Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tasik Mulai Perang Display Rokok di Toko

Tasik Mulai Perang Display Rokok di Toko

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana sebuah hotel di Jalan Yudanagara, Kota Tasikmalaya, pada Senin (29/6/2026), tampak berbeda dari biasanya. Puluhan aparatur pemerintah dari berbagai daerah di Jawa Barat memenuhi ruang pelatihan. Mereka bukan sedang membahas pajak, investasi, atau pembangunan infrastruktur. Fokus mereka hari itu adalah satu hal yang selama ini selalu berada di depan mata masyarakat: display rokok.

Display rokok, atau penataan produk tembakau dan rokok elektronik di tempat penjualan, kini menjadi salah satu fokus utama pengendalian konsumsi rokok, terutama pada kelompok usia anak dan remaja.

Sebanyak 12 kabupaten dan kota di Jawa Barat mengikuti Pelatihan Penegakan Larangan Display Produk Tembakau dan Rokok Elektronik. Kegiatan tersebut melibatkan unsur Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan perangkat daerah terkait yang akan melakukan pengawasan langsung di lapangan.

Hari Pertama Teori, Hari Kedua Langsung Turun ke Lapangan

Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai regulasi, teknik pengawasan, hingga mekanisme penindakan. Selanjutnya, pada hari kedua, para peserta dijadwalkan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah toko ritel.

Tim akan memeriksa berbagai aspek, mulai dari keberadaan iklan rokok, penempatan rak display, hingga kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan daerah yang berlaku.

Pengawasan ini bukan sekadar kegiatan administratif. Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah melindungi kelompok usia muda dari paparan promosi rokok.

Wali Kota: Rokok Tidak Boleh Dipajang Terbuka

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah memiliki landasan hukum yang cukup kuat untuk melakukan pengendalian.

“Kami sudah memiliki aturan kawasan tanpa rokok melalui Perda tahun 2018 serta Peraturan Wali Kota tahun 2025 yang pelaksanaannya hingga tingkat kelurahan. Sekarang fokus kami adalah penguatan pengaturan display rokok di ritel,” ujar Viman.

Menurutnya, aturan mengenai penjualan produk tembakau sudah cukup jelas. Produk rokok konvensional maupun rokok elektronik tidak boleh dipajang secara terbuka sehingga menarik perhatian anak-anak.

“Penjualan rokok harus dibatasi. Display rokok wajib ditutup. Tidak boleh dipajang terbuka yang berpotensi menggoda anak,” tegasnya.

Viman juga menyebut bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya telah bergabung dalam jaringan ETIQUET yang berfokus pada pengendalian konsumsi produk tembakau.

Perokok Baru Jadi Sasaran Utama Pengendalian

Pemerintah Kota Tasikmalaya menilai kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk menghilangkan hak perokok dewasa. Sebaliknya, kebijakan tersebut diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara hak perokok dan hak masyarakat yang tidak merokok.

Menurut Viman, kelompok usia 15 hingga 19 tahun menjadi perhatian utama karena merupakan periode lahirnya banyak perokok baru.

“Langkahnya dua arah. Perokok baru harus ditekan, sementara perokok lama terus diingatkan. Rokok memang memiliki dampak ekonomi, tetapi risiko kesehatannya juga tidak boleh diabaikan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengawasan akan dilakukan secara bertahap melalui mekanisme pembinaan hingga pemberian sanksi administratif.

Sebanyak 250 Toko Akan Diawasi

Pemerintah Kota Tasikmalaya mencatat terdapat sekitar 250 toko ritel yang masuk dalam pengawasan terkait pengaturan display rokok.

Pelaku usaha yang melanggar akan mendapatkan surat peringatan secara bertahap. Namun, apabila pelanggaran tetap terjadi, pemerintah membuka kemungkinan untuk melakukan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tujuan akhirnya adalah mencegah anak-anak di bawah umur menjadi perokok baru,” ujar Viman.

Jawa Barat Masih Menghadapi Tantangan Besar

Sementara itu, Ketua LSM No Tobacco Community Bogor, Bambang Priyono, mengungkapkan bahwa prevalensi merokok di Jawa Barat masih tergolong tinggi.

Menurut data yang disampaikannya dalam kegiatan tersebut, prevalensi perokok di Jawa Barat mendekati 32 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 28,9 persen.

Selain itu, kelompok usia 15 hingga 19 tahun masih menjadi kelompok yang paling rentan mulai merokok. Paparan asap rokok di lingkungan rumah juga masih menjadi persoalan serius.

Angka-angka tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pengendalian display produk tembakau kini mulai menjadi fokus pemerintah daerah di berbagai wilayah Jawa Barat.

Bagi sebagian orang, rak rokok di minimarket mungkin hanya sekadar etalase biasa. Namun, bagi pemerintah dan pegiat kesehatan, rak tersebut dapat menjadi pintu masuk lahirnya generasi perokok berikutnya.

Pertarungan melawan rokok tidak selalu dimulai dari memadamkan sebatang api, tetapi bisa dimulai dari menutup satu rak display di depan kasir. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Yatim Rajadesa

    54 Anak Yatim Rajadesa Tersenyum di Gebyar Muharram

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bertempat di Masjid Al-Ikhlas Yayasan Al-Falah 7 Jagamulya, suasana haru dan kebersamaan menyelimuti Desa Rajadesa, Kabupaten Ciamis, saat puluhan anak yatim menerima santunan dan bingkisan dalam rangkaian Gebyar Muharram 1448 Hijriah. Sebanyak 54 anak yatim di Rajadesa menerima santunan tunai dan bingkisan hasil gotong royong masyarakat melalui gerakan zakat, infak, dan […]

  • Siswa menggunakan gadget di kelas saat isu transformasi pendidikan dan penurunan literasi menjadi sorotan di Indonesia

    Pendidikan Indonesia Darurat? Pemerintah Bongkar Fakta Mengejutkan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu transformasi pendidikan kembali menguat, tetapi kali ini bukan sekadar wacana. Di tengah dorongan reformasi pendidikan Indonesia, fakta di lapangan justru bikin khawatir: literasi siswa melemah, interaksi menurun, dan penggunaan gawai makin tak terkendali. Pemerintah pun angkat suara—perubahan tidak akan terjadi jika semua pihak masih saling menunggu. Pemerintah Buka Fakta: Pendidikan Sedang […]

  • Satgas Pendapatan Daerah

    Pemkab Tasikmalaya Genjot Pendapatan Daerah

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya memperkuat Satgas Pendapatan Daerah guna menaikkan kemandirian fiskal yang masih rendah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperkuat kinerja Satuan Tugas Optimalisasi Pendapatan Daerah sebagai langkah strategis menghadapi rendahnya tingkat kemandirian fiskal. Penguatan ini ditegaskan dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang digelar di Aula Wiradadaha Bappelitbangda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (23/12/2025). Langkah […]

  • Ketahanan Pangan

    Dari Desa Janggala, Polres Tasikmalaya Kawal Ketahanan Pangan hingga Panen

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Deretan tanaman jagung muda tampak menghijau di lahan pertanian Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (10/6/2026). Daun-daunnya bergoyang pelan tertiup angin pagi. Di sela pematang yang masih menyisakan bekas tanah lembap setelah hujan malam sebelumnya, sejumlah petani berdiri sambil memperhatikan rombongan yang berjalan menyusuri lahan. Menariknya, rombongan itu bukan penyuluh […]

  • LGBT Tasikmalaya

    Bahas Isu LGBT, Bupati Tasikmalaya Tegaskan Jangan Ada Diskriminasi

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Isu LGBT Tasikmalaya kembali menjadi bahan dialog antara pemerintah daerah, ulama, dan sejumlah elemen masyarakat. Namun, pembahasan kali ini tidak hanya menyentuh rencana penguatan regulasi lokal. Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin juga menegaskan bahwa respons terhadap isu tersebut tidak boleh berujung pada diskriminasi, perundungan, maupun pengucilan. Pernyataan itu disampaikan Cecep saat […]

  • Meja Iftar Timur Tengah paling mewah dengan dekorasi emas, lampu gantung kristal, dan hidangan khas Arab premium.

    Meja Iftar Timur Tengah Paling Mewah dan Menggoda

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Meja Iftar Timur Tengah Paling Mewah selalu menarik perhatian setiap Ramadhan tiba. Tradisi berbuka puasa di kawasan Arab ini tidak hanya menonjolkan cita rasa, tetapi juga menghadirkan kemegahan yang memikat. Bahkan, meja iftar mewah kerap menjadi simbol keramahan, status sosial, dan penghormatan terhadap tamu. Di berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, […]

expand_less