OSN Majalengka, Informatika Jadi Andalan
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

MAN 1 Majalengka.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – OSN Majalengka kembali menjadi sorotan setelah 10 pelajar terbaik dari empat SMA dan MA berhasil melangkah ke Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) 2026. Mereka kini membawa harapan daerah untuk merebut tiket menuju tingkat nasional. Menariknya, bidang Informatika menjadi cabang yang paling banyak diwakili kontingen Majalengka, menandakan semakin kuatnya minat dan kemampuan siswa di bidang teknologi.
Kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat berlangsung pada 27–29 Juli 2026. Para peserta bersaing dengan siswa terbaik dari berbagai kabupaten dan kota melalui sistem ujian berbasis komputer yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional.
Keberhasilan mengirimkan 10 wakil bukan sekadar angka. Capaian ini menunjukkan konsistensi sekolah-sekolah di Majalengka dalam membina prestasi akademik hingga mampu bersaing di tingkat provinsi.
Empat Sekolah Menjadi Tulang Punggung Kontingen Majalengka
Kontingen OSN Majalengka berasal dari empat sekolah yang selama ini dikenal aktif mengembangkan prestasi akademik.
MAN 1 Majalengka mengirim empat peserta, yakni Galang Hilmi Huga pada bidang Matematika, Nayyara Ayesha Zahra di bidang Kebumian, Mochammad Rezza Febryan pada bidang Informatika, serta Lani Nurul Aulia pada bidang Ekonomi.
Jumlah yang sama datang dari SMAN 1 Majalengka. Sekolah tersebut mengutus Raihan Andhika Rahadian untuk Geografi, Muhammad Fawwaz Aufa pada Fisika, serta Naufal Garin Asshidiq dan Fajri Irham Hamdhani di bidang Informatika.
Sementara itu, SMAN 1 Rajagaluh mengirim Azkia Nur Rahmah pada bidang Informatika. Wakil terakhir berasal dari SMA Al Irsyad Tengaran 2 Majalengka melalui Muhammad Fadhlurrahman, juga pada bidang Informatika.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan akademik tidak hanya terpusat pada satu sekolah, melainkan tersebar di beberapa lembaga pendidikan di Kabupaten Majalengka.
Informatika Menjadi Kekuatan Baru
Dari sepuluh peserta, lima di antaranya memilih bidang Informatika.
Dominasi ini menjadi salah satu fakta menarik dalam kontingen OSN Majalengka tahun ini. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, semakin banyak pelajar yang menunjukkan minat pada pemrograman, logika komputasi, dan pemecahan masalah berbasis teknologi.
Sementara itu, bidang Matematika, Fisika, Geografi, Kebumian, dan Ekonomi masing-masing diwakili satu peserta. Sebaran tersebut menunjukkan bahwa potensi akademik Majalengka berkembang di berbagai disiplin ilmu.
Tiga Hari Menentukan Jalan Menuju Tingkat Nasional
OSN-P berlangsung selama tiga hari dengan jadwal yang telah ditetapkan Pusat Prestasi Nasional.
Pada 27 Juli, peserta mengikuti lomba Matematika, Fisika, dan Informatika. Selanjutnya, Kebumian, Astronomi, dan Biologi digelar pada 28 Juli. Adapun Kimia, Geografi, dan Ekonomi berlangsung pada 29 Juli 2026.
Seluruh peserta mengerjakan soal melalui sistem komputer dengan pengawasan sesuai ketentuan panitia. Selain menguasai materi, mereka juga dituntut menjaga konsentrasi, ketelitian, dan integritas selama kompetisi berlangsung.
Prestasi Ini Menjadi Modal Dunia Pendidikan Majalengka
OSN bukan sekadar ajang perlombaan antarpelajar.
Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi salah satu tolok ukur kualitas pembinaan akademik di sekolah. Semakin banyak siswa yang mampu menembus tingkat provinsi, semakin besar pula peluang daerah melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional.
Karena proses seleksi masih berlangsung hingga 29 Juli 2026, belum ada kepastian siapa yang akan melaju ke tingkat nasional. Namun, keberhasilan mengirim sepuluh wakil sudah menjadi capaian yang layak diapresiasi oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat Majalengka.
Harapan berikutnya kini tertuju pada hasil akhir kompetisi. Apabila beberapa peserta berhasil lolos ke tingkat nasional, pencapaian tersebut akan menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus memperkuat citra Majalengka sebagai daerah yang mampu melahirkan pelajar berprestasi di bidang sains.
Di balik ruang ujian dan lembar soal yang mereka hadapi, tersimpan harapan besar sebuah daerah. Sepuluh pelajar ini tidak hanya membawa nama sekolah masing-masing, tetapi juga membawa mimpi Majalengka untuk kembali bersinar di panggung sains nasional. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar