Lebaran Yatim Ciamis Hadirkan Harapan Baru
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anak-anak yatim menerima santunan pada Gebyar Muharam 2026 di Aula Kelurahan Ciamis dalam peringatan Lebaran Yatim, Kamis (25/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Senyum mulai merekah di wajah anak-anak ketika nama mereka dipanggil satu per satu di Aula Kelurahan Ciamis, Kamis (25/6/2026). Pada momentum Lebaran Yatim Ciamis yang bertepatan dengan Hari Asyura 10 Muharam 1448 Hijriah, sebanyak 100 anak yatim menerima santunan melalui kegiatan Gebyar Muharam 2026. Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini membawa pesan bahwa kepedulian sosial tumbuh melalui kebersamaan yang terus dijaga.
Sejak pagi, aula dipenuhi anak-anak bersama keluarga dan pendamping mereka. Suasana berlangsung hangat. Doa bersama mengawali rangkaian acara, disusul penyerahan santunan yang berlangsung tertib. Sesekali terdengar tepuk tangan ketika para penerima naik ke depan, sementara senyum dan sapaan hangat mengisi ruangan.
Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ciamis tersebut terlaksana berkat kolaborasi dengan anggota DPRD Kabupaten Ciamis dan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Hadir pula Lurah Ciamis, Ketua DMI, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta berbagai unsur masyarakat yang ikut memberikan dukungan.
Muharam Menjadi Pengingat untuk Terus Berbagi
Ketua LPM Kelurahan Ciamis, Adang Sudrajat, mengatakan Bulan Muharam menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian kepada anak-anak yatim.
Menurutnya, Hari Asyura bukan hanya peringatan dalam kalender Islam, tetapi juga kesempatan memperbanyak empati dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan perhatian.
“Kami ingin Hari Asyura menjadi momentum untuk berbagi dan menunjukkan perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Santunan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus pengamalan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Adang menjelaskan seluruh penerima santunan berasal dari Kelurahan Ciamis dan telah didata sebelumnya. Ia juga memastikan program tersebut akan menjadi agenda rutin setiap Bulan Muharam.
Baginya, kepedulian terhadap anak yatim tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Sebaliknya, semangat berbagi perlu terus tumbuh sebagai budaya yang menguatkan hubungan antarsesama.
Kolaborasi yang Menguatkan Kepedulian
Anggota DPRD Kabupaten Ciamis Fraksi PAN, Anggia Herfianti, mengapresiasi seluruh panitia, relawan, dan masyarakat yang bergotong royong menyukseskan Gebyar Muharam.
Ia menilai santunan kepada anak yatim mencerminkan semangat kebersamaan yang perlu dipelihara di tengah kehidupan masyarakat.
“Momentum Muharam harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menumbuhkan empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian,” katanya.
Menurut Anggia, kegiatan seperti ini layak terus dilaksanakan agar semakin banyak masyarakat ikut berpartisipasi dalam membangun solidaritas sosial.
Santunan Membawa Harapan Baru
Lurah Ciamis, Muhlaso, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat menghadirkan kebahagiaan sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim untuk terus menatap masa depan dengan optimistis.
Dalam kesempatan tersebut, Muhlaso juga berpesan agar mereka tetap rajin belajar dan tidak menyerah mengejar cita-cita.
“Saya percaya kalian adalah anak-anak yang kuat dan istimewa. Teruslah belajar, berdoa, dan menjadi generasi yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan daerah,” pesannya.
Ucapan itu disambut anggukan dan senyum para penerima santunan yang memenuhi aula.
Kepedulian yang Terasa Hingga Hati
Bagi Rizki (14), salah seorang penerima santunan, perhatian yang diberikan masyarakat memiliki arti lebih dari sekadar bantuan.
Ia mengaku merasa bahagia karena masih banyak orang yang peduli terhadap anak-anak yatim.
“Terima kasih atas santunan dan bantuannya. Kami senang dan merasa diperhatikan,” ucapnya singkat.
Kalimat sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa nilai sebuah santunan tidak hanya diukur dari jumlah yang diterima, tetapi juga dari rasa dihargai dan diperhatikan.
Melalui Gebyar Muharam, masyarakat Kelurahan Ciamis menunjukkan bahwa kepedulian dapat tumbuh ketika berbagai unsur bersedia berjalan bersama. Harapannya, semangat itu terus hidup, bukan hanya pada Bulan Muharam, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika berbagi berubah menjadi kebiasaan, Muharam tidak lagi sekadar hadir sebagai penanda waktu. Ia menjelma menjadi pengingat bahwa harapan selalu tumbuh dari tangan-tangan yang memilih peduli. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar