Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Bukan Karena Hartanya, Qarun Binasa Karena Kalimat Ini

Bukan Karena Hartanya, Qarun Binasa Karena Kalimat Ini

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ketika membahas Qarun dalam Al-Qur’an, banyak orang langsung membayangkan sosok yang memiliki kekayaan melimpah lalu ditelan bumi. Gambaran itu memang benar. Namun jika dicermati lebih dalam, Al-Qur’an justru mengungkap sesuatu yang lebih penting. Qarun tidak binasa semata karena hartanya. Ia binasa karena cara berpikir yang membuatnya lupa kepada Allah.

Pola pikir itu ternyata masih hidup hingga hari ini.

Kalimatnya mungkin berbeda.

Bentuknya mungkin lebih modern.

Namun akarnya tetap sama: merasa bahwa keberhasilan lahir sepenuhnya dari diri sendiri.

Kalimat yang Mengubah Segalanya

Allah SWT mengabadikan ucapan Qarun dalam firman-Nya:

إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي

“Sesungguhnya aku memperoleh harta ini karena ilmu yang ada padaku.” (QS. Al-Qashash: 78)

Sekilas, kalimat itu terdengar seperti ungkapan percaya diri.

Akan tetapi, para ulama menjelaskan bahwa di balik ucapan tersebut tersembunyi kesombongan yang sangat berbahaya.

Qarun tidak mengaitkan keberhasilannya dengan Allah.

Ia tidak menyebut karunia Allah.

Ia tidak mengakui pertolongan Allah.

Sebaliknya, ia menganggap kekayaannya lahir dari kemampuan dirinya sendiri.

Di situlah masalahnya bermula.

Fenomena Qarun di Zaman Modern

Saat ini, media sosial dipenuhi kisah sukses.

Setiap hari muncul unggahan tentang omzet miliaran rupiah, investasi yang melejit, bisnis yang berkembang, atau pencapaian karier yang mengesankan.

Sebagian besar memang dapat menjadi inspirasi.

Namun di balik itu, sering muncul narasi yang tanpa sadar mengulang pola pikir Qarun.

“Saya berhasil karena strategi saya.”

“Saya sukses karena kerja keras saya.”

“Dan saya berada di posisi ini karena kemampuan saya.”

Tidak ada yang salah dengan kerja keras.

Islam justru memerintahkannya.

Namun ketika seseorang mulai melupakan peran Allah dalam setiap keberhasilan, di situlah bahaya mulai muncul.

Sebuah Pemandangan yang Sering Terjadi

Suatu sore di sebuah warung kopi kecil, dua pria paruh baya berbincang tentang usaha mereka. Yang satu baru saja membeli kendaraan baru setelah bisnisnya berkembang. Yang lain bercerita tentang tokonya yang mulai ramai pembeli.

Percakapan berjalan hangat.

Sampai salah seorang berkata, “Kalau bukan karena saya pintar membaca peluang, usaha ini tidak akan sebesar sekarang.”

Kalimat itu terdengar biasa.

Bahkan mungkin sering kita dengar.

Namun justru kalimat seperti itulah yang mengingatkan pada kisah Qarun.

Bukan karena orang tersebut pasti sombong.

Melainkan karena manusia sering lupa bahwa kesehatan, kesempatan, pelanggan, relasi, dan umur panjang bukan sesuatu yang bisa ia ciptakan sendiri.

Nabi Sulaiman Menunjukkan Cara Pandang yang Berbeda

Al-Qur’an menghadirkan sosok lain yang sama-sama kaya dan berkuasa, yaitu Nabi Sulaiman AS.

Namun respons beliau sangat berbeda.

Ketika menerima nikmat besar, beliau berkata:

هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي

“Ini termasuk karunia Tuhanku.” (QS. An-Naml: 40)

Perbedaan antara Qarun dan Sulaiman tidak terletak pada jumlah hartanya.

Keduanya sama-sama kaya.

Yang berbeda adalah arah pandangan hati mereka.

Qarun melihat dirinya.

Sulaiman melihat Allah.

Qarun membanggakan kemampuan.

Sulaiman mensyukuri karunia.

Observasi yang Sering Terjadi dalam Kehidupan

Menariknya, banyak orang baru menyadari betapa besar peran Allah setelah kehilangan sesuatu yang selama ini dianggap biasa.

Ketika usaha masih lancar, kesehatan masih kuat, dan penghasilan terus masuk, manusia cenderung merasa semuanya berada dalam kendalinya.

Namun ketika sakit datang tiba-tiba, bisnis menurun, atau pekerjaan hilang dalam waktu singkat, barulah terlihat bahwa hidup tidak sepenuhnya berada di tangan manusia.

Di titik itulah banyak orang mulai mengucapkan kalimat yang sebelumnya jarang keluar dari lisannya:

“Alhamdulillah masih diberi kesempatan.”

“Ternyata selama ini Allah yang menjaga.”

Pengalaman semacam ini terjadi setiap hari di sekitar kita.

Harta Tidak Salah, Kesombonganlah Masalahnya

Islam tidak pernah memusuhi kekayaan.

Banyak nabi dan sahabat yang memiliki harta melimpah.

Yang diperingatkan Al-Qur’an adalah kesombongan yang sering mengikuti keberhasilan.

Karena itu, kisah Qarun bukanlah kisah tentang orang kaya.

Ini adalah kisah tentang manusia yang lupa.

Lupa bahwa ilmu adalah pemberian Allah.

Lupa bahwa peluang adalah pemberian Allah.

Dan lupa bahwa keberhasilan juga merupakan pemberian Allah.

Dan ketika seseorang lupa kepada sumber nikmat, nikmat itu bisa berubah menjadi ujian yang berat.

Qarun tidak jatuh karena hartanya terlalu banyak. Ia jatuh ketika hatinya terlalu penuh oleh dirinya sendiri, hingga tidak lagi melihat Allah di balik setiap nikmat yang dimilikinya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjuangan buruh

    Perjuangan Buruh Uji Kebijakan Upah Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Perjuangan buruh menyoroti kebijakan upah pemerintah. Ribuan pekerja tuntut revisi UMP dan UMSK dinilai tak adil. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perjuangan buruh kembali menguji arah kebijakan pemerintah di awal 2026. Ribuan pekerja dari DKI Jakarta dan Jawa Barat menggelar aksi di kawasan Istana Negara, Kamis (8/1/2026), menuntut revisi kebijakan upah minimum yang dinilai belum adil […]

  • Budidaya Lele Lapas Tasikmalaya

    Kisah Inspiratif Lapas Tasikmalaya, Budidaya Lele dari Lahan Terbatas

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Budidaya lele Lapas Tasikmalaya menjadi perhatian setelah berhasil mencatat lima kali panen dalam tiga bulan terakhir. Program ketahanan pangan di lingkungan lapas tersebut bahkan berjalan di tengah keterbatasan lahan. Ember dan parit sempit yang sebelumnya tak dimanfaatkan kini berubah menjadi kolam produktif untuk budidaya ikan lele. Langkah kreatif itu menunjukkan bahwa […]

  • Jamaah Muslim membaca Al-Quran bersama di masjid pada malam Ramadhan sebagai bagian dari amalan Nuzulul Quran.

    5 Amalan Utama Saat Nuzulul Quran yang Jangan Dilewatkan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Amalan Nuzulul Quran menjadi bagian penting dalam menghidupkan peringatan Nuzulul Quran, yaitu peristiwa turunnya Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhan. Momen turunnya wahyu pertama ini bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai ibadah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan mengisi malam Nuzulul […]

  • pemberhentian luar biasa

    KAI Terapkan Pemberhentian Luar Biasa di Jatinegara saat Reuni 212

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KAI terapkan pemberhentian luar biasa di Jatinegara untuk 12 KAJJ selama Reuni Akbar 212. albadarpost.com, HIKMAH – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta menerapkan pemberhentian luar biasa untuk 12 kereta api jarak jauh di Stasiun Jatinegara pada Selasa, 2 Desember 2025. Kebijakan ini diberlakukan untuk menekan potensi kemacetan penumpang di Stasiun Gambir selama […]

  • Pasukan NOPO Iran unit elite bersenjata lengkap yang bertugas menjaga pemimpin negara dalam operasi keamanan khusus.

    Siapa Pasukan NOPO Iran? Pengawal Elite yang Jarang Terungkap

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Dunia militer modern sering menyembunyikan unit-unit khusus yang jarang diketahui publik. Salah satunya adalah pasukan NOPO Iran, unit elite yang dikenal sebagai pasukan siluman Iran dan bertugas menjaga keselamatan pemimpin negara. Keberadaan pasukan NOPO Iran menjadi sorotan karena mereka menjalankan operasi keamanan berisiko tinggi, mulai dari pengawalan tokoh penting hingga misi […]

  • Gedung Pentagon Amerika Serikat tampak dari udara dengan bentuk segi lima khas sebagai pusat pertahanan AS

    Analisis: Bocoran Pentagon Bisa Picu Retaknya NATO, Ini Dampaknya

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kebocoran dokumen Pentagon bocor bukan sekadar isu intelijen biasa. Di balik itu, tersimpan sinyal yang lebih dalam: perubahan arah hubungan antar sekutu Barat. Konflik Iran menjadi pemicu, tetapi dampaknya meluas hingga ke fondasi kerja sama NATO. Ini bukan hanya soal strategi militer. Ini soal kepercayaan. Dari Aliansi ke Tekanan: Pergeseran Sikap Amerika […]

expand_less