Percikan Api Picu Kebakaran Gudang Workshop di Singaparna
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Damkar menangani kebakaran gudang workshop eks Pabrik Gula Sugarindo di Cikadongdong, Singaparna, Tasikmalaya, rabu (19/8/2026).(Foto: Damkar Kab. Tasikmalaya).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran gudang workshop terjadi di Kampung Cikadongdong, Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 19 Agustus 2026 sore. Berdasarkan laporan penanganan Damkar Kabupaten Tasikmalaya, kebakaran gudang Singaparna tersebut diduga bermula dari percikan api saat aktivitas pemotongan besi-besi bekas.
Objek yang terbakar merupakan satu gudang workshop berukuran sekitar 4 × 3 meter di kawasan eks Pabrik Gula PT Sugarindo.
Peristiwa itu diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, laporan kebakaran baru diterima petugas pada pukul 17.37 WIB.
Saat kejadian, dua petugas keamanan, Iyus dan Yaman, tengah melakukan patroli di sekitar lokasi. Keduanya kemudian mendengar suara percikan dari arah gudang workshop.
Setelah memeriksa sumber suara, mereka melihat api sudah membakar bagian gudang. Selanjutnya, saksi memberitahukan kejadian tersebut kepada para pekerja pemotongan besi yang saat itu sedang beristirahat di masjid.
Api Cepat Membesar karena Material Mudah Terbakar
Setelah menerima informasi, para pekerja bersama saksi langsung mendatangi gudang. Mereka kemudian berupaya memadamkan api menggunakan air yang tersedia dalam ember.
Akan tetapi, upaya awal tersebut belum mampu mengendalikan kobaran api. Menurut laporan Damkar Kabupaten Tasikmalaya, kondisi di sekitar lokasi juga terdapat banyak bahan yang mudah terbakar sehingga api semakin membesar.
Karena situasi tersebut, pihak perusahaan kemudian menghubungi Call Center Damkar Kota Tasikmalaya. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada Call Center Damkar Kabupaten Tasikmalaya.
Petugas pun segera merespons laporan tersebut dan bergerak menuju lokasi.
Dalam catatan waktu penanganan, petugas berangkat pada pukul 17.43 WIB. Selanjutnya, mereka tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 17.58 WIB.
Dengan demikian, petugas tiba sekitar 15 menit setelah keberangkatan menuju lokasi.
Sejumlah Armada Dikerahkan
Penanganan kebakaran gudang workshop di Singaparna melibatkan sejumlah kendaraan pemadam dan unsur pendukung.
Berdasarkan laporan yang diterima, kendaraan yang dikerahkan meliputi satu unit Firejeep, satu unit Firetruck 03, satu unit Isuzu, serta satu unit tangki Tagana.
Selain itu, satu unit Damkar Kota Tasikmalaya dan dua unit Damkar Macan Putih turut berada dalam penanganan. Satu unit ambulans Kota Tasikmalaya juga tercatat sebagai kendaraan pendukung.
Tidak hanya petugas pemadam, sejumlah instansi dan unsur relawan ikut membantu proses penanganan. Mereka terdiri atas TNI/Polri, Damkar Kota Tasikmalaya, PLN, Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Relawan IEA, serta Relawan Penanggulangan Bencana.
Selanjutnya, petugas Regu 1 melakukan pemadaman, pendinginan, dan penyisiran lokasi sesuai dengan SOP.
Penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 19.20 WIB.
Satu Gudang Terbakar, Nilai Kerugian Belum Dicantumkan
Laporan Damkar Kabupaten Tasikmalaya mencatat satu gudang workshop sebagai objek yang terbakar. Bangunan tersebut memiliki ukuran sekitar 4 × 3 meter.
Sementara itu, laporan belum mencantumkan nilai kerugian akibat peristiwa tersebut. Karena itu, belum ada angka yang dapat disebut sebagai total kerugian material.
Dalam laporan tersebut, Taufik Rudiana tercatat sebagai pemilik atau penanggung jawab lokasi. Adapun Iyus dan Yaman tercatat sebagai petugas keamanan sekaligus saksi kejadian.
Berdasarkan informasi yang tersedia, dugaan awal penyebab kebakaran berkaitan dengan percikan api dari aktivitas pemotongan besi-besi bekas.
Namun, informasi tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai dugaan berdasarkan laporan penanganan, bukan sebagai kesimpulan investigasi independen mengenai penyebab kebakaran.
Percikan Kecil, Risiko Besar
Peristiwa di Cikadongdong menjadi pengingat bahwa aktivitas pemotongan besi membutuhkan perhatian terhadap kondisi lingkungan sekitar. Terlebih, pekerjaan yang menghasilkan percikan api berlangsung di area yang menyimpan atau berdekatan dengan material mudah terbakar.
Karena itu, pengawasan sumber api, penataan material, serta kesiapan alat pemadam menjadi bagian penting dalam mencegah kejadian serupa.
Di sisi lain, respons cepat juga menjadi faktor penting ketika api mulai terlihat. Dalam kejadian ini, saksi dan pekerja berupaya melakukan pemadaman awal sekaligus melaporkan kejadian kepada petugas pemadam.
Pada akhirnya, petugas melakukan pemadaman, pendinginan, dan penyisiran hingga penanganan selesai sekitar pukul 19.20 WIB.
Api mungkin bermula dari percikan kecil. Tetapi di ruang kerja yang dipenuhi material mudah terbakar, beberapa detik saja bisa menentukan apakah api padam atau berubah menjadi bencana. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar