Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Jembatan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Cianjur Masih Menyeberang Sungai Deras

Jembatan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Cianjur Masih Menyeberang Sungai Deras

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jembatan rusak di Cianjur tak kunjung dibangun, warga terpaksa menyeberangi Sungai Cibuni dengan rakit setiap hari.

albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga di perbatasan Kecamatan Cijati dan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kembali mempertaruhkan nyawa setiap hari. Akses vital antar-desa terputus karena jembatan rusak yang hancur sejak empat tahun lalu, memaksa mereka menyeberangi Sungai Cibuni menggunakan rakit kayu. Kondisi ini penting karena berdampak langsung pada keselamatan warga, akses pendidikan, hingga ekonomi lokal.

Sungai Cibuni yang lebarnya sekitar 125 meter menjadi satu-satunya jalur pendek yang bisa dilalui. Alternatif darat tersedia, tetapi jaraknya mencapai 10 kilometer dengan kontur berat. Karena itu, warga memilih risiko nyata daripada memutar jauh yang menghabiskan waktu dan biaya.


Warga Bergantung pada Rakit Sejak Jembatan Rusak Diterjang Banjir

Kerusakan jembatan rusak terjadi sejak banjir bandang menerjang kawasan tersebut pada 2020 dan kembali memperparah kondisi pada 2021. Sejak itu, jembatan tak pernah bisa difungsikan kembali. Pelajar, pedagang, hingga buruh harian kini mengandalkan rakit sederhana yang dioperasikan warga setempat.

Sella, siswi SMA yang setiap hari menyeberangi sungai, mengaku tak punya pilihan lain. Ia sudah tiga tahun menggunakan rakit karena akses darat terlalu jauh.
“Kalau harus muter, bisa 10 kilometer. Mending naik rakit saja, meskipun arusnya deras,” kata Sella.

Ia sering melepas sepatu agar seragamnya tak basah. Bila debit air meningkat, ia harus memutar jauh, membuat waktu tempuh semakin panjang. Pengalaman serupa dialami Atep, warga Kampung Parabon, yang setiap hari memapah sepeda motornya ke atas rakit untuk bekerja.
“Takut itu pasti. Tapi kami sudah terbiasa karena kebutuhan,” ujarnya.

Selain risiko jatuh, arus deras juga kerap membuat rakit oleng. Namun warga tetap berdesakan menyeberang, termasuk para pedagang yang membawa barang dagangan dan petani yang mengangkut hasil panen.


Aktivitas Pendidikan Terganggu, Ekonomi Tersendat

Dampak jembatan rusak paling terasa di dunia pendidikan. Wakil Kepala MA Bojong Jati, Edi Wahyu, menyebut banyak siswa terlambat bahkan tidak hadir ketika cuaca buruk.
“Kalau hujan dan sungai meluap, kami izinkan mereka tidak masuk sekolah karena risiko terlalu besar,” ucapnya.

Menurut Edi, jembatan tersebut adalah penghubung utama warga dari beberapa desa. Kerusakan terjadi ketika banjir besar menghantam pondasi jembatan, menumbangkan pohon, dan merusak lantai jembatan. Setelah itu, perbaikan tak pernah benar-benar berjalan.

Baca juga: Hujan Deras Picu Banjir Dayeuhkolot dan Ganggu Mobilitas Warga

Selain pendidikan, jalur ekonomi juga terdampak berat. Pedagang harus membayar warga penjaga rakit “seikhlasnya”, tetapi biaya itu tetap menjadi beban harian. Terlebih lagi, banyak yang membawa motor atau barang bawaan dalam jumlah besar.

Seiring waktu, kondisi ini memperlambat mobilitas dan meningkatkan biaya hidup. Para buruh pabrik harus berangkat lebih awal. Sementara petani sering menunda distribusi hasil tani ketika debit air naik.


Analisis dan Konteks

Fenomena ini menunjukkan kegagalan penanganan infrastruktur dasar di daerah rawan bencana. Empat tahun tanpa jembatan permanen memaksa warga mengelola risiko yang mestinya menjadi kewajiban negara untuk mitigasi. Sungai Cibuni memiliki karakteristik debit cepat naik, sehingga penggunaan rakit rentan kecelakaan.

Di sisi lain, pemerintah kabupaten dan provinsi belum memastikan progres pembangunan. Akses pendidikan yang terhambat dan biaya sosial yang terus meningkat semestinya menjadi alasan kuat untuk percepatan.

Warga di dua kecamatan kini menunggu langkah nyata pemerintah daerah dan pusat. Bagi mereka, jembatan bukan sekadar fasilitas, melainkan syarat keselamatan. Penundaan lebih lama hanya memperbesar potensi kecelakaan di jalur sungai yang deras itu.

Warga Cianjur bertahun-tahun bergantung pada rakit karena jembatan rusak tak diperbaiki. Akses pendidikan dan ekonomi terganggu, keselamatan terancam. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • perbaikan jalan desa

    Perbaikan Jalan “Insya Alloh” oleh Warga Tasikmalaya, Sindiran untuk Pejabat

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Warga dua desa di Tasikmalaya gotong royong perbaiki jalan rusak karena janji pemerintah tak kunjung terealisasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Warga Desa Purwarahayu dan Desa Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, turun langsung memperbaiki jalan desa pada Rabu, 3 Desember 2025. Perbaikan dilakukan secara sukarela melalui gotong royong. Jalan rusak yang menghubungkan dua desa itu selama bertahun-tahun […]

  • Ilustrasi seseorang menatap langit dengan tenang sebagai simbol memahami makna ayat tentang kesabaran dalam Al-Qur'an.

    Saat Hidup Terasa Berat, Ayat Tentang Kesabaran Ini Menguatkan Hati

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Suatu malam, seorang pria duduk sendirian di teras rumahnya. Ia baru saja kehilangan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya. Pikiran terasa penuh, hati terasa berat, dan masa depan tampak tidak pasti. Namun ketika membuka Al-Qur’an, matanya tertuju pada sebuah ayat tentang kesabaran yang seolah menjawab kegelisahannya. Ayat itu mengingatkannya bahwa […]

  • Gepuk daging sapi sisa kurban berwarna cokelat keemasan dengan bumbu meresap dan tekstur empuk khas masakan Sunda.

    Rahasia Gepuk Daging Kurban Empuk dan Gurih, Ternyata Ada Trik Ini

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Setelah Idul Adha berlalu, banyak keluarga mulai mencari resep gepuk daging untuk mengolah sisa daging kurban. Tidak sedikit yang memilih gepuk karena rasanya gurih, tahan disimpan, dan cocok disantap kapan saja. Namun membuat gepuk daging sapi yang benar-benar empuk ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Sebagian orang pernah mengalami daging yang masih alot […]

  • Aksi Kemanusiaan Tasikmalaya

    Pemkot Tasikmalaya Gelar Aksi Kemanusiaan

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Aksi Kemanusiaan Tasikmalaya digelar untuk membantu korban bencana Sumatera-Aceh dan solidaritas Palestina. albadarpost.com, HIKMAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya mengumumkan penyelenggaraan Aksi Kemanusiaan Tasikmalaya pada 7 Desember 2025 sebagai gerakan solidaritas bagi korban bencana di Sumatera (Aceh, Sumatera Barat, SUmatera Utara) dan dukungan kemanusiaan untuk Palestina. Ajakan ini datang langsung dari Wali Kota Tasikmalaya, yang menekankan […]

  • Petugas imigrasi Bandara Changi Singapura melayani penumpang menggunakan sistem pemeriksaan otomatis modern.

    Tanpa Antre Lama, Ini Rahasia Imigrasi Bandara Terbaik Dunia

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Imigrasi bandara terbaik dunia kembali menjadi sorotan global setelah layanan imigrasi Bandara Changi Singapura dinobatkan sebagai yang terbaik pada 2026. Pengakuan internasional ini menegaskan bagaimana layanan imigrasi bandara modern mampu mengubah pengalaman perjalanan menjadi lebih cepat, nyaman, sekaligus aman. Sejak beberapa tahun terakhir, Singapura terus memperkuat sistem perbatasannya melalui inovasi digital. […]

  • aktivitas pedagang umkm kuliner makanan kaki lima yang ramai pembeli di indonesia

    7 UMKM Kuliner yang Selalu Laris, Modal Kecil Untung Stabil

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bisnis UMKM kuliner laris selalu menarik perhatian masyarakat. Selain mudah dimulai, usaha makanan juga memiliki pasar yang sangat luas. Oleh karena itu, banyak orang mulai mencari usaha kuliner yang selalu laku, terutama yang mampu bertahan di tengah persaingan bisnis. Di Indonesia, makanan bukan hanya kebutuhan pokok. Sebaliknya, kuliner juga menjadi bagian penting […]

expand_less