Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Viral Konflik Mantan Pasangan, Islam Tegas Soal Ucapan Kasar dan Cacian

Viral Konflik Mantan Pasangan, Islam Tegas Soal Ucapan Kasar dan Cacian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Ucapan kasar Islam kembali menjadi perbincangan setelah publik ramai membahas konflik yang melibatkan mantan pasangan. Perdebatan di media sosial pun bermunculan. Sebagian membela, sebagian menyalahkan. Namun di tengah hiruk-pikuk komentar itu, muncul pertanyaan yang lebih penting: bagaimana sebenarnya Islam memandang ucapan kasar, makian, atau kata-kata yang menyakitkan saat hubungan suami istri telah berakhir?

Topik ini bukan hanya relevan bagi figur publik. Faktanya, konflik mantan pasangan terjadi setiap hari di sekitar kita. Di grup keluarga. Di ruang mediasi. Bahkan di kolom komentar media sosial.

Islam memiliki pandangan yang sangat jelas mengenai hal ini.

Lisan yang Lepas Saat Marah Sering Menimbulkan Penyesalan

Konflik hampir selalu melibatkan emosi. Ketika rasa kecewa, marah, atau sakit hati menumpuk, banyak orang merasa terdorong untuk melontarkan kata-kata yang tidak pantas.

Padahal, dalam Islam, menjaga lisan tidak hanya berlaku saat suasana baik-baik saja. Justru ukuran kematangan akhlak terlihat ketika seseorang mampu mengendalikan ucapannya saat marah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini tampak sederhana. Namun maknanya sangat dalam. Sebab banyak kerusakan hubungan berawal dari satu kalimat yang keluar tanpa pertimbangan.

Di beberapa rumah, pertengkaran besar bahkan bermula dari satu kata yang dianggap sepele. Setelah itu suasana berubah. Hubungan memburuk. Kepercayaan runtuh.

Kadang begitu.

Mantan Pasangan Tetap Memiliki Hak untuk Dihormati

Banyak orang mengira bahwa setelah perceraian selesai, maka seluruh adab juga selesai. Islam justru mengajarkan hal yang berbeda.

Al-Qur’an memerintahkan agar perpisahan dilakukan dengan cara yang baik.

Allah SWT berfirman:

“Tahanlah mereka dengan cara yang patut atau lepaskanlah mereka dengan cara yang baik.”

(QS. Al-Baqarah: 231)

Ayat ini menunjukkan bahwa sekalipun hubungan suami istri berakhir, kehormatan tetap harus dijaga.

Karena itu, mencaci, menghina, mempermalukan, atau membuka aib mantan pasangan tidak sejalan dengan semangat ajaran Islam.

Di banyak kasus, luka akibat kata-kata justru bertahan lebih lama dibanding luka karena perpisahan itu sendiri.

Seseorang mungkin mampu menerima status baru sebagai mantan suami atau mantan istri. Namun tidak mudah melupakan penghinaan yang diucapkan di depan banyak orang.

Media Sosial Membuat Ucapan Kasar Menyebar Lebih Cepat

Dulu pertengkaran hanya terdengar oleh beberapa orang. Kini satu unggahan dapat dilihat ribuan bahkan jutaan pengguna internet dalam hitungan jam.

Karena itu, tanggung jawab menjaga lisan menjadi semakin besar.

Di media sosial, tidak sedikit orang yang menulis sesuatu ketika emosi memuncak. Beberapa menit kemudian unggahan itu viral. Lalu disesali.

Namun jejak digital sering kali tetap ada.

Kadang sebuah kalimat pendek yang diketik dalam hitungan detik dapat menimbulkan perdebatan selama berhari-hari.

Ironisnya, banyak orang merasa menang setelah melontarkan sindiran keras. Padahal yang rusak bukan hanya hubungan dengan mantan pasangan, melainkan juga citra diri di hadapan publik.

Islam Mendorong Pengendalian Diri, Bukan Pelampiasan Emosi

Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini relevan dengan kehidupan modern.

Saat konflik muncul, masyarakat sering menganggap pelampiasan emosi sebagai bentuk keberanian. Padahal Islam mengajarkan sebaliknya. Menahan diri justru merupakan tanda kekuatan.

Di ruang tunggu pengadilan agama, misalnya, tidak jarang terlihat pasangan yang sudah sepakat berpisah tetapi tetap berbicara dengan tenang. Tidak ada bentakan. Tidak ada caci maki.

Mungkin hati mereka sama-sama terluka.

Namun mereka memilih menjaga martabat masing-masing.

Pilihan seperti itulah yang lebih dekat dengan nilai-nilai Islam.

Pelajaran yang Bisa Diambil Publik

Peristiwa yang ramai diperbincangkan publik seharusnya tidak berhenti sebagai tontonan. Ada pelajaran yang bisa dipetik oleh siapa pun.

Pertama, jangan biarkan emosi mengendalikan lisan.

Kedua, hormati mantan pasangan meskipun hubungan telah berakhir.

Ketiga, hindari membuka aib dan mempermalukan orang lain di ruang publik.

Keempat, ingat bahwa setiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah SWT berfirman:

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”

(QS. Qaf: 18)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa lisan bukan sekadar alat berbicara. Ia juga menjadi bagian dari amal yang akan diperhitungkan.

Perceraian mungkin mengakhiri status sebagai suami dan istri. Namun perceraian tidak pernah menghapus kewajiban untuk berakhlak. Sebab dalam Islam, kemuliaan seseorang tidak terlihat saat ia dicintai, melainkan saat ia tetap menjaga lisannya kepada orang yang pernah ia cintai. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan warga menyambut pelari QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026 di Jalan Mashudi Tasikmalaya.

    QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026: Pelari Berdasi Bikin Warga Pecah

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi di Kota Tasikmalaya biasanya dimulai dengan suara kendaraan dan aktivitas pasar. Namun Minggu, 10 Mei 2026, suasananya berubah total. Sejak pukul 05.30 WIB, ribuan warga sudah berdiri di sepanjang jalur QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026. Jalanan dipenuhi lautan manusia. Anak-anak duduk di pinggir trotoar. Ibu-ibu membawa botol air mineral. […]

  • Oknum DPRD Banjar

    Kasus Oknum DPRD Banjar Masuk Babak Penuntutan

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Oknum DPRD Banjar resmi memasuki babak baru dalam kasus narkotika setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti atau Tahap 2 dari penyidik Polres Banjar, Kamis (16/7/2026). Dengan proses tersebut, perkara pidana ini kini berlanjut ke tahap penuntutan sebelum disidangkan di Pengadilan Negeri Banjar. Perkembangan terbaru ini […]

  • Wisuda UMTAS

    Di Balik Wisuda UMTAS Tasikmalaya, Ada Doa dan Air Mata Orang Tua

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tangis itu akhirnya pecah ketika nama anak mereka dipanggil satu per satu menuju panggung wisuda. Di antara tepuk tangan yang menggema di ruangan, beberapa orang tua tampak sibuk menyeka air mata. Ada yang tersenyum sambil merekam lewat ponsel. Ada pula yang hanya menatap panggung tanpa banyak bicara, seolah sedang mengingat perjalanan panjang […]

  • begal anak

    Begal Anak di Sukabumi: Respons Polisi Cepat, Pencegahan Masih Lemah

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pembegalan anak di Sukabumi menunjukkan erosi rasa aman publik dan kegagalan pencegahan kriminal. Ketika Rasa Aman Publik Runtuh di Jalanan albadarpost.com, EDITORIAL – Kasus begal anak di Kampung Pasir Muncang, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mengguncang nurani publik. Seorang bocah berusia 11 tahun terseret 200 meter di aspal saat mempertahankan ponselnya. Luka pada perut dan […]

  • kasus perundungan Tangsel

    Dinas Pendidikan Tangsel Evaluasi Kasus Perundungan yang Berujung Kematian Siswa

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Siswa SMPN 19 Tangsel meninggal setelah dugaan perundungan. Dinas Pendidikan evaluasi dan polisi selidiki kasus. albadarpost.com, HUMANIORA – Dugaan kasus perundungan Tangsel kembali mencuat setelah MH, 13 tahun, siswa kelas I SMPN 19 Tangerang Selatan, meninggal di ruang ICU RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu pagi 16 November 2025. Ia wafat setelah hampir sebulan merawat luka […]

  • ASN Pemkot Tasikmalaya

    ASN Pemkot Tasikmalaya Diduga Tipu Investasi Rp5 Miliar, Viman: Kenapa Harus Dilindungi?

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus ASN Pemkot Tasikmalaya yang diduga terlibat penipuan investasi Rp5 miliar mulai memicu perhatian publik. Dugaan kasus investasi proyek alat kesehatan tersebut bukan hanya menyeret aparatur sipil negara berinisial AG, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai integritas birokrasi. Di tengah sorotan itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi memilih mengambil sikap tegas dengan […]

expand_less