Proyek Kos Jatinangor Berujung Maut
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi petugas sedang membersihkan puing-puing TPT yang ambruk.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – TPT Ambruk Jatinangor Sumedang terjadi di lokasi pembangunan rumah kos di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Tembok penahan tebing yang roboh itu mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan satu pekerja lainnya mengalami luka. Berdasarkan keterangan Kapolsek Jatinangor Kompol Rogers Thomas, peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan dan dugaan penyebab ambruknya struktur belum dapat dipastikan.
Saat kejadian, delapan pekerja sedang melakukan penggalian fondasi bangunan. Tiba-tiba, tembok penahan tebing setinggi sekitar delapan meter runtuh dan menimpa dua pekerja yang berada di area galian.
Suara keras dari lokasi proyek membuat warga sekitar berdatangan. Tidak lama kemudian, petugas gabungan tiba untuk melakukan evakuasi sekaligus mengamankan area kejadian.
Polisi Duga Getaran Penggalian Memengaruhi Struktur TPT
Kompol Rogers Thomas mengatakan, berdasarkan penyelidikan awal, ambruknya tembok penahan tebing diduga berkaitan dengan getaran yang muncul saat proses penggalian fondasi berlangsung.
Menurutnya, getaran tersebut diduga memengaruhi fondasi gantung yang berada di atas area galian sehingga struktur kehilangan daya dukung dan akhirnya roboh.
“Pada saat penggalian fondasi dasar, TPT yang berada di atas diduga terdampak getaran dari aktivitas penggalian sehingga fondasi gantung tersebut roboh,” ujar Rogers di lokasi kejadian.
Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut. Aparat masih mengumpulkan keterangan, memeriksa kondisi lokasi, dan mendalami berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan peristiwa itu.
Satu Pekerja Meninggal, Satu Korban Jalani Perawatan
Dua pekerja menjadi korban dalam insiden tersebut. Mereka adalah Dodo (45) dan Ikun (60), warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor.
Ikun berhasil menghindari sebagian material yang runtuh. Namun, ia tetap mengalami luka akibat tertimpa puing dan segera mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran (RS Unpad).
Sementara itu, Dodo tidak sempat menyelamatkan diri ketika tembok penahan tebing ambruk. Material bangunan menimbunnya hingga akhirnya meninggal dunia.
Kompol Rogers Thomas menjelaskan bahwa dari delapan pekerja yang berada di lokasi proyek, dua orang menjadi korban langsung akibat runtuhan.
Korban meninggal kemudian dibawa ke Puskesmas Jatinangor untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.
Petugas Evakuasi Korban dan Amankan Lokasi Proyek
Setelah menerima laporan, petugas gabungan langsung menuju lokasi kejadian. Tim segera melakukan evakuasi terhadap korban yang tertimbun material runtuhan.
Proses penyelamatan berlangsung cukup hati-hati mengingat kondisi struktur di sekitar lokasi masih berpotensi mengalami pergerakan.
Usai mengevakuasi korban, petugas memasang garis pengaman di sekitar proyek. Langkah tersebut dilakukan agar proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan dapat berjalan dengan aman.
Proyek Pembangunan Rumah Kos Dihentikan Sementara
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa proyek yang sedang dikerjakan merupakan pembangunan rumah kos di Desa Hegarmanah.
Sebagai langkah antisipasi, kepolisian mengimbau agar seluruh aktivitas pembangunan dihentikan sementara hingga penyelidikan selesai.
Imbauan tersebut disampaikan melalui pemerintah desa beserta unsur terkait untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan pekerja maupun masyarakat di sekitar lokasi.
Selain itu, penghentian sementara proyek juga bertujuan memberikan ruang bagi penyidik untuk memeriksa kondisi struktur tembok penahan tebing secara menyeluruh.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti ambruknya tembok penahan tebing di lokasi proyek pembangunan rumah kos tersebut.
Polisi juga akan mendalami berbagai aspek yang berkaitan dengan pekerjaan konstruksi, termasuk kondisi struktur penahan tanah, metode pelaksanaan penggalian, serta faktor lain yang berpotensi memengaruhi terjadinya insiden.
Hasil penyelidikan tersebut akan menjadi dasar bagi aparat dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
Satu pekerja kehilangan nyawa dalam insiden yang masih menyisakan banyak pertanyaan. Kini, seluruh perhatian tertuju pada hasil penyelidikan aparat untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya tembok penahan tebing sekaligus mencegah tragedi serupa kembali terjadi. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar