Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Saat Allah Belum Menjawab Doamu

Saat Allah Belum Menjawab Doamu

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Pukul dua dini hari. Sebuah lampu kamar masih menyala. Di sudut ruangan, seseorang baru saja menyelesaikan salat tahajud. Tangannya menengadah cukup lama. Air matanya sempat jatuh. Permohonannya juga tidak berubah dari malam-malam sebelumnya.

Ia meminta satu hal yang sama.

Pekerjaan.
Kesembuhan.
Jodoh.
Atau mungkin jalan keluar dari masalah yang sudah berbulan-bulan menghuni kepalanya.

Lalu pagi datang.

Alarm berbunyi.
Ponsel diperiksa.
Tidak ada kabar baru.
Tidak ada keajaiban.
Masalah itu masih ada di tempat yang sama.

Di situlah pertanyaan yang sangat manusiawi sering muncul:

Mengapa doa belum dikabulkan?

Pertanyaan tentang doa belum dikabulkan, doa yang terasa tertunda, atau harapan yang belum terwujud sesungguhnya bukan hanya milik kita hari ini. Sejak dahulu, manusia selalu bergulat dengan satu persoalan yang sama: mengapa waktu Allah sering berbeda dengan waktu yang kita bayangkan?

Kita Berdoa kepada Allah, Tetapi Diam-diam Membuat Jadwal untuk-Nya

Dalam kitab Al-Hikam, Imam Ibnu Athaillah as-Sakandari menulis sebuah hikmah yang terasa lembut ketika dibaca, tetapi terasa keras ketika direnungkan.

لَا يَشُكَّنَّكَ فِي الْوَعْدِ عَدَمُ وُقُوعِ الْمَوْعُودِ وَإِنْ تَعَيَّنَ زَمَنُهُ

“Jangan sampai keterlambatan terjadinya apa yang dijanjikan Allah membuatmu ragu terhadap janji-Nya, meskipun waktunya telah kamu tentukan.”

Masalahnya, manusia memang sangat suka menentukan waktu.

Kita berdoa hari ini, lalu berharap jawaban datang besok.

Kita bersedekah pagi hari, lalu menunggu rezeki datang sore hari.

Dan kita memperbaiki diri selama satu bulan, lalu berharap seluruh masalah hidup selesai pada bulan berikutnya.

Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang membuat deadline untuk Tuhan.

Padahal, Allah tidak pernah meminta pendapat kita tentang kapan pertolongan itu harus datang.

Allah berfirman:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu.”

(QS. Al-Baqarah Ayat 216)

Karena itu, keterlambatan sering kali bukan penolakan. Terkadang, itu adalah bentuk perlindungan yang belum mampu kita pahami.

Umar bin Khattab Pernah Mengalami Kegelisahan yang Sama

Ada satu momen dalam sejarah Islam yang menggambarkan hal ini dengan sangat manusiawi.

Pada peristiwa Perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah SAW pernah bermimpi bahwa kaum Muslim akan memasuki Makkah.

Para sahabat memahami bahwa mimpi itu akan segera terwujud.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Mereka tertahan.

Mereka tidak jadi melaksanakan umrah.

Bahkan, isi perjanjian yang disepakati saat itu terlihat seperti kekalahan.

Umar bin Khattab RA pun merasa gelisah. Beliau mempertanyakan keadaan tersebut kepada Rasulullah SAW.

Namun Rasulullah menjawab dengan sangat tenang:

“Aku adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Allah tidak akan menyia-nyiakanku.”

Beberapa waktu kemudian, sejarah membuktikan bahwa peristiwa yang tampak seperti kekalahan itu justru menjadi gerbang kemenangan besar.

Terkadang, kita memang terlalu dekat dengan masalah sehingga tidak mampu melihat rencana Allah secara utuh.

Masalahnya, Kita Hidup di Zaman yang Terlalu Cepat

Mungkin inilah salah satu ujian terbesar manusia modern.

Kita terbiasa dengan internet cepat.

Makanan cepat saji.

Pengiriman satu hari.

Balasan pesan dalam hitungan detik.

Lalu, tanpa sadar, kita berharap pertolongan Allah juga bekerja dengan sistem yang sama.

Padahal Rasulullah SAW telah mengingatkan:

“Doa seorang hamba akan terus dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa.”

(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

Ketika para sahabat bertanya tentang maksud tergesa-gesa, Rasulullah menjelaskan:

“Ia berkata, ‘Aku telah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan’.”

Kalimat itu terasa seperti sedang menggambarkan banyak dari kita hari ini.

Kita tidak berhenti berdoa karena Allah tidak mendengar.

Kita berhenti karena merasa Allah terlalu lama menjawab.

Padahal Allah sendiri telah berfirman:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

(QS. Al-Insyirah Ayat 6)

Yang Sebenarnya Sedang Diuji Bukan Doa Kita

Mungkin selama ini kita mengira bahwa yang sedang diuji adalah kesabaran menunggu doa terkabul.

Padahal, bisa jadi yang sedang diuji adalah prasangka kita kepada Allah.

Apakah kita tetap percaya ketika belum melihat hasil?

Apakah kita tetap berdoa ketika keadaan belum berubah?

Dan apakah kita tetap yakin ketika semua perhitungan manusia mengatakan tidak mungkin?

Imam Ibnu Athaillah mengingatkan bahwa bahaya terbesar bukanlah doa yang belum terkabul.

Bahaya terbesar adalah ketika penantian itu membuat cahaya keyakinan di dalam hati mulai padam.

Sebab, sejak awal, tugas manusia memang bukan menentukan kapan doa harus dikabulkan.

Tugas manusia hanyalah mengetuk pintu.

Dan tugas Allah adalah menentukan kapan pintu itu dibuka.

Barangkali Allah tidak sedang terlambat mengabulkan doa kita. Barangkali, kitalah yang terlalu cepat memutuskan bahwa waktu Allah salah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden bersama para menteri menunaikan zakat melalui Baznas di Istana Negara pada bulan Ramadan

    Momen Tak Biasa di Istana: Zakat Presiden Jadi Sorotan Publik

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ada suasana berbeda di Istana Negara pada bulan Ramadan kali ini. Bukan hanya agenda kenegaraan yang berlangsung di dalamnya. Di tempat yang biasanya identik dengan keputusan politik, para pemimpin negara justru berkumpul untuk menunaikan ibadah. Momen zakat Presiden di Istana bersama para menteri langsung menarik perhatian publik. Banyak orang melihat peristiwa […]

  • korban TPPO

    WNI Korban TPPO di Kamboja Jadi Alarm Negara

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Kasus 9 WNI korban TPPO di Kamboja menyoroti lemahnya perlindungan migran dan bahaya jalur kerja ilegal. albadarpost.com, HUMANIORA – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Paspor mereka disita. Target kerja yang tak tercapai dibalas kekerasan. Kasus ini bukan sekadar tragedi individual, melainkan peringatan keras tentang lemahnya sistem […]

  • peran pesantren

    Pesantren Kini Tak Lagi Hanya Mengajar Agama

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Pesantren selama ini dikenal sebagai tempat belajar agama. Namun, peran pesantren di tengah masyarakat jauh lebih besar. Lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, dan pusat pembinaan umat kini menjadi kekuatan penting yang membentuk karakter, menjaga budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi warga. Di banyak daerah, pesantren tidak hanya mencetak santri yang memahami ilmu agama. Sebaliknya, […]

  • Ilustrasi pelaku GRC UMKM mengelola keuangan bisnis rapi agar mudah lolos pinjaman bank dan meningkatkan kepercayaan usaha

    Bukan Modal, Ini Alasan UMKM Ditolak Bank: GRC Jadi Penentu

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Governance, Risk, and Compliance (GRC) UMKM, tata kelola usaha, dan manajemen risiko kini menjadi faktor penting yang menentukan apakah bisnis bisa berkembang atau justru stagnan. Istilah GRC UMKM semakin sering muncul, terutama ketika pelaku usaha mengajukan pinjaman ke bank atau fintech. Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mendorong lembaga keuangan tidak […]

  • pengerukan pasir sungai

    Larangan Keras Tak Mampu Hentikan Tambang Pasir, Apa yang Salah?

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pengerukan pasir sungai kembali menjadi sorotan karena aktivitas ini terus berlangsung meski larangan sudah ditegakkan. Fenomena pengerukan pasir sungai, tambang ilegal, dan eksploitasi sungai menunjukkan masalah yang belum terselesaikan. Di satu sisi, penindakan terlihat tegas. Namun di sisi lain, solusi nyata justru hampir tidak terdengar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah pendekatan […]

  • Twin’s Convention Hall Tasikmalaya

    Cecep Nurul Yakin Hadiri Peresmian Twin’s Convention Hall, Ekonomi Tasikmalaya Dipacu

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 308
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Twin’s Convention Hall Tasikmalaya resmi dibuka dan langsung menarik perhatian masyarakat. Kehadiran fasilitas baru ini menjadi kabar penting karena dinilai mampu memperkuat ekonomi Tasikmalaya, membuka peluang investasi, serta menghadirkan pusat kegiatan modern di wilayah Priangan Timur. Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menghadiri langsung peresmian Twin’s Convention Hall yang berlokasi di Jalan […]

expand_less