Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Viman Benahi Drainase Kalangsari Setelah 15 Tahun

Viman Benahi Drainase Kalangsari Setelah 15 Tahun

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Drainase Kalangsari akhirnya menjadi prioritas penanganan setelah bertahun-tahun memicu banjir Kalangsari setiap kali hujan deras mengguyur kawasan Jalan Moh. Hatta, Kota Tasikmalaya. Untuk memastikan percepatan penanganan, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, turun langsung meninjau lokasi. Selain itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan perbaikan drainase Tasikmalaya akan dilakukan melalui sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, Viman melihat langsung kondisi saluran drainase yang selama ini menjadi penyebab utama genangan air di ruas jalan nasional tersebut. Ia menegaskan pemerintah tidak ingin persoalan yang telah berlangsung selama belasan tahun terus membebani masyarakat.

“Hari ini kami sidak langsung ke Jalan Moh. Hatta Kalangsari. Ada permasalahan genangan yang diakibatkan curah hujan sangat tinggi,” ujar Viman saat meninjau lokasi.

Drainase Tak Pernah Direkayasa Selama 15 Tahun

Menurut Viman, genangan yang kerap muncul di kawasan Kalangsari bukan semata-mata disebabkan tingginya intensitas hujan. Sebaliknya, akar persoalannya berasal dari sistem drainase yang sudah lama tidak mendapatkan penanganan menyeluruh.

Ia menjelaskan Jalan Moh. Hatta berstatus sebagai jalan nasional. Karena itu, perubahan konstruksi maupun rekayasa drainase memerlukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Sudah sekitar 15 tahun belum ada rekayasa perbaikan drainase maupun pembangunan ulang pada ruas jalan ini. Itulah yang menjadi penyebab utama persoalan banjir,” jelasnya.

Akibat kondisi tersebut, air hujan kerap meluap ke badan jalan. Dampaknya, arus lalu lintas melambat, aktivitas warga terganggu, bahkan sejumlah titik kerap tergenang selama beberapa waktu setelah hujan berhenti.

Kementerian PU Turun Tangan Tangani Genangan

Di sisi lain, Viman membawa kabar baik bagi masyarakat Kalangsari. Pemerintah Kota Tasikmalaya telah memperoleh dukungan dari Kementerian PU untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan tersebut.

Menurutnya, bantuan itu menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan yang selama ini belum terselesaikan. Melalui pekerjaan tersebut, aliran air akan diarahkan menuju saluran Ciloseh sehingga genangan dapat berkurang secara signifikan.

“Alhamdulillah ada bantuan dari Kementerian PU. Dengan pekerjaan ini kami berharap banjir di Kalangsari tidak terjadi lagi karena aliran air akan dialirkan menuju Ciloseh,” katanya.

Lebih lanjut, Viman menegaskan Pemkot Tasikmalaya juga akan mengambil peran dengan memperbaiki saluran di kawasan Ciloseh sebagai titik akhir pembuangan air. Dengan demikian, seluruh sistem drainase dapat bekerja secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Pemkot Perkuat Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

Selain mengoptimalkan pekerjaan fisik, Pemerintah Kota Tasikmalaya akan terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian PU. Langkah tersebut dinilai penting karena kewenangan Jalan Moh. Hatta berada di bawah pemerintah pusat.

Menurut Viman, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci agar proses pembangunan berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan.

Ia juga menegaskan bahwa sidak yang dilakukan bukan sekadar kunjungan lapangan. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan setiap persoalan infrastruktur memperoleh solusi nyata.

Karena itu, Pemkot tidak hanya fokus memperbaiki saluran di satu titik, melainkan juga menyusun penanganan menyeluruh agar aliran air tetap lancar ketika curah hujan meningkat.

Warga Menaruh Harapan Besar

Rencana perbaikan drainase mendapat respons positif dari masyarakat Kalangsari. Selama bertahun-tahun warga menghadapi genangan yang menghambat mobilitas, mengganggu aktivitas ekonomi, hingga meningkatkan risiko kerusakan lingkungan sekitar.

Kini, harapan mulai tumbuh setelah adanya kepastian penanganan dari pemerintah daerah bersama Kementerian PU. Masyarakat berharap proyek tersebut segera terealisasi sehingga kawasan Kalangsari terbebas dari banjir musiman.

Apabila sistem drainase berfungsi optimal, arus lalu lintas di Jalan Moh. Hatta akan lebih lancar, aktivitas masyarakat berjalan normal, dan risiko genangan yang selama ini menjadi keluhan utama dapat ditekan.

Pemerintah Kota Tasikmalaya pun memastikan akan terus mengawal proses pelaksanaan pekerjaan hingga selesai agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Banjir bukan takdir jika infrastruktur dikelola dengan serius. Ketika pemerintah bergerak cepat dan bekerja bersama, harapan warga berubah menjadi solusi nyata yang mengalir hingga ke hilir. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pengantin pesanan

    KJRI Guangzhou Pulangkan Korban Pengantin Pesanan dan Dorong Penindakan TPPO

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KJRI Guangzhou memulangkan korban pengantin pesanan dan mendorong penindakan kasus TPPO lintas negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Reni Rahmawati, Warga Negara Indonesia asal Sukabumi, akhirnya dipulangkan setelah menjadi korban praktik pengantin pesanan di China. Kepulangannya pada Selasa, 18 November 2025, menandai berakhirnya proses hukum perceraiannya dengan suami warga negara China. Kasus ini penting karena memperlihatkan kembali […]

  • Kendangers Tasikmalaya

    Diky Candranegara Ikut Menabuh Kendang di Dadaha

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara puluhan kendang bersahut-sahutan memecah malam di Selasar Gedung Creative Centre Dadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (21/6/2026). Dentuman ritmis yang menggetarkan itu menjadi penanda lahirnya Kendangers Tasikmalaya, sebuah komunitas penabuh kendang yang kini menghimpun ratusan seniman dari wilayah Priangan Timur. Peluncuran komunitas pecinta kendang Sunda tersebut berlangsung dalam acara bertajuk Gaung Kendang. […]

  • Tafsir Al-Kahfi 79

    Tafsir Al-Kahfi 79: Kadang Allah Melukai untuk Menyelamatkan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Setiap Jumat pagi, Surah Al-Kahfi dibaca di banyak masjid. Ada jamaah yang membukanya dari mushaf dengan sampul yang mulai pudar karena sering disentuh. Ada pula yang membacanya dari layar ponsel sambil menunggu khatib naik mimbar. Ayat demi ayat dilantunkan. Lalu berlalu. Padahal di antara ayat-ayat itu terdapat satu kisah yang sangat dekat […]

  • Ilustrasi Nusaibah binti Ka’ab mengangkat pedang melindungi Rasulullah di medan Perang Uhud dengan latar pasukan

    Nusaibah binti Ka’ab: Saat Seorang Wanita Jadi Perisai Rasulullah

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Debu Perang Uhud belum mengendap ketika situasi berubah menjadi kacau. Sebagian pasukan mundur, barisan terpecah, dan ancaman datang dari segala arah. Di tengah kekacauan itu, Nusaibah binti Ka’ab melangkah maju. Pejuang wanita Islam ini tidak bersembunyi. Ia justru berdiri paling dekat dengan Rasulullah SAW, mengangkat pedang, lalu menghadang serangan demi serangan. Kisah […]

  • banjir Pidie Jaya

    Pemkab Investigasi Banjir Pidie Jaya yang Seret Gajah Sumatera

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Banjir Pidie Jaya menyeret gajah Sumatera hingga tewas. Warga kesulitan evakuasi, pemerintah cek kondisi hutan. albadarpost.com, HUMANIORA – Seekor gajah Sumatera ditemukan mati akibat banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Bangkai satwa dilindungi itu terjepit tumpukan kayu hutan dan lumpur di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu. Penemuan ini memicu pertanyaan baru soal penyebab banjir […]

  • Ilustrasi lahan kering retak saat musim kemarau 2026 dengan latar langit cerah dan suhu panas ekstrem.

    Kemarau 2026 Capai Puncak Agustus, BMKG Minta Waspada!

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 atau kemarau 2026 akan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Selain datang lebih awal di sejumlah wilayah, periode kering tahun ini juga berpotensi memicu kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, masyarakat dan pemerintah daerah diminta segera menyiapkan langkah antisipasi. […]

expand_less