2 Desa Wisata Jawa Barat Masuk 30 Besar, Ini Daftarnya
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi gambar desa wisata.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Desa Wisata Jawa Barat kembali mencatatkan capaian di tingkat nasional. Dua desa, yakni Desa Wisata Bantaragung di Kabupaten Majalengka dan Desa Wisata Gunung Malang di Kabupaten Bogor, masuk dalam 30 besar Wonderful Indonesia Awards 2026 kategori Desa dan Kampung Wisata.
Informasi tersebut dirilis melalui akun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat (Disparbud Jabar). Dalam publikasinya, Disparbud Jabar menyebut pemilihan dilakukan melalui proses verifikasi, kurasi, dan penilaian. Capaian tersebut sekaligus menempatkan dua desa asal Jawa Barat dalam persaingan penghargaan pariwisata tingkat nasional.
Sebelumnya, kedua desa memang telah melewati tahapan pengembangan dan seleksi di tingkat Jawa Barat. Pada Juli 2026, Disparbud Jabar menetapkan 15 pengelola desa/kampung wisata terbaik dalam ajang Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ ITDMA) 2026. Dalam daftar tersebut terdapat Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Bantar Agung.
Bantaragung dan Gunung Malang Bawa Nama Jabar
Dua desa yang kini masuk 30 besar memiliki karakter wisata yang berbeda.
Desa Wisata Bantaragung berada di Kabupaten Majalengka. Sementara itu, Desa Wisata Gunung Malang berada di Kabupaten Bogor.
Keduanya memperlihatkan bahwa potensi wisata Jawa Barat tidak hanya bertumpu pada objek wisata yang sudah populer. Kehidupan pedesaan, bentang alam, aktivitas masyarakat, produk lokal, hingga pengalaman berbasis budaya dapat menjadi kekuatan ketika dikelola secara serius.
Khusus Gunung Malang, sebelumnya desa tersebut masuk Top 15 SWJ ITDMA 2026 setelah bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat. Disparbud Jabar mencatat terdapat 44 peserta dalam ajang tersebut sebelum akhirnya terseleksi menjadi 15 pengelola terbaik.
Tahapan tersebut penting karena desa wisata tidak cukup hanya menawarkan pemandangan. Pengelolaan destinasi juga membutuhkan administrasi, atraksi, amenitas, aksesibilitas, serta promosi yang berjalan beriringan.
Bukan Sekadar Menjual Keindahan Alam
Ada hal menarik dari pencapaian dua desa wisata Jawa Barat tersebut.
Penghargaan pariwisata pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang memiliki panorama paling indah. Justru, kemampuan sebuah desa mengubah potensi lokal menjadi pengalaman wisata yang berkualitas menjadi bagian penting.
Platform resmi Wonderful Indonesia Awards 2026 menjelaskan bahwa kategori Desa Wisata dan Kampung Wisata memberikan apresiasi kepada pengelola yang berkontribusi dalam menciptakan destinasi unggulan, memberdayakan masyarakat, serta mendorong pariwisata berkelanjutan. Proses penilaiannya mencakup antara lain kelembagaan, pengelolaan, atraksi, lingkungan, ekonomi dan peran masyarakat, amenitas, aksesibilitas, homestay, kemitraan, serta aspek digital.
Karena itu, masuk 30 besar seharusnya tidak dipahami sebatas label promosi.
Ada pekerjaan yang lebih besar setelahnya.
Pengelola harus memastikan peningkatan kunjungan wisata benar-benar memberikan manfaat bagi warga. UMKM, kuliner, homestay, pemandu wisata, ekonomi kreatif, dan berbagai usaha lokal perlu mendapatkan ruang untuk tumbuh.
Pada saat yang sama, lingkungan juga harus tetap menjadi bagian dari perhitungan.
Dari Majalengka dan Bogor, Ada Tantangan Berikutnya
Capaian Bantaragung dan Gunung Malang tentu layak diapresiasi. Namun, 30 besar bukan garis akhir.
Justru setelah memperoleh perhatian nasional, standar yang harus dijaga semakin tinggi.
Wisatawan kini tidak hanya mencari tempat indah untuk berfoto. Mereka juga mencari pengalaman yang autentik, pelayanan yang baik, akses yang mudah, informasi digital yang jelas, serta interaksi yang memberikan kesan.
Karena itu, popularitas harus berjalan bersama kualitas.
Jika jumlah wisatawan meningkat tetapi sampah bertambah, lingkungan rusak, harga tidak terkendali, atau masyarakat lokal hanya menjadi penonton, maka pertumbuhan wisata belum bisa disebut sepenuhnya berhasil.
Sebaliknya, jika wisata mampu membuka ruang usaha baru, meningkatkan keterampilan warga, menjaga budaya, sekaligus melindungi lingkungan, maka penghargaan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar.
Hal itu sejalan dengan arah Wonderful Indonesia Awards 2026 yang menempatkan keberlanjutan, kualitas layanan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari tujuan penghargaan.
Prestasi Jabar Harus Berujung pada Manfaat Warga
Bagi Jawa Barat, keberhasilan dua desa tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem desa wisata Jawa Barat 2026.
Terlebih, sebelumnya Disparbud Jabar telah mendorong 15 pengelola desa/kampung wisata terbaik untuk meningkatkan kualitas melalui prinsip 5A dan 5K. Disparbud juga menekankan agar kompetisi tidak berhenti pada seremoni, tetapi memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Di titik inilah capaian Bantaragung dan Gunung Malang menjadi menarik untuk dikawal.
Sebab, penghargaan bisa mendatangkan perhatian. Akan tetapi, perhatian belum tentu otomatis mendatangkan kesejahteraan.
Diperlukan tata kelola yang konsisten, promosi yang proporsional, pelayanan yang baik, serta keterlibatan masyarakat secara nyata.
Bagi desa wisata lain di Jawa Barat, pencapaian dua desa tersebut juga bisa menjadi pemicu untuk berbenah. Potensi lokal tidak harus menunggu menjadi destinasi besar untuk mulai dikelola secara profesional.
30 Besar Bukan Akhir Perjalanan
Masuknya Desa Wisata Bantaragung dan Desa Wisata Gunung Malang ke 30 besar Wonderful Indonesia Awards 2026 menjadi kabar positif bagi pariwisata Jawa Barat.
Namun, ada pertanyaan yang jauh lebih penting daripada sekadar peringkat:
Apa yang terjadi setelah penghargaan itu datang?
Jika penghargaan hanya berhenti sebagai poster ucapan selamat, nilainya akan cepat hilang. Tetapi jika momentum tersebut mendorong wisatawan datang, UMKM tumbuh, warga memperoleh penghasilan, budaya tetap hidup, dan alam tetap terjaga, maka 30 besar itu benar-benar memiliki arti.
Sebab, desa wisata yang hebat bukan hanya yang berhasil masuk daftar terbaik, melainkan yang membuat warganya ikut merasakan manfaat dari setiap wisatawan yang datang. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar