Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Rezeki Sudah Dijamin, Kenapa Kita Masih Gelisah?

Rezeki Sudah Dijamin, Kenapa Kita Masih Gelisah?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 107
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Pukul sepuluh malam. Lampu ruang tamu masih menyala.

Di atas meja, beberapa tagihan rumah tangga tergeletak tidak beraturan. Secangkir kopi yang tadi hangat mulai kehilangan uapnya. Seorang ayah membuka aplikasi perbankan di ponselnya sambil sesekali memandangi angka-angka yang belum sesuai harapan.

Di kamar sebelah, anak-anaknya sudah terlelap.

Mushaf Al-Qur’an yang sempat dibaca selepas Magrib masih terbuka, tetapi belum sempat disentuh lagi.

Pemandangan seperti itu mungkin tidak asing.

Banyak orang bekerja keras demi keluarga. Tidak sedikit yang rela mengurangi waktu istirahat demi menambah penghasilan. Itu bukan sesuatu yang salah. Islam justru memuliakan ikhtiar yang halal.

Namun, ada satu hal yang menarik.

Semakin banyak kemudahan tersedia, semakin banyak pula manusia yang diliputi kegelisahan.

Seolah-olah rezeki berada sepenuhnya di tangannya.

Serta seolah-olah langit akan berhenti memberi jika ia berhenti memikirkannya.

Padahal, berabad-abad lalu Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari sudah mengingatkan manusia melalui salah satu hikmah terkenalnya dalam Kitab Al-Hikam.

اِجْتِهَادُكَ فِيمَا ضُمِنَ لَكَ وَتَقْصِيرُكَ فِيمَا طُلِبَ مِنْكَ دَلِيلٌ عَلَى اِنْطِمَاسِ الْبَصِيرَةِ مِنْكَ

“Kesungguhanmu mengejar sesuatu yang telah dijamin untukmu, sementara engkau lalai terhadap apa yang dituntut darimu, merupakan tanda padamnya mata hati.”

Kalimat itu terasa seperti ditulis untuk manusia zaman sekarang.

Ketika Kita Sangat Sibuk Mengurus Bagian Allah

Ada orang yang sulit tidur karena memikirkan omzet.

Ada yang cemas karena tabungan belum bertambah.

Dan ada pula yang panik ketika investasi turun.

Kekhawatiran seperti itu sangat manusiawi.

Namun, kadang-kadang manusia begitu sibuk memikirkan apa yang menjadi urusan Allah, sementara tugas yang Allah amanahkan justru tertinggal.

Salat ditunda.

Hubungan dengan keluarga mulai renggang.

Waktu untuk membaca Al-Qur’an semakin sedikit.

Sebaliknya, urusan pekerjaan terus bertambah.

Seakan-akan manusia ingin mengambil seluruh beban dunia ke pundaknya sendiri.

Padahal Allah SWT telah berfirman:

وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan berapa banyak makhluk bergerak yang tidak dapat membawa rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS Al-Ankabut: 60)

Burung pipit tidak memiliki rekening.

Kucing liar tidak mengenal investasi.

Semut tidak mempunyai gudang pangan yang megah.

Namun, semuanya tetap memperoleh bagian yang telah Allah tetapkan.

Anehnya, manusia yang sudah memiliki berbagai fasilitas justru sering kehilangan ketenangan.

Mungkin yang berkurang bukan jumlah hartanya.

Melainkan rasa percaya kepada Allah yang perlahan mulai menipis.

Allah Tidak Meminta Kita Menjamin Rezeki Sendiri

Di tengah kesibukan dunia, Allah justru memberikan perintah yang sangat berbeda dari yang dibayangkan banyak orang.

Allah berfirman:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik adalah bagi orang yang bertakwa.”
(QS Thaha: 132)

Ayat ini seolah mengingatkan bahwa manusia tidak ditugaskan menjadi penjamin rezekinya sendiri.

Tugas manusia adalah beribadah, bekerja dengan cara yang halal, menjaga keluarga, dan menunaikan amanah.

Sedangkan hasil akhirnya berada di tangan Allah.

Kadang Kita Terlalu Yakin Tahu yang Terbaik

Ada saat ketika doa-doa manusia berubah menjadi daftar keinginan yang sangat rinci.

Harus pekerjaan itu.

Harus rumah itu.

Dan harus jabatan itu.

Jika kenyataan tidak sesuai harapan, hati mulai dipenuhi kekecewaan.

Padahal dalam sebuah ungkapan hikmah disebutkan:

عَبْدِي أَطِعْنِي فِيمَا أَمَرْتُكَ وَلَا تُعَلِّمْنِي مَا يُصْلِحُكَ

“Wahai hamba-Ku, taatilah perintah-Ku dan jangan mengajari-Ku apa yang terbaik bagimu.”

Kalimat itu bukan ajakan untuk berhenti berdoa.

Sebaliknya, kalimat tersebut mengajarkan kerendahan hati.

Sebab, manusia hanya melihat hari ini, sedangkan Allah mengetahui masa depan.

Jangan Habiskan Umur untuk Mengejar yang Sudah Dijamin

Ibrahim Al-Khawwash pernah berpesan:

لَا تَتَكَلَّفْ مَا كُفِيتَ وَلَا تُضَيِّعْ مَا اسْتُكْفِيتَ

“Jangan memaksakan diri mengejar apa yang telah dicukupkan bagimu, dan jangan menyia-nyiakan apa yang telah diamanahkan kepadamu.”

Nasihat itu bukan anjuran untuk bermalas-malasan.

Rasulullah SAW bahkan bersabda:

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana burung diberi rezeki. Burung itu pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”
(HR Tirmidzi)

Burung tetap terbang.

Burung tetap mencari makan.

Tetapi burung tidak menjalani hidup dengan ketakutan yang tidak berkesudahan.

Barangkali di situlah letak ironi manusia modern.

Kita takut miskin, padahal kemiskinan belum tentu datang.

Namun, kita sering tenang menghadapi kematian yang sudah pasti datang.

Kita sibuk mengejar sesuatu yang sudah Allah jamin.

Sementara sesuatu yang pasti akan ditanyakan di hadapan-Nya justru kerap ditunda.

Mungkin masalah terbesar kita bukan kurangnya rezeki. Mungkin yang mulai berkurang adalah keyakinan bahwa Allah tidak pernah terlambat memenuhi janji-Nya. Sebab, hidup tidak akan selesai hanya karena uang kurang. Tetapi hidup pasti selesai ketika usia berakhir. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gepuk daging sapi sisa kurban berwarna cokelat keemasan dengan bumbu meresap dan tekstur empuk khas masakan Sunda.

    Rahasia Gepuk Daging Kurban Empuk dan Gurih, Ternyata Ada Trik Ini

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Setelah Idul Adha berlalu, banyak keluarga mulai mencari resep gepuk daging untuk mengolah sisa daging kurban. Tidak sedikit yang memilih gepuk karena rasanya gurih, tahan disimpan, dan cocok disantap kapan saja. Namun membuat gepuk daging sapi yang benar-benar empuk ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Sebagian orang pernah mengalami daging yang masih alot […]

  • Pendidikan Karakter

    Pesan Diky untuk Lulusan SD: Akhlak Lebih Berharga dari Nilai

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tepuk tangan bergema di aula saat satu per satu siswa Kelas 6 melangkah menuju akhir perjalanan mereka di bangku sekolah dasar. Di antara senyum bangga para orang tua, terselip mata yang mulai berkaca-kaca. Momen pelepasan siswa memang selalu menghadirkan perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Namun dalam acara pelepasan siswa SD […]

  • edukasi HIV/AIDS

    Pemda Majalengka Perluas Edukasi HIV/AIDS Lewat Platform Digital

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Edukasi HIV/AIDS Majalengka diperkuat lewat platform digital baru untuk menekan kasus dan perluas akses informasi publik. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten Majalengka memperluas edukasi HIV/AIDS dengan meluncurkan situs Pojok Lajur Pesat. Langkah ini dinilai penting karena angka kasus baru HIV/AIDS di Majalengka masih berada pada tingkat tertinggi di kawasan Cirebon Raya. Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa […]

  • Resep Ayam Bumbu Merah

    Resep Ayam Bumbu Merah, Gurih dan Bikin Lupa Diet

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep Ayam Bumbu Merah selalu menjadi incaran banyak orang ketika ingin menghadirkan lauk istimewa di meja makan. Tak hanya populer sebagai menu hajatan, masakan ayam berbumbu merah juga menjadi pilihan favorit keluarga karena cita rasanya yang gurih, manis, sedikit pedas, dan kaya rempah. Menu ayam merah rumahan ini memiliki keunggulan pada bumbu […]

  • Pembatasan Gawai Sekolah

    Gawai di Sekolah Kini Dibatasi, Bukan Dilarang

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pembatasan gawai sekolah mulai diterapkan sebagai langkah membangun lingkungan belajar yang lebih kondusif. Kebijakan ini merupakan bentuk pengaturan penggunaan telepon seluler di sekolah, bukan larangan total terhadap perangkat digital. Melalui aturan tersebut, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih bijak sehingga konsentrasi belajar meningkat, interaksi sosial antarmurid semakin kuat, dan ekosistem pendidikan menjadi […]

  • Kemarau 2026

    Ancaman Kemarau Panjang 2026, Ini Strategi Pemkab Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kemarau 2026 mulai diantisipasi serius oleh pemerintah. Melalui rapat koordinasi nasional, strategi menghadapi kemarau panjang 2026 dibahas dengan fokus utama pada ketersediaan air dan keberlanjutan produksi pangan. Pertemuan yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026), mempertemukan berbagai kepala daerah dari seluruh Indonesia. Agenda utamanya jelas: memastikan […]

expand_less