Jabatan Bukan Anugerah, Pesan Tegas Kepala Kemenag Tasikmalaya
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi gambar Kepala Kemenag Tasikmalaya H. Asep Lukman Hakim menyampaikan arahan tentang amanah jabatan dan integritas ASN.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kepala Kemenag Tasikmalaya, H. Asep Lukman Hakim, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pesan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi jajaran Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Senin (24/8/2026).
Berdasarkan materi yang dirilis Humas Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H. Asep secara khusus mengingatkan para pejabat dan pimpinan satuan kerja agar memahami tanggung jawab yang melekat pada jabatan masing-masing.
“Jabatan itu amanah, bukan anugerah. Ketika kita sudah dilantik, maka tugas kita adalah melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya,” tegas H. Asep.
Pernyataan “jabatan bukan anugerah” menjadi salah satu pesan utama dalam pertemuan tersebut. Bagi jajaran Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, jabatan harus berjalan beriringan dengan integritas, kedisiplinan, profesionalitas, serta kemampuan mempertanggungjawabkan tugas kepada pimpinan.
Kepala Kemenag Tasikmalaya Minta Pejabat Pahami Tupoksi
Rapat koordinasi berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya. Pesertanya meliputi Plt. Kepala Subbagian Tata Usaha, para kepala seksi dan penyelenggara, kepala madrasah negeri, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Ketua Pokjawas, Ketua APRI, Ketua IPARI, serta Pranata Humas.
Forum tersebut tidak hanya menjadi agenda koordinasi. Menurut materi Humas Kemenag Tasikmalaya, kegiatan itu juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen jajaran dalam menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya meminta setiap pejabat memahami tugas pokok dan fungsi atau tupoksi masing-masing.
“Laksanakan tugas sesuai dengan tupoksi. Tunjukkan kepada pimpinan bahwa kita mampu melaksanakan amanah dan tanggung jawab yang diberikan,” ujarnya.
Pesan tersebut menempatkan pemahaman tupoksi sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas ASN. Dengan memahami kewenangan dan tanggung jawabnya, setiap aparatur dapat menjalankan pekerjaan secara lebih terarah sekaligus mempertanggungjawabkan hasilnya.
Amanah Jabatan Harus Berjalan Bersama Integritas ASN
Selain persoalan jabatan, H. Asep juga mengingatkan seluruh jajaran mengenai komitmen dalam menjalankan tugas yang diberikan negara maupun pimpinan.
Namun, ia menekankan bahwa pelaksanaan tugas tetap harus berada dalam koridor peraturan perundang-undangan.
“Apa yang ditugaskan oleh negara dan oleh pimpinan, selama tidak melanggar aturan, harus kita laksanakan. Jangan melihat tugas hanya sebagai beban, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab kita sebagai aparatur,” katanya.
Pernyataan tersebut memperjelas makna jabatan adalah amanah. Amanah tidak cukup dimaknai sebagai kesediaan menerima tugas. Aparatur juga harus menjalankannya dengan penuh tanggung jawab dan tetap memperhatikan aturan.
Selanjutnya, H. Asep mengajak seluruh peserta rapat membangun rasa memiliki terhadap Kementerian Agama. Menurutnya, sikap tersebut perlu diwujudkan melalui perilaku, kedisiplinan, integritas, serta upaya menjaga nama baik institusi.
“Mari kita sama-sama merasa memiliki Kementerian Agama. Jaga etika dan marwah Kementerian Agama. Apa yang kita lakukan sebagai aparatur akan mencerminkan institusi yang kita bawa,” ungkapnya.
Dengan demikian, integritas ASN menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari amanah jabatan. Sebab, perilaku aparatur turut menentukan bagaimana masyarakat melihat institusi pelayanan publik.
Kepala KUA dan Kepala Madrasah Diminta Jadi Teladan
Pesan mengenai tanggung jawab tersebut juga ditujukan secara khusus kepada para Kepala KUA dan Kepala Madrasah Negeri.
H. Asep meminta para pimpinan menjadi teladan bagi jajaran di bawahnya. Menurutnya, seorang pemimpin perlu memberikan contoh sebelum memberikan arahan.
“Kepala KUA dan Kepala Madrasah harus menjadi teladan bagi anak buahnya. Jadilah contoh dalam disiplin, etika, tanggung jawab, dan pelaksanaan tugas. Kalau pimpinannya memberikan contoh yang baik, insyaallah bawahannya akan mengikuti,” pungkasnya.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa disiplin ASN tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan. Keteladanan pimpinan juga menjadi bagian dari pembentukan budaya kerja di lingkungan satuan kerja.
Pada akhirnya, rapat koordinasi diharapkan memperkuat soliditas dan sinergi seluruh jajaran Kemenag Tasikmalaya. Dengan koordinasi yang lebih baik, program dan pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat berjalan optimal, profesional, serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan.
Jabatan Bukan Sekadar Posisi
Pernyataan Kepala Kemenag Tasikmalaya tentang jabatan sebagai amanah menyentuh persoalan yang lebih mendasar dalam birokrasi: kewenangan selalu datang bersama tanggung jawab.
Jabatan boleh menjadi kepercayaan institusi. Namun, ukuran keberhasilannya bukan terletak pada posisi yang ditempati, melainkan pada bagaimana amanah tersebut dijalankan.
Sebab, jabatan mungkin diberikan melalui keputusan. Tetapi integritas, tanggung jawab, dan keteladanan harus dibuktikan melalui tindakan. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar