Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Jembatan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Cianjur Masih Menyeberang Sungai Deras

Jembatan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Cianjur Masih Menyeberang Sungai Deras

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jembatan rusak di Cianjur tak kunjung dibangun, warga terpaksa menyeberangi Sungai Cibuni dengan rakit setiap hari.

albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga di perbatasan Kecamatan Cijati dan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kembali mempertaruhkan nyawa setiap hari. Akses vital antar-desa terputus karena jembatan rusak yang hancur sejak empat tahun lalu, memaksa mereka menyeberangi Sungai Cibuni menggunakan rakit kayu. Kondisi ini penting karena berdampak langsung pada keselamatan warga, akses pendidikan, hingga ekonomi lokal.

Sungai Cibuni yang lebarnya sekitar 125 meter menjadi satu-satunya jalur pendek yang bisa dilalui. Alternatif darat tersedia, tetapi jaraknya mencapai 10 kilometer dengan kontur berat. Karena itu, warga memilih risiko nyata daripada memutar jauh yang menghabiskan waktu dan biaya.


Warga Bergantung pada Rakit Sejak Jembatan Rusak Diterjang Banjir

Kerusakan jembatan rusak terjadi sejak banjir bandang menerjang kawasan tersebut pada 2020 dan kembali memperparah kondisi pada 2021. Sejak itu, jembatan tak pernah bisa difungsikan kembali. Pelajar, pedagang, hingga buruh harian kini mengandalkan rakit sederhana yang dioperasikan warga setempat.

Sella, siswi SMA yang setiap hari menyeberangi sungai, mengaku tak punya pilihan lain. Ia sudah tiga tahun menggunakan rakit karena akses darat terlalu jauh.
“Kalau harus muter, bisa 10 kilometer. Mending naik rakit saja, meskipun arusnya deras,” kata Sella.

Ia sering melepas sepatu agar seragamnya tak basah. Bila debit air meningkat, ia harus memutar jauh, membuat waktu tempuh semakin panjang. Pengalaman serupa dialami Atep, warga Kampung Parabon, yang setiap hari memapah sepeda motornya ke atas rakit untuk bekerja.
“Takut itu pasti. Tapi kami sudah terbiasa karena kebutuhan,” ujarnya.

Selain risiko jatuh, arus deras juga kerap membuat rakit oleng. Namun warga tetap berdesakan menyeberang, termasuk para pedagang yang membawa barang dagangan dan petani yang mengangkut hasil panen.


Aktivitas Pendidikan Terganggu, Ekonomi Tersendat

Dampak jembatan rusak paling terasa di dunia pendidikan. Wakil Kepala MA Bojong Jati, Edi Wahyu, menyebut banyak siswa terlambat bahkan tidak hadir ketika cuaca buruk.
“Kalau hujan dan sungai meluap, kami izinkan mereka tidak masuk sekolah karena risiko terlalu besar,” ucapnya.

Menurut Edi, jembatan tersebut adalah penghubung utama warga dari beberapa desa. Kerusakan terjadi ketika banjir besar menghantam pondasi jembatan, menumbangkan pohon, dan merusak lantai jembatan. Setelah itu, perbaikan tak pernah benar-benar berjalan.

Baca juga: Hujan Deras Picu Banjir Dayeuhkolot dan Ganggu Mobilitas Warga

Selain pendidikan, jalur ekonomi juga terdampak berat. Pedagang harus membayar warga penjaga rakit “seikhlasnya”, tetapi biaya itu tetap menjadi beban harian. Terlebih lagi, banyak yang membawa motor atau barang bawaan dalam jumlah besar.

Seiring waktu, kondisi ini memperlambat mobilitas dan meningkatkan biaya hidup. Para buruh pabrik harus berangkat lebih awal. Sementara petani sering menunda distribusi hasil tani ketika debit air naik.


Analisis dan Konteks

Fenomena ini menunjukkan kegagalan penanganan infrastruktur dasar di daerah rawan bencana. Empat tahun tanpa jembatan permanen memaksa warga mengelola risiko yang mestinya menjadi kewajiban negara untuk mitigasi. Sungai Cibuni memiliki karakteristik debit cepat naik, sehingga penggunaan rakit rentan kecelakaan.

Di sisi lain, pemerintah kabupaten dan provinsi belum memastikan progres pembangunan. Akses pendidikan yang terhambat dan biaya sosial yang terus meningkat semestinya menjadi alasan kuat untuk percepatan.

Warga di dua kecamatan kini menunggu langkah nyata pemerintah daerah dan pusat. Bagi mereka, jembatan bukan sekadar fasilitas, melainkan syarat keselamatan. Penundaan lebih lama hanya memperbesar potensi kecelakaan di jalur sungai yang deras itu.

Warga Cianjur bertahun-tahun bergantung pada rakit karena jembatan rusak tak diperbaiki. Akses pendidikan dan ekonomi terganggu, keselamatan terancam. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gedung Bank Syariah Indonesia Tasikmalaya sebagai simbol layanan publik perbankan yang dituntut transparansi informasi.

    Ketika Amanah Diuji di Bank BSI Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Dalam Islam, amanah bukan sekadar istilah etis. Ia adalah perjanjian antara manusia dan Allah. Setiap harta yang dikelola, terlebih yang bersumber dari dana publik, kelak akan dimintai hisab. Karena itu, lembaga keuangan syariah tidak cukup hanya berlabel “Islam”, tetapi wajib menjelmakan nilai-nilai Islam dalam praktik nyata. Peresmian gedung megah Bank Syariah Indonesia […]

  • Grafik Indeks Daya Saing Daerah 2025 yang dirilis BRIN untuk mengukur produktivitas dan inovasi 38 provinsi serta 508 kabupaten/kota.

    BRIN Ukur Daya Saing 508 Daerah, Siapa Terdepan?

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) kembali menjadi sorotan setelah BRIN merilis edisi 2025. IDSD atau indeks daya saing wilayah itu berfungsi mengukur produktivitas, kemandirian, serta kemajuan daerah secara komprehensif. Melalui instrumen tersebut, pemerintah dapat menilai performa pembangunan sekaligus merumuskan kebijakan berbasis data. BRIN menyusun IDSD dengan mengacu pada empat aspek utama […]

  • lowongan kerja Singapura 2026

    Peluang Kerja Singapura 2026 Naik Tajam, Ini Profesi Paling Dicari

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Lowongan kerja Singapura 2026 menunjukkan tren meningkat signifikan dan menjadi perhatian banyak pencari kerja di kawasan Asia. Data terbaru memperlihatkan peluang kerja di Singapura tidak hanya bertambah jumlahnya, tetapi juga didominasi oleh posisi baru yang sebelumnya belum pernah ada. Kondisi ini menandakan perubahan besar dalam pasar tenaga kerja sekaligus membuka kesempatan […]

  • insest tasikmalaya

    Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman Bagi Anak

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti insest Tasikmalaya: kejahatan keluarga, kelalaian negara, dan ancaman sosial bagi anak. Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman albadarpost.com, EDITORIAL – Polisi Kota Tasikmalaya menangkap seorang pria berinisial DT (41), warga Kecamatan Indihiang, setelah terungkap ia memperkosa anak kandungnya selama bertahun-tahun. Kejahatan ini terdeteksi bukan karena keberanian aparat atau sistem perlindungan sosial, […]

  • Karya Jurnalistik

    Putusan MA: Karya Jurnalistik Bukan Objek Gugatan Perdata

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menolak gugatan perdata terhadap sebuah pemberitaan kembali menegaskan satu prinsip penting dalam negara hukum: sengketa atas karya jurnalistik tidak diselesaikan di ruang perdata umum, melainkan melalui mekanisme yang diatur Undang-Undang Pers. Putusan ini relevan dibaca ulang hari ini, ketika kritik publik kerap berhadapan dengan upaya hukum yang berpotensi […]

  • utang pinjol

    Meledak! Utang Pinjol Rp100 Triliun Jadi Alarm Finansial Masyarakat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Utang pinjol atau pinjaman online kembali menjadi sorotan setelah nilainya menembus Rp100 triliun pada Februari 2026. Lonjakan utang pinjol ini menunjukkan tren pinjaman online yang terus meningkat, sekaligus mengindikasikan perubahan perilaku keuangan masyarakat digital yang semakin bergantung pada akses dana instan. Selain itu, peningkatan pinjaman online terjadi secara konsisten dalam beberapa […]

expand_less