Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Eks Kepala Densus 88 Peringatkan Radikalisme Digital yang Bidik Remaja

Eks Kepala Densus 88 Peringatkan Radikalisme Digital yang Bidik Remaja

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Eks Kepala Densus 88 mengingatkan radikalisme digital makin menyasar remaja dan menuntut pengawasan keluarga

Radikalisme Digital Kian Masif, Mantan Kepala Densus 88 Ingatkan Ancaman pada Remaja

albadarpost.com, HUMANIORA – Peringatan keras kembali muncul dari aparat keamanan mengenai peningkatan radikalisme digital yang kini menyasar kelompok usia paling rentan: remaja awal. Mantan Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri periode 2020–2023, Komjen Pol (Purn) Martinus Hukom, menyebut platform digital telah bergeser menjadi kanal utama penyebaran ideologi ekstrem. Hal ini dianggap penting karena perubahan pola konsumsi informasi generasi muda terjadi jauh lebih cepat dibandingkan mekanisme kontrol keluarga.

Martinus menyampaikan bahwa anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktu di ruang digital kini berhadapan dengan aktor-aktor yang menawarkan otoritas moral baru. Menurut dia, pergeseran orientasi ini penting diperhatikan mengingat ruang digital tak memiliki filter sosial sekuat lingkungan keluarga.

“Platform digital sudah menjadi sumber otoritas moral bagi anak-anak,” ujar Martinus. Ia menilai perubahan ini harus dibaca sebagai alarm dini bagi pemerintah dan keluarga karena dapat mempengaruhi nilai, preferensi, hingga identitas sosial anak.


Pergeseran Otoritas Moral Anak dan Meningkatnya Risiko Radikalisme Digital

Martinus menjelaskan bahwa orientasi moral anak tidak statis. Pada rentang usia 0 hingga 5 tahun, rujukan moral masih terpusat pada keluarga. Namun memasuki usia 5 hingga 12 tahun, anak mulai mencari patron moral di lingkungan pertemanan dan ruang sosial yang lebih luas. Di fase ini, platform digital hadir sebagai ruang alternatif yang sangat dominan.

Baca juga: Radikalisme Digital: Ancaman Baru yang Tumbuh di Saku Anak-anak

Ia menegaskan bahwa pergeseran tersebut tidak sepenuhnya buruk. Namun ketika konten digital dipenuhi aktor tak dikenal, algoritma tertutup, dan ruang privat tanpa kontrol, risiko radikalisasi meningkat. Di titik inilah radikalisme digital menjadi ancaman langsung bagi generasi muda.

“Yang kita khawatirkan bukan sekadar akses internetnya, tetapi siapa yang berbicara kepada anak-anak kita dan apa yang mereka dengarkan,” kata Martinus dalam program Beritasatu Utama, Rabu 19 November 2025.

Martinus menilai bahwa kebijakan pengawasan digital tak bisa hanya mengandalkan negara. Keluarga, terutama orang tua, perlu memiliki pemahaman yang sama soal potensi bahaya. Ia mengingatkan bahwa kelompok radikal kini memanfaatkan ruang-ruang privat, seperti percakapan personal, forum permainan, dan grup belajar daring.

“Jangan sampai mereka masuk ke ruang digital dan bertemu kelompok radikal yang mempengaruhi moral mereka,” lanjutnya.


Densus 88 Minta Orang Tua Lakukan Sidak Ponsel Secara Berkala

Peringatan Martinus sejalan dengan imbauan resmi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang sejak beberapa tahun terakhir rutin mengingatkan keluarga agar aktif memeriksa ponsel anak. Pemeriksaan mendadak atau sidak ponsel dinilai perlu karena banyak proses rekrutmen ekstremisme dilakukan melalui aplikasi pesan pribadi.

Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menegaskan bahwa inspeksi perangkat digital bukan sekadar tindakan preventif, melainkan mekanisme dasar perlindungan anak. Menurut dia, orang tua memiliki kendali penuh atas perangkat digital anak dan seharusnya tidak ragu melakukan pemeriksaan sewaktu-waktu.

“Orang tua punya kendali. Ambil hand phone putra-putrinya secara sidak,” kata Mayndra, Selasa 18 November 2025.

Baca juga: Rute Gelap Perekrutan: Jejak 13 Pekerja Jabar dari Janji Sawit hingga Terlantar di Kalbar

Sidak ponsel menjadi penting karena Densus 88 menemukan pola rekrutmen yang menyasar anak-anak dengan memanfaatkan ketidaktahuan keluarga. Tahun ini, Densus 88 mengungkap 110 anak di 23 provinsi yang pernah berinteraksi dengan jaringan terorisme melalui kanal digital. Banyak dari mereka tidak memahami bahwa konten yang mereka akses berasal dari kelompok ekstrem.

Mayndra menjelaskan bahwa konten yang tersebar tidak selalu dalam bentuk ajakan eksplisit. Beberapa disamarkan sebagai diskusi sejarah, permainan daring, hingga ruang konseling palsu yang dirancang untuk menarik remaja.

Dalam konteks inilah istilah radikalisme digital menjadi penting. Masalah ini tak lagi berada di ruang siber abstrak, tetapi menembus kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan komunitas pertemanan anak.


Konteks dan Dampak Publik

Peringatan dua tokoh keamanan ini memperlihatkan bahwa radikalisasi di Indonesia memasuki fase baru. Jika sebelumnya rekrutmen ekstremisme mengandalkan tatap muka, kini sebagian besar berlangsung di ruang privat yang sulit dipantau. Pemindahan arena rekrutmen ini memaksa negara untuk memperluas pendekatan keamanan yang tak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada literasi digital keluarga.

Dengan maraknya perangkat murah dan akses internet yang makin luas, ruang interaksi anak terus berkembang tanpa batas. Pada situasi seperti ini, koordinasi antara keluarga, sekolah, dan negara menjadi kebutuhan mendesak agar anak tidak menjadi target empuk kelompok ekstrem.

Peringatan Densus 88 menegaskan radikalisme digital kian mendekati ruang keluarga dan membutuhkan kontrol orang tua. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peneliti menelusuri database flora digital Singapore Herbarium yang membuka akses global ilmu botani Asia Tenggara

    Ribuan Data Flora Asia Tenggara Kini Terbuka di Singapura

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Selama bertahun-tahun, pengetahuan tentang flora Asia Tenggara tersimpan rapi di balik lemari arsip. Hanya peneliti tertentu yang mampu mengaksesnya. Namun kini, sebuah perubahan besar sedang berlangsung. Digitalisasi herbarium Singapura perlahan menghapus batas antara ilmu pengetahuan dan dunia luar. Singapore Herbarium tidak sekadar memindahkan koleksi ke layar digital. Mereka sedang membangun masa […]

  • doa Nabi Zakaria

    Kisah Nabi Zakaria Memohon Anak, Mukjizat yang Menggetarkan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa Nabi Zakaria menjadi salah satu kisah paling menyentuh dalam Al-Qur’an. Kisah Nabi Zakaria memohon keturunan menggambarkan harapan besar seorang nabi yang telah memasuki usia sangat tua. Meski tubuh melemah dan istrinya dikenal tidak mampu melahirkan, Nabi Zakaria tetap memanjatkan doa memohon anak kepada Allah dengan penuh keyakinan. Kisah ini tidak hanya […]

  • hidayah

    Hidayah Sulit Didapat? Tafsir Ayat Ini Bikin Tersentak

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hidayah sering dipahami sebagai petunjuk Allah yang datang kepada siapa saja. Namun, tafsir, ayat, dan makna petunjuk Allah dalam Islam ternyata menyimpan pesan mendalam yang jarang dibahas. Tidak semua orang yang hidup di jalan agama otomatis mendapatkan hidayah, dan tidak semua yang tersesat akan selamanya jauh dari petunjuk. Dalam kajian tafsir, hidayah […]

  • Ilustrasi ayat fala taqul lahuma uffin QS Al-Isra 23 tentang larangan berkata ah kepada orang tua dan pentingnya birrul walidain.

    Arti Fala Taqul Lahuma Uffin dan Besarnya Dosa Durhaka

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fala taqul lahuma uffin adalah peringatan tegas dalam Al-Qur’an tentang larangan berkata “ah” kepada orang tua. Frasa ini berasal dari QS Al-Isra ayat 23 dan menjadi fondasi utama ajaran birrul walidain atau berbakti kepada ayah dan ibu. Melalui ayat ini, Allah menegaskan adab kepada orang tua dengan sangat serius, bahkan menyandingkannya langsung […]

  • Pelabuhan Batam dipadati warga Singapura yang menyeberang untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan hidup akibat mahalnya biaya hidup di Singapura

    Batam Jadi Pelarian Biaya Hidup Warga Singapura

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Setiap 30–60 menit, sebuah kapal feri berangkat dari Singapura menuju Batam. Ritmenya lebih menyerupai jadwal MRT kota maju ketimbang transportasi laut lintas negara. Jumlah penumpangnya pun mencolok: sekitar 10.000 orang per hari. Fenomena ini terjadi di luar musim liburan. Batam sedang mengalami sesuatu yang melampaui lonjakan wisata. Kota ini berubah menjadi […]

  • salah kelola amanah

    Nabi SAW Peringatkan Dampak Salah Kelola Amanah

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Rasulullah SAW memberi peringatan tegas tentang dampak penyerahan amanah kepada pihak yang tidak kompeten. Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari, Nabi menyebut kondisi itu sebagai pertanda kehancuran. Pesan ini relevan dengan realitas publik hari ini, ketika banyak urusan strategis berdampak luas pada masyarakat ditangani tanpa keahlian dan integritas yang memadai. Hadis tersebut […]

expand_less