Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Pelatih Sukabumi Perluas Pencak Silat Ke Singapura

Pelatih Sukabumi Perluas Pencak Silat Ke Singapura

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Upaya pencak silat global dari Sukabumi diperkuat lewat pelatih yang dikirim ke Singapura.

Pelatih Indonesia Perluas Pencak Silat Global dan Dorong Diplomasi Budaya

albadarpost.com, HUMANIORA – Lima pelatih dari perguruan silat Sang Maung Bodas berangkat ke Singapura pada akhir pekan lalu. Langkah ini menandai babak baru upaya memperluas pencak silat global yang selama lebih dari satu dekade digarap perguruan asal Sukabumi tersebut. Perjalanan mereka disebut penting karena langsung berhubungan dengan permintaan lembaga pelatihan luar negeri yang membutuhkan instruktur berkualifikasi untuk mendidik ratusan pesilat muda.

Keberangkatan tim pelatih dilakukan setelah kerja sama berjalan antara Sang Maung Bodas dan Grasio Sport Silat School, Woodlands, Singapura. Pihak sekolah sebelumnya mengirim atlet berlatih di Sukabumi, lalu mengusulkan kerja sama berbasis program pelatihan jangka menengah. Pelatih akan menetap hingga 1 Januari 2026, mengisi sesi pelatihan yang mencakup atlet usia dini hingga dewasa.

Apriansyah, pelatih muda yang biasa dipanggil Mio, menjelaskan bahwa tim berhadapan dengan sekitar 100 atlet dan 60 pelatih. Menurutnya, kebutuhan tenaga instruktur semakin meningkat karena Singapura menargetkan penguatan persiapan kompetisi regional pada awal 2026. Para atlet akan mengikuti kejuaraan di Johor, Malaysia, yang dikenal sebagai salah satu ajang penting bagi pesilat Asia Tenggara.

“Kami sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari. Bukan hanya teknik, tetapi juga mental dan komunikasi,” kata Mio. Ia menambahkan, permintaan kerja sama ini muncul berkat inisiatif dan jejaring yang dibangun Guru Besar Sang Maung Bodas, KH Fajar Laksana.


Ekspansi Silat dan Upaya Memperkuat Pencak Silat Global

Kegiatan ini menjadi perluasan paling nyata dari strategi perguruan untuk mengembangkan pencak silat global. Dalam beberapa tahun terakhir, minat lembaga pendidikan bela diri di luar negeri meningkat. Perguruan-perguruan di Indonesia merespons dengan menyiapkan pelatih terlatih dan kurikulum yang mengikuti standar IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).

Program pelatihan yang dibawa ke Singapura mencakup jurus tunggal, ganda, beregu, serta kategori kreatif. Selain materi baku IPSI, tim juga memperkenalkan jurus khas Sang Maung Bodas. Beberapa di antaranya Golok Kala Petok, Maung Keubet, dan Panca Kinanti. Mereka juga membawa permainan tradisional berbasis teknik api yang dikenal sebagai Boles.

Baca juga: Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Penanaman Pohon Langka

Guru Besar KH Fajar Laksana menegaskan bahwa nilai penting kerja sama tidak berhenti pada ranah olahraga. Ia menyebut pengiriman pelatih ini sebagai bagian dari diplomasi budaya. “Ini bukan sekadar mengajar jurus. Ini menjaga identitas dan memperluas ruang budaya bangsa,” ujarnya.

Penampilan Pesilat Maung Bodas di Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi (Foto: Dok PS Maung Bodas)

Menurut KH Fajar Laksana, momentum meningkatnya minat luar negeri terhadap pencak silat global membuka jalan bagi peluang ekonomi baru. Pendapatan pelatih dapat mencapai puluhan juta rupiah per bulan dari fasilitas dan kompensasi yang diberikan institusi mitra. Namun ia menegaskan bahwa aspek ekonomi tidak boleh menghilangkan ruh tradisi. “Silat tetap harus berdiri sebagai warisan yang kita jaga,” kata Fajar.


Konteks, Dampak, dan Peran Negara

Pencak silat telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia. Status ini memberi penekanan bahwa seni bela diri tersebut tidak hanya bagian dari sejarah, tetapi juga identitas sosial yang perlu dijaga. Fajar mendorong pemerintah untuk terus menyiapkan instruksi, fasilitas latihan, dan dukungan pembinaan. Ia melihat tren positif minat luar negeri sebagai momentum memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kawasan Asia.

Baca juga: Akses KUR Bekasi Dikeluhkan Rumit, Pemkab Janji Permudah Proses Kredit

Secara lokal, keberangkatan lima pelatih ini juga menegaskan perkembangan perguruan daerah dalam lingkup internasional. Sang Maung Bodas, yang berproses selama lebih dari 15 tahun, menunjukkan bahwa upaya konsisten dapat membuka jejaring global. Efeknya dirasakan komunitas pelatih muda di Sukabumi yang kini melihat pencak silat bukan hanya kegiatan tradisi, tetapi profesi berdaya ekonomi.

Dengan program ini, Sang Maung Bodas menciptakan pola baru yang menggabungkan pendidikan bela diri, penyebaran budaya, dan peluang ekonomi. Bila berkelanjutan, model seperti ini berpotensi menjadi standar baru ekspansi seni tradisi ke tingkat internasional.

Ekspansi pelatih silat Sukabumi ke Singapura memperkuat pencak silat global dan membuka jalur baru diplomasi budaya Indonesia. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beasiswa BAZNAS 2026

    Beasiswa BAZNAS 2026 Dibuka, Kuliah Gratis ke Malaysia untuk Mustahik

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi membuka Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) 2026 untuk studi di Al-Bukhari International University (AIU), Malaysia. Program ini kembali menjadi peluang besar bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera (mustahik) yang ingin menembus pendidikan internasional tanpa terbebani biaya. Berbeda dari program beasiswa pada umumnya, Beasiswa BAZNAS 2026 tidak hanya menargetkan […]

  • resep nasi tutug oncom

    Menu Kampung Rasa Sultan: Nasi Tutug Oncom Tasik Viral Lagi

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep nasi tutug oncom khas Tasikmalaya semakin populer karena rasanya yang gurih dan autentik. Menu tradisional Sunda ini dikenal sebagai olahan nasi campur oncom, yang sederhana namun kaya cita rasa. Selain itu, banyak orang menyebutnya sebagai hidangan rumahan yang justru membuat ketagihan sejak suapan pertama. Kenapa Nasi Tutug Oncom Selalu Bikin Rindu? […]

  • Investor BEI

    Saham Media Mulai Dilirik Investor BEI

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Optimisme terhadap sektor media mulai terasa di pasar modal seiring membaiknya prospek ekonomi nasional. Pernyataan Menteri Keuangan RI mengenai arah kebijakan fiskal dan pertumbuhan ekonomi memicu respons positif dari pasar. Sejumlah saham media bergerak menguat dan menarik perhatian Investor BEI, termasuk investor ritel. Situasi ini membuka peluang, namun juga menuntut kehati-hatian. Investor […]

  • keamanan siber

    Siswa MAN Lampung Temukan Bug NASA dan Dorong Kesadaran Keamanan Siber

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Siswa Lampung temukan bug NASA dan dorong pentingnya keamanan siber di era digital yang makin rentan. albadarpost.com, HIKMAH – Laporan soal temuan celah keamanan oleh seorang siswa MAN 1 Bandar Lampung kembali menempatkan Indonesia pada radar lembaga antariksa Amerika Serikat. Di tengah meningkatnya kebutuhan keamanan siber, temuan ini memperlihatkan bagaimana kemampuan teknis generasi muda dapat […]

  • risiko gempa Jawa Barat

    Risiko Gempa Jawa Barat Meningkat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Risiko gempa Jawa Barat meningkat. Data BMKG menunjukkan gempa jadi ancaman harian bagi keluarga dan komunitas. albadarpost.com, FOKUS – Gempa bumi di Jawa Barat sepanjang 2025 bukan lagi peristiwa sesekali. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.242 kejadian gempa terjadi di wilayah ini. Angka tersebut menegaskan satu realitas penting: risiko gempa Jawa Barat […]

  • Ilustrasi dramatis Perang Uhud dengan pasukan bertempur dan pemanah meninggalkan posisi strategis di bukit

    Perang Uhud: Saat Kemenangan di Depan Mata Jadi Kekalahan Menyakitkan

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perang Uhud bukan sekadar kisah pertempuran biasa. Dalam Perang Uhud, atau pertempuran Uhud ini, kemenangan yang sudah hampir diraih justru berubah menjadi kekalahan yang menyakitkan. Peristiwa Perang Uhud menghadirkan satu realitas pahit: satu celah kecil bisa meruntuhkan segalanya dalam hitungan menit. Bayangkan situasinya—pasukan sudah unggul, lawan mulai mundur, dan harapan kemenangan terbuka […]

expand_less