Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kodim Tasikmalaya Bangun Ketahanan Ekonomi Prajurit

Kodim Tasikmalaya Bangun Ketahanan Ekonomi Prajurit

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Literasi keuangan prajurit kini tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan bagian penting dari kesiapan seorang prajurit menghadapi masa depan. Kesadaran itulah yang mulai diperkuat Kodim 0612/Tasikmalaya melalui edukasi mengenai tabungan haji dan tabungan emas berbasis syariah bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Di tengah meningkatnya tantangan ekonomi keluarga, kemampuan mengelola keuangan menjadi bekal yang sama pentingnya dengan disiplin saat menjalankan tugas negara.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Makodim 0612/Tasikmalaya, Kamis (2/7/2026), menghadirkan personel dari berbagai Koramil serta pegawai negeri sipil di lingkungan Kodim. Program tersebut dibuka oleh Kapten Kav Hendra Setiawan yang mewakili Dandim 0612/Tasikmalaya.

Alih-alih hanya mengenalkan produk perbankan, forum itu mengangkat tema yang lebih luas, yakni membangun budaya perencanaan keuangan sejak dini. Pendekatan tersebut relevan karena stabilitas ekonomi keluarga sering kali menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketenangan seseorang dalam menjalankan tugas.

Literasi Keuangan Menjadi Bagian dari Ketahanan Prajurit

Selama ini publik lebih mengenal prajurit melalui kemampuan fisik, disiplin, dan kesiapsiagaan. Namun, tantangan kehidupan modern menuntut kemampuan lain yang tidak kalah penting, yaitu mengelola keuangan secara terencana.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai tabungan haji syariah yang memungkinkan masyarakat menyiapkan biaya ibadah secara bertahap sesuai kemampuan. Skema menabung secara rutin dinilai dapat membantu mewujudkan target jangka panjang tanpa harus menunggu memiliki dana besar sekaligus.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tabungan emas sebagai salah satu instrumen penyimpanan nilai aset. Dalam jangka panjang, emas kerap dipilih masyarakat untuk menjaga nilai kekayaan dari dampak inflasi, meskipun pergerakan harganya tetap mengikuti dinamika pasar.

Dengan demikian, edukasi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan merencanakan masa depan secara lebih disiplin.

Mengapa Edukasi Keuangan Semakin Penting?

Di tengah meningkatnya biaya pendidikan, kebutuhan kesehatan, hingga persiapan pensiun, keluarga memerlukan perencanaan keuangan yang matang. Karena itu, literasi keuangan menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan ketahanan ekonomi rumah tangga.

Dalam sesi diskusi, peserta terlihat aktif mengajukan berbagai pertanyaan. Mereka tidak hanya ingin mengetahui prosedur pembukaan rekening, tetapi juga mekanisme setoran, perbedaan tabungan emas digital dan fisik, hingga prinsip pengelolaan dana berbasis syariah.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan edukasi finansial semakin tinggi. Kesadaran untuk menyusun tujuan keuangan kini mulai tumbuh seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan aset.

BSI juga menjelaskan bahwa layanan syariah mengedepankan prinsip transparansi, kejelasan akad, serta menghindari praktik riba. Bagi sebagian peserta, prinsip tersebut menjadi salah satu alasan munculnya rasa percaya dalam menggunakan layanan keuangan syariah.

Ketahanan Bangsa Berawal dari Ketahanan Keluarga

Kapten Kav Hendra Setiawan menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar sosialisasi produk perbankan, melainkan bagian dari upaya membekali personel dengan pengetahuan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, prajurit tidak hanya dituntut profesional saat menjalankan tugas negara, tetapi juga perlu memiliki kemampuan menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

Pesan tersebut mengandung makna yang lebih luas. Ketika keluarga berada dalam kondisi ekonomi yang terencana, prajurit dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan lebih fokus dan tenang. Sebaliknya, persoalan finansial yang tidak tertata berpotensi menjadi sumber tekanan yang memengaruhi kehidupan rumah tangga maupun kinerja.

Karena itu, penguatan literasi keuangan layak dipandang sebagai investasi sumber daya manusia, bukan sekadar kegiatan seremonial. Edukasi seperti ini dapat mendorong terbentuknya budaya menabung, membangun aset secara bertahap, serta merencanakan kebutuhan jangka panjang dengan lebih bijaksana.

Pada akhirnya, ketahanan nasional tidak hanya dibangun melalui kekuatan pertahanan, tetapi juga melalui keluarga-keluarga yang tangguh secara ekonomi.

Seragam loreng memang melambangkan kesiapan menjaga kedaulatan negara. Namun, di balik itu, ketahanan sejati juga lahir dari rumah yang ekonominya terkelola dengan baik. Sebab prajurit yang kuat bukan hanya mampu menghadapi medan tugas, melainkan juga mampu memastikan keluarganya tetap berdiri kokoh menghadapi tantangan masa depan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Porseni Madrasah Tasikmalaya

    174 Siswa Tasikmalaya Siap Berlaga di Porseni Jabar

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sebanyak 174 siswa madrasah Kota Tasikmalaya bersiap membawa nama daerah ke ajang Porseni Siswa Madrasah tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Mereka terdiri atas peserta dari jenjang MI, MTs, dan MA yang akan berkompetisi dalam 13 cabang perlombaan. Persiapan kontingen ditandai dengan apel kesiapan panitia sekaligus pelepasan kontingen Kota Tasikmalaya di Kantor […]

  • Puasa Asyura

    Puasa Asyura, Satu Hari Pahala Setahun

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang tanggal 10 Muharram, banyak Muslim mulai mencari informasi tentang Puasa Asyura, keutamaan puasa Asyura, dan amalan Muharram yang paling dianjurkan. Menariknya, di tengah berbagai ibadah sunnah yang ada, Puasa Asyura justru memiliki keutamaan yang sangat besar. Hanya satu hari berpuasa, tetapi Rasulullah SAW menyebutnya sebagai amalan yang dapat menjadi sebab dihapuskannya […]

  • cemilan pereda pegal dan pusing

    Capek dan Pusing Setelah Kerja? Coba 8 Cemilan Ini, Efektif Pulihkan Energi!

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Cemilan pereda pegal dan pusing bantu tubuh pulih cepat setelah kerja dan jaga energi tetap stabil. Cemilan Pereda Pegal dan Pusing, Solusi Cepat Pulihkan Tubuh Setelah Seharian Bekerja albadarpost.com, PELITA – Setelah melewati jam kerja yang panjang, tubuh sering kali memberi sinyal kelelahan melalui rasa pegal, pusing, atau kepala terasa berat. Kondisi ini bukan sekadar […]

  • Pembinaan Guru Madrasah

    KKDT Sukaratu Gelar Pembinaan Guru Madrasah Diniyah

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Pembinaan guru Madrasah Diniyah menjadi perhatian Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT)  Sukaratu. Sebanyak 100 guru dari 16 Madrasah Diniyah mengikuti pembinaan di Aula GDI Sukaratu, Desa Sinagar, Ahad, 24 Mei 2026, untuk memperkuat kualitas pendidikan Islam dan koordinasi antar lembaga diniyah. Sejak pagi, suasana aula sudah terlihat ramai. Beberapa guru datang sambil […]

  • Pembakaran Masjid Al-Aqsa

    Mengapa Pembakaran Masjid Al-Aqsa Masih Diperingati?

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sudah lebih dari setengah abad berlalu sejak pembakaran Masjid Al-Aqsa mengguncang dunia Islam. Namun hingga kini, Masjid Al-Aqsa masih menjadi pusat perhatian setiap kali tanggal 21 Agustus mendekat. Mengapa sebuah peristiwa yang terjadi pada 1969 terus diperingati dan dianggap tetap relevan di tengah perubahan zaman? Bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI), jawabannya bukan sekadar […]

  • pengawasan pengadaan barang”

    Mukena dan Sarung Dikorupsi Pejabat dan Anggota DPRD

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Kasus korupsi mukena dan sarung Rp1,7 miliar menyoroti lemahnya pengawasan pengadaan barang pemerintah. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan korupsi pengadaan mukena dan sarung yang merugikan negara hingga Rp1,7 miliar kembali membuka persoalan klasik dalam tata kelola pemerintahan, khususnya lemahnya pengawasan pengadaan barang dan jasa. Perkara ini kini memasuki tahap persidangan setelah menyeret pejabat publik […]

expand_less