Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sumur Mengering, Ratusan Warga Ciamis Berebut Air Bersih

Sumur Mengering, Ratusan Warga Ciamis Berebut Air Bersih

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHKekeringan Ciamis mulai menunjukkan dampak nyata di sejumlah wilayah. Ratusan warga mengalami krisis air bersih setelah sumur dan sumber mata air menyusut akibat musim kemarau. Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis bergerak cepat dengan menyalurkan 10.000 liter air bersih ke Dusun Panamun, Desa Kawasen, Kecamatan Kawasen, Rabu (8/7/2026).

Bantuan itu menjadi penopang kebutuhan dasar bagi masyarakat yang dalam beberapa hari terakhir kesulitan memperoleh air untuk minum, memasak, mandi, hingga mencuci.

Data BPBD Kabupaten Ciamis menunjukkan, kekeringan di Dusun Panamun telah berdampak pada tiga rukun tetangga (RT). Total warga yang terdampak mencapai 183 kepala keluarga atau sekitar 422 jiwa.

Sumur Warga Mengering, Aktivitas Sehari-hari Mulai Terganggu

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan pihaknya menerima laporan permintaan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Kawasen setelah kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan.

Menurutnya, sebagian besar sumur milik warga mulai mengering. Selain itu, debit mata air yang selama ini menjadi sumber kebutuhan masyarakat terus menurun seiring minimnya curah hujan.

Akibatnya, banyak keluarga harus menghemat penggunaan air. Bahkan, sebagian warga kesulitan memenuhi kebutuhan paling mendasar, mulai dari memasak hingga menjaga kebersihan rumah.

Melihat kondisi tersebut, BPBD Ciamis langsung mengerahkan mobil tangki untuk mengirim bantuan air bersih ke titik-titik yang paling membutuhkan.

“Kami berupaya agar kebutuhan dasar air bersih warga bisa segera terpenuhi, sambil terus memantau perkembangan di lapangan,” ujar Ani Supiani saat dihubungi melalui telepon.

BPBD Salurkan 10.000 Liter Air Bersih

Tak lama setelah menerima laporan, petugas BPBD mendistribusikan sekitar 10.000 liter air bersih kepada masyarakat Dusun Panamun.

Mobil tangki berhenti di beberapa lokasi yang telah ditentukan agar warga lebih mudah mengambil air. Selanjutnya, masyarakat datang membawa jeriken, ember, galon, hingga drum penampungan untuk memenuhi kebutuhan keluarga masing-masing.

Suasana distribusi berlangsung tertib. Warga bergotong royong membantu proses penyaluran sehingga bantuan dapat diterima lebih cepat oleh seluruh penerima manfaat.

Langkah cepat tersebut menjadi upaya awal pemerintah daerah untuk mengurangi dampak kekeringan Ciamis yang mulai dirasakan masyarakat pada musim kemarau tahun ini.

Wilayah Perbukitan Menjadi Lokasi Paling Rentan

Ani menjelaskan, kemarau yang berlangsung cukup panjang diduga menjadi penyebab utama menurunnya cadangan air tanah di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis.

Curah hujan yang rendah membuat debit mata air terus berkurang. Kondisi itu paling terasa di daerah perbukitan seperti Dusun Panamun karena akses terhadap sumber air alternatif relatif terbatas.

Apabila kondisi cuaca tidak segera berubah, potensi bertambahnya wilayah yang mengalami krisis air bersih tetap perlu diwaspadai.

Karena itu, BPBD terus memantau perkembangan situasi sekaligus menyiapkan langkah antisipasi apabila kebutuhan air bersih meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Warga Diminta Hemat Air dan Segera Melapor

Selain menyalurkan bantuan, BPBD Kabupaten Ciamis juga mengajak masyarakat menggunakan air secara lebih bijaksana selama musim kemarau berlangsung.

Ani mengimbau warga memanfaatkan air sesuai kebutuhan serta menampung air hujan apabila memungkinkan. Ia juga meminta pemerintah desa segera berkoordinasi apabila mulai muncul tanda-tanda kekeringan di wilayah lain.

“Kami mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air. Jika ada dusun atau desa lain yang mulai mengalami krisis air bersih, segera koordinasikan dengan BPBD maupun pemerintah desa agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.

Langkah pelaporan sejak dini dinilai penting agar distribusi bantuan dapat dilakukan sebelum kondisi kekeringan semakin meluas.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Ciamis memastikan akan terus memonitor perkembangan musim kemarau dan menyesuaikan penyaluran bantuan apabila jumlah warga terdampak terus bertambah.

Saat kemarau terus menguras cadangan air, setiap tetes menjadi harapan. Respons cepat pemerintah memang penting, tetapi menjaga air tetap tersedia adalah tanggung jawab yang harus dimulai sebelum sumur terakhir ikut mengering. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • moratorium hutan

    Moratorium Penebangan Hutan: Strategi Jawa Barat Jaga Penyangga Ekologi

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan untuk menekan risiko bencana dan kerusakan ekologis. albadarpost.com, HUMANIORA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan di kawasan rawan bencana. Kebijakan ini disiapkan untuk menahan laju kerusakan lingkungan dan meminimalkan potensi banjir, longsor, serta krisis ekologis. Moratorium hutan disebut […]

  • Strategi branding sekolah untuk membangun kepercayaan publik dan daya saing pendidikan nasional

    Branding Sekolah dan Tanggung Jawab Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di tengah meningkatnya persaingan dunia pendidikan, sekolah tidak lagi cukup berperan sebagai ruang transfer pengetahuan. Kini, masyarakat menuntut lebih dari sekadar capaian akademik. Selain mutu pembelajaran, orang tua juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter, kejelasan arah pendidikan, serta nilai-nilai yang ditanamkan. Oleh karena itu, situasi ini menandai perubahan mendasar dalam cara […]

  • Ilustrasi siswa melawan guru di kelas sebagai simbol bullying siswa ke guru Purwakarta dan krisis etika pendidikan

    Ketika Murid Tak Lagi Hormati Guru: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Sekolah?

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL — Kasus bullying siswa ke guru di Purwakarta bukan sekadar video viral yang lewat di timeline. Ini lebih dari itu. Ini cermin. Dan yang terlihat di dalamnya tidak nyaman. Fenomena siswa lawan guru, krisis etika di sekolah, hingga sorotan pada lingkungan pendidikan seperti SMAN 1 Purwakarta—semuanya seperti potongan puzzle yang akhirnya membentuk satu […]

  • nasi goreng spesial

    Menu Keluarga: Nasi Goreng Spesial Praktis

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Nasi goreng spesial Laziiz jadi menu keluarga praktis, bergizi, dan terjangkau dengan bahan sederhana. albadarpost.com, LIFESTYLE – Menu nasi goreng spesial Laziiz menjadi pilihan keluarga untuk mengolah makanan rumahan yang praktis, bergizi, dan terjangkau. Dengan bahan sederhana dan waktu memasak sekitar 35 menit, menu ini menjawab kebutuhan keluarga akan hidangan cepat tanpa mengabaikan nilai gizi. […]

  • Medali Wushu Kris Dayanti

    Medali Wushu Kris Dayanti di Kejuaraan Dunia, Bukti Konsistensi dan Disiplin

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Medali Wushu Kris Dayanti di kejuaraan dunia menegaskan konsistensi latihan, disiplin, dan semangat tanpa batas usia. albadarpost.com, PELITA – Penyanyi sekaligus anggota DPR RI Kris Dayanti kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena karya musik atau kiprahnya di parlemen, melainkan karena keberhasilannya meraih medali wushu Kris Dayanti berupa medali perak pada ajang World Wushu […]

  • Ilustrasi empat golongan dirindukan surga: pembaca Quran, penjaga lisan, dermawan, dan orang berpuasa Ramadan.

    Empat Golongan Manusia yang Dirindukan Surga

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Empat Golongan Dirindukan Surga menjadi kabar langit yang menggetarkan jiwa. Dalam hadis Nabi ﷺ, disebutkan bahwa surga merindukan empat tipe manusia: pecinta Al-Qur’an, penjaga lisan, orang dermawan, dan ahli puasa Ramadan. Ini bukan sekadar kabar gembira; ia adalah peta ruhani menuju taman keabadian. Maka, ketika dunia sibuk menghitung laba, langit justru menghitung […]

expand_less