Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bupati Garut Ingatkan Bahaya Fatherless, Ayah Diminta Letakkan HP dan Dekati Anak

Bupati Garut Ingatkan Bahaya Fatherless, Ayah Diminta Letakkan HP dan Dekati Anak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Fenomena fatherless menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kabupaten Garut. Melalui momentum tersebut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengajak para ayah untuk memperkuat peran mereka di dalam keluarga. Menurutnya, kehadiran seorang ayah tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus hadir secara emosional agar mampu membentuk karakter anak yang tangguh.

Pesan itu ia sampaikan saat memimpin Apel Gabungan Harganas di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Senin (29/6/2026), dengan membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.

Fatherless Bukan Sekadar Ayah yang Tidak Ada di Rumah

Dalam amanat tersebut, pemerintah mengingatkan masyarakat tentang fenomena fatherless country. Kondisi ini muncul ketika seorang ayah tinggal bersama keluarganya, tetapi tidak membangun kedekatan emosional dengan anak.

Akibatnya, anak berisiko mengalami penurunan rasa percaya diri, kesulitan mengelola emosi, hingga lebih mudah terpengaruh lingkungan yang negatif.

Karena itu, pemerintah mengajak setiap ayah untuk lebih aktif mendampingi proses tumbuh kembang anak melalui komunikasi, perhatian, dan keterlibatan dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Garut Minta Ayah Letakkan HP Saat di Rumah

Selain menyoroti fenomena fatherless, Bupati Garut juga mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan gawai menguasai kehidupan keluarga.

Ia menegaskan bahwa telepon seluler kerap mengurangi waktu berkualitas antaranggota keluarga. Banyak keluarga duduk bersama, tetapi masing-masing sibuk menatap layar sehingga kehilangan kesempatan untuk saling mendengarkan.

Melalui amanat Menteri Kependudukan, ia mengajak para ayah untuk meletakkan telepon genggam ketika berada di rumah. Sebaliknya, mereka perlu memeluk anak, mengajak berdialog, mendengarkan cerita, serta menjadi sahabat terbaik bagi buah hati mereka.

Menurutnya, perhatian sederhana dari orang tua sering kali memberi dampak besar terhadap kesehatan mental dan pembentukan karakter anak.

Harganas Menjadi Momentum Memperkuat Ketahanan Keluarga

Dalam kesempatan tersebut, Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Sebaliknya, Harganas menjadi waktu yang tepat bagi setiap keluarga untuk mengevaluasi kembali hubungan antaranggota keluarga. Pemerintah mengajak masyarakat memastikan bahwa rumah tetap menjadi tempat yang aman, hangat, dan mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Melalui keluarga yang harmonis, Indonesia dapat membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Pemkab Garut Beri Penghormatan kepada ASN Purnabakti

Selain memperingati Hari Keluarga Nasional, Pemerintah Kabupaten Garut juga memberikan penghormatan kepada aparatur sipil negara yang memasuki masa pensiun.

Bupati Garut menyerahkan secara simbolis Keputusan Bupati tentang pemberhentian PNS karena telah mencapai Batas Usia Pensiun (BUP).

Pemerintah memberikan apresiasi atas dedikasi, tenaga, dan pengabdian para ASN yang selama puluhan tahun berkontribusi bagi pelayanan masyarakat dan pembangunan Kabupaten Garut.

Para purnabakti yang menerima keputusan tersebut berasal dari berbagai perangkat daerah, mulai dari tenaga kesehatan, guru, tenaga administrasi, hingga aparatur teknis.

Momentum itu sekaligus menjadi bentuk penghargaan bahwa setiap pengabdian memiliki nilai yang akan selalu dikenang.

Keluarga Menjadi Pondasi Bangsa

Di tengah derasnya perkembangan teknologi, tantangan keluarga semakin kompleks. Karena itu, kehadiran orang tua tidak cukup diukur dari seberapa lama berada di rumah, tetapi dari kualitas perhatian yang mereka berikan kepada anak.

Komunikasi yang hangat, waktu berkualitas, dan keterlibatan dalam kehidupan anak akan melahirkan generasi yang lebih percaya diri, tangguh, serta siap menghadapi perubahan zaman.

Itulah sebabnya, peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini membawa pesan yang sangat relevan bagi seluruh keluarga Indonesia.

Anak tidak selalu mengingat hadiah termahal dari orang tuanya. Namun, mereka akan selalu mengingat siapa yang benar-benar hadir saat mereka membutuhkan pelukan, perhatian, dan waktu. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Takdir Allah

    Sudah Berjuang Keras, Mengapa Takdir Berbeda?

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman yang serba cepat, manusia semakin terbiasa membuat target, menyusun rencana, dan mengejar berbagai impian. Namun, tidak semua yang direncanakan selalu berjalan sesuai harapan. Ada kalanya seseorang telah berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi hasil yang datang justru berbeda. Dalam keadaan seperti itulah, sebagian orang mulai bertanya, mengapa perjuangan yang begitu besar belum […]

  • Karangjaya Tasikmalaya

    Heboh Video Karangjaya, Kodim 0612 Beri Klarifikasi

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Karangjaya Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik setelah beredarnya video viral yang memunculkan tudingan adanya tindakan represif dan situasi darurat agraria di Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Menanggapi berbagai narasi yang berkembang, Kodim 0612/Tasikmalaya memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa tersebut. Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M Imvan Ibrahim menegaskan potongan video […]

  • radikalisme digital

    Kesbangpol Jabar Perketat Pencegahan Radikalisme Digital di Lingkungan Remaja

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Kesbangpol Jabar memperketat pencegahan radikalisme digital yang menyasar anak muda melalui game dan algoritma media sosial. albadarpost.com, PELITA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Barat memperketat langkah pencegahan radikalisme digital yang kini menyasar anak muda melalui pola penyusupan baru, termasuk konten video gim dan algoritma media sosial. Perubahan strategi ini penting karena kanal […]

  • Ilustrasi seseorang termenung di rumah mewah sebagai gambaran rezeki tidak berkah menurut ulama tasawuf.

    Rezeki Terus Bertambah, Tapi Hati Tetap Gelisah? Tasawuf Punya Penjelasannya

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Banyak orang mengejar rezeki. Itu wajar. Namun dalam pandangan ulama tasawuf, tidak semua rezeki membawa ketenangan. Ada yang terlihat besar, tetapi membuat hidup semakin sempit. Ada pula yang tampak sederhana, namun justru menghadirkan rasa cukup yang sulit dijelaskan. Itulah sebabnya pembahasan tentang rezeki tidak berkah mulai banyak dicari, terutama ketika orang merasa […]

  • Keajaiban hujan dalam Al-Qur’an Surah Al-An’am 99 ungkap tanda kekuasaan Allah lewat tumbuhan, buah, dan proses kehidupan.

    Kisah Keajaiban Hujan dalam Al-Qur’an

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Keajaiban hujan dalam Al-Qur’an menjadi salah satu bukti nyata kebesaran Allah yang kerap hadir di sekitar manusia. Melalui air yang sama, Allah menumbuhkan beragam tanaman dengan bentuk, warna, dan rasa berbeda. Fenomena ini menegaskan tanda kekuasaan Ilahi sekaligus mengajak manusia merenungkan proses kehidupan. Dalam perspektif iman, turunnya hujan bukan sekadar peristiwa alam, […]

  • Supeltas Puncak

    Perspektif Kebijakan Supeltas Puncak, Batas Tipis Negara–Warga

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Perspektif kebijakan Supeltas Puncak, membaca dampak penataan lalu lintas bagi warga dan tata kelola ruang publik. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kemacetan di jalur Puncak setiap musim libur bukan sekadar persoalan teknis lalu lintas. Ia adalah persoalan tata kelola publik. Ketika Polres Bogor merekrut Supeltas—sukarelawan pengatur lalu lintas—negara sesungguhnya sedang menjalankan fungsi administratif di ruang abu-abu: memperluas […]

expand_less