Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Dua Nyawa Melayang, Audit K3 Banjar Jangan Ditunda

Dua Nyawa Melayang, Audit K3 Banjar Jangan Ditunda

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Tragedi robohnya tower saat proses pembongkaran di lingkungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Banjar yang merenggut dua nyawa pekerja bukan sekadar kabar duka. Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk melakukan audit K3 proyek daerah secara menyeluruh. Di tengah penyelidikan polisi, pemerintah perlu mengevaluasi sistem keselamatan kerja pada seluruh proyek aset publik.

Editorial ini tidak bertujuan menyimpulkan adanya kelalaian karena hal tersebut merupakan kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan. Namun, publik berhak mempertanyakan efektivitas sistem pencegahan kecelakaan kerja pada proyek pemerintah.

Regulasi Sudah Lengkap, Mengapa Kecelakaan Masih Terjadi?

Indonesia sebenarnya memiliki kerangka hukum yang relatif memadai. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja mewajibkan setiap tempat kerja menjamin keselamatan tenaga kerja dan mencegah terjadinya kecelakaan. Ketentuan tersebut kemudian diperkuat melalui PP Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang mengatur penerapan manajemen keselamatan secara sistematis dan berkelanjutan.

Di sektor konstruksi, penguatan tata kelola semakin dipertegas melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang menempatkan aspek keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan jasa konstruksi.

Selanjutnya, PP Nomor 14 Tahun 2021 sebagai perubahan atas PP Nomor 22 Tahun 2020 mengatur pelaksanaan Undang-Undang Jasa Konstruksi, termasuk penguatan tanggung jawab para pihak dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi. Sementara itu, Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) memberikan pedoman yang lebih teknis mengenai identifikasi risiko, pengendalian bahaya, kompetensi personel, hingga pengawasan keselamatan selama pekerjaan berlangsung.

Artinya, tantangan terbesar saat ini bukan terletak pada minimnya regulasi. Persoalan utamanya justru berada pada konsistensi implementasi, pengawasan, dan budaya keselamatan di lapangan.

Saatnya Audit Menyeluruh terhadap Proyek Berisiko Tinggi

Peristiwa di Banjar semestinya menjadi alarm bagi seluruh pemerintah daerah. Audit keselamatan tidak boleh hanya dilakukan setelah muncul korban jiwa. Sebaliknya, evaluasi harus menjadi bagian dari tata kelola yang berlangsung secara berkala.

Pemerintah daerah perlu memastikan setiap OPD memiliki SOP yang jelas, disertai identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan langkah pengendalian pada setiap pekerjaan berisiko tinggi.

Pertanyaan lain yang juga penting ialah apakah setiap proyek telah menunjuk personel yang memiliki kompetensi K3 sesuai karakteristik pekerjaan. Di sisi lain, apakah pekerja memperoleh pembekalan keselamatan (toolbox meeting) sebelum memulai aktivitas di lapangan? Apakah seluruh alat pelindung diri telah tersedia dan penggunaannya diawasi secara konsisten?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk memastikan sistem mampu melindungi pekerja sebelum kecelakaan terjadi.

Transparansi Menjadi Kunci Perbaikan

Publik tentu menghormati proses penyelidikan yang sedang dilakukan kepolisian. Namun, setelah proses tersebut selesai, pemerintah juga memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan hasil evaluasi secara terbuka.

Transparansi bukan berarti membuka ruang saling menyalahkan. Sebaliknya, keterbukaan merupakan fondasi akuntabilitas sekaligus cara paling efektif membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan proyek pemerintah.

Karena itu, hasil investigasi sebaiknya tidak berhenti pada penjelasan mengenai penyebab insiden. Pemerintah juga perlu menyampaikan langkah perbaikan yang akan dilakukan, termasuk audit K3 berkala, inspeksi mendadak terhadap proyek berisiko tinggi, evaluasi penyedia jasa berdasarkan rekam jejak keselamatan, kewajiban menghadirkan petugas K3 sesuai ketentuan, hingga penghentian sementara pekerjaan apabila standar keselamatan belum terpenuhi.

Keselamatan Harus Menjadi Indikator Kinerja Pemerintah

Selama ini keberhasilan proyek pemerintah sering diukur dari serapan anggaran, capaian fisik, atau ketepatan waktu penyelesaian. Ukuran tersebut memang penting. Namun, ada indikator yang jauh lebih mendasar, yakni keselamatan setiap orang yang bekerja di dalamnya.

Tidak ada pembangunan yang layak disebut berhasil apabila harus dibayar dengan hilangnya nyawa manusia. Oleh karena itu, budaya keselamatan harus menjadi bagian dari indikator kinerja pemerintah daerah, bukan sekadar kewajiban administratif.

Tragedi di Banjar hendaknya menjadi titik balik lahirnya tata kelola proyek publik yang lebih bertanggung jawab. Publik tidak hanya menunggu hasil penyelidikan kepolisian, tetapi juga menunggu keberanian para pengambil kebijakan melakukan reformasi terhadap sistem pengawasan keselamatan kerja.

Dua pekerja telah kehilangan kesempatan untuk pulang ke rumah. Kini, tanggung jawab pemerintah bukan sekadar menuntaskan penyelidikan, melainkan memastikan tidak ada keluarga lain yang harus menerima kabar duka karena kegagalan sistem melindungi keselamatan pekerja. Sebab, ukuran keberhasilan sebuah proyek bukan hanya apa yang berhasil dibangun, tetapi juga berapa banyak nyawa yang berhasil diselamatkan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Rumah

    Rumah Ludes Terbakar Saat Masak Air, Warga Banjaranyar Kini Mengungsi

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran rumah kembali terjadi di wilayah Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Musibah kebakaran rumah yang menghanguskan bangunan milik Nono terjadi pada Sabtu, 30 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WIB di Dusun Sindangsari RT 010 RW 003, Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar. Peristiwa kebakaran tersebut bermula dari tungku kayu yang digunakan untuk memasak air. […]

  • perjuangan ekonomi

    Bukan Lagi Angkat Senjata: Gen Z Membangun ‘Indonesia Emas’ Lewat Perjuangan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Generasi Z menjadi motor perjuangan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui inovasi dan ketahanan digital. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perjuangan ekonomi kini menjadi medan juang generasi muda. Pada peringatan Hari Pahlawan, narasi tentang bambu runcing dan medan tempur tetap hidup, tetapi tantangan yang dihadapi generasi sekarang bergeser dari perlawanan fisik menjadi perebutan peluang di tengah ketidakpastian […]

  • pertanian lokal

    Gagal Panen, Siapa Menjaga Hak Petani dalam Pertanian Lokal?

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Gagal panen jagung yang dialami petani di Pangandaran bukan sekadar peristiwa teknis pertanian. Peristiwa ini menyentuh persoalan yang lebih mendasar: bagaimana amanah menjaga bumi, melindungi penghidupan petani, dan memastikan keadilan dalam sistem pangan lokal dijalankan secara nyata. Sejumlah lahan jagung rusak akibat serangan babi hutan yang datang berulang menjelang masa panen. […]

  • pemimpin rumah tangga Islami

    Makna Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Pemimpin rumah tangga Islami menuntut tanggung jawab, etika, dan kasih sayang, bukan sekadar otoritas dalam keluarga. albadarpost.com, LIFESTYLE – Peran suami dalam Islam kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya diskursus tentang kualitas kepemimpinan dalam keluarga. Islam memposisikan suami sebagai pemimpin rumah tangga Islami, namun kepemimpinan tersebut tidak dimaknai sebagai kekuasaan sepihak. Ajaran Islam menekankan tanggung […]

  • Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025

    Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025, Momentum Santri untuk Negeri

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025: dari Ithlaq Tebuireng hingga Expo dan Award, bukti nyata pesantren berkontribusi pada bangsa dan lingkungan. albadarpost.com, LENSA. Kementerian Agama mengumumkan Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025 sebagai rangkaian kegiatan nasional yang berlangsung mulai 22 September hingga puncaknya pada 25 Oktober. Agenda ini bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk nyata kontribusi […]

  • Perspektif: Ruang Gagasan, Ruang Perlawanan

    Perspektif: Ruang Gagasan, Ruang Perlawanan

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    albadarpost.com – PERSPEKTIF. Rubrik Perspektif di albadarpost.com adalah ruang terbuka bagi gagasan, kritik, dan refleksi. Kami meyakini bahwa demokrasi dan kemanusiaan tidak akan tumbuh tanpa keberanian untuk berbicara. Karena itu, Perspektif menjadi wadah di mana suara rakyat, pemikir, aktivis, akademisi, maupun warga biasa bisa hadir dan berdialog. Nama “Perspektif” dipilih karena setiap pandangan selalu lahir […]

expand_less