Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Bukan Karena Hartanya, Qarun Binasa Karena Kalimat Ini

Bukan Karena Hartanya, Qarun Binasa Karena Kalimat Ini

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 171
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ketika membahas Qarun dalam Al-Qur’an, banyak orang langsung membayangkan sosok yang memiliki kekayaan melimpah lalu ditelan bumi. Gambaran itu memang benar. Namun jika dicermati lebih dalam, Al-Qur’an justru mengungkap sesuatu yang lebih penting. Qarun tidak binasa semata karena hartanya. Ia binasa karena cara berpikir yang membuatnya lupa kepada Allah.

Pola pikir itu ternyata masih hidup hingga hari ini.

Kalimatnya mungkin berbeda.

Bentuknya mungkin lebih modern.

Namun akarnya tetap sama: merasa bahwa keberhasilan lahir sepenuhnya dari diri sendiri.

Kalimat yang Mengubah Segalanya

Allah SWT mengabadikan ucapan Qarun dalam firman-Nya:

إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي

“Sesungguhnya aku memperoleh harta ini karena ilmu yang ada padaku.” (QS. Al-Qashash: 78)

Sekilas, kalimat itu terdengar seperti ungkapan percaya diri.

Akan tetapi, para ulama menjelaskan bahwa di balik ucapan tersebut tersembunyi kesombongan yang sangat berbahaya.

Qarun tidak mengaitkan keberhasilannya dengan Allah.

Ia tidak menyebut karunia Allah.

Ia tidak mengakui pertolongan Allah.

Sebaliknya, ia menganggap kekayaannya lahir dari kemampuan dirinya sendiri.

Di situlah masalahnya bermula.

Fenomena Qarun di Zaman Modern

Saat ini, media sosial dipenuhi kisah sukses.

Setiap hari muncul unggahan tentang omzet miliaran rupiah, investasi yang melejit, bisnis yang berkembang, atau pencapaian karier yang mengesankan.

Sebagian besar memang dapat menjadi inspirasi.

Namun di balik itu, sering muncul narasi yang tanpa sadar mengulang pola pikir Qarun.

“Saya berhasil karena strategi saya.”

“Saya sukses karena kerja keras saya.”

“Dan saya berada di posisi ini karena kemampuan saya.”

Tidak ada yang salah dengan kerja keras.

Islam justru memerintahkannya.

Namun ketika seseorang mulai melupakan peran Allah dalam setiap keberhasilan, di situlah bahaya mulai muncul.

Sebuah Pemandangan yang Sering Terjadi

Suatu sore di sebuah warung kopi kecil, dua pria paruh baya berbincang tentang usaha mereka. Yang satu baru saja membeli kendaraan baru setelah bisnisnya berkembang. Yang lain bercerita tentang tokonya yang mulai ramai pembeli.

Percakapan berjalan hangat.

Sampai salah seorang berkata, “Kalau bukan karena saya pintar membaca peluang, usaha ini tidak akan sebesar sekarang.”

Kalimat itu terdengar biasa.

Bahkan mungkin sering kita dengar.

Namun justru kalimat seperti itulah yang mengingatkan pada kisah Qarun.

Bukan karena orang tersebut pasti sombong.

Melainkan karena manusia sering lupa bahwa kesehatan, kesempatan, pelanggan, relasi, dan umur panjang bukan sesuatu yang bisa ia ciptakan sendiri.

Nabi Sulaiman Menunjukkan Cara Pandang yang Berbeda

Al-Qur’an menghadirkan sosok lain yang sama-sama kaya dan berkuasa, yaitu Nabi Sulaiman AS.

Namun respons beliau sangat berbeda.

Ketika menerima nikmat besar, beliau berkata:

هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي

“Ini termasuk karunia Tuhanku.” (QS. An-Naml: 40)

Perbedaan antara Qarun dan Sulaiman tidak terletak pada jumlah hartanya.

Keduanya sama-sama kaya.

Yang berbeda adalah arah pandangan hati mereka.

Qarun melihat dirinya.

Sulaiman melihat Allah.

Qarun membanggakan kemampuan.

Sulaiman mensyukuri karunia.

Observasi yang Sering Terjadi dalam Kehidupan

Menariknya, banyak orang baru menyadari betapa besar peran Allah setelah kehilangan sesuatu yang selama ini dianggap biasa.

Ketika usaha masih lancar, kesehatan masih kuat, dan penghasilan terus masuk, manusia cenderung merasa semuanya berada dalam kendalinya.

Namun ketika sakit datang tiba-tiba, bisnis menurun, atau pekerjaan hilang dalam waktu singkat, barulah terlihat bahwa hidup tidak sepenuhnya berada di tangan manusia.

Di titik itulah banyak orang mulai mengucapkan kalimat yang sebelumnya jarang keluar dari lisannya:

“Alhamdulillah masih diberi kesempatan.”

“Ternyata selama ini Allah yang menjaga.”

Pengalaman semacam ini terjadi setiap hari di sekitar kita.

Harta Tidak Salah, Kesombonganlah Masalahnya

Islam tidak pernah memusuhi kekayaan.

Banyak nabi dan sahabat yang memiliki harta melimpah.

Yang diperingatkan Al-Qur’an adalah kesombongan yang sering mengikuti keberhasilan.

Karena itu, kisah Qarun bukanlah kisah tentang orang kaya.

Ini adalah kisah tentang manusia yang lupa.

Lupa bahwa ilmu adalah pemberian Allah.

Lupa bahwa peluang adalah pemberian Allah.

Dan lupa bahwa keberhasilan juga merupakan pemberian Allah.

Dan ketika seseorang lupa kepada sumber nikmat, nikmat itu bisa berubah menjadi ujian yang berat.

Qarun tidak jatuh karena hartanya terlalu banyak. Ia jatuh ketika hatinya terlalu penuh oleh dirinya sendiri, hingga tidak lagi melihat Allah di balik setiap nikmat yang dimilikinya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Baghdad sebagai pusat ilmu pada masa keemasan Islam dengan perpustakaan besar dan ilmuwan berdiskusi

    Baghdad Pernah Jadi Pusat Ilmu Dunia, Kenapa Jarang Dibahas?

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Baghdad kota ilmu bukan sekadar frasa historis, melainkan simbol kejayaan peradaban yang pernah memimpin dunia. Kota ini, yang kini sering diasosiasikan dengan konflik, justru dahulu dikenal sebagai pusat intelektual global. Baghdad sebagai pusat ilmu, kota peradaban Islam, hingga pusat pengetahuan dunia menjadi identitas kuatnya di masa lalu. Di jantung Baghdad, para ilmuwan, […]

  • Rusa Cagar Alam Pangandaran

    Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Sering Masuk Permukiman, BKSDA Pangandaran Lakukan Patroli Ketat

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Rusa Cagar Alam Pangandaran sering masuk ke permukiman warga, BKSDA tingkatkan patroli untuk jaga ekosistem. Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Dekat dengan Warga albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena unik kembali terjadi di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Sejumlah rusa dari Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran kerap terlihat keluar dari area konservasi dan berkeliaran hingga […]

  • umrah mandiri

    Umrah Mandiri Resmi Dilegalkan Pemerintah, Regulasi Disesuaikan dengan Arab Saudi

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Pemerintah resmi melegalkan umrah mandiri demi perlindungan jemaah dan penyesuaian regulasi dengan Arab Saudi. albadarpost.com, LENSA – Kebijakan umrah mandiri kini resmi dilegalkan oleh pemerintah Indonesia setelah melalui penyesuaian dengan Undang-Undang terbaru mengenai penyelenggaraan haji dan umrah. Keputusan ini diumumkan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang menyebut bahwa legalisasi tersebut dilakukan untuk […]

  • Timnas Indonesia menghadapi Saint Kitts di semifinal FIFA Series 2026 di Stadion Madya GBK

    Indonesia vs Saint Kitts: Ujian Mental Garuda di Semifinal FIFA Series 2026

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan Indonesia vs Saint Kitts di semifinal FIFA Series 2026 menjadi sorotan utama. Duel ini bukan sekadar perebutan tiket final, tetapi juga ujian mental bagi Timnas Indonesia setelah serangkaian hasil yang kurang konsisten. Laga yang digelar di Stadion Madya Gelora Bung Karno pada 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB ini diprediksi […]

  • editorial media

    Editorial: Menjaga Kontrol Sosial Publik

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Editorial media adalah sikap resmi pers untuk menjaga kontrol sosial dan kepentingan publik secara terbuka. Media Menyatakan Sikap, Mengapa Ini Penting albadarpost.com, EDITORIAL – Pertanyaan tentang boleh atau tidaknya media beropini kembali muncul di ruang publik. Ini bukan perdebatan baru, tetapi tetap relevan karena menyangkut cara pers menjalankan perannya di tengah demokrasi. Yang dipersoalkan bukan […]

  • kisah Siti Hajar

    7 Kali Berlari di Tengah Putus Asa, Siti Hajar Mengubah Sejarah Makkah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Siti Hajar, perjuangan Hajar mencari air, dan asal-usul air zamzam bukan sekadar cerita lama—ini adalah potret paling jujur tentang iman di titik terendah manusia. Bayangkan ini: lembah tandus, sunyi, tanpa air, tanpa kehidupan. Di tempat seperti itu, seorang ibu dan bayi ditinggalkan. Bukan karena ditelantarkan, tetapi karena perintah langit. Nabi Ibrahim melangkah […]

expand_less