Lomba Video Literasi Tasikmalaya 2026 Dorong Kreativitas Peserta
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra Negara (Foto: IG Pemkot Tasikmalaya).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com,BERITA DAERAH – Lomba Video Literasi Tasikmalaya 2026 menjadi salah satu kegiatan yang mendorong kreativitas masyarakat melalui produksi konten video. Kegiatan tersebut sekaligus membawa semangat literasi digital Tasikmalaya ke dalam bentuk konten yang menarik dan edukatif.
Pembekalan Lomba Video Konten Literasi Tahun 2026 berlangsung di Aula BPKAD Kota Tasikmalaya pada Rabu, 27 Agustus 2026. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandra Negara, turut menghadiri kegiatan tersebut.
Informasi mengenai kegiatan itu dipublikasikan melalui akun Prokopim Kota Tasikmalaya. Berdasarkan informasi tersebut, pembekalan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan lomba yang memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan video.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menempatkan video sebagai produk akhir. Lebih jauh, lomba tersebut membawa pesan tentang bagaimana literasi dapat dikemas melalui media yang dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Kreativitas Menjadi Bagian dari Penguatan Literasi
Perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin sering memperoleh informasi melalui berbagai platform digital. Video menjadi salah satu format yang mudah dikonsumsi karena mampu menyampaikan pesan melalui perpaduan gambar, suara, dan narasi.
Kondisi tersebut membuat kemampuan membuat konten yang baik memiliki relevansi dengan perkembangan budaya literasi.
Melalui Lomba Video Literasi Tasikmalaya, peserta mendapatkan ruang untuk mengembangkan kreativitas dalam menyampaikan pesan melalui video. Materi pembekalan diharapkan dapat membantu peserta menghasilkan karya yang menarik sekaligus memiliki nilai edukatif.
Selain itu, penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Karena itu, kegiatan berbasis kreativitas seperti lomba video dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperluas pesan literasi kepada masyarakat.
Pesan Literasi Perlu Dikemas Menarik
Literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca. Dalam perkembangan komunikasi digital, masyarakat juga berhadapan dengan berbagai informasi dalam bentuk video dan konten visual.
Situasi tersebut membuat kemampuan memahami informasi menjadi semakin penting. Namun, berdasarkan informasi kegiatan yang dipublikasikan Prokopim Kota Tasikmalaya, fokus pembekalan lomba ini diarahkan pada pengembangan kreativitas peserta dalam menghasilkan konten video yang menarik dan edukatif.
Pendekatan tersebut memiliki peluang untuk membuat pesan literasi lebih dekat dengan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi.
Konten yang menarik dapat membantu pesan menjangkau lebih banyak orang. Sementara itu, unsur edukatif membuat sebuah karya tidak berhenti sebagai hiburan, tetapi juga memiliki manfaat bagi penontonnya.
Oleh sebab itu, kreativitas dalam produksi konten perlu berjalan bersama dengan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
Diky Chandra Hadiri Pembekalan
Kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra Negara dalam kegiatan pembekalan menunjukkan perhatian Pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap agenda penguatan literasi dan pengembangan sumber daya manusia.
Dalam informasi yang dipublikasikan Prokopim Kota Tasikmalaya, semangat penguatan literasi disebut sejalan dengan berbagai upaya pemerintah daerah dalam mendorong kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Konteks tersebut membuat kegiatan Lomba Video Literasi Tasikmalaya 2026 memiliki kaitan dengan agenda pengembangan kreativitas masyarakat.
Namun, kegiatan ini tetap perlu dilihat sebagai sebuah ruang pembelajaran dan kreativitas. Lomba bukan hanya tentang siapa yang menghasilkan video terbaik, melainkan juga bagaimana peserta memperoleh pengalaman dalam mengolah gagasan menjadi karya visual.
Dengan proses tersebut, peserta dapat memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kreatif sekaligus memahami pentingnya penyampaian pesan yang efektif.
Tantangan Konten di Era Digital
Arus informasi yang semakin cepat menghadirkan tantangan baru bagi masyarakat. Setiap hari, berbagai informasi muncul melalui media sosial dan platform digital.
Di tengah kondisi tersebut, konten edukatif memiliki peran penting. Masyarakat membutuhkan informasi yang mudah dipahami, sedangkan pembuat konten perlu menyajikannya dengan cara yang menarik.
Karena itu, kegiatan Lomba Video Literasi Tasikmalaya 2026 dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan kreativitas dan pesan literasi.
Peserta tidak hanya berhadapan dengan aspek teknis pembuatan video. Mereka juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan cara menyampaikan gagasan melalui medium yang populer di masyarakat.
Pada saat yang sama, penguatan budaya literasi tetap membutuhkan konsistensi. Satu kegiatan tentu belum cukup untuk membangun budaya literasi secara luas. Namun, kegiatan seperti ini dapat menjadi bagian dari upaya yang lebih panjang.
Dari Kompetisi Menuju Budaya Literasi
Pembekalan yang berlangsung di Aula BPKAD Kota Tasikmalaya menjadi momentum untuk memperkenalkan pendekatan kreatif dalam penguatan literasi.
Video menawarkan cara penyampaian pesan yang berbeda dari media konvensional. Karena itu, pemanfaatannya untuk kegiatan literasi dapat membuka ruang bagi masyarakat, khususnya peserta lomba, untuk mengeksplorasi cara baru dalam menyampaikan informasi.
Pada akhirnya, keberhasilan gerakan literasi tidak hanya bergantung pada seberapa banyak informasi yang tersedia. Yang tidak kalah penting ialah kemampuan masyarakat memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.
Lomba Video Literasi Tasikmalaya 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana pesan literasi dapat dipertemukan dengan kreativitas digital.
Jika karya yang lahir dari kegiatan ini mampu menghadirkan informasi yang menarik sekaligus edukatif, maka manfaatnya dapat melampaui arena perlombaan.
Di tengah banjir konten, bukan sekadar video yang dibutuhkan masyarakat, melainkan karya yang mampu membuat orang berhenti menggulir, memahami pesan, lalu membawa pulang pengetahuan. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar