Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Al-Hikam: Mengapa Akhir Hidup Ditentukan dari Langkah Pertama?

Al-Hikam: Mengapa Akhir Hidup Ditentukan dari Langkah Pertama?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH — Pernahkah kita memperhatikan dua orang yang memulai perjalanan pada waktu yang sama? Yang satu berjalan pelan, tidak banyak bicara, tetapi langkahnya mantap. Yang lain berlari kencang, gemar memamerkan arah tujuan, namun beberapa saat kemudian justru kehilangan jalan. Anehnya, keadaan seperti itu bukan hanya terjadi dalam urusan dunia. Dalam kehidupan spiritual pun, Al-Hikam Syekh Athaillah mengingatkan bahwa cahaya di penghujung perjalanan sangat bergantung pada bagaimana seseorang memulai langkah pertamanya.

Di zaman ketika semua orang ingin hasil yang cepat, pesan dalam Al-Hikam Syekh Athaillah terasa semakin relevan. Banyak orang mendambakan ketenangan hati, berharap hidup penuh keberkahan, dan ingin dekat dengan Allah. Namun, pada saat yang sama, mereka sering lupa memperbaiki niat, ibadah, dan keteguhan di awal perjalanan. Padahal, dalam tasawuf, permulaan yang lurus menjadi fondasi bagi akhir yang bercahaya.

Cahaya Tidak Lahir dari Jalan Pintas

Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari, ulama besar tasawuf sekaligus penulis Kitab Al-Hikam, menyampaikan sebuah hikmah yang terkenal:

مَنْ أَشْرَقَتْ بِدَايَتُهُ أَشْرَقَتْ نِهَايَتُهُ

Artinya:

“Siapa yang bercahaya permulaannya, niscaya akan bercahaya pula akhirnya.”

Kalimat ini memang singkat, tetapi maknanya sangat dalam. Syekh Athaillah tidak sedang berbicara tentang keberhasilan duniawi, melainkan perjalanan seorang hamba menuju Allah SWT. Menurut beliau, seseorang yang memulai hidupnya dengan niat yang ikhlas, ketaatan, dan tawakal memiliki peluang besar untuk menutup hidupnya dengan kemuliaan.

Sebaliknya, orang yang membangun perjalanan di atas kesombongan, riya, atau ambisi semata akan kesulitan menemukan ketenangan, meskipun mungkin memperoleh banyak pujian dari manusia.

Satir untuk Zaman yang Serba Instan

Hari ini, manusia rela mengantre berjam-jam demi membeli barang yang sedang tren. Banyak pula yang bangun dini hari agar tidak kehabisan tiket konser atau promo belanja daring. Namun, ketika azan Subuh berkumandang, sebagian justru memilih kembali memeluk bantal.

Ironisnya, kita sering bertanya mengapa hidup terasa gelap.

Padahal, sakelar pertama yang seharusnya dinyalakan justru dibiarkan mati.

Lebih menarik lagi, tidak sedikit orang yang ingin dikenal sebagai pribadi yang saleh, tetapi lebih sibuk menghitung jumlah pengikut di media sosial daripada menghitung berapa kali hatinya benar-benar khusyuk mengingat Allah.

Kita ingin cahaya.

Namun, kita enggan berjalan menuju sumber cahaya.

Taat di Awal, Makrifat di Akhir

Dalam penjelasan para ulama terhadap Al-Hikam, disebutkan:

“Siapa yang terang waktunya dengan taat pada masa salik (permulaan), pasti akan terang pula masa akhirnya dengan cahaya makrifat. Siapa yang kuat tawakalnya pada masa bidayah, maka cahaya itu akan terus menyertainya hingga sampai ke hadirat Allah.”

Hikmah ini mengajarkan bahwa makrifat bukan hadiah yang datang secara tiba-tiba. Ia merupakan buah dari kebiasaan baik yang dirawat sejak awal.

Allah SWT berfirman:

“Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
(QS. Al-Ankabut: 69).

Ayat tersebut menegaskan bahwa petunjuk Allah datang kepada mereka yang bersungguh-sungguh menjaga langkahnya, bukan kepada mereka yang hanya mengagumi tujuan tanpa mau berjalan.

Tawakal Adalah Keberanian, Bukan Alasan Berdiam Diri

Tidak sedikit orang memahami tawakal secara keliru. Sebagian menganggap tawakal berarti pasrah tanpa usaha. Sebagian lagi bekerja keras, tetapi melupakan doa karena merasa semua bergantung pada kemampuan sendiri.

Padahal, Islam mengajarkan keseimbangan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah kepada Allah.”
(HR. Tirmidzi).

Hadis ini menjelaskan bahwa usaha dan tawakal berjalan beriringan. Semakin sungguh seseorang berikhtiar, semakin lapang pula hatinya menerima apa pun hasil yang Allah tetapkan.

Jangan Terlalu Sibuk Menghias Ujung Jalan

Bayangkan dua petani menanam pohon pada hari yang sama. Yang pertama merawat akar setiap pagi, meski tidak ada orang yang memuji. Yang kedua sibuk mengecat batang pohonnya agar tampak indah di mata tetangga.

Beberapa tahun kemudian, pohon pertama berbuah lebat. Pohon kedua roboh diterpa angin pertama.

Begitulah kehidupan.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11).

Perubahan besar hampir selalu dimulai dari keputusan-keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Demikian pula cahaya iman.

Ia tumbuh perlahan, mengakar dalam amal, lalu bersinar ketika waktunya tiba.

Mengapa Hikmah Ini Tetap Relevan?

Di era digital, ukuran keberhasilan sering kali berubah menjadi angka: jumlah pengikut, tayangan video, atau banyaknya tanda suka. Akan tetapi, Al-Hikam Syekh Athaillah mengingatkan bahwa Allah tidak pernah menilai manusia dari seberapa ramai ia disorot, melainkan dari seberapa lurus ia berjalan.

Karena itu, jangan terlalu sibuk mengejar tepuk tangan manusia hingga lupa memperbaiki langkah pertama menuju ridha Allah.

Sebab, perjalanan menuju cahaya selalu dimulai dari tempat yang sunyi: hati yang ikhlas.

FAQ

Apa arti “Man Asyrafat Bidāyatuhu Asyraqat Nihāyatuhu”?

Artinya, “Siapa yang bercahaya permulaannya, niscaya akan bercahaya pula akhirnya.” Hikmah ini menekankan pentingnya niat, ketaatan, dan keikhlasan sejak awal perjalanan hidup.

Siapa Syekh Ibnu Athaillah?

Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari adalah ulama sufi terkemuka dari abad ke-13 dan penulis Kitab Al-Hikam, salah satu karya tasawuf yang paling banyak dipelajari di dunia Islam.

Apa pesan utama Al-Hikam tentang awal kehidupan?

Al-Hikam mengajarkan bahwa kualitas akhir perjalanan seseorang sangat ditentukan oleh kualitas permulaannya. Awal yang dipenuhi taat, tawakal, dan istiqamah akan menjadi jalan menuju akhir yang bercahaya.

Banyak orang sibuk mempercantik garis akhir hidupnya, tetapi lupa membenahi garis start. Padahal, menurut Syekh Athaillah, Allah tidak menjanjikan cahaya bagi mereka yang hanya mengagumi tujuan. Cahaya itu diberikan kepada hamba yang berani memulai dengan niat yang lurus, menjaga langkah dengan taat, lalu bertahan dengan tawakal hingga akhir. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran vs Israel militer

    Militer Iran vs Israel: Siapa Lebih Kuat?

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Perbandingan Iran vs Israel militer selalu memicu perhatian global. Banyak orang bertanya, apakah kekuatan militer Iran lebih unggul dibanding militer Israel, atau justru sebaliknya. Faktanya, kedua negara memiliki keunggulan yang sangat berbeda, sehingga sulit menentukan pemenang secara sederhana. Di satu sisi, Iran unggul dalam jumlah dan strategi asimetris. Namun di sisi […]

  • Nanik Deyang

    Mengapa Nanik Deyang Mundur? Ini 5 Fakta Penting

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Nanik Deyang menjadi sorotan setelah memutuskan mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut langsung menarik perhatian publik karena Badan Gizi Nasional memegang peran strategis dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pengunduran diri itu memunculkan berbagai pertanyaan. Apakah pergantian pimpinan […]

  • Prediksi Borneo vs Persebaya

    Prediksi Skor Borneo vs Persebaya 7 Maret 2026: Tuan Rumah Lebih Tajam?

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Prediksi Borneo vs Persebaya menjadi sorotan jelang duel panas Liga Indonesia. Laga Borneo FC vs Persebaya Surabaya akan berlangsung di Stadion Batakan, Balikpapan. Selain itu, pertandingan ini mempertemukan dua tim papan atas yang sedang bersaing menjaga posisi klasemen. Pertemuan Borneo vs Persebaya selalu menghadirkan tensi tinggi. Kedua klub memiliki gaya bermain […]

  • Sumur Zamzam

    Kisah Sumur Zamzam, Dari Tangisan Seorang Ibu hingga Mengalir Ribuan Tahun

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Matahari membakar gurun Makkah siang itu. Hamparan pasir terlihat begitu luas dan nyaris tidak menyisakan harapan. Angin panas berembus pelan melewati lembah tandus yang saat itu bahkan belum menjadi kota. Di tempat sunyi itulah, seorang ibu berlari kecil sambil menahan panik. Namanya Siti Hajar. Di dekatnya, seorang bayi menangis kehausan. Tidak ada […]

  • Pelaku UMKM Indonesia menjalankan bisnis online dari rumah menggunakan laptop dan smartphone dengan suasana kerja produktif.

    Diam-Diam Banyak UMKM Sukses dari Peluang Digital Ini

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peluang UMKM digital kini menjadi jalan baru bagi banyak orang untuk mengubah kondisi ekonomi mereka. Menariknya, peluang usaha digital, bisnis UMKM online, dan usaha kecil berbasis teknologi berkembang jauh lebih cepat dibanding model bisnis lama. Namun ironisnya, sebagian pelaku usaha masih belum melihat perubahan besar ini. Padahal, di balik layar media […]

  • Grafik Indeks Daya Saing Daerah 2025 yang dirilis BRIN untuk mengukur produktivitas dan inovasi 38 provinsi serta 508 kabupaten/kota.

    BRIN Ukur Daya Saing 508 Daerah, Siapa Terdepan?

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) kembali menjadi sorotan setelah BRIN merilis edisi 2025. IDSD atau indeks daya saing wilayah itu berfungsi mengukur produktivitas, kemandirian, serta kemajuan daerah secara komprehensif. Melalui instrumen tersebut, pemerintah dapat menilai performa pembangunan sekaligus merumuskan kebijakan berbasis data. BRIN menyusun IDSD dengan mengacu pada empat aspek utama […]

expand_less