Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Dewi Siti Samboja Terasa Dekat bagi Citra Pitriyami

Dewi Siti Samboja Terasa Dekat bagi Citra Pitriyami

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORADewi Siti Samboja bukan sekadar tokoh dalam cerita budaya bagi Citra Pitriyami. Ketika Bupati Pangandaran itu mendapat kesempatan memerankan tokoh tersebut, ia justru menemukan kedekatan dari sisi lain: sama-sama perempuan yang menghadapi perjuangan dan memiliki tanggung jawab terhadap tanah yang dicintainya.

“Sebagai sesama perempuan, kisah Dewi Siti Samboja terasa begitu dekat,” kata Citra Pitriyami dalam pernyataannya.

Pernyataan itu memberi warna berbeda pada keterlibatan Citra dalam pertunjukan budaya. Ia tidak hanya berbicara tentang karakter yang dimainkan, tetapi juga menghubungkan nilai perjuangan tokoh perempuan dari kisah masa lalu dengan amanah yang sedang ia jalankan di Pangandaran.

Dewi Siti Samboja Hadir di Panggung Pangandaran

Citra mendapat kesempatan memerankan Dewi Siti Samboja dalam drama tari Niskala Gudha Dewi Siti Samboja yang menjadi bagian dari rangkaian Festival & Expo KKN di Alun-alun Parigi, Pangandaran, Minggu malam, 23 Agustus 2026.

Pertunjukan tersebut digarap ISBI Bandung dengan memadukan sejumlah unsur seni, antara lain teater, tari Sunda, karawitan, wayang golek dan seni rupa. Unsur lokal Pangandaran juga menjadi bagian dari pertunjukan.

Bagi Citra, kesempatan itu ia sebut sebagai sebuah kehormatan.

“Suatu kehormatan yang luar biasa diberi kesempatan memerankan tokoh Dewi Siti Samboja,” ujarnya.

Namun, pengalaman tersebut tidak berhenti pada persoalan tampil di atas panggung.

Citra melihat karakter Dewi Siti Samboja sebagai gambaran perempuan yang memiliki keberanian, keteguhan dan kemauan untuk memperjuangkan sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri.

“Sebagai Sesama Perempuan, Kisahnya Begitu Dekat”

Ada satu bagian dari pernyataan Citra yang menjadi kunci untuk memahami alasan kedekatan tersebut.

Ia mengatakan kisah Dewi Siti Samboja mengingatkannya bahwa perempuan memiliki kekuatan untuk bangkit ketika menghadapi ujian.

Perempuan, menurut refleksi yang ia sampaikan, juga mampu berdiri di depan dan memperjuangkan sesuatu yang lebih besar dari kepentingan pribadi.

Pandangan itu membuat kisah Dewi Siti Samboja memiliki konteks baru. Cerita tradisional tidak hanya dibaca sebagai rangkaian konflik antartokoh, tetapi juga sebagai kisah tentang keberanian seorang perempuan menghadapi keadaan sulit.

Karena itu, Citra tidak menempatkan peran tersebut hanya sebagai pengalaman seni.

Ia membawa nilai yang menurutnya masih relevan dalam kehidupan masyarakat sekarang.

Dari Perempuan Pejuang untuk Pangandaran Hari Ini

Perbedaan zaman membuat perjuangan Dewi Siti Samboja dan tugas Citra Pitriyami tentu tidak bisa disamakan.

Dewi Siti Samboja merupakan tokoh dalam kisah budaya. Sementara itu, Citra menjalankan amanah sebagai kepala daerah dengan tanggung jawab pemerintahan yang nyata.

Meski begitu, Citra melihat ada satu nilai yang dapat dipertemukan: kecintaan terhadap tanah yang diperjuangkan dan keinginan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Semangat itulah yang ingin saya bawa dalam mengemban amanah sebagai Bupati Pangandaran,” kata Citra.

Pernyataan tersebut menjadi titik penting dari kisah ini.

Citra tidak mengatakan bahwa dirinya adalah Dewi Siti Samboja. Ia justru mengambil nilai perjuangan dari karakter tersebut sebagai refleksi dalam menjalankan amanahnya.

Dengan cara itu, budaya tidak berhenti sebagai tontonan. Cerita masa lalu dapat menjadi bahan perenungan untuk melihat persoalan masa kini.

Ketika Cerita Lama Bertemu Kepemimpinan Perempuan

Keterlibatan Citra dalam pertunjukan juga memperlihatkan bagaimana seni tradisional dapat menjadi ruang pertemuan antara sejarah budaya dan kehidupan masyarakat modern.

Generasi muda dapat mengenal tokoh Dewi Siti Samboja melalui pertunjukan yang memadukan berbagai cabang seni. Pada saat yang sama, masyarakat memperoleh kesempatan melihat kembali nilai yang terkandung dalam cerita tersebut.

Citra sendiri menyebut kisah itu sebagai pengingat bahwa perempuan mempunyai kekuatan untuk bangkit di tengah ujian.

Pesan itu relevan dengan kehidupan sosial yang terus berubah. Perempuan kini hadir di berbagai bidang, termasuk pemerintahan, pendidikan, ekonomi, seni dan budaya.

Oleh sebab itu, kisah perempuan dari masa lalu dapat memperoleh pembacaan baru tanpa harus kehilangan akar ceritanya.

Bukan Sekadar Balas Dendam

Dalam kisah yang diperankan Citra, Dewi Siti Samboja juga berkaitan dengan Anggalarang dan Kalasamudra.

Namun, Citra menekankan bahwa perjuangan tokoh tersebut tidak semata-mata dapat dilihat sebagai persoalan balas dendam.

Ada tujuan yang lebih besar, yakni kemakmuran rakyat.

Sudut pandang itu penting karena mengubah pusat perhatian dari konflik personal menuju kepentingan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, keberanian bukan hanya keberanian menghadapi lawan. Keberanian juga berarti kesediaan memikul tanggung jawab ketika kepentingan banyak orang berada di belakang sebuah keputusan.

Nilai itulah yang kemudian terasa relevan dengan pesan Citra mengenai amanah sebagai Bupati Pangandaran.

Menjaga Tanah yang Dicintai

Citra menyampaikan bahwa perjuangan pada masa kini memang memiliki bentuk yang berbeda.

Namun, ia ingin membawa semangat yang sama dalam menjalankan tugasnya, yakni menjaga tanah yang dicintai dan memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Pangandaran.

Pesan tersebut membuat keterlibatannya dalam pertunjukan memiliki makna yang lebih personal.

Di atas panggung, ia memerankan tokoh dari kisah budaya. Di luar panggung, ia kembali pada tugas sebagai kepala daerah.

Dua peran itu berada dalam konteks yang berbeda. Namun, keduanya bertemu pada satu gagasan yang disampaikan Citra: pengabdian seharusnya memiliki tujuan yang lebih besar daripada diri sendiri.

Pada akhirnya, pertunjukan Dewi Siti Samboja tidak hanya menghadirkan cerita tentang seorang perempuan dari masa lalu.

Bagi Citra Pitriyami, kisah itu menjadi pengingat bahwa keberanian, keteguhan dan kecintaan terhadap tanah yang diperjuangkan tetap memiliki tempat dalam kehidupan hari ini.

Dewi Siti Samboja hidup dalam cerita masa lalu. Namun, pesannya tidak harus ikut tinggal di masa lalu. Ketika keberanian seorang perempuan diterjemahkan menjadi pengabdian, budaya berubah dari sekadar tontonan menjadi cermin bagi siapa pun yang memegang amanah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aneka makanan Indonesia mendunia seperti rendang, nasi goreng, sate, dan gado-gado tersaji autentik dengan rempah khas Nusantara

    Dunia Akui! 8 Kuliner Indonesia Ini Tembus Panggung Global

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarspot.com, LIFESTYLE – Makanan Indonesia mendunia bukan lagi sekadar jargon promosi pariwisata. Dalam beberapa tahun terakhir, kuliner Nusantara—atau makanan tradisional Indonesia yang mendunia—terus menembus panggung global, dari daftar kuliner terbaik dunia hingga meja restoran internasional. Fenomena ini tidak terjadi tiba-tiba. Dunia mulai melirik Indonesia karena satu hal yang sulit ditiru: kekayaan rasa yang lahir dari […]

  • Kompetensi Guru PAUD

    Diky Chandra Dorong Guru PAUD Ciptakan Pembelajaran Bermakna

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kompetensi Guru PAUD menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tasikmalaya sebagai langkah membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandra Negara, saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD melalui Implementasi 7 Kaidah PAUD dengan Buku Cerita Bergambar dan Cerita Sederhana Berdampak Luar Biasa […]

  • Ilustrasi perayaan ulang tahun Persib ke-93 dengan Bobotoh memenuhi stadion membawa bendera biru Maung Bandung.

    Persib 93 Tahun: Warisan Loyalitas Bobotoh Lintas Generasi

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara nyanyian Bobotoh menggema. Warna biru memenuhi jalanan Bandung. Bendera Persib berkibar di berbagai sudut kota. Di tengah atmosfer emosional itu, satu perayaan kembali menyatukan jutaan hati: Persib 93 tahun. Ulang tahun Persib ke-93, hari jadi Persib Bandung, dan perayaan 93 tahun Maung Bandung bukan sekadar angka dalam sejarah sepak bola. […]

  • Ribuan pengunjung memadati Singapore Airshow 2026 dengan latar pesawat tempur dan komersial, mencerminkan kebangkitan industri penerbangan Asia.

    Tiket Singapore Airshow Sold Out, Sinyal Bangkitnya Aviasi Asia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Singapore Airshow 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pameran kedirgantaraan paling berpengaruh di dunia. Antusiasme publik yang tinggi terlihat jelas sejak hari pertama pembukaan untuk umum. Tiket kunjungan bahkan dilaporkan sold out, mencerminkan besarnya minat masyarakat sekaligus kepercayaan industri terhadap masa depan penerbangan Asia. Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Singapore […]

  • risiko gempa Jawa Barat

    Risiko Gempa Jawa Barat Meningkat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Risiko gempa Jawa Barat meningkat. Data BMKG menunjukkan gempa jadi ancaman harian bagi keluarga dan komunitas. albadarpost.com, FOKUS – Gempa bumi di Jawa Barat sepanjang 2025 bukan lagi peristiwa sesekali. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.242 kejadian gempa terjadi di wilayah ini. Angka tersebut menegaskan satu realitas penting: risiko gempa Jawa Barat […]

  • “Suasana hening menjelang Subuh saat seseorang berdoa dan bermunajat kepada Allah di dalam rumah”

    Doa Sebelum Subuh Ini Harus Diamalkan Saat Hidup Sedang Berat

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua orang kuat menghadapi hidup yang terasa berat setiap hari. Ada yang terlihat tersenyum di siang hari, tetapi diam-diam menangis saat malam tiba. Menariknya, belakangan semakin banyak orang mulai mencari ketenangan lewat doa sebelum Subuh. Sebagian bahkan mengaku hidupnya perlahan berubah setelah rutin mengamalkan doa mustajab di waktu menjelang Subuh. Bukan […]

expand_less