Kemenekraf Dorong Talenta Digital Lewat BDD 2025 di Bandung
Kemenekraf kembangkan talenta digital melalui BDD 2025 untuk memperkuat ekonomi kreatif nasional.
albadarpost.com, LENSA – Pemerintah menegaskan strategi baru dalam membangun sumber daya manusia ekonomi kreatif. Melalui Badan Ekraf Developer Day (BDD) 2025 di Bandung, Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan 1.000 talenta digital yang diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan industri berbasis teknologi. Program ini dirancang untuk memastikan penguasaan teknologi tidak menjauhkan manusia dari peran utamanya, melainkan memperkuat kapasitas kreatif yang relevan bagi pasar masa depan.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan arah kebijakan kementerian adalah menjadikan teknologi digital sebagai pendorong kreativitas, bukan pengganti tenaga kerja. BDD 2025, menurut dia, bukan hanya membangun keterampilan teknis peserta, tetapi juga karakter wirausaha digital. Peserta dituntut berkembang sebagai pembuat produk, bukan sekadar konsumen teknologi. Pemerintah ingin memastikan talenta digital Indonesia mampu bersaing di tengah percepatan transformasi ekonomi sebagaimana arahan Presiden Prabowo.
“Kreativitas berbasis digital memberi nilai tambah bagi daerah. BDD 2025 menjadi ruang temu untuk menyiapkan masa depan kreatif Indonesia, memastikan talenta kita adaptif dan tetap menjaga jati diri bangsa,” kata Teuku Riefky dalam sambutan pembukaan.
Kebutuhan mempercepat penciptaan talenta baru didorong tren investasi ekonomi kreatif. Subsektor aplikasi kini menjadi penopang utama dan menyumbang 66 persen dari realisasi target investasi tahunan. Data tersebut menunjukkan permintaan industri yang terus tumbuh untuk produk digital yang relevan dengan kemajuan teknologi. Pemerintah memandang celah ini sebagai peluang strategis untuk memperbesar kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional.
Bandung dipilih sebagai lokasi kegiatan karena posisi Jawa Barat sebagai salah satu pusat industri kreatif terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), provinsi ini memproyeksikan 6,24 juta pekerja kreatif pada 2025. Angka tersebut merupakan kontribusi terbesar secara nasional. Infrastruktur pendidikan, komunitas teknologi, serta pertumbuhan startup di wilayah ini juga dipandang menunjang percepatan pengembangan talenta digital.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menilai ekonomi kreatif akan menjadi salah satu penentu masa depan Indonesia. Ia menekankan bahwa ekosistem ini harus dikelola dengan tiga unsur penting: talenta, teknologi, dan toleransi. Herman menilai penting bagi pemerintah daerah dan pusat untuk menciptakan peluang digital baru yang tidak hanya bergantung pada model yang sudah mapan. Dengan keterampilan yang terus diperbarui, talenta digital dapat menciptakan inovasi sekaligus membuka lapangan usaha.
Baca juga: Sejarah BPK dan Arah Baru Pengawasan Keuangan Negara
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf Muhammad Neil El Himam menambahkan bahwa Indonesia memiliki jumlah pengguna internet yang besar serta pasar digital yang terus berkembang. Potensi tersebut perlu diarahkan agar pelaku kreatif tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga kompetitif pada level global. Ia menegaskan bahwa program-program Kemenekraf akan difokuskan untuk meningkatkan kualitas talenta digital sehingga sektor ini mampu menjadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kokoh.
Mengapa Penguatan Talenta Digital Penting
Kebutuhan industri terhadap keahlian digital semakin meningkat. Kompetensi teknis, kemampuan memecahkan masalah, serta pemahaman terhadap tren global menjadi prasyarat utama dalam menciptakan inovasi. Melalui BDD 2025, pemerintah ingin menutup kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga ahli yang kompeten. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Talenta Digital sebagai Pilar Ekosistem Baru
Penguatan talenta digital bukan hanya upaya menyiapkan tenaga kerja. Pemerintah menilai bahwa sektor ini berpotensi menjadi pondasi baru ekonomi nasional. Dengan jumlah kreator yang semakin besar, Indonesia dapat mendorong ekspor produk digital, memperluas pasar global, dan menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas. Program seperti BDD 2025 menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing ini.
Kemenekraf memperkuat ekosistem kreatif nasional lewat pengembangan talenta digital agar Indonesia lebih kompetitif di era ekonomi baru. (Red/Asep Chandra)




