Laporan Warga Berbuah Penangkapan, 7 Pemuda Diamankan
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Polisi amankan 7 pemuda bawa sajam, Minggu(21/6/2026). (Foto:Kasat Samapta Polres Garut )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dugaan aktivitas geng motor Garut kembali menjadi perhatian. Berawal dari laporan warga, Tim Patroli Presisi Polres Garut mengamankan tujuh pemuda beserta sejumlah barang bukti yang diduga terkait potensi aksi kekerasan jalanan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Petugas turut menyita senjata tajam, tongkat bisbol, dan sepuluh sepeda motor, sebagian tanpa TNKB.
Menariknya, pengungkapan tersebut berawal dari informasi yang disampaikan warga kepada kepolisian. Respons cepat aparat kemudian mencegah situasi berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
Laporan Warga Langsung Ditindaklanjuti Patroli Presisi
Kasat Samapta Polres Garut AKP Ardiyanto SH MP membenarkan bahwa pihaknya menerima pengaduan masyarakat mengenai sekelompok pengendara motor yang berkumpul dan menimbulkan keresahan.
Setelah menerima laporan tersebut, Tim Patroli Presisi Sat Samapta Polres Garut segera bergerak melakukan penelusuran ke beberapa titik yang dianggap rawan.
Upaya itu kemudian mengarah ke Kampung Mekarsari, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul.
Di lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah pemuda yang sedang berkumpul.
“Tim Patroli Presisi langsung bergerak menindaklanjuti laporan masyarakat dan melakukan penelusuran ke beberapa titik yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya kelompok tersebut. Di Kampung Mekarsari Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul, petugas menemukan sekelompok pemuda yang sedang berkumpul dan kemudian dilakukan pemeriksaan serta pengamanan,” ujar AKP Ardiyanto saat dihubungi.
Golok dan Tongkat Bisbol Turut Diamankan
Dalam pemeriksaan di lokasi, petugas mengamankan tujuh orang pemuda beserta sejumlah barang yang diduga berpotensi digunakan dalam aksi kekerasan.
Barang bukti yang ditemukan meliputi dua bilah golok dengan ukuran berbeda, satu tongkat bisbol, serta beberapa sarung senjata tajam.
Selain itu, polisi juga mengamankan sepuluh unit sepeda motor. Beberapa kendaraan diketahui tidak menggunakan pelat nomor kendaraan.
Petugas turut menyita beberapa telepon genggam dan helm yang berada di lokasi.
Selanjutnya, seluruh pemuda beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Garut guna menjalani pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap temuan tersebut.
Patroli Akan Terus Ditingkatkan pada Jam Rawan
AKP Ardiyanto menegaskan Polres Garut berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui peningkatan patroli preventif, terutama pada waktu-waktu yang dianggap rawan.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas.
“Kami berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan terus meningkatkan patroli serta menindak tegas segala bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas, termasuk aksi geng motor, balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, maupun tindak kriminal lainnya,” tegasnya.
Karena itu, kehadiran masyarakat dalam memberikan informasi dinilai sangat membantu aparat dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Respons Cepat Jadi Kunci Pencegahan Kejahatan Jalanan
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada malam hingga dini hari, sinergi antara warga dan aparat keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah tindak kriminal.
Respons cepat terhadap laporan masyarakat terbukti mampu meminimalkan potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi peristiwa yang lebih serius.
Polres Garut berharap langkah preventif tersebut dapat menekan aksi kejahatan jalanan, balap liar, maupun aktivitas yang berpotensi mengancam keselamatan warga.
Dengan demikian, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Garut dapat terus terjaga.
Keamanan sebuah daerah tidak hanya dibangun oleh patroli aparat, tetapi juga oleh keberanian warga yang memilih melapor sebelum bahaya berubah menjadi penyesalan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar