Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Alam Adalah Kegelapan, Mengapa Hati Tetap Buta?

Alam Adalah Kegelapan, Mengapa Hati Tetap Buta?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHAlam adalah kegelapan. Kalimat ini mungkin terdengar mengejutkan. Bukankah setiap hari mata menyaksikan cahaya matahari, gemerlap kota, serta keindahan pegunungan dan lautan? Namun, Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari melalui Kitab Al-Hikam justru mengajak manusia melihat lebih dalam. Menurut beliau, hakikat alam tidak memiliki cahaya dari dirinya sendiri. Seluruh keberadaan memperoleh makna dan kehidupan karena cahaya Allah, bukan karena kekuatan makhluk.

Di tengah kemajuan teknologi, manusia semakin mudah mengukur pencapaian dunia. Nilai investasi, jumlah pengikut media sosial, hingga karier menjadi indikator keberhasilan. Di sisi lain, ruang untuk merenungkan hubungan dengan Allah sering kali semakin sempit. Fenomena inilah yang membuat hikmah Al-Hikam tetap relevan hingga hari ini.

Hikmah Al-Hikam: Cahaya Alam Berasal dari Allah

Syekh Ibnu Athaillah menulis sebuah hikmah yang sangat masyhur:

اَلْكَوْنُ كُلُّهُ ظُلْمَةٌ، وَإِنَّمَا أَنَارَهُ ظُهُورُ الْحَقِّ فِيهِ، فَمَنْ رَأَى الْكَوْنَ وَلَمْ يَشْهَدْهُ فِيهِ أَوْ عِنْدَهُ أَوْ قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ، فَقَدْ أَعْوَزَهُ وُجُودُ الْأَنْوَارِ، وَحُجِبَتْ عَنْهُ شُمُوسُ الْمَعَارِفِ بِسُحُبِ الْآثَارِ.

Artinya:

“Seluruh alam adalah kegelapan. Yang meneranginya hanyalah tampaknya Al-Haqq (Allah) padanya. Barang siapa melihat alam tetapi tidak menyaksikan Allah di dalamnya, di sisinya, sebelumnya, maupun sesudahnya, maka ia kehilangan cahaya. Matahari-matahari makrifat pun tertutup darinya oleh awan-awan bekas ciptaan.”

Hikmah tersebut tidak mengajarkan manusia menjauhi dunia. Sebaliknya, Ibnu Athaillah mengingatkan agar manusia tidak berhenti pada keindahan ciptaan, tetapi melanjutkan pandangannya kepada Sang Pencipta.

Dalam tradisi tasawuf Ahlusunah, seluruh makhluk dipandang sebagai ayat-ayat kauniyah, yakni tanda-tanda yang mengarahkan hati untuk mengenal Allah, bukan tujuan akhir yang layak dipuja.

Ketika Sebab Dianggap Segalanya

Tidak sedikit orang bekerja keras demi keluarga, mengejar pendidikan tinggi, atau membangun usaha. Semua itu merupakan ikhtiar yang dianjurkan Islam. Namun persoalan muncul ketika hati menggantungkan harapan sepenuhnya kepada sebab, lalu melupakan Dzat yang menciptakan sebab tersebut.

Rumah dapat memberi kenyamanan, tetapi bukan sumber ketenteraman.

Harta dapat memenuhi kebutuhan, tetapi bukan pencipta rezeki.

Manusia dapat menolong, tetapi bukan pemilik pertolongan.

Allah SWT berfirman:

فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ

“Ke mana pun kamu menghadap, di situlah (tanda-tanda kebesaran) Allah.” (QS. Al-Baqarah: 115).

Ayat ini mengajarkan bahwa alam semesta menyimpan jejak kekuasaan Allah. Oleh sebab itu, seorang mukmin memandang dunia sebagai jalan menuju pengenalan kepada-Nya.

Makrifat Tidak Lahir dari Mata, Melainkan Hati

Di era digital, manusia mampu mengetahui berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Namun pengetahuan tidak selalu berbanding lurus dengan kebijaksanaan.

Seseorang mungkin mengetahui banyak hal tentang dunia, tetapi belum tentu mengenal Tuhannya dengan baik.

Karena itu, para ulama tasawuf menekankan pentingnya membersihkan hati. Hati yang bersih lebih mudah menangkap hikmah di balik setiap peristiwa, baik ketika menerima nikmat maupun menghadapi ujian.

Allah SWT berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Ketenangan sejati tidak lahir semata-mata dari keberlimpahan materi, melainkan dari kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya.

Amal Membuka Pintu Ilmu

Dalam literatur tasawuf juga dikenal sebuah riwayat yang populer:

مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ وَرَّثَهُ اللَّهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya:

“Barang siapa mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya, Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya.”

Riwayat ini banyak dikutip para ulama sebagai motivasi untuk mengamalkan ilmu. Namun demikian, para ahli hadis berbeda pendapat mengenai kekuatan sanadnya. Oleh karena itu, lebih tepat memahaminya sebagai nasihat yang masyhur di kalangan ulama, bukan sebagai hadis sahih yang disepakati.

Jangan Berhenti Mengagumi Ciptaan

Setiap bunga menunjukkan keindahan Penciptanya.

Setiap rezeki mengingatkan adanya Ar-Razzāq.

Dan setiap napas menjadi bukti kasih sayang Allah.

Semakin seseorang mengenal Allah, semakin ia memandang dunia secara proporsional. Ia tetap bekerja, berikhtiar, dan membangun kehidupan. Namun seluruh usahanya bermuara kepada Allah, bukan kepada dunia itu sendiri.

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.” (HR. Bukhari).

Hadis ini mengingatkan bahwa dunia merupakan tempat singgah, bukan tujuan akhir perjalanan manusia.

Kemajuan zaman menghadirkan banyak kemudahan. Namun di saat yang sama, manusia perlu menjaga agar hati tidak larut dalam pesona dunia hingga melupakan sumber segala cahaya.

Sebagaimana diingatkan Syekh Ibnu Athaillah, alam tidak memiliki cahaya dari dirinya sendiri. Cahaya itu berasal dari Allah. Karena itu, semakin dalam seseorang mengenal Tuhannya, semakin bijaksana pula ia memandang dunia.

Jangan sampai mata terpukau oleh terang dunia, sementara hati kehilangan Cahaya yang menerangi kehidupan. Sebab, dunia hanya memantulkan sinar, sedangkan Allah adalah sumber segala cahaya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • peran ayah

    “Ayah Ambil Rapor”, Kebijakan Hangat yang Dangkal

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai kebijakan ayah ambil rapor bersifat simbolik dan belum menyentuh akar krisis pengasuhan. Kebijakan Ringan di Tengah Masalah Berat albadarpost.com, EDITORIAL – Negara kembali menghadirkan kebijakan yang terdengar hangat, mudah diterima, dan cepat viral: Gerakan Ayah Mengambil Rapor. Pesannya sederhana. Ayah diminta hadir ke sekolah saat pembagian rapor. Tujuannya mulia, mendorong keterlibatan ayah […]

  • Ribuan pengunjung memadati Singapore Airshow 2026 dengan latar pesawat tempur dan komersial, mencerminkan kebangkitan industri penerbangan Asia.

    Tiket Singapore Airshow Sold Out, Sinyal Bangkitnya Aviasi Asia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Singapore Airshow 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pameran kedirgantaraan paling berpengaruh di dunia. Antusiasme publik yang tinggi terlihat jelas sejak hari pertama pembukaan untuk umum. Tiket kunjungan bahkan dilaporkan sold out, mencerminkan besarnya minat masyarakat sekaligus kepercayaan industri terhadap masa depan penerbangan Asia. Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Singapore […]

  • pilkades elektronik

    Pilkades Elektronik Karawang dalam Ujian Hukum Tata Negara

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Pilkades elektronik Karawang membuka debat efisiensi demokrasi dan dampaknya bagi anggaran serta partisipasi warga. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Penerapan pemilihan kepala desa (pilkades) elektronik secara luring di Kabupaten Karawang membuka babak baru dalam praktik demokrasi lokal. Di balik klaim efisiensi anggaran dan lonjakan partisipasi pemilih, terdapat pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana posisi pilkades elektronik dalam kerangka […]

  • Petugas Sensus Palsu

    Waspada Petugas Sensus Palsu, Jangan Asal Beri Data

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Petugas sensus palsu menjadi ancaman yang patut diwaspadai selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Di tengah proses pendataan yang berlangsung di berbagai daerah, masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap oknum yang mengaku sebagai petugas sensus untuk memperoleh data pribadi, identitas, maupun informasi keuangan. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi Diskominfo Jabar, […]

  • HSBC Rain Vortex

    HSBC Rain Vortex Digelar, Daya Tarik Jewel Changi Kian Konsisten

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Pertunjukan HSBC Rain Vortex di Jewel Changi menguatkan strategi pariwisata Singapura berbasis ruang publik ikonik. Atraksi Ikonik yang Menggerakkan Pariwisata albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pengelola Jewel Changi Airport, Singapura, kembali menggelar pertunjukan HSBC Rain Vortex pada Sabtu, 13 Desember 2025. Atraksi air terjun dalam ruangan tertinggi di dunia itu menjadi magnet pengunjung, baik wisatawan mancanegara […]

  • Literasi Keuangan Prajurit

    Kodim Tasikmalaya Bangun Ketahanan Ekonomi Prajurit

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Literasi keuangan prajurit kini tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan bagian penting dari kesiapan seorang prajurit menghadapi masa depan. Kesadaran itulah yang mulai diperkuat Kodim 0612/Tasikmalaya melalui edukasi mengenai tabungan haji dan tabungan emas berbasis syariah bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Di tengah meningkatnya tantangan ekonomi keluarga, kemampuan mengelola keuangan […]

expand_less