Alun-Alun Tarogong Disulap Jadi Pusat UMKM dan Ruang Hijau, Ini Konsep Barunya
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sarasehan dan Edukasi Bonsai yang digelar di Alun-Alun Tarogong, Sabtu (27/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Alun-Alun Tarogong mulai memasuki babak baru. Ruang publik di kawasan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, itu tidak hanya dipersiapkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH), tetapi juga dikembangkan menjadi pusat aktivitas masyarakat, penggerak ekonomi lokal, sekaligus destinasi wisata kota. Transformasi kawasan ini diawali melalui Sarasehan dan Edukasi Bonsai yang menjadi simbol gerakan penghijauan sekaligus penataan ruang publik yang lebih berkualitas.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat ingin menghadirkan Alun-Alun Tarogong yang tidak hanya indah dipandang, melainkan juga mampu memberikan manfaat nyata bagi warga dari sisi sosial, lingkungan, hingga ekonomi.
Penataan Alun-Alun Tarogong Dimulai dari Gerakan Hijau
Sebagai langkah awal, Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Garut berkolaborasi dengan Forkopimcam Tarogong Kaler menggelar Sarasehan dan Edukasi Bonsai di kawasan alun-alun.
Kegiatan ini bukan sekadar pameran tanaman hias. Sebaliknya, penyelenggara menjadikannya sebagai media edukasi lingkungan sekaligus ajakan kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap penghijauan dan pemanfaatan ruang publik secara positif.
Selain memperkenalkan seni bonsai, kegiatan tersebut memperlihatkan arah baru pembangunan Alun-Alun Tarogong yang mengedepankan keseimbangan antara estetika, fungsi lingkungan, dan aktivitas masyarakat.
UMKM dan PKL Tetap Diberi Ruang yang Lebih Tertata
Selanjutnya, penataan kawasan akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Garut.
Pemerintah tidak menghapus aktivitas ekonomi rakyat dalam konsep penataan Alun-Alun Tarogong. Sebaliknya, pemerintah menata kawasan agar pelaku UMKM dan pedagang kaki lima dapat berusaha secara lebih tertib, nyaman, rapi, serta mudah dijangkau pengunjung.
Melalui penataan tersebut, Alun-Alun Tarogong akan memadukan fungsi ruang terbuka hijau dengan aktivitas ekonomi lokal. Konsep ini mendorong keduanya tumbuh berdampingan sehingga masyarakat menikmati ruang publik yang nyaman, sementara pelaku usaha memperoleh peluang untuk mengembangkan usahanya.
Semakin banyak masyarakat datang, semakin besar pula peluang pelaku usaha meningkatkan pendapatan tanpa mengurangi fungsi utama kawasan sebagai ruang terbuka hijau.
Musik Akhir Pekan dan Aktivitas Kreatif Siap Hidupkan Kawasan
Tidak berhenti pada penataan fisik, pemerintah juga menyiapkan berbagai kegiatan kreatif untuk menghidupkan kawasan Alun-Alun Tarogong.
Salah satu konsep yang mulai disiapkan ialah pertunjukan musik pada malam akhir pekan. Selain itu, ruang publik tersebut juga akan terbuka bagi berbagai komunitas untuk menggelar kegiatan seni, budaya, edukasi, hingga aktivitas sosial lainnya.
Melalui agenda yang berkelanjutan, alun-alun diharapkan tidak hanya ramai pada momen tertentu, melainkan menjadi destinasi yang terus dikunjungi masyarakat sepanjang tahun.
Kehadiran berbagai kegiatan itu sekaligus berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah ke kawasan Tarogong.
Pemerintah Ingin Hadirkan Ruang Publik yang Nyaman
Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, menegaskan bahwa konsep penataan mengedepankan keseimbangan antara fungsi lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Menurutnya, Alun-Alun Tarogong harus menjadi ruang publik yang hijau, nyaman, aman, sekaligus mampu mendukung aktivitas masyarakat tanpa kehilangan identitasnya sebagai ruang terbuka hijau.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar kawasan tersebut berkembang secara berkelanjutan.
Dengan sinergi tersebut, Alun-Alun Tarogong berpeluang menjadi ikon baru Kabupaten Garut, bukan hanya sebagai tempat bersantai, tetapi juga sebagai pusat interaksi warga, panggung kreativitas, ruang edukasi, serta penggerak ekonomi lokal.
Alun-Alun Bukan Lagi Sekadar Tempat Berkumpul
Kini, konsep ruang publik terus berkembang. Alun-alun tidak lagi dipandang hanya sebagai taman kota, melainkan menjadi pusat kehidupan masyarakat.
Ketika ruang hijau berpadu dengan aktivitas ekonomi, seni, budaya, dan edukasi, manfaatnya akan dirasakan lebih luas. Warga memperoleh ruang berkumpul yang nyaman, pelaku usaha mendapatkan peluang ekonomi, sementara pemerintah mampu menciptakan wajah kota yang lebih hidup dan berdaya saing.
Transformasi Alun-Alun Tarogong menjadi contoh bahwa pembangunan ruang publik dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sebuah alun-alun bukan hanya soal hamparan rumput atau deretan pohon. Ketika ruang publik mampu menghidupkan warga, menggerakkan ekonomi, dan menjaga lingkungan, di situlah sebuah kota benar-benar menemukan denyut kehidupannya.
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar