Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Jembatan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Cianjur Masih Menyeberang Sungai Deras

Jembatan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Cianjur Masih Menyeberang Sungai Deras

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 171
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jembatan rusak di Cianjur tak kunjung dibangun, warga terpaksa menyeberangi Sungai Cibuni dengan rakit setiap hari.

albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga di perbatasan Kecamatan Cijati dan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kembali mempertaruhkan nyawa setiap hari. Akses vital antar-desa terputus karena jembatan rusak yang hancur sejak empat tahun lalu, memaksa mereka menyeberangi Sungai Cibuni menggunakan rakit kayu. Kondisi ini penting karena berdampak langsung pada keselamatan warga, akses pendidikan, hingga ekonomi lokal.

Sungai Cibuni yang lebarnya sekitar 125 meter menjadi satu-satunya jalur pendek yang bisa dilalui. Alternatif darat tersedia, tetapi jaraknya mencapai 10 kilometer dengan kontur berat. Karena itu, warga memilih risiko nyata daripada memutar jauh yang menghabiskan waktu dan biaya.


Warga Bergantung pada Rakit Sejak Jembatan Rusak Diterjang Banjir

Kerusakan jembatan rusak terjadi sejak banjir bandang menerjang kawasan tersebut pada 2020 dan kembali memperparah kondisi pada 2021. Sejak itu, jembatan tak pernah bisa difungsikan kembali. Pelajar, pedagang, hingga buruh harian kini mengandalkan rakit sederhana yang dioperasikan warga setempat.

Sella, siswi SMA yang setiap hari menyeberangi sungai, mengaku tak punya pilihan lain. Ia sudah tiga tahun menggunakan rakit karena akses darat terlalu jauh.
“Kalau harus muter, bisa 10 kilometer. Mending naik rakit saja, meskipun arusnya deras,” kata Sella.

Ia sering melepas sepatu agar seragamnya tak basah. Bila debit air meningkat, ia harus memutar jauh, membuat waktu tempuh semakin panjang. Pengalaman serupa dialami Atep, warga Kampung Parabon, yang setiap hari memapah sepeda motornya ke atas rakit untuk bekerja.
“Takut itu pasti. Tapi kami sudah terbiasa karena kebutuhan,” ujarnya.

Selain risiko jatuh, arus deras juga kerap membuat rakit oleng. Namun warga tetap berdesakan menyeberang, termasuk para pedagang yang membawa barang dagangan dan petani yang mengangkut hasil panen.


Aktivitas Pendidikan Terganggu, Ekonomi Tersendat

Dampak jembatan rusak paling terasa di dunia pendidikan. Wakil Kepala MA Bojong Jati, Edi Wahyu, menyebut banyak siswa terlambat bahkan tidak hadir ketika cuaca buruk.
“Kalau hujan dan sungai meluap, kami izinkan mereka tidak masuk sekolah karena risiko terlalu besar,” ucapnya.

Menurut Edi, jembatan tersebut adalah penghubung utama warga dari beberapa desa. Kerusakan terjadi ketika banjir besar menghantam pondasi jembatan, menumbangkan pohon, dan merusak lantai jembatan. Setelah itu, perbaikan tak pernah benar-benar berjalan.

Baca juga: Hujan Deras Picu Banjir Dayeuhkolot dan Ganggu Mobilitas Warga

Selain pendidikan, jalur ekonomi juga terdampak berat. Pedagang harus membayar warga penjaga rakit “seikhlasnya”, tetapi biaya itu tetap menjadi beban harian. Terlebih lagi, banyak yang membawa motor atau barang bawaan dalam jumlah besar.

Seiring waktu, kondisi ini memperlambat mobilitas dan meningkatkan biaya hidup. Para buruh pabrik harus berangkat lebih awal. Sementara petani sering menunda distribusi hasil tani ketika debit air naik.


Analisis dan Konteks

Fenomena ini menunjukkan kegagalan penanganan infrastruktur dasar di daerah rawan bencana. Empat tahun tanpa jembatan permanen memaksa warga mengelola risiko yang mestinya menjadi kewajiban negara untuk mitigasi. Sungai Cibuni memiliki karakteristik debit cepat naik, sehingga penggunaan rakit rentan kecelakaan.

Di sisi lain, pemerintah kabupaten dan provinsi belum memastikan progres pembangunan. Akses pendidikan yang terhambat dan biaya sosial yang terus meningkat semestinya menjadi alasan kuat untuk percepatan.

Warga di dua kecamatan kini menunggu langkah nyata pemerintah daerah dan pusat. Bagi mereka, jembatan bukan sekadar fasilitas, melainkan syarat keselamatan. Penundaan lebih lama hanya memperbesar potensi kecelakaan di jalur sungai yang deras itu.

Warga Cianjur bertahun-tahun bergantung pada rakit karena jembatan rusak tak diperbaiki. Akses pendidikan dan ekonomi terganggu, keselamatan terancam. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peneliti menelusuri database flora digital Singapore Herbarium yang membuka akses global ilmu botani Asia Tenggara

    Ribuan Data Flora Asia Tenggara Kini Terbuka di Singapura

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Selama bertahun-tahun, pengetahuan tentang flora Asia Tenggara tersimpan rapi di balik lemari arsip. Hanya peneliti tertentu yang mampu mengaksesnya. Namun kini, sebuah perubahan besar sedang berlangsung. Digitalisasi herbarium Singapura perlahan menghapus batas antara ilmu pengetahuan dan dunia luar. Singapore Herbarium tidak sekadar memindahkan koleksi ke layar digital. Mereka sedang membangun masa […]

  • waspada hoaks rekrutmen

    Waspada Hoaks Rekrutmen CPNS dan PPPK Kemenag

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada rekrutmen CPNS maupun PPPK di lingkungan kementerian tersebut. Masyarakat diminta waspada hoaks rekrutmen yang beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan singkat, karena informasi tersebut berpotensi merugikan pencari kerja. Penegasan ini disampaikan menyusul maraknya unggahan dan pesan berantai yang mengatasnamakan […]

  • lokal kereta

    Tampilan Beda Kereta pada Nataru 2025–2026

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Kolaborasi Kementerian Ekraf dan KAI hadirkan IP lokal di kereta Nataru untuk perkuat ekonomi kreatif nasional. albadarpost.com, HUMANIORA – Libur Natal dan Tahun Baru biasanya identik dengan koper besar, jadwal padat, dan kursi kereta yang penuh. Namun bagi sebagian penumpang kereta api pada Nataru 2025–2026, perjalanan kali ini menghadirkan kejutan kecil yang menyenangkan: rangkaian kereta […]

  • Pelatihan Jajanan Pasar

    Mau Punya Usaha Kue Tradisional? Disnaker Ciamis Buka Pelatihan Gratis

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Aroma harum kue tradisional yang baru matang masih menjadi pemandangan akrab di banyak pasar rakyat. Di antara warna hijau kue putu ayu, merah muda lapis beras, hingga kuning keemasan lemper yang tersusun di atas tampah bambu, tersimpan peluang usaha yang belum pernah benar-benar kehilangan peminatnya. Melihat potensi tersebut, pelatihan jajanan pasar atau […]

  • Kecelakaan Bus

    Mahasiswa Garut Tewas dalam Kecelakaan Bus di Banjar

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu kembali menyita perhatian publik. Insiden maut yang melibatkan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan sepeda motor Honda Vario ini terjadi di Jalan Siliwangi, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Peristiwa tragis tersebut merenggut nyawa seorang mahasiswa muda asal Kabupaten Garut. Dalam hitungan […]

  • nusantara hub

    Pantau Mudik Real-Time, Ini Cara Baru Hindari Macet Lebaran 2026

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Nusantara Hub kini menjadi solusi utama dalam memantau mudik 2026, terutama untuk melihat arus mudik secara real-time. Platform digital ini memungkinkan masyarakat mengikuti pergerakan transportasi, kondisi lalu lintas, hingga situasi cuaca secara langsung. Melalui sistem ini, pemudik tidak lagi bergantung pada informasi yang terlambat atau tidak jelas. Sebaliknya, mereka bisa mengambil […]

expand_less