Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » 5 Fakta Muharram, Nomor 4 Mengubah Cara Pandang Hidup

5 Fakta Muharram, Nomor 4 Mengubah Cara Pandang Hidup

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 183
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang datangnya Muharram, suasana di banyak kampung muslim biasanya mulai terasa berbeda. Di halaman masjid, sejumlah anak terlihat berlatih pawai obor. Sementara itu, para pengurus DKM sibuk menyiapkan pengajian, santunan yatim, atau kegiatan menyambut Tahun Baru Islam. Namun di tengah berbagai tradisi tersebut, masih banyak orang yang belum mengetahui sejumlah fakta Bulan Muharram yang menyimpan makna mendalam.

Keistimewaan Muharram tidak hanya berkaitan dengan pergantian kalender Hijriah. Bulan yang sering disebut sebagai bulan Allah ini juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat ibadah, dan menata kembali arah kehidupan. Karena itu, memahami keutamaan Muharram bukan sekadar menambah pengetahuan, melainkan juga menjadi bekal untuk menjalani tahun yang lebih baik.

Muharram Termasuk Empat Bulan yang Dimuliakan Allah

Fakta pertama yang perlu diketahui adalah Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)

Selain Muharram, tiga bulan lainnya adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Para ulama menjelaskan bahwa bulan-bulan tersebut memiliki kedudukan istimewa. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh serta menjaga diri dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah.

Menariknya, kesadaran itu masih hidup di banyak daerah. Tidak sedikit warga yang memulai Muharram dengan menghadiri pengajian, memperbanyak sedekah, atau sekadar mempererat silaturahmi dengan tetangga yang selama ini jarang bertemu.

Muharram Disebut Sebagai Bulan Allah

Tidak banyak bulan yang mendapat penyebutan khusus dalam hadis. Namun Muharram memperoleh kemuliaan tersebut.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)

Para ulama menyebut penyandaran nama bulan kepada Allah sebagai bentuk pengagungan yang menunjukkan keistimewaan Muharram dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Karena itu, banyak orang saleh terdahulu menjadikan Muharram sebagai titik awal memperbaiki kebiasaan. Ada yang mulai membiasakan salat berjamaah, ada yang kembali menghidupkan tadarus Al-Qur’an, dan ada pula yang berusaha meninggalkan kebiasaan buruk yang selama ini sulit dihentikan.

Perubahan besar sering kali berawal dari langkah kecil seperti itu.

Puasa Asyura Memiliki Keutamaan yang Luar Biasa

Ketika Muharram tiba, perhatian umat Islam biasanya tertuju pada Puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram.

Amalan sunnah ini memiliki keutamaan yang sangat besar.

Rasulullah SAW bersabda:

“Aku berharap kepada Allah agar puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau Tasu’a untuk membedakan tradisi umat Islam dengan kaum Yahudi.

Di banyak daerah, tradisi menyambut Asyura masih bertahan hingga sekarang. Sebagian keluarga menyiapkan hidangan sederhana untuk berbuka puasa bersama. Sebagian lainnya mengisi hari tersebut dengan membaca Al-Qur’an atau mengikuti kajian keagamaan di masjid terdekat.

Meski sederhana, suasana kebersamaan seperti itu sering menghadirkan ketenangan yang sulit ditemukan pada hari-hari biasa.

Muharram Bukan Tentang Tahun Baru, Tetapi Tentang Hijrah

Inilah fakta yang sering terlewat.

Banyak orang memahami Muharram sebagai Tahun Baru Islam. Namun sesungguhnya, pesan terbesar bulan ini terletak pada makna hijrah.

Kalender Hijriah memang dihitung berdasarkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah. Para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab memilih peristiwa tersebut sebagai awal penanggalan Islam karena hijrah menjadi simbol perubahan besar dalam sejarah umat.

Hijrah bukan hanya berpindah tempat.

Hijrah berarti berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik.

Dan hijrah berarti meninggalkan maksiat menuju ketaatan.

Serta hijrah berarti memperbaiki diri sedikit demi sedikit, meskipun tidak langsung sempurna.

Di sinilah letak pesan Muharram yang paling relevan hingga hari ini.

Muharram Mengingatkan Bahwa Pertolongan Allah Selalu Ada

Muharram juga identik dengan kisah Nabi Musa AS yang diselamatkan Allah SWT dari kejaran Fir’aun.

Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk syukur atas peristiwa tersebut. Karena itu, Rasulullah SAW turut berpuasa dan menganjurkan umat Islam melaksanakannya.

Kisah tersebut mengandung pelajaran yang sangat kuat.

Kadang manusia merasa berada dalam jalan buntu. Masalah ekonomi datang silih berganti. Hubungan keluarga tidak selalu berjalan mulus. Pekerjaan juga tidak selalu sesuai harapan.

Namun sejarah para nabi mengajarkan satu hal penting: pertolongan Allah sering datang pada saat manusia merasa tidak lagi memiliki jalan keluar.

Karena itu, Muharram bukan hanya bulan untuk mengenang masa lalu. Muharram adalah pengingat bahwa harapan selalu tersedia bagi siapa saja yang tetap beriman dan berusaha.

Saatnya Membuka Lembaran Baru

Muharram datang setiap tahun. Namun tidak semua orang memanfaatkannya dengan cara yang sama.

Sebagian hanya melihatnya sebagai pergantian tanggal dalam kalender. Sebagian lainnya menjadikannya sebagai titik awal perubahan hidup.

Pilihan itu ada pada diri masing-masing.

Sebab pada akhirnya, keberkahan Muharram tidak terletak pada ramainya perayaan, melainkan pada sejauh mana bulan ini mampu menggerakkan hati untuk menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya.

Muharram tidak meminta kita berubah menjadi manusia sempurna dalam semalam. Muharram hanya mengajak kita melangkah satu langkah lebih dekat kepada Allah. Sebab perjalanan panjang menuju kebaikan selalu dimulai dari keberanian mengambil satu langkah pertama. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • relaksasi pajak PPN media

    Era Digital Himpit Media Lokal, Relaksasi Pajak PPN Menguat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tekanan terhadap industri media nasional kian menguat seiring perubahan lanskap ekonomi digital. Di tengah dominasi platform global dan penurunan pendapatan iklan, wacana relaksasi pajak PPN media kembali mengemuka sebagai salah satu opsi perlindungan bagi media nasional. Sejumlah organisasi pers dan pelaku industri menilai relaksasi pajak PPN media bukan sekadar insentif fiskal, […]

  • Jet tempur Su-27SKM TNI AU dengan probe pengisian bahan bakar unik di belakang hidung saat keluar dari hanggar

    Cuma 3 di Dunia! Su-27SKM Indonesia Bikin Dunia Tercengang

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Su-27SKM menjadi sorotan karena statusnya sebagai jet tempur Indonesia paling langka di dunia. Pesawat tempur milik TNI AU ini sekilas tampak seperti Sukhoi Su-27 biasa, namun memiliki ciri unik yang tidak dimiliki varian Flanker lainnya. Fakta ini membuat Su-27SKM Indonesia menarik perhatian pengamat militer global. Keberadaan pesawat ini tidak hanya soal […]

  • Singapura larang relawan IDF

    Program Relawan Israel Disorot, Singapura Ingatkan Warga Bisa Terjerat Hukum

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Singapura larang relawan IDF dan memperingatkan warganya agar tidak ikut dalam kegiatan yang berkaitan dengan Israel Defense Forces (IDF). Larangan relawan IDF Singapura ini juga mencakup program Sar-El, sebuah program relawan internasional yang selama ini membantu logistik militer Israel. Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (MHA) dan Kementerian Pertahanan (MINDEF) menegaskan bahwa […]

  • utang pinjol

    Meledak! Utang Pinjol Rp100 Triliun Jadi Alarm Finansial Masyarakat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Utang pinjol atau pinjaman online kembali menjadi sorotan setelah nilainya menembus Rp100 triliun pada Februari 2026. Lonjakan utang pinjol ini menunjukkan tren pinjaman online yang terus meningkat, sekaligus mengindikasikan perubahan perilaku keuangan masyarakat digital yang semakin bergantung pada akses dana instan. Selain itu, peningkatan pinjaman online terjadi secara konsisten dalam beberapa […]

  • Pajak Daerah

    Ke Mana Pajak Anda Mengalir? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pernahkah Anda bertanya, ke mana uang pajak yang setiap tahun dibayarkan sebenarnya mengalir? Banyak orang mengira seluruh penerimaan pajak langsung masuk ke kas pemerintah pusat. Padahal, sejak berlakunya UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) dan implementasi penuh mulai 5 Januari 2025, mekanisme […]

  • Suasana Cap Go Meh dan buka puasa bersama di Banyumas yang memperlihatkan kebersamaan warga lintas agama.

    Buka Puasa Bersama di Cap Go Meh Satukan Warga Banyumas

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Cap Go Meh dan buka puasa bersama menjadi momentum istimewa di Banyumas tahun ini. Perayaan Cap Go Meh Banyumas yang bertepatan dengan Ramadhan menghadirkan suasana berbeda karena warga lintas agama duduk bersama dalam tradisi budaya sekaligus berbagi hidangan berbuka. Kolaborasi budaya dan ibadah tersebut memperlihatkan wajah toleransi yang hidup di tengah masyarakat. […]

expand_less