Garut Dilanda 7 Kebakaran Lahan dalam Sehari, Ini Lokasinya
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
- visibility 82
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Damkar Garut menangani kebakaran lahan di tujuh titik wilayah Garut, Sabtu (8/8/2026). (Foto: Damkar Garut).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran lahan Garut terjadi di tujuh titik berbeda pada Sabtu (8/8/2026). Dalam sehari, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut menangani kebakaran lahan dan kebun yang tersebar di Cibiuk, Cibalong, Wanaraja, Leles, Cilawu, Malangbong, hingga Leuwigoong.
Berdasarkan rilis Damkar Garut, mayoritas kejadian berkaitan dengan sisa pembakaran sampah dan aktivitas pembersihan lahan yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi lahan kering.
Tujuh kejadian tersebut berlangsung sejak siang hingga petang. Petugas dari sejumlah unit dan pos pemadam kebakaran bergerak menangani masing-masing titik sesuai wilayah penanganannya.
Kabar baiknya, seluruh titik api berhasil dipadamkan. Selain itu, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam rangkaian kebakaran lahan di Garut tersebut.
Cibalong Catat Kebakaran dengan Luasan Sekitar 4 Hektare
Salah satu kejadian dengan area terdampak paling luas terjadi di Kampung Sakambangan, Kecamatan Cibalong.
Menurut data dalam rilis Damkar Garut, kebakaran dilaporkan sekitar pukul 12.51 WIB dan melanda kebun dengan luas kurang lebih 4 hektare. Penanganan dilakukan UPT Damkar Pameungpeuk bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat.
Sebelumnya, petugas juga menangani kebakaran di Kampung Perum Mandala, Kecamatan Cibiuk. Peristiwa yang dilaporkan sekitar pukul 12.34 WIB itu melanda lahan seluas kurang lebih 200 meter persegi dan ditangani UPT Damkar Limbangan.
Kemudian, sekitar pukul 14.38 WIB, kebakaran terjadi di Kampung Babakan Tipar, Kecamatan Wanaraja. Area kebun seluas kurang lebih 300 meter persegi terdampak dan penanganannya dilakukan Pos Sektor Pangatikan.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya muncul di satu kawasan. Titik api tercatat di sejumlah wilayah Garut dalam rentang waktu yang berdekatan.
Sore Hari, Titik Api Muncul di Leles hingga Leuwigoong
Memasuki sore, laporan kebakaran kembali muncul di beberapa wilayah.
Di Kampung Ciburial, Kecamatan Leles, kebakaran terjadi sekitar pukul 15.10 WIB. Api melanda kebun bambu dengan luas kurang lebih 300 meter persegi dan ditangani Pos Damkar Leles.
Selanjutnya, sekitar pukul 17.00 WIB, kebakaran terjadi di Kampung Pasanggarahan, Kecamatan Cilawu. Area kebun bambu seluas kurang lebih 100 meter persegi terdampak. Mako Damkar Patriot menangani kejadian tersebut.
Tidak berselang lama, laporan datang dari Kampung Bunisari, Kecamatan Malangbong. Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.18 WIB di lahan kosong berukuran kurang lebih 50 x 150 meter. Penanganannya dilakukan Pos Damkar Malangbong.
Titik terakhir tercatat di Kampung Babakan, Kecamatan Leuwigoong, sekitar pukul 18.15 WIB. Kebakaran melanda kebun bambu dengan luasan sekitar 500 tumbak dan ditangani Pos Damkar Leles.
Dengan demikian, tujuh kejadian tersebut tercatat di Cibiuk, Cibalong, Wanaraja, Leles, Cilawu, Malangbong, dan Leuwigoong pada hari yang sama.
Mayoritas Berkaitan dengan Sisa Pembakaran
Dalam rilisnya, Damkar Garut menyampaikan bahwa mayoritas kebakaran lahan dan kebun tersebut berkaitan dengan sisa pembakaran sampah serta aktivitas pembersihan lahan yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Informasi itu menjadi perhatian karena api di area terbuka membutuhkan pengawasan. Ketika api tidak terkendali, kobaran dapat merambat ke lahan kering, semak, kebun, atau vegetasi lain di sekitarnya.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak membakar sampah sembarangan, terutama di dekat lahan kering dan kebun bambu.
Selain aktivitas manusia, Damkar Garut juga mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi lingkungan selama musim kemarau. Lahan yang kering dapat meningkatkan risiko ketika terdapat sumber api di sekitarnya.
Namun, data tersebut tidak berarti seluruh tujuh kejadian memiliki penyebab yang sama. Karena itu, informasi mengenai pemicu kebakaran tetap perlu merujuk pada keterangan resmi Damkar Garut.
Damkar Minta Warga Segera Laporkan Titik Api
Selain mencegah pembakaran terbuka, masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api yang berpotensi membesar.
Damkar Garut mengingatkan warga agar tidak menunda laporan, terutama jika api berada dekat kabel listrik, permukiman, atau area yang mudah terbakar.
Laporan sejak awal dapat membantu petugas merespons kejadian dengan lebih cepat. Karena itu, warga perlu memperhatikan lingkungan sekitar dan tidak membiarkan titik api tanpa pengawasan.
Rangkaian kebakaran lahan Garut pada Sabtu tersebut akhirnya dapat ditangani petugas. Seluruh titik api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan.
Meski demikian, munculnya tujuh titik kebakaran dalam satu hari menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika menggunakan api di area terbuka.
Tujuh titik api dalam sehari bukan sekadar angka. Saat lahan mengering dan api dibiarkan tanpa pengawasan, satu bara kecil dapat berubah menjadi kebakaran yang jauh lebih sulit dikendalikan. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar