Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Alam Adalah Kegelapan, Mengapa Hati Tetap Buta?

Alam Adalah Kegelapan, Mengapa Hati Tetap Buta?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 204
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHAlam adalah kegelapan. Kalimat ini mungkin terdengar mengejutkan. Bukankah setiap hari mata menyaksikan cahaya matahari, gemerlap kota, serta keindahan pegunungan dan lautan? Namun, Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari melalui Kitab Al-Hikam justru mengajak manusia melihat lebih dalam. Menurut beliau, hakikat alam tidak memiliki cahaya dari dirinya sendiri. Seluruh keberadaan memperoleh makna dan kehidupan karena cahaya Allah, bukan karena kekuatan makhluk.

Di tengah kemajuan teknologi, manusia semakin mudah mengukur pencapaian dunia. Nilai investasi, jumlah pengikut media sosial, hingga karier menjadi indikator keberhasilan. Di sisi lain, ruang untuk merenungkan hubungan dengan Allah sering kali semakin sempit. Fenomena inilah yang membuat hikmah Al-Hikam tetap relevan hingga hari ini.

Hikmah Al-Hikam: Cahaya Alam Berasal dari Allah

Syekh Ibnu Athaillah menulis sebuah hikmah yang sangat masyhur:

اَلْكَوْنُ كُلُّهُ ظُلْمَةٌ، وَإِنَّمَا أَنَارَهُ ظُهُورُ الْحَقِّ فِيهِ، فَمَنْ رَأَى الْكَوْنَ وَلَمْ يَشْهَدْهُ فِيهِ أَوْ عِنْدَهُ أَوْ قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ، فَقَدْ أَعْوَزَهُ وُجُودُ الْأَنْوَارِ، وَحُجِبَتْ عَنْهُ شُمُوسُ الْمَعَارِفِ بِسُحُبِ الْآثَارِ.

Artinya:

“Seluruh alam adalah kegelapan. Yang meneranginya hanyalah tampaknya Al-Haqq (Allah) padanya. Barang siapa melihat alam tetapi tidak menyaksikan Allah di dalamnya, di sisinya, sebelumnya, maupun sesudahnya, maka ia kehilangan cahaya. Matahari-matahari makrifat pun tertutup darinya oleh awan-awan bekas ciptaan.”

Hikmah tersebut tidak mengajarkan manusia menjauhi dunia. Sebaliknya, Ibnu Athaillah mengingatkan agar manusia tidak berhenti pada keindahan ciptaan, tetapi melanjutkan pandangannya kepada Sang Pencipta.

Dalam tradisi tasawuf Ahlusunah, seluruh makhluk dipandang sebagai ayat-ayat kauniyah, yakni tanda-tanda yang mengarahkan hati untuk mengenal Allah, bukan tujuan akhir yang layak dipuja.

Ketika Sebab Dianggap Segalanya

Tidak sedikit orang bekerja keras demi keluarga, mengejar pendidikan tinggi, atau membangun usaha. Semua itu merupakan ikhtiar yang dianjurkan Islam. Namun persoalan muncul ketika hati menggantungkan harapan sepenuhnya kepada sebab, lalu melupakan Dzat yang menciptakan sebab tersebut.

Rumah dapat memberi kenyamanan, tetapi bukan sumber ketenteraman.

Harta dapat memenuhi kebutuhan, tetapi bukan pencipta rezeki.

Manusia dapat menolong, tetapi bukan pemilik pertolongan.

Allah SWT berfirman:

فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ

“Ke mana pun kamu menghadap, di situlah (tanda-tanda kebesaran) Allah.” (QS. Al-Baqarah: 115).

Ayat ini mengajarkan bahwa alam semesta menyimpan jejak kekuasaan Allah. Oleh sebab itu, seorang mukmin memandang dunia sebagai jalan menuju pengenalan kepada-Nya.

Makrifat Tidak Lahir dari Mata, Melainkan Hati

Di era digital, manusia mampu mengetahui berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Namun pengetahuan tidak selalu berbanding lurus dengan kebijaksanaan.

Seseorang mungkin mengetahui banyak hal tentang dunia, tetapi belum tentu mengenal Tuhannya dengan baik.

Karena itu, para ulama tasawuf menekankan pentingnya membersihkan hati. Hati yang bersih lebih mudah menangkap hikmah di balik setiap peristiwa, baik ketika menerima nikmat maupun menghadapi ujian.

Allah SWT berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Ketenangan sejati tidak lahir semata-mata dari keberlimpahan materi, melainkan dari kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya.

Amal Membuka Pintu Ilmu

Dalam literatur tasawuf juga dikenal sebuah riwayat yang populer:

مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ وَرَّثَهُ اللَّهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya:

“Barang siapa mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya, Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya.”

Riwayat ini banyak dikutip para ulama sebagai motivasi untuk mengamalkan ilmu. Namun demikian, para ahli hadis berbeda pendapat mengenai kekuatan sanadnya. Oleh karena itu, lebih tepat memahaminya sebagai nasihat yang masyhur di kalangan ulama, bukan sebagai hadis sahih yang disepakati.

Jangan Berhenti Mengagumi Ciptaan

Setiap bunga menunjukkan keindahan Penciptanya.

Setiap rezeki mengingatkan adanya Ar-Razzāq.

Dan setiap napas menjadi bukti kasih sayang Allah.

Semakin seseorang mengenal Allah, semakin ia memandang dunia secara proporsional. Ia tetap bekerja, berikhtiar, dan membangun kehidupan. Namun seluruh usahanya bermuara kepada Allah, bukan kepada dunia itu sendiri.

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.” (HR. Bukhari).

Hadis ini mengingatkan bahwa dunia merupakan tempat singgah, bukan tujuan akhir perjalanan manusia.

Kemajuan zaman menghadirkan banyak kemudahan. Namun di saat yang sama, manusia perlu menjaga agar hati tidak larut dalam pesona dunia hingga melupakan sumber segala cahaya.

Sebagaimana diingatkan Syekh Ibnu Athaillah, alam tidak memiliki cahaya dari dirinya sendiri. Cahaya itu berasal dari Allah. Karena itu, semakin dalam seseorang mengenal Tuhannya, semakin bijaksana pula ia memandang dunia.

Jangan sampai mata terpukau oleh terang dunia, sementara hati kehilangan Cahaya yang menerangi kehidupan. Sebab, dunia hanya memantulkan sinar, sedangkan Allah adalah sumber segala cahaya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • P3K Paruh Waktu

    Pemkab Pangandaran Serahkan SK P3K Paruh Waktu

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Pemkab Pangandaran serahkan SK P3K paruh waktu untuk perkuat manajemen ASN dan layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyerahkan surat keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu kepada ribuan aparatur pada Rabu, 24 Desember 2025. Penyerahan dilakukan melalui apel resmi di Alun-alun Parigi dan menjadi langkah penting dalam penataan […]

  • Call Center Polri 110

    Viral! Call Center Polri 110 Antar Perempuan Pulang dengan Aman

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA -– Call Center Polri 110 kembali menjadi perhatian publik setelah pengalaman seorang perempuan yang memanfaatkan layanan Polri 110 untuk meminta bantuan saat pulang kerja pada malam hari viral di media sosial. Kisah tersebut membuka wawasan banyak orang bahwa nomor darurat Polri tidak hanya melayani laporan tindak kriminal, tetapi juga dapat dihubungi ketika masyarakat […]

  • edukasi kebangsaan

    Bakesbangpol Menginisiasi Edukasi Kebangsaan dan Dampaknya bagi Generasi 2045

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: edukasi kebangsaan dinilai kunci menyiapkan generasi 2045 yang kuat dan berkarakter. albadarpost.com, EDITORIAL – Inisiatif edukasi kebangsaan yang digagas Bakesbangpol Kota Tasikmalaya bersama Forum Diskusi Albadar Institute layak dibaca sebagai langkah serius memperbaiki fondasi generasi Indonesia Emas 2045. Program ini menandai kesadaran baru: masa depan negara tidak ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi oleh […]

  • Pekerja tambang muslim tetap bekerja di lapangan berat saat Ramadhan dan mempertimbangkan tidak puasa kerja berat sesuai syariat Islam.

    Bekerja di Lapangan Berat, Bolehkah Tidak Berpuasa?

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tidak puasa karena kerja berat sering menjadi pertanyaan bagi pekerja tambang, buruh lapangan, hingga pekerja proyek yang menghadapi suhu ekstrem dan risiko dehidrasi tinggi. Lalu, bagaimana hukum tidak berpuasa karena kerja berat menurut Islam? Apakah pekerja tambang mendapat keringanan seperti musafir atau orang sakit? Pertanyaan ini penting, terutama bagi mereka yang […]

  • Pesantren Tasikmalaya

    Diky Chandra Perkuat Sinergi dengan Pesantren

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com | BERITA DAERAH — Di tengah tantangan pembangunan sumber daya manusia yang semakin kompleks, Pesantren Tasikmalaya dinilai memiliki posisi yang tidak tergantikan. Lembaga pendidikan Islam ini tidak hanya mencetak generasi berilmu, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat nilai keagamaan, serta menjadi pusat pembinaan masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan pondok pesantren menjadi salah satu […]

  • DPR soroti sertifikasi halal produk AS dan pelonggaran aturan impor di Indonesia

    Pelonggaran Halal Impor AS Disorot DPR

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – DPR soroti sertifikasi halal terhadap produk asal Amerika Serikat (AS) yang masuk ke Indonesia. Sorotan DPR RI terhadap pelonggaran sertifikasi halal ini muncul setelah adanya kesepakatan perdagangan yang dinilai berpotensi memengaruhi standar jaminan produk halal nasional. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI menegaskan bahwa kebijakan terkait produk impor harus tetap mengacu […]

expand_less