Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Al-Hikam: Mengapa Akhir Hidup Ditentukan dari Langkah Pertama?

Al-Hikam: Mengapa Akhir Hidup Ditentukan dari Langkah Pertama?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • visibility 124
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH — Pernahkah kita memperhatikan dua orang yang memulai perjalanan pada waktu yang sama? Yang satu berjalan pelan, tidak banyak bicara, tetapi langkahnya mantap. Yang lain berlari kencang, gemar memamerkan arah tujuan, namun beberapa saat kemudian justru kehilangan jalan. Anehnya, keadaan seperti itu bukan hanya terjadi dalam urusan dunia. Dalam kehidupan spiritual pun, Al-Hikam Syekh Athaillah mengingatkan bahwa cahaya di penghujung perjalanan sangat bergantung pada bagaimana seseorang memulai langkah pertamanya.

Di zaman ketika semua orang ingin hasil yang cepat, pesan dalam Al-Hikam Syekh Athaillah terasa semakin relevan. Banyak orang mendambakan ketenangan hati, berharap hidup penuh keberkahan, dan ingin dekat dengan Allah. Namun, pada saat yang sama, mereka sering lupa memperbaiki niat, ibadah, dan keteguhan di awal perjalanan. Padahal, dalam tasawuf, permulaan yang lurus menjadi fondasi bagi akhir yang bercahaya.

Cahaya Tidak Lahir dari Jalan Pintas

Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari, ulama besar tasawuf sekaligus penulis Kitab Al-Hikam, menyampaikan sebuah hikmah yang terkenal:

مَنْ أَشْرَقَتْ بِدَايَتُهُ أَشْرَقَتْ نِهَايَتُهُ

Artinya:

“Siapa yang bercahaya permulaannya, niscaya akan bercahaya pula akhirnya.”

Kalimat ini memang singkat, tetapi maknanya sangat dalam. Syekh Athaillah tidak sedang berbicara tentang keberhasilan duniawi, melainkan perjalanan seorang hamba menuju Allah SWT. Menurut beliau, seseorang yang memulai hidupnya dengan niat yang ikhlas, ketaatan, dan tawakal memiliki peluang besar untuk menutup hidupnya dengan kemuliaan.

Sebaliknya, orang yang membangun perjalanan di atas kesombongan, riya, atau ambisi semata akan kesulitan menemukan ketenangan, meskipun mungkin memperoleh banyak pujian dari manusia.

Satir untuk Zaman yang Serba Instan

Hari ini, manusia rela mengantre berjam-jam demi membeli barang yang sedang tren. Banyak pula yang bangun dini hari agar tidak kehabisan tiket konser atau promo belanja daring. Namun, ketika azan Subuh berkumandang, sebagian justru memilih kembali memeluk bantal.

Ironisnya, kita sering bertanya mengapa hidup terasa gelap.

Padahal, sakelar pertama yang seharusnya dinyalakan justru dibiarkan mati.

Lebih menarik lagi, tidak sedikit orang yang ingin dikenal sebagai pribadi yang saleh, tetapi lebih sibuk menghitung jumlah pengikut di media sosial daripada menghitung berapa kali hatinya benar-benar khusyuk mengingat Allah.

Kita ingin cahaya.

Namun, kita enggan berjalan menuju sumber cahaya.

Taat di Awal, Makrifat di Akhir

Dalam penjelasan para ulama terhadap Al-Hikam, disebutkan:

“Siapa yang terang waktunya dengan taat pada masa salik (permulaan), pasti akan terang pula masa akhirnya dengan cahaya makrifat. Siapa yang kuat tawakalnya pada masa bidayah, maka cahaya itu akan terus menyertainya hingga sampai ke hadirat Allah.”

Hikmah ini mengajarkan bahwa makrifat bukan hadiah yang datang secara tiba-tiba. Ia merupakan buah dari kebiasaan baik yang dirawat sejak awal.

Allah SWT berfirman:

“Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
(QS. Al-Ankabut: 69).

Ayat tersebut menegaskan bahwa petunjuk Allah datang kepada mereka yang bersungguh-sungguh menjaga langkahnya, bukan kepada mereka yang hanya mengagumi tujuan tanpa mau berjalan.

Tawakal Adalah Keberanian, Bukan Alasan Berdiam Diri

Tidak sedikit orang memahami tawakal secara keliru. Sebagian menganggap tawakal berarti pasrah tanpa usaha. Sebagian lagi bekerja keras, tetapi melupakan doa karena merasa semua bergantung pada kemampuan sendiri.

Padahal, Islam mengajarkan keseimbangan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah kepada Allah.”
(HR. Tirmidzi).

Hadis ini menjelaskan bahwa usaha dan tawakal berjalan beriringan. Semakin sungguh seseorang berikhtiar, semakin lapang pula hatinya menerima apa pun hasil yang Allah tetapkan.

Jangan Terlalu Sibuk Menghias Ujung Jalan

Bayangkan dua petani menanam pohon pada hari yang sama. Yang pertama merawat akar setiap pagi, meski tidak ada orang yang memuji. Yang kedua sibuk mengecat batang pohonnya agar tampak indah di mata tetangga.

Beberapa tahun kemudian, pohon pertama berbuah lebat. Pohon kedua roboh diterpa angin pertama.

Begitulah kehidupan.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11).

Perubahan besar hampir selalu dimulai dari keputusan-keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Demikian pula cahaya iman.

Ia tumbuh perlahan, mengakar dalam amal, lalu bersinar ketika waktunya tiba.

Mengapa Hikmah Ini Tetap Relevan?

Di era digital, ukuran keberhasilan sering kali berubah menjadi angka: jumlah pengikut, tayangan video, atau banyaknya tanda suka. Akan tetapi, Al-Hikam Syekh Athaillah mengingatkan bahwa Allah tidak pernah menilai manusia dari seberapa ramai ia disorot, melainkan dari seberapa lurus ia berjalan.

Karena itu, jangan terlalu sibuk mengejar tepuk tangan manusia hingga lupa memperbaiki langkah pertama menuju ridha Allah.

Sebab, perjalanan menuju cahaya selalu dimulai dari tempat yang sunyi: hati yang ikhlas.

FAQ

Apa arti “Man Asyrafat Bidāyatuhu Asyraqat Nihāyatuhu”?

Artinya, “Siapa yang bercahaya permulaannya, niscaya akan bercahaya pula akhirnya.” Hikmah ini menekankan pentingnya niat, ketaatan, dan keikhlasan sejak awal perjalanan hidup.

Siapa Syekh Ibnu Athaillah?

Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari adalah ulama sufi terkemuka dari abad ke-13 dan penulis Kitab Al-Hikam, salah satu karya tasawuf yang paling banyak dipelajari di dunia Islam.

Apa pesan utama Al-Hikam tentang awal kehidupan?

Al-Hikam mengajarkan bahwa kualitas akhir perjalanan seseorang sangat ditentukan oleh kualitas permulaannya. Awal yang dipenuhi taat, tawakal, dan istiqamah akan menjadi jalan menuju akhir yang bercahaya.

Banyak orang sibuk mempercantik garis akhir hidupnya, tetapi lupa membenahi garis start. Padahal, menurut Syekh Athaillah, Allah tidak menjanjikan cahaya bagi mereka yang hanya mengagumi tujuan. Cahaya itu diberikan kepada hamba yang berani memulai dengan niat yang lurus, menjaga langkah dengan taat, lalu bertahan dengan tawakal hingga akhir. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bonus atlet pelajar Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Guyur Bonus Atlet: Sinyal Kuat Kebangkitan Olahraga Pelajar

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bonus atlet pelajar Tasikmalaya menjadi sorotan setelah pemerintah daerah memberikan apresiasi langsung kepada para peraih medali tingkat daerah hingga nasional. Program apresiasi atlet pelajar, insentif prestasi olahraga siswa, hingga penghargaan POPDA Tasikmalaya ini dinilai bukan sekadar seremoni, tetapi sinyal kuat bahwa pembinaan olahraga mulai dipandang sebagai investasi masa depan. Senin (13/04/2026), […]

  • KA Purwojaya Anjlok di Kedunggedeh, KAI Pastikan Seluruh Penumpang Selamat

    KA Purwojaya Anjlok di Kedunggedeh, KAI Pastikan Seluruh Penumpang Selamat

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 307
    • 0Komentar

    KA Purwojaya anjlok di Kedunggedeh, seluruh penumpang selamat. KAI lakukan perbaikan jalur dan atur perjalanan. albadarpost.com, LENSA — Perjalanan sejumlah kereta api di lintas Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami keterlambatan setelah KA Purwojaya anjlok di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 14.14 WIB. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI […]

  • Al Hikam Ibnu Athaillah

    Saat Manusia Sok Jadi Manajer Takdir

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 292
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suara notifikasi ponsel belum berhenti sejak subuh. Ada tagihan, daftar kebutuhan rumah, harga sembako yang naik, sampai target pekerjaan yang terus bertambah. Di tengah hiruk pikuk itu, banyak orang lupa bahwa Al Hikam Ibnu Athaillah, hikmah Ibnu Athaillah, dan ajaran tentang tawakal dan ikhtiar sesungguhnya hadir untuk mengingatkan manusia agar tidak tenggelam […]

  • Zona Waspada

    Pemkab Tasikmalaya Sebarkan Informasi Zona Waspada untuk Cegah Risiko

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Tasikmalaya masuk Zona Waspada. Pemerintah mempercepat penyebaran informasi cuaca untuk cegah risiko bencana. albadarpost.com, BERITA DAERAH – BMKG menetapkan Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu daerah yang masuk Zona Waspada curah hujan tinggi pada periode 11–20 Desember 2025. Informasi ini dirilis melalui kanal resmi @bmkg_jawabarat dan menjadi dasar peringatan dini yang segera ditindaklanjuti pemerintah daerah. Status […]

  • Penataan Dadaha Tasikmalaya

    Penataan Dadaha Tasikmalaya Dimulai dari Jogging Track

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penataan Dadaha Tasikmalaya mulai diarahkan pada pembenahan jogging track sebagai tahap awal. Pemerintah Kota Tasikmalaya menyatakan penataan kawasan tersebut dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah unsur, termasuk perangkat daerah dan aparat kewilayahan. Informasi itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Asep Goparullah, M.Si., saat Apel Pagi Gabungan di Halaman Bale Kota […]

  • Ilustrasi pekerja dari Sumedang yang terjebak janji pekerjaan di pedalaman Yahukimo Papua

    Janji Kerja Berujung Petaka: Kisah Warga Sumedang di Papua Jadi Peringatan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Mereka berangkat dengan harapan besar. Pekerjaan baru dijanjikan menanti di Papua. Namun perjalanan itu justru berubah menjadi kisah yang hampir tidak ingin mereka ingat lagi. Cerita warga Sumedang di Yahukimo kini menjadi perhatian publik setelah kisah mereka tentang tawaran kerja yang berujung masalah mulai tersebar. Banyak orang tidak menyangka bahwa perjalanan […]

expand_less