Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Viral Konflik Mantan Pasangan, Islam Tegas Soal Ucapan Kasar dan Cacian

Viral Konflik Mantan Pasangan, Islam Tegas Soal Ucapan Kasar dan Cacian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 225
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Ucapan kasar Islam kembali menjadi perbincangan setelah publik ramai membahas konflik yang melibatkan mantan pasangan. Perdebatan di media sosial pun bermunculan. Sebagian membela, sebagian menyalahkan. Namun di tengah hiruk-pikuk komentar itu, muncul pertanyaan yang lebih penting: bagaimana sebenarnya Islam memandang ucapan kasar, makian, atau kata-kata yang menyakitkan saat hubungan suami istri telah berakhir?

Topik ini bukan hanya relevan bagi figur publik. Faktanya, konflik mantan pasangan terjadi setiap hari di sekitar kita. Di grup keluarga. Di ruang mediasi. Bahkan di kolom komentar media sosial.

Islam memiliki pandangan yang sangat jelas mengenai hal ini.

Lisan yang Lepas Saat Marah Sering Menimbulkan Penyesalan

Konflik hampir selalu melibatkan emosi. Ketika rasa kecewa, marah, atau sakit hati menumpuk, banyak orang merasa terdorong untuk melontarkan kata-kata yang tidak pantas.

Padahal, dalam Islam, menjaga lisan tidak hanya berlaku saat suasana baik-baik saja. Justru ukuran kematangan akhlak terlihat ketika seseorang mampu mengendalikan ucapannya saat marah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini tampak sederhana. Namun maknanya sangat dalam. Sebab banyak kerusakan hubungan berawal dari satu kalimat yang keluar tanpa pertimbangan.

Di beberapa rumah, pertengkaran besar bahkan bermula dari satu kata yang dianggap sepele. Setelah itu suasana berubah. Hubungan memburuk. Kepercayaan runtuh.

Kadang begitu.

Mantan Pasangan Tetap Memiliki Hak untuk Dihormati

Banyak orang mengira bahwa setelah perceraian selesai, maka seluruh adab juga selesai. Islam justru mengajarkan hal yang berbeda.

Al-Qur’an memerintahkan agar perpisahan dilakukan dengan cara yang baik.

Allah SWT berfirman:

“Tahanlah mereka dengan cara yang patut atau lepaskanlah mereka dengan cara yang baik.”

(QS. Al-Baqarah: 231)

Ayat ini menunjukkan bahwa sekalipun hubungan suami istri berakhir, kehormatan tetap harus dijaga.

Karena itu, mencaci, menghina, mempermalukan, atau membuka aib mantan pasangan tidak sejalan dengan semangat ajaran Islam.

Di banyak kasus, luka akibat kata-kata justru bertahan lebih lama dibanding luka karena perpisahan itu sendiri.

Seseorang mungkin mampu menerima status baru sebagai mantan suami atau mantan istri. Namun tidak mudah melupakan penghinaan yang diucapkan di depan banyak orang.

Media Sosial Membuat Ucapan Kasar Menyebar Lebih Cepat

Dulu pertengkaran hanya terdengar oleh beberapa orang. Kini satu unggahan dapat dilihat ribuan bahkan jutaan pengguna internet dalam hitungan jam.

Karena itu, tanggung jawab menjaga lisan menjadi semakin besar.

Di media sosial, tidak sedikit orang yang menulis sesuatu ketika emosi memuncak. Beberapa menit kemudian unggahan itu viral. Lalu disesali.

Namun jejak digital sering kali tetap ada.

Kadang sebuah kalimat pendek yang diketik dalam hitungan detik dapat menimbulkan perdebatan selama berhari-hari.

Ironisnya, banyak orang merasa menang setelah melontarkan sindiran keras. Padahal yang rusak bukan hanya hubungan dengan mantan pasangan, melainkan juga citra diri di hadapan publik.

Islam Mendorong Pengendalian Diri, Bukan Pelampiasan Emosi

Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini relevan dengan kehidupan modern.

Saat konflik muncul, masyarakat sering menganggap pelampiasan emosi sebagai bentuk keberanian. Padahal Islam mengajarkan sebaliknya. Menahan diri justru merupakan tanda kekuatan.

Di ruang tunggu pengadilan agama, misalnya, tidak jarang terlihat pasangan yang sudah sepakat berpisah tetapi tetap berbicara dengan tenang. Tidak ada bentakan. Tidak ada caci maki.

Mungkin hati mereka sama-sama terluka.

Namun mereka memilih menjaga martabat masing-masing.

Pilihan seperti itulah yang lebih dekat dengan nilai-nilai Islam.

Pelajaran yang Bisa Diambil Publik

Peristiwa yang ramai diperbincangkan publik seharusnya tidak berhenti sebagai tontonan. Ada pelajaran yang bisa dipetik oleh siapa pun.

Pertama, jangan biarkan emosi mengendalikan lisan.

Kedua, hormati mantan pasangan meskipun hubungan telah berakhir.

Ketiga, hindari membuka aib dan mempermalukan orang lain di ruang publik.

Keempat, ingat bahwa setiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah SWT berfirman:

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”

(QS. Qaf: 18)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa lisan bukan sekadar alat berbicara. Ia juga menjadi bagian dari amal yang akan diperhitungkan.

Perceraian mungkin mengakhiri status sebagai suami dan istri. Namun perceraian tidak pernah menghapus kewajiban untuk berakhlak. Sebab dalam Islam, kemuliaan seseorang tidak terlihat saat ia dicintai, melainkan saat ia tetap menjaga lisannya kepada orang yang pernah ia cintai. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • murid aktif bertanya

    Rahasia Guru Hebat: Cara Membuat Murid Berani Bertanya

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak guru menghadapi situasi yang sama: kelas terlihat tenang, tetapi sebenarnya pasif. Murid mendengarkan tanpa bertanya, bahkan ketika materi sulit dipahami. Padahal, murid aktif bertanya menjadi indikator utama pembelajaran berhasil. Ketika siswa berani mengajukan pertanyaan, proses belajar berubah menjadi dialog, bukan sekadar ceramah. Karena itu, strategi meningkatkan keaktifan siswa, partisipasi kelas, dan […]

  • Jembatan Leuwidinding

    Jembatan Leuwidinding Disiapkan, Warga Dapat Sembako dan Cek Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Persiapan Jembatan Leuwidinding mulai dilakukan di Kampung Leuwidinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jumat, 4 September 2026. Selain menyiapkan lokasi menuju peletakan batu pertama pembangunan jembatan, kegiatan tersebut juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan dan pembagian sembako bagi masyarakat sekitar. Rangkaian kegiatan tersebut dipublikasikan oleh BPBD Kabupaten Sukabumi yang diawali dengan apel […]

  • Disdukcapil Garut

    Disdukcapil Garut Jemput Bola ke Mall, Pelayanan Adminduk Makin Praktis

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Disdukcapil Garut kembali mencuri perhatian publik lewat layanan jemput bola administrasi kependudukan di pusat perbelanjaan. Melalui program Jembol atau jemput bola, warga kini bisa mengurus KTP-el, Kartu Keluarga, hingga akta kelahiran langsung di Garut Plaza tanpa harus datang ke kantor dinas. Langkah ini terasa berbeda. Biasanya urusan administrasi identik dengan antrean […]

  • santri kembali ke pesantren

    Momen Santri Kembali ke Pesantren: Haru, Rindu, dan Semangat Baru

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 222
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Momen santri kembali ke pesantren setelah libur Lebaran kembali menjadi bahasan. Tradisi tahunan ini selalu menghadirkan suasana haru sekaligus semangat baru bagi para santri yang kembali mondok setelah berkumpul bersama keluarga. Perjalanan kembali ke pondok pesantren, atau yang sering disebut kembali mondok, bukan sekadar rutinitas. Momen ini menjadi fase penting dalam kehidupan […]

  • Kuswandi didampingi kuasa hukum di lobi Satreskrim Polresta Pati usai pemeriksaan kasus Ashari.

    Kuswandi Ditangkap Tanpa Surat, Pengacara Donny Soroti Dugaan Pelanggaran KUHAP

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Suasana lobi Satreskrim Polresta Pati, Kamis siang, 7 Mei 2026, mendadak ramai. Sejumlah wartawan mengerubungi seorang pria yang baru keluar dari ruang pemeriksaan. Wajahnya tampak letih. Sesekali ia memegangi bagian rusuk kanannya. Pria itu adalah Kuswandi. Namanya mendadak ramai di media sosial setelah video penangkapannya di Bekasi viral. Namun bukan hanya […]

  • Bupati Tasikmalaya menghadiri Temu Strategis KWT dan mendorong pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan.

    KWT Tasikmalaya Didorong Jadi Penopang Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai memperkuat peran KWT Tasikmalaya atau Kelompok Wanita Tani dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Selain mendorong pemanfaatan lahan pekarangan produktif, pemerintah juga menyiapkan bantuan bibit hortikultura untuk masyarakat melalui kelompok tani perempuan di berbagai wilayah. Program tersebut disampaikan Bupati Cecep Nurul Yakin saat menghadiri Temu Strategis bersama Forum […]

expand_less