Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sawah Menyusut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Angkat Suara

Sawah Menyusut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Angkat Suara

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lahan sawah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian. Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, keberadaan lahan sawah Tasikmalaya, sawah abadi, dan ruang hijau kini menghadapi tekanan yang semakin besar. Jika tren alih fungsi lahan terus berlangsung tanpa kendali, kota ini berisiko kehilangan salah satu penyangga utama ketahanan pangan dan keseimbangan lingkungannya.

Peringatan itu disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candranegara, saat menyoroti semakin terbatasnya lahan yang tersedia di wilayah perkotaan. Menurutnya, pembangunan tidak boleh berjalan dengan mengorbankan kawasan pertanian produktif yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat.

Sawah Abadi Tidak Bisa Ditawar

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga lahan pertanian yang telah ditetapkan sebagai kawasan perlindungan. Baginya, sawah bukan sekadar hamparan tanah yang menghasilkan padi, melainkan aset strategis yang menentukan keberlanjutan kota dalam jangka panjang.

Di banyak daerah, alih fungsi lahan sering terjadi karena meningkatnya kebutuhan permukiman, kawasan komersial, dan pembangunan infrastruktur. Namun, ketika lahan pertanian terus berkurang, dampaknya tidak hanya dirasakan petani. Masyarakat perkotaan juga akan menghadapi ancaman berkurangnya pasokan pangan lokal serta menurunnya kualitas lingkungan.

Karena itu, perlindungan sawah abadi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.

Bukan Saatnya Terus Membuka Lahan Baru

Selain menyoroti pentingnya menjaga lahan pertanian, Wakil Wali Kota juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak selalu identik dengan membuka kawasan baru. Sebaliknya, pemerintah perlu memaksimalkan aset yang sudah tersedia agar pemanfaatan ruang menjadi lebih efisien.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah aset milik pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Jika aset-aset tersebut dikelola dengan baik, kebutuhan ruang untuk pelayanan publik maupun aktivitas pembangunan dapat terpenuhi tanpa harus mengurangi luas lahan pertanian produktif.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep pembangunan ramah lingkungan yang kini menjadi perhatian banyak kota di Indonesia. Melalui optimalisasi aset, pemerintah dapat menekan kebutuhan ekspansi lahan sekaligus menjaga keberlanjutan ruang terbuka hijau.

Ketika Ruang Kota Harus Dikelola Lebih Bijak

Diky Candranegara kemudian mengibaratkan tata kelola kota seperti mengelola sebuah rumah. Dalam pandangannya, ruang yang tersedia harus dimanfaatkan secara efektif agar memberikan manfaat bagi lebih banyak orang.

Analogi tersebut menggambarkan bahwa persoalan lahan tidak selalu berkaitan dengan jumlah ruang yang tersedia. Sering kali masalah muncul karena pemanfaatan ruang belum berjalan secara efisien. Akibatnya, kebutuhan pembangunan terus meningkat sementara lahan produktif semakin terdesak.

Di sisi lain, masyarakat juga mulai menyadari pentingnya menjaga ruang hijau sebagai penyangga lingkungan. Kawasan hijau berperan mengurangi suhu perkotaan, menyerap air hujan, serta menjaga kualitas udara. Oleh sebab itu, keberadaan sawah dan lahan terbuka tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang sangat penting.

Menjaga Sawah, Menjaga Masa Depan

Tasikmalaya saat ini berada pada titik penting dalam menentukan arah pembangunan ke depan. Di satu sisi, kebutuhan fasilitas dan pertumbuhan kota terus berkembang. Namun di sisi lain, perlindungan terhadap lahan pertanian dan ruang hijau juga menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Karena itu, keseimbangan harus menjadi kata kunci. Pembangunan perlu berjalan, tetapi keberlangsungan lingkungan juga harus tetap terjaga. Ketika sawah abadi mampu dipertahankan dan aset yang ada dimanfaatkan secara optimal, kota dapat tumbuh tanpa kehilangan fondasi ekologisnya.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya jumlah gedung yang berdiri. Keberhasilan sejati terlihat dari kemampuan sebuah kota menjaga ruang hidupnya untuk generasi yang akan datang.

Beton mungkin bisa membangun kota lebih cepat, tetapi sawah yang hilang belum tentu bisa kembali. Ketika ruang hijau habis, yang dipertaruhkan bukan sekadar pemandangan, melainkan masa depan Tasikmalaya sendiri. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jual trenggiling

    Sadis! Trenggiling Diburu dan Dijual Online di Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus jual trenggiling kembali mencuat setelah polisi membongkar praktik perdagangan satwa dilindungi di Tasikmalaya. Aksi jual trenggiling ini melibatkan dua buruh harian lepas yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana transaksi. Modus jual satwa dilindungi tersebut akhirnya terungkap setelah polisi menangkap salah satu pelaku saat membawa tas mencurigakan. Peristiwa ini langsung menyita […]

  • Pekerja tambang muslim tetap bekerja di lapangan berat saat Ramadhan dan mempertimbangkan tidak puasa kerja berat sesuai syariat Islam.

    Bekerja di Lapangan Berat, Bolehkah Tidak Berpuasa?

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tidak puasa karena kerja berat sering menjadi pertanyaan bagi pekerja tambang, buruh lapangan, hingga pekerja proyek yang menghadapi suhu ekstrem dan risiko dehidrasi tinggi. Lalu, bagaimana hukum tidak berpuasa karena kerja berat menurut Islam? Apakah pekerja tambang mendapat keringanan seperti musafir atau orang sakit? Pertanyaan ini penting, terutama bagi mereka yang […]

  • pengantin pesanan

    KJRI Guangzhou Pulangkan Korban Pengantin Pesanan dan Dorong Penindakan TPPO

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KJRI Guangzhou memulangkan korban pengantin pesanan dan mendorong penindakan kasus TPPO lintas negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Reni Rahmawati, Warga Negara Indonesia asal Sukabumi, akhirnya dipulangkan setelah menjadi korban praktik pengantin pesanan di China. Kepulangannya pada Selasa, 18 November 2025, menandai berakhirnya proses hukum perceraiannya dengan suami warga negara China. Kasus ini penting karena memperlihatkan kembali […]

  • Jamaah Haji Tasikmalaya

    Penuh Haru! Jamaah Haji Tasikmalaya Resmi Berangkat, Pesan Wali Kota Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jamaah Haji Kota Tasikmalaya akhirnya resmi diberangkatkan. Suasana pelepasan jamaah haji Tasikmalaya 2026 di Masjid Agung berubah haru. Tangis keluarga pecah. Doa-doa mengalir tanpa henti. Kamis (16/4/2026), Viman Alfarizi Ramadhan hadir langsung dalam prosesi pelepasan di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Ia berdiri di hadapan ratusan jamaah dan keluarga yang sejak pagi […]

  • Ilustrasi penipuan online dengan pesan mencurigakan di ponsel dan peringatan keamanan digital

    Jangan Sampai Kena! Ini 6 Cara Selamat dari Penipuan Online

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Penipuan tidak lagi menyasar orang yang ceroboh saja. Faktanya, banyak korban penipuan online justru merasa sudah berhati-hati. Modusnya makin halus, makin meyakinkan, dan sering tidak terdeteksi. Karena itu, memahami cara menghindari penipuan online dan mengenali modus penipuan digital jadi hal yang tidak bisa ditunda. Satu detik lengah bisa berakibat fatal. Dan sering […]

  • Bupati Tasikmalaya Dr Cecep Nurul Yakin saat memberikan pernyataan tentang Sekolah Maung SMAN 1 Singaparna dan pendidikan unggulan.

    Bupati Tasikmalaya Soroti Sekolah Maung, Sebut Sejalan dengan Program Presiden

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bupati Tasikmalaya Dr. Cecep Nurul Yakin memberikan apresiasi terhadap keberadaan Sekolah Maung di SMAN 1 Singaparna. Program pendidikan unggulan tersebut dinilai memiliki arah yang sejalan dengan konsep sekolah berkualitas yang saat ini didorong pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurut Cecep, Sekolah Maung menjadi salah satu contoh pengembangan pendidikan yang […]

expand_less