Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » PHK Jabar Tembus 6.727, Bagaimana Nasib Buruh Priangan Timur?

PHK Jabar Tembus 6.727, Bagaimana Nasib Buruh Priangan Timur?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Ada pertanyaan yang semakin relevan menjelang 81 tahun Indonesia merdeka: ketika PHK Jabar 2026 mencapai 6.727 pekerja, bagaimana nasib buruh Priangan Timur? Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan Jawa Barat mencatat jumlah PHK tertinggi secara nasional pada semester I 2026. Angka tersebut mencapai sekitar 20,77 persen dari total 32.389 pekerja yang tercatat terkena PHK secara nasional.

Namun, ada satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan.

Angka 6.727 bukan berarti seluruh pekerja Jawa Barat yang kehilangan pekerjaan. Data tersebut merupakan pekerja yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan tercatat dalam sistem yang digunakan Kemnaker. Karena itu, angka di lapangan bisa berbeda.

Di titik inilah pertanyaan tentang buruh Priangan Timur menjadi menarik.

Bukan karena sudah ada bukti bahwa PHK melonjak di Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Banjar, atau Pangandaran. Sampai saat ini, data yang tersedia belum cukup untuk membuat kesimpulan tersebut.

Pertanyaannya justru: apakah Priangan Timur sudah memiliki sistem yang cukup kuat untuk mendeteksi tekanan pasar kerja sebelum dampaknya membesar?

Jawa Barat Catat PHK Tertinggi

Data Kemnaker menunjukkan 32.389 pekerja terkena PHK sepanjang semester I 2026. Jawa Barat berada di posisi pertama dengan 6.727 pekerja, disusul Banten sebanyak 3.782 pekerja dan Jawa Timur 2.851 pekerja.

Posisi Jawa Barat tersebut patut menjadi perhatian karena wilayah ini memiliki basis industri yang besar.

Akan tetapi, angka itu tidak boleh diterjemahkan secara sederhana sebagai tanda bahwa PHK Jawa Barat 2026 sedang meningkat.

Sebab, data semester I 2026 justru perlu dibaca dengan hati-hati berdasarkan cakupan pencatatannya.

Pada kuartal I, Kemnaker mencatat 1.721 pekerja terdampak PHK di Jawa Barat. Saat itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan akan memastikan hak pekerja, termasuk kompensasi, JKP, dan Jaminan Hari Tua. Disnakertrans Jabar juga menyebut perlunya langkah mitigasi agar PHK tidak meluas.

Pemprov Jabar juga mengaitkan tekanan tersebut dengan sejumlah faktor eksternal dan internal. Gejolak global, kenaikan biaya sejumlah komoditas, serta gangguan terhadap produk ekspor disebut ikut memengaruhi industri di Jawa Barat.

Artinya, persoalan ketenagakerjaan tidak berdiri sendiri.

Ketika permintaan melemah, produksi dapat ikut tertekan. Selanjutnya, perusahaan bisa menahan perekrutan atau melakukan penyesuaian tenaga kerja.

Lalu, Bagaimana dengan Buruh Priangan Timur?

Di sinilah data lokal menjadi sangat penting.

Priangan Timur memiliki karakter ekonomi berbeda dibanding kawasan industri besar di utara Jawa Barat. Wilayah ini mencakup Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

Karena itu, dampak tekanan ketenagakerjaan tidak selalu muncul dalam bentuk pabrik besar yang tutup.

Tekanan bisa terlihat lebih pelan.

Rekrutmen baru berkurang. Kontrak tidak diperpanjang. Jam kerja berubah. Pesanan usaha melemah. Kemudian, pendapatan rumah tangga ikut terpengaruh.

Efek berikutnya bisa menjalar ke sektor lain.

Warung kehilangan pelanggan. Pedagang mengurangi stok. Usaha kecil menahan ekspansi. Bahkan kemampuan masyarakat membayar cicilan bisa ikut terganggu.

Ada indikator lain yang layak diperhatikan.

Data Kantor OJK Tasikmalaya per 31 Maret 2026 menunjukkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) di wilayah Priangan Timur berada pada level 4,73 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata NPL Jawa Barat sebesar 3,44 persen dan nasional sebesar 2,35 persen.

Namun, angka tersebut tidak membuktikan bahwa kredit macet terjadi akibat PHK.

Hubungan tersebut tidak boleh dipaksakan.

Meski demikian, NPL yang lebih tinggi menunjukkan adanya tekanan ekonomi yang patut diperhatikan. Ketika indikator pasar kerja dan kondisi pembiayaan sama-sama menghadapi tantangan, pemerintah daerah memiliki alasan lebih kuat untuk memperkuat pemantauan ekonomi masyarakat.

Jangan Menunggu PHK Menjadi Ledakan

Persoalan terbesar bukan hanya berapa orang yang sudah kehilangan pekerjaan.

Yang lebih penting adalah berapa banyak orang yang berpotensi kehilangan pekerjaan berikutnya dan seberapa cepat mereka bisa kembali bekerja.

Karena itu, pemerintah daerah di Priangan Timur membutuhkan sistem pemantauan pasar kerja yang lebih aktif.

Dinas tenaga kerja tidak cukup hanya menunggu laporan PHK. Pemerintah daerah juga perlu membaca tren lowongan kerja, kebutuhan industri, penutupan usaha, perubahan produksi, serta sektor yang mulai mengurangi pekerja.

Selanjutnya, informasi tersebut dapat dipadukan dengan program pelatihan dan penempatan kerja.

Pekerja yang kehilangan pekerjaan juga perlu mengetahui haknya. Pemprov Jawa Barat menyatakan pekerja terdampak PHK berhak memperoleh pemenuhan hak ketenagakerjaan, termasuk kompensasi, JKP, dan Jaminan Hari Tua sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi Priangan Timur, langkah seperti itu menjadi semakin penting.

Sebab, pekerja yang kehilangan pekerjaan tidak hanya kehilangan penghasilan pribadi.

Ia juga bisa mengurangi belanja rumah tangga.

Ketika ribuan rumah tangga melakukan hal serupa, dampaknya dapat merembet ke pelaku UMKM, perdagangan, transportasi, jasa, hingga sektor konsumsi lainnya.

Dengan kata lain, PHK bukan hanya persoalan hubungan industrial.

Ia bisa berubah menjadi persoalan ekonomi daerah.

81 Tahun Merdeka, Pekerjaan Tetap Menjadi Ukuran

Indonesia akan memperingati 81 tahun kemerdekaan.

Perayaan itu tentu penting.

Tetapi ada ukuran kemerdekaan yang terasa jauh lebih dekat dengan kehidupan masyarakat: kemampuan seseorang memperoleh pekerjaan layak, mempertahankan penghasilan, dan menatap masa depan tanpa terus dihantui ketidakpastian.

Jawa Barat masih memiliki ekonomi yang besar dan basis industri yang kuat.

Namun, angka 6.727 pekerja terdampak PHK pada semester I 2026 menunjukkan bahwa pasar kerja tetap membutuhkan perhatian serius.

Bagi Priangan Timur, angka tersebut belum bisa disebut sebagai bukti terjadinya gelombang PHK.

Tetapi angka itu cukup menjadi alasan untuk bertanya lebih awal.

Apakah pemerintah daerah sudah tahu sektor mana yang paling rentan?

Apakah data PHK lokal tersedia secara cepat?

Dan ketika seorang buruh kehilangan pekerjaan besok pagi, apakah sudah ada jalan yang jelas untuk membawanya kembali ke dunia kerja?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih penting daripada sekadar menghitung angka setelah semuanya terjadi.

Karena kemerdekaan tidak cukup dirayakan dengan mengibarkan bendera. Kemerdekaan juga harus terasa ketika seorang buruh pulang kerja membawa kepastian untuk keluarganya—bukan kecemasan tentang apakah besok masih punya pekerjaan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gebyar Muharraman Langensari

    Langensari Sambut Tahun Baru Islam dengan Cara yang Berbeda

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi itu, jalan-jalan di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, tidak seperti biasanya. Sejak matahari mulai naik, warga sudah berdatangan dari berbagai desa dan kelurahan. Sebagian membawa keluarga, sebagian lagi datang bersama rombongan. Mereka berkumpul untuk mengikuti Gebyar Muharraman Langensari, sebuah perayaan Tahun Baru Islam yang memadukan nilai keagamaan, budaya, dan kepedulian sosial […]

  • Resep Nasi Goreng Air Fryer

    Resep Nasi Goreng Air Fryer, Gurih Tanpa Banyak Minyak

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep Nasi Goreng Air Fryer kini semakin banyak dicari karena menawarkan cara memasak yang praktis sekaligus menghasilkan rasa tetap gurih. Bagi pemilik air fryer, metode ini menjadi alternatif menarik untuk membuat nasi goreng rumahan tanpa harus menggunakan banyak minyak. Selain lebih sederhana, nasi goreng menggunakan air fryer juga menghasilkan tekstur nasi yang […]

  • Persib vs DPMM

    Persib vs DPMM: Menang atau Tekanan Makin Besar

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persib vs DPMM menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan pada lanjutan Piala Presiden 2026. Duel Grup A yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (28/7/2026) malam, bukan hanya menentukan langkah Maung Bandung menuju babak berikutnya, tetapi juga menguji sejauh mana proses adaptasi skuad baru racikan Igor Tolic mulai […]

  • Dana Lingkungan Hidup

    Dana Lingkungan Hidup Rp22 Triliun Siap Dimanfaatkan

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah mendorong percepatan pemanfaatan Dana Lingkungan Hidup senilai sekitar Rp22 triliun yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Dana Lingkungan Hidup Rp22 triliun tersebut disiapkan untuk mendukung pembangunan hijau, memperkuat perlindungan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program strategis. Upaya percepatan ini menjadi salah satu fokus pemerintah agar manfaat dana […]

  • Keteguhan Hati

    Doa Nabi yang Menjaga Iman Tetap Istiqamah

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Tidak sedikit orang yang memulai perjalanan hijrahnya dengan penuh semangat. Masjid terasa dekat, Al-Qur’an rajin dibaca, dan doa mengalir setiap hari. Namun, beberapa bulan kemudian semangat itu mulai memudar. Kesibukan mengambil alih. Godaan datang silih berganti. Hati pun perlahan melemah. Kenyataan ini menunjukkan bahwa menjaga keteguhan hati, istiqamah, dan keimanan jauh lebih […]

  • Ilustrasi seseorang tertawa berlebihan lalu merenung setelah membaca hadis Nabi tentang menjaga hati dan perilaku.

    Kenapa Rasulullah Melarang Tertawa Berlebihan? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Suara tawa pecah di sebuah warung kopi kecil selepas magrib. Beberapa orang duduk melingkar sambil menatap layar ponsel. Video lucu lewat. Disusul video lain. Lalu tawa kembali meledak. Kadang keras sekali. Sampai ada yang menepuk meja. Pemandangan seperti itu sekarang terasa biasa. Di media sosial pun sama. Orang tertawa hampir tanpa jeda. […]

expand_less