HUT Bhayangkara ke-80, Wabup Minta Polri Perkuat Kepercayaan Publik
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolresta Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto selaku Inspektur Upacara memimpin Jalannya upacara HUT Bhayangkara ke 80, Rabu (1/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – HUT Bhayangkara ke-80 bukan sekadar peringatan hari jadi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Polri dituntut terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat kepercayaan publik, dan menghadirkan penegakan hukum yang adil bagi seluruh masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara HUT Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Bale Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, Kota Tasikmalaya, Rabu (1/7/2026).
Kapolresta Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, jajaran Forkopimda, perwakilan Kodim 0612/Tasikmalaya, Lanud Wiriadinata, serta sejumlah tamu undangan.
Kepercayaan Publik Menjadi Tantangan Utama Polri
Usai upacara, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi menegaskan bahwa usia ke-80 menjadi titik penting bagi Polri untuk terus berbenah. Menurutnya, amanat Presiden menempatkan peningkatan kepercayaan masyarakat sebagai salah satu prioritas yang harus diwujudkan.
“Sesuai amanat Presiden, Polri harus meningkatkan kepercayaan publik. Ini patut diapresiasi dan tetap menjadi garda terdepan,” ujar Asep.
Ia menilai masyarakat memiliki harapan besar terhadap institusi kepolisian. Karena itu, Polri dituntut profesional, humanis, serta konsisten memberikan pelayanan dan penegakan hukum yang berintegritas.
“Harapan masyarakat begitu besar. Semakin dicintai, semakin profesional, dan memberikan teladan dalam penegakan hukum,” katanya.
Profesional, Humanis, dan Dekat dengan Masyarakat
Selain memperkuat profesionalisme, Asep menilai pendekatan humanis harus terus menjadi karakter utama Polri. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak cukup hanya sebagai penegak hukum, melainkan juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Karena itu, ia berharap kegiatan sosial, pelayanan publik, dan komunikasi dengan warga terus diperkuat demi meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Pendekatan secara humanis dan kegiatan sosial harus terus dikuatkan,” ujarnya.
Pendekatan itu penting karena kepercayaan publik lahir dari penegakan hukum yang adil serta kehadiran polisi yang memberi rasa aman.
Hapus Stigma Hukum Tajam ke Bawah
Dalam kesempatan itu, Asep juga menyampaikan harapan agar Polri terus memperkuat prinsip keadilan dalam setiap proses penegakan hukum.
Menurutnya, stigma mengenai hukum yang dianggap “tajam ke bawah dan tumpul ke atas” harus menjadi evaluasi bersama agar tidak lagi melekat di tengah masyarakat.
“Jangan ada lagi hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Stereotip itu ke depan harus kita hilangkan bersama-sama,” tegasnya.
Ia menilai penerapan hukum yang adil kepada seluruh warga tanpa membedakan latar belakang akan menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.
Momentum Berbenah di Usia Delapan Dekade
Bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, HUT Bhayangkara ke-80 merupakan momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Polri dalam menjawab harapan masyarakat yang terus berkembang.
Perubahan sosial, kemajuan teknologi, dan meningkatnya ekspektasi publik menuntut institusi kepolisian untuk terus beradaptasi. Profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, serta pelayanan yang responsif menjadi faktor penting dalam menjaga legitimasi dan kepercayaan masyarakat.
Asep optimistis Polri mampu menjawab tantangan tersebut melalui pembenahan yang berkelanjutan.
“Ke depan perubahan Polri harus ditingkatkan dari sisi profesionalisme. Jangan ada lagi hukum seperti dulu,” ujarnya.
Menurutnya, apabila Polri mampu menjaga integritas, memberikan pelayanan terbaik, dan menegakkan hukum secara adil, maka yang bertambah bukan hanya usia institusi, melainkan juga kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
Delapan puluh tahun adalah perjalanan panjang. Namun, ukuran keberhasilan Polri bukan sekadar bertambahnya usia, melainkan semakin kuatnya kepercayaan rakyat. Sebab, ketika hukum ditegakkan secara adil dan pelayanan diberikan dengan hati, itulah hadiah terbesar bagi Bhayangkara di usia ke-80. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar