaga ulama yang beranggotakan 88 orang yang memiliki kewenangan penuh dalam menentukan Supreme Leader. Namun demikian, proses ini tidak hanya bersifat religius, tetapi juga sangat politis.

Dewan kepemimpinan sementara saat ini menjalankan fungsi negara untuk menjaga stabilitas. Sementara itu, berbagai faksi mulai memperkuat posisi masing-masing kandidat.

Mojtaba Khamenei Jadi Kandidat Terkuat

Nama yang paling sering disebut sebagai pengganti Khamenei adalah Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi yang wafat. Ia dikenal memiliki pengaruh besar di lingkaran kekuasaan meskipun tidak memegang jabatan publik resmi.

Selain itu, ia memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Iran, kekuatan militer paling berpengaruh di negara tersebut. Dukungan militer menjadi faktor penting dalam proses suksesi.

Pengamat menilai Mojtaba dapat menjamin kesinambungan kebijakan yang sudah berjalan selama puluhan tahun. Namun demikian, kemungkinan suksesi keluarga juga berpotensi memicu perdebatan politik di dalam negeri.

Hassan Khomeini Punya Legitimasi Kuat

Kandidat lain yang mendapat perhatian besar adalah Hassan Khomeini, cucu pendiri Republik Islam Iran. Nama keluarga Khomeini memiliki pengaruh historis yang sangat kuat di kalangan ulama dan masyarakat.

Selain itu, ia dipandang sebagai figur yang dapat diterima berbagai kelompok. Beberapa analis menilai kehadirannya dapat membantu meredakan tekanan politik domestik.

Namun demikian, dukungan dari kelompok garis keras masih menjadi faktor penentu bagi peluangnya. Tanpa dukungan penuh dari elite keamanan, peluangnya dapat melemah.

Ali Larijani Muncul sebagai Figur Kompromi

Selain dua nama tersebut, Ali Larijani muncul sebagai kandidat kompromi yang kuat. Ia merupakan mantan ketua parlemen dan tokoh berpengalaman dalam politik Iran.

Larijani memiliki hubungan dengan berbagai faksi, termasuk militer, ulama, dan elite politik. Selain itu, perannya dalam masa transisi meningkatkan pengaruhnya di lingkaran kekuasaan.

Beberapa analis menilai Larijani dapat menjadi pilihan kompromi jika elite Iran menginginkan stabilitas tanpa konflik internal.

Faktor Militer dan Ulama Jadi Penentu

Proses pemilihan pemimpin tertinggi Iran tidak hanya bergantung pada faktor religius. Dukungan militer, terutama Garda Revolusi Iran, memiliki pengaruh besar dalam menentukan hasil akhir.

Selain itu, stabilitas nasional menjadi pertimbangan utama. Elite Iran berupaya memastikan transisi berjalan tanpa memicu krisis internal.

Assembly of Experts diperkirakan akan melakukan konsultasi intensif sebelum menentukan keputusan final. Proses ini dapat berlangsung cepat atau memakan waktu, tergantung dinamika politik.

Dampak Besar bagi Masa Depan Iran

Pemilihan pengganti Khamenei akan menentukan arah kebijakan Iran di masa depan. Pemimpin baru akan memegang kendali atas militer, keamanan, dan kebijakan luar negeri.

Selain itu, keputusan ini akan memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah. Banyak negara memantau perkembangan situasi dengan cermat.

Untuk saat ini, tiga nama utama masih mendominasi bursa calon pemimpin tertinggi Iran. Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Assembly of Experts.

Transisi kepemimpinan ini menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah modern Iran. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPATK mengawasi aliran dana Program Makan Bergizi Gratis melalui sistem Detak MBG untuk mencegah penyimpangan anggaran 2026

    PPATK Awasi Aliran Dana MBG 2026

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pengawasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase baru. Menjelang 2026, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memperketat kontrol dengan mengawasi aliran dana MBG secara sistematis melalui Detak MBG. Langkah ini muncul di tengah besarnya skala program yang menjangkau jutaan penerima manfaat. Ketika anggaran membesar, risiko penyimpangan ikut meningkat. […]

  • Profil Ketua Umum MUI Anwar Iskandar bersama jajaran tokoh kunci pengurus Majelis Ulama Indonesia periode 2025-2030

    Mengenal Pengurus MUI 2025–2030 dan Tokoh Kuncinya

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Majelis Ulama Indonesia resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah mengumumkan susunan Pengurus MUI 2025–2030. Sorotan utama publik tertuju pada sosok Ketua Umum yang baru, Anwar Iskandar, serta jajaran tokoh kunci yang akan mengawal arah organisasi ulama terbesar di Indonesia selama lima tahun ke depan. Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum penting bagi MUI. […]

  • anak tidak sekolah

    Data Sudah Ada, Aksi Ditunggu! Wabup Tasikmalaya Soroti Anak Putus Sekolah

    • calendar_month 10 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anak tidak sekolah kini menjadi isu panas di Tasikmalaya. Fenomena anak putus sekolah dan ATS (anak tidak sekolah) bahkan mulai dianggap sebagai alarm serius yang tak bisa lagi diabaikan. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, langsung angkat suara. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Sebaliknya, seluruh pihak […]

  • kisah umar bin khattab

    Kisah Umar bin Khattab: Dari Musuh Islam Jadi Pemimpin Besar Dunia

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Umar bin Khattab bukan sekadar cerita sejarah biasa. Kisah Umar bin Khattab justru menyimpan perjalanan emosional yang dalam, dari seorang penentang Islam menjadi pemimpin besar yang dihormati dunia. Pada masa awal, Umar dikenal keras dan tanpa kompromi terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Namun demikian, di balik ketegasannya, tersimpan hati […]

  • ornamen kujang

    Revitalisasi Tugu Pancakarsa Berubah, Ornamen Kujang Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Revitalisasi Tugu Pancakarsa memicu polemik setelah perubahan ornamen kujang dianggap menggeser identitas visual Kabupaten Bogor. albadarpost.com, LENSA – Perubahan bentuk dan tampilan ornamen kujang pada Tugu Pancakarsa memantik sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Tugu yang berada di kawasan Sentul itu sebelumnya dikenal sebagai simbol yang merepresentasikan identitas Kabupaten Bogor. Setelah dilakukan revitalisasi oleh Pemerintah […]

  • deteksi dini penyakit

    Deteksi Dini Penyakit Kini Bisa Online

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    BPJS Kesehatan sediakan skrining digital untuk deteksi dini penyakit peserta JKN tanpa perlu datang ke fasilitas kesehatan. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – BPJS Kesehatan memperkuat upaya deteksi dini penyakit melalui layanan skrining kesehatan berbasis digital yang dapat diakses peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara mandiri. Layanan ini memungkinkan peserta mengetahui risiko penyakit tidak menular tanpa harus […]

expand_less