Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Saat Manusia Sok Jadi Manajer Takdir

Saat Manusia Sok Jadi Manajer Takdir

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Suara notifikasi ponsel belum berhenti sejak subuh. Ada tagihan, daftar kebutuhan rumah, harga sembako yang naik, sampai target pekerjaan yang terus bertambah. Di tengah hiruk pikuk itu, banyak orang lupa bahwa Al Hikam Ibnu Athaillah, hikmah Ibnu Athaillah, dan ajaran tentang tawakal dan ikhtiar sesungguhnya hadir untuk mengingatkan manusia agar tidak tenggelam dalam kecemasan berlebihan soal rezeki dalam Islam.

Lucunya, manusia sering bertingkah seolah menjadi manajer takdir.

Padahal, posisi yang tersedia sejak awal hanya satu.

Hamba.

Imam Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menulis:

أَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيرِ، فَمَا قَامَ بِهِ غَيْرُكَ عَنْكَ لَا تَقُمْ بِهِ لِنَفْسِكَ

“Istirahatkanlah dirimu dari kesibukan mengatur (urusan dunia). Sebab, apa yang telah diurus dan ditanggung oleh selainmu untukmu, janganlah engkau sibuk mengurusnya sendiri.”

Kalimat pendek itu terasa seperti sindiran yang halus. Namun, justru karena halus, ia sering menampar lebih keras.

Ketika Manusia Ingin Mengatur Semuanya

Ada orang yang belum tidur, tetapi pikirannya sudah berlari ke bulan depan.

Ada yang baru selesai makan siang, tetapi kepalanya sibuk menghitung kebutuhan lima tahun mendatang.

Dan ada pula yang belum mendapat masalah, namun sudah lelah karena membayangkan berbagai kemungkinan buruk yang bahkan belum tentu terjadi.

Ironisnya, semakin banyak yang ingin dikendalikan, semakin besar pula kegelisahan yang lahir.

Padahal, Allah telah berfirman:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Tidak ada satu pun makhluk melata di bumi melainkan Allah yang menjamin rezekinya.” (QS. Hud: 6)

Karena itu, yang membuat hati sempit sering kali bukan sedikitnya rezeki.

Melainkan terlalu besarnya keinginan manusia untuk mengendalikan sesuatu yang memang bukan wilayahnya.

Bukan Larangan Bekerja, Apalagi Bermalas-malasan

Sebagian orang salah paham terhadap hikmah ini.

Seolah-olah Islam mengajarkan pasrah tanpa usaha.

Padahal, Nabi Muhammad SAW justru memerintahkan umatnya untuk berikhtiar.

Rasulullah SAW bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kalian diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Burung pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi)

Perhatikan burung itu.

Ia terbang.

Ia mencari.

Dan ia bergerak.

Namun, burung tidak pernah mengadakan rapat darurat setiap malam hanya karena cacing besok belum terlihat.

Manusia justru sering kalah tenang dibanding burung.

Kita Sibuk Menjadi Direktur Semesta

Barangkali inilah satir terbesar zaman sekarang.

CV belum berdiri, tetapi sudah khawatir bangkrut.

Usaha belum berjalan, tetapi sudah membayangkan kebangkrutan generasi ketiga.

Anak baru masuk SD, tetapi orang tua sudah stres memikirkan biaya kuliah dan cucu.

Belum hujan.

Payung sudah dibuka.

Belum lapar.

Vitamin sudah diminum tiga jenis.

Belum terjadi apa-apa.

Namun, pikiran sudah membuat film bencana dengan durasi tiga musim.

Sementara itu, Allah berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya.” (QS. Ath-Thalaq: 3)

Tentu, ayat ini bukan tiket untuk bermalas-malasan.

Sebaliknya, ayat tersebut mengajarkan keseimbangan.

Tangan bekerja.

Kaki melangkah.

Akal berpikir.

Namun, hati tidak ikut panik.

Tugas Kita Bekerja, Bukan Menjadi Tuhan

Imam Ibnu Athaillah tidak sedang mengajak manusia berhenti berusaha.

Beliau hanya mengingatkan bahwa ada batas antara ikhtiar dan obsesi mengendalikan segalanya.

Sebab, ketika manusia terlalu sibuk menjadi direktur semesta, ia akan lupa menikmati peran yang sebenarnya jauh lebih mulia.

Menjadi hamba.

Dan mungkin, kelelahan terbesar manusia modern bukan karena terlalu banyak bekerja.

Melainkan karena diam-diam ingin mengambil pekerjaan Tuhan.

Kita diperintah mencari rezeki, bukan menggantikan Allah sebagai pengaturnya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hari sumpah pemuda 2025

    Puncak Hari Sumpah Pemuda 2025, Pemuda Bergerak untuk Indonesia Bersatu

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Puncak Hari Sumpah Pemuda 2025 di GBK jadi simbol semangat persatuan dan kolaborasi generasi muda Indonesia. albadarpost.com, LENSA — Puncak Hari Sumpah Pemuda 2025 akan digelar Selasa malam, 28 Oktober 2025, di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, acara nasional itu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan […]

  • cuaca ekstrem Sumatera Utara

    Cuaca Ekstrem Sumatera Utara Picu Banjir dan Longsor di Empat Kabupaten

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Cuaca ekstrem Sumatera Utara memicu banjir dan longsor di empat kabupaten, ribuan warga terdampak. albadarpost.com, HUMANIORA – Cuaca ekstrem Sumatera Utara pada 24–25 November memicu banjir dan tanah longsor di Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Dampaknya bukan hanya korban jiwa, tetapi juga gangguan ekonomi, mobilitas warga, hingga kebutuhan logistik harian. Cuaca ekstrem […]

  • Petugas Damkar memadamkan kebakaran gudang hengeur di Irigasi Cikunten Tamansari Kota Tasikmalaya dengan asap hitam pekat.

    Kebakaran Gudang Hengeur di Tasikmalaya Bikin Damkar Putar Arah Dua Kali

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran gudang hengeur di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (10/5/2026), sempat memicu kepanikan warga sekaligus membuat petugas pemadam kebakaran putar arah beberapa kali akibat laporan lokasi yang tidak akurat. Peristiwa kebakaran di Irigasi Cikunten, Kampung Sindangalih, itu langsung menjadi perhatian warga karena asap hitam pekat terlihat membubung tinggi hingga radius sekitar […]

  • Kesehatan Publik

    Singapura Perketat Vape, Pasar Gelap Ikut Bergerak

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Singapura kembali menegaskan posisinya sebagai negara dengan pendekatan keras terhadap zat adiktif. Pemerintah memperluas penindakan terhadap rokok elektrik atau vape dengan alasan perlindungan kesehatan publik, menyusul temuan meningkatnya penggunaan vape yang dicampur zat narkotika. Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada perilaku konsumsi di dalam negeri, tetapi juga memunculkan perdebatan tentang kebebasan […]

  • gaji tertinggi ASEAN

    Data Gaji ASEAN 2026: Jakarta Tersalip, Thailand Justru Melonjak

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Gaji tertinggi ASEAN, atau rata-rata upah bersih di Asia Tenggara, kembali menjadi sorotan setelah data terbaru dirilis. Berdasarkan data dari GoodStats menunjukkan peta gaji tertinggi di ASEAN yang timpang, sekaligus memperlihatkan posisi upah kota besar ASEAN yang tidak merata—terutama ketika Jakarta justru tertahan di papan tengah. Namun demikian, satu fakta langsung […]

  • SPPG Tasikmalaya

    Terungkap! Puluhan Dapur SPPG di Tasikmalaya Diduga Ilegal

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tasikmalaya tak lagi sekadar data di atas kertas. Saat Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya turun langsung ke dapur layanan gizi di Singkup, Purbaratu, fakta di lapangan berbicara lebih keras. Aktivitas memasak tetap berjalan, sementara izin belum terlihat. Dapur yang memasok makanan untuk balita, ibu hamil, […]

expand_less