Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Rezeki Sudah Dijamin, Kenapa Kita Masih Gelisah?

Rezeki Sudah Dijamin, Kenapa Kita Masih Gelisah?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Pukul sepuluh malam. Lampu ruang tamu masih menyala.

Di atas meja, beberapa tagihan rumah tangga tergeletak tidak beraturan. Secangkir kopi yang tadi hangat mulai kehilangan uapnya. Seorang ayah membuka aplikasi perbankan di ponselnya sambil sesekali memandangi angka-angka yang belum sesuai harapan.

Di kamar sebelah, anak-anaknya sudah terlelap.

Mushaf Al-Qur’an yang sempat dibaca selepas Magrib masih terbuka, tetapi belum sempat disentuh lagi.

Pemandangan seperti itu mungkin tidak asing.

Banyak orang bekerja keras demi keluarga. Tidak sedikit yang rela mengurangi waktu istirahat demi menambah penghasilan. Itu bukan sesuatu yang salah. Islam justru memuliakan ikhtiar yang halal.

Namun, ada satu hal yang menarik.

Semakin banyak kemudahan tersedia, semakin banyak pula manusia yang diliputi kegelisahan.

Seolah-olah rezeki berada sepenuhnya di tangannya.

Serta seolah-olah langit akan berhenti memberi jika ia berhenti memikirkannya.

Padahal, berabad-abad lalu Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari sudah mengingatkan manusia melalui salah satu hikmah terkenalnya dalam Kitab Al-Hikam.

اِجْتِهَادُكَ فِيمَا ضُمِنَ لَكَ وَتَقْصِيرُكَ فِيمَا طُلِبَ مِنْكَ دَلِيلٌ عَلَى اِنْطِمَاسِ الْبَصِيرَةِ مِنْكَ

“Kesungguhanmu mengejar sesuatu yang telah dijamin untukmu, sementara engkau lalai terhadap apa yang dituntut darimu, merupakan tanda padamnya mata hati.”

Kalimat itu terasa seperti ditulis untuk manusia zaman sekarang.

Ketika Kita Sangat Sibuk Mengurus Bagian Allah

Ada orang yang sulit tidur karena memikirkan omzet.

Ada yang cemas karena tabungan belum bertambah.

Dan ada pula yang panik ketika investasi turun.

Kekhawatiran seperti itu sangat manusiawi.

Namun, kadang-kadang manusia begitu sibuk memikirkan apa yang menjadi urusan Allah, sementara tugas yang Allah amanahkan justru tertinggal.

Salat ditunda.

Hubungan dengan keluarga mulai renggang.

Waktu untuk membaca Al-Qur’an semakin sedikit.

Sebaliknya, urusan pekerjaan terus bertambah.

Seakan-akan manusia ingin mengambil seluruh beban dunia ke pundaknya sendiri.

Padahal Allah SWT telah berfirman:

وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan berapa banyak makhluk bergerak yang tidak dapat membawa rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS Al-Ankabut: 60)

Burung pipit tidak memiliki rekening.

Kucing liar tidak mengenal investasi.

Semut tidak mempunyai gudang pangan yang megah.

Namun, semuanya tetap memperoleh bagian yang telah Allah tetapkan.

Anehnya, manusia yang sudah memiliki berbagai fasilitas justru sering kehilangan ketenangan.

Mungkin yang berkurang bukan jumlah hartanya.

Melainkan rasa percaya kepada Allah yang perlahan mulai menipis.

Allah Tidak Meminta Kita Menjamin Rezeki Sendiri

Di tengah kesibukan dunia, Allah justru memberikan perintah yang sangat berbeda dari yang dibayangkan banyak orang.

Allah berfirman:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik adalah bagi orang yang bertakwa.”
(QS Thaha: 132)

Ayat ini seolah mengingatkan bahwa manusia tidak ditugaskan menjadi penjamin rezekinya sendiri.

Tugas manusia adalah beribadah, bekerja dengan cara yang halal, menjaga keluarga, dan menunaikan amanah.

Sedangkan hasil akhirnya berada di tangan Allah.

Kadang Kita Terlalu Yakin Tahu yang Terbaik

Ada saat ketika doa-doa manusia berubah menjadi daftar keinginan yang sangat rinci.

Harus pekerjaan itu.

Harus rumah itu.

Dan harus jabatan itu.

Jika kenyataan tidak sesuai harapan, hati mulai dipenuhi kekecewaan.

Padahal dalam sebuah ungkapan hikmah disebutkan:

عَبْدِي أَطِعْنِي فِيمَا أَمَرْتُكَ وَلَا تُعَلِّمْنِي مَا يُصْلِحُكَ

“Wahai hamba-Ku, taatilah perintah-Ku dan jangan mengajari-Ku apa yang terbaik bagimu.”

Kalimat itu bukan ajakan untuk berhenti berdoa.

Sebaliknya, kalimat tersebut mengajarkan kerendahan hati.

Sebab, manusia hanya melihat hari ini, sedangkan Allah mengetahui masa depan.

Jangan Habiskan Umur untuk Mengejar yang Sudah Dijamin

Ibrahim Al-Khawwash pernah berpesan:

لَا تَتَكَلَّفْ مَا كُفِيتَ وَلَا تُضَيِّعْ مَا اسْتُكْفِيتَ

“Jangan memaksakan diri mengejar apa yang telah dicukupkan bagimu, dan jangan menyia-nyiakan apa yang telah diamanahkan kepadamu.”

Nasihat itu bukan anjuran untuk bermalas-malasan.

Rasulullah SAW bahkan bersabda:

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana burung diberi rezeki. Burung itu pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”
(HR Tirmidzi)

Burung tetap terbang.

Burung tetap mencari makan.

Tetapi burung tidak menjalani hidup dengan ketakutan yang tidak berkesudahan.

Barangkali di situlah letak ironi manusia modern.

Kita takut miskin, padahal kemiskinan belum tentu datang.

Namun, kita sering tenang menghadapi kematian yang sudah pasti datang.

Kita sibuk mengejar sesuatu yang sudah Allah jamin.

Sementara sesuatu yang pasti akan ditanyakan di hadapan-Nya justru kerap ditunda.

Mungkin masalah terbesar kita bukan kurangnya rezeki. Mungkin yang mulai berkurang adalah keyakinan bahwa Allah tidak pernah terlambat memenuhi janji-Nya. Sebab, hidup tidak akan selesai hanya karena uang kurang. Tetapi hidup pasti selesai ketika usia berakhir. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Klinik Aborsi Ilegal

    Polisi Tangkap Pelaku Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Timur

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Polisi membongkar klinik aborsi ilegal di Jakarta Timur yang melayani ratusan pasien sejak 2023. albadarpost.com, HUMANIORA – Polisi membongkar praktik klinik aborsi ilegal di sebuah apartemen Jakarta Timur yang telah beroperasi sejak 2023 dan melayani ratusan pasien. Kasus ini penting karena menyangkut keselamatan perempuan, lemahnya pengawasan layanan kesehatan, serta potensi kejahatan terorganisasi yang beroperasi di […]

  • Ilustrasi wanita memakai skincare dan lip balm saat puasa dengan ekspresi ragu di depan cermin.

    Jangan Salah! Sunscreen dan Lip Balm saat Puasa Ternyata…

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Skincare saat puasa sering menimbulkan kebingungan. Banyak yang mengira perawatan wajah saat puasa dapat membatalkan ibadah. Bahkan, isu tentang sunscreen saat puasa dan lip balm saat puasa kerap memicu perdebatan di media sosial. Lalu, mana yang benar menurut fikih? Agar tidak terjebak informasi keliru, mari kita kupas mitos dan fakta secara […]

  • SKCK online

    Polri Terapkan SKCK Online, Warga Bebas Pilih Lokasi Pengambilan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Layanan SKCK online lewat Super Apps Polri memudahkan pengajuan tanpa mengikuti domisili dan akses lebih praktis. albadarpost.com, LENSA – Masyarakat kini tak lagi bergantung pada kantor polisi untuk mengurus SKCK online. Polri resmi menghadirkan layanan daring melalui aplikasi Super Apps Polri yang memungkinkan pengajuan dokumen secara mandiri dari ponsel. Kebijakan ini menjadi penting karena menekan […]

  • Kecelakaan Gunungkalong

    Jelang Subuh, Avanza Travel Tabrak Pohon di Tamansari

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Provinsi kawasan Gunungkalong, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Sebuah mobil Toyota Avanza hitam bernomor polisi Z 1614 VI yang membawa rombongan keluarga dari Bandung menuju Pangandaran kehilangan kendali dan menghantam pohon di tepi jalan. Akibat kejadian tersebut, lima penumpang mengalami luka […]

  • Trombolisis Stroke

    Layanan Pertama di Priangan Timur, Stroke Bisa Ditangani Cepat

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Harapan sempat memudar ketika seorang pasien stroke datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya dengan kondisi tidak mampu berbicara dan hampir tidak memberikan respons. Namun, sekitar satu jam setelah mendapatkan terapi trombolisis stroke, kondisi pasien mulai membaik. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bukti efektivitas layanan trombolisis stroke […]

  • Kartini Islam

    Kita Rayakan Kartini, Tapi Lupa Ajaran Islamnya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Setiap tahun, publik merayakan Hari Kartini dengan lomba kebaya dan seremoni. Tapi jujur saja—kita lebih sibuk merayakan simbol daripada memahami gagasan Raden Ajeng Kartini. Padahal, Kartini Islam, pemikiran Kartini dalam Islam, dan emansipasi perempuan menurut Islam menyimpan satu pertanyaan yang belum terjawab sampai hari ini: kenapa ajaran yang memuliakan perempuan justru terasa hilang dalam praktik? Ini bukan sekadar sejarah. […]

expand_less