Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Bahaya Ujub: Saat Amal Justru Menjauhkan dari Allah

Bahaya Ujub: Saat Amal Justru Menjauhkan dari Allah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Menjelang Subuh, lampu masjid kampung masih menyala. Beberapa jamaah datang sambil merapatkan jaket. Ada yang baru mematikan mesin motor. Ada yang terburu-buru karena hampir tertinggal iqamah.

Semuanya tampak biasa.

Sangat biasa.

Namun kehidupan sering menyimpan ironi yang tidak terlihat dari luar.

Seseorang bisa rajin ke masjid setiap hari, tetapi hatinya perlahan dipenuhi kesombongan.

Sebaliknya, ada orang yang sedang berjuang keluar dari masa lalunya yang kelam, tetapi hatinya justru lebih dekat kepada Allah.

Ini terdengar aneh.

Namun sejarah agama penuh dengan kisah seperti itu.

Dan mungkin, salah satu alasan mengapa banyak orang sulit menerima kisah-kisah tersebut adalah karena diam-diam kita lebih suka menjadi hakim daripada terdakwa.

Ketika Kolom Komentar Lebih Ramai daripada Muhasabah

Hari ini, menghakimi orang lain menjadi sangat mudah.

Kadang bahkan sebelum sarapan, kolom komentar sudah lebih dulu dipenuhi vonis-vonis keagamaan.

Ada yang menilai keimanan seseorang dari foto profilnya.

Ada yang mengukur ketakwaan orang lain dari potongan video berdurasi 15 detik.

Dan ada yang merasa cukup mengenal isi hati seseorang hanya karena membaca satu status Facebook.

Anehnya, semakin sedikit informasi yang dimiliki, kadang semakin besar keberanian untuk menghakimi.

Sebagian orang mungkin belum selesai membaca Al-Fatihah Subuhnya, tetapi sudah sibuk mengukur kualitas iman orang lain.

Sebagian lagi belum sempat memeriksa kesalahan dirinya sendiri, tetapi sudah ahli menjelaskan dosa tetangganya.

Manusia memang unik.

Saat membicarakan kekurangan orang lain, ingatannya sangat tajam.

Namun ketika membicarakan kekurangan dirinya sendiri, memorinya tiba-tiba bermasalah.

Kisah yang Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman

Ibnu Athaillah As-Sakandari menulis sebuah hikmah yang terasa seperti pukulan telak bagi ego manusia:

“مَعْصِيَةٌ أَوْرَثَتْ ذُلًّا وَافْتِقَارًا خَيْرٌ مِنْ طَاعَةٍ أَوْرَثَتْ عِزًّا وَاسْتِكْبَارًا”
“Maksiat yang melahirkan rasa hina dan membutuhkan rahmat Allah lebih baik daripada ketaatan yang melahirkan rasa mulia dan kesombongan.”

Kalimat ini tidak sedang memuji dosa.

Ia sedang membongkar jebakan yang sering tersembunyi di balik amal.

Karena ada orang yang selesai berbuat salah lalu menangis dalam sujudnya.

Dan ada orang yang selesai beribadah lalu diam-diam merasa dirinya lebih baik daripada orang lain.

Yang pertama sadar bahwa dirinya membutuhkan Allah.

Yang kedua mulai merasa Allah membutuhkan dirinya.

Tentu saja itu berlebihan.

Tetapi kesombongan memang selalu berlebihan.

Ketika Langit Membuat Keputusan yang Berbeda

Dalam salah satu riwayat yang dinukil para ulama, diceritakan seorang ahli ibadah dari Bani Israil yang begitu dihormati masyarakat.

Ke mana pun ia pergi, awan menaunginya.

Kalau hidup hari ini, mungkin setara dengan seseorang yang selalu mendapat pujian, undangan ceramah, dan ribuan komentar yang berisi kata “masya Allah”.

Suatu hari, seorang perempuan yang dikenal bergelimang maksiat melihatnya.

Perempuan itu tidak datang untuk merusak.

Tidak datang untuk menggoda.

Ia hanya berharap mendapat keberkahan karena berada dekat dengan orang saleh.

Namun yang ia terima justru pengusiran.

Sederhana.

Tetapi menyakitkan.

Dan di situlah cerita berubah arah.

Allah mengampuni perempuan tersebut, sementara ahli ibadah itu kehilangan kemuliaan yang selama ini ia banggakan.

Kisah ini membuat banyak orang gelisah.

Karena kisah itu mengingatkan bahwa penampilan saleh dan keadaan hati tidak selalu berjalan beriringan.

Dosa yang Ditangisi dan Amal yang Dipamerkan

Ada perbedaan besar antara dosa yang ditangisi dan amal yang dipamerkan.

Dosa yang membuat seseorang menangis sering melahirkan taubat.

Sedangkan amal yang terus-menerus dipandang sebagai alasan untuk merasa hebat bisa melahirkan ujub.

Dan ujub adalah penyakit yang sangat licin.

Ia tidak datang dengan wajah menakutkan.

Ia datang sambil membawa tasbih.

Kadang ia datang setelah tahajud.

Kadang ia datang setelah sedekah.

Dan kadang ia datang setelah seseorang dipuji sebagai orang baik.

Karena itu para ulama lebih takut kepada ujub daripada kepada banyak dosa lahiriah.

Sebab pelaku dosa biasanya sadar bahwa dirinya sakit.

Sedangkan orang yang terkena ujub sering merasa dirinya paling sehat.

Yang Allah Lihat Tidak Selalu Sama dengan yang Dilihat Manusia

Allah berfirman:

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa.”

(QS An-Najm: 32)

Dan Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.”

(HR Muslim)

Ayat dan hadis ini seharusnya cukup membuat manusia lebih hati-hati.

Namun kenyataannya tidak selalu demikian.

Karena mengoreksi orang lain terasa lebih ringan daripada mengoreksi diri sendiri.

Menghitung dosa orang lain terasa lebih mudah daripada menghitung kesombongan yang tumbuh diam-diam dalam hati.

Padahal belum tentu orang yang hari ini kita pandang rendah berakhir lebih buruk daripada kita.

Dan belum tentu orang yang hari ini kita kagumi berakhir lebih baik daripada mereka.

Cerita belum selesai.

Takdir belum ditutup.

Kitab amal belum dikunci.

Mungkin yang paling jauh dari Allah bukanlah orang yang pernah jatuh ke dalam dosa. Mungkin yang paling jauh justru orang yang terlalu sibuk memandang ke bawah untuk melihat kesalahan orang lain, sampai lupa mendongak ke atas dan menyadari betapa kecil dirinya di hadapan Allah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin AlbadarPost)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Doa bersama Polres Tasikmalaya

    Polres Tasikmalaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Doa bersama Polres Tasikmalaya digelar untuk korban banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera. albadarpost.com, HUMANIORA – Doa bersama Polres Tasikmalaya digelar di Gedung Pertemuan Warga (GPW) Tasikmalaya, Kamis, (4/12/2025), sebagai bentuk kepedulian atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kegiatan ini menjadi ruang solidaritas yang mempertemukan aparat, tokoh masyarakat, […]

  • Kebakaran pabrik mie lidi

    Api dari Oven Hanguskan Pabrik Mie Lidi di Leuwisari Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran pabrik mie lidi di Tasikmalaya menghanguskan seluruh ruang produksi pada Selasa malam, 12 Mei 2026. Insiden itu terjadi di Kampung Kalieung RT/RW 005/002, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Api diduga muncul dari oven pengering mie lidi saat proses produksi masih berlangsung. Peristiwa kebakaran pabrik mie lidi tersebut langsung menyita […]

  • Malam Harmoni Tanpa Batas

    Lagu dari Balik Lapas Menggema di Ciamis

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Malam Harmoni Tanpa Batas bukan sekadar festival musik dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384. Perhelatan yang digelar di Taman Lokasana Ciamis, Selasa malam (17/6/2026), itu justru menghadirkan pesan yang lebih dalam. Di tengah gemerlap panggung dan penampilan musisi nasional, sebuah lagu hasil karya warga binaan Lapas Kelas IIB Ciamis mencuri […]

  • Ilustrasi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam peristiwa pengorbanan yang penuh keikhlasan kepada Allah SWT

    Kisah Nabi Ismail: Ujian Pengorbanan yang Menggetarkan Langit

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua ujian datang dalam bentuk kehilangan harta. Kadang, Allah menguji manusia melalui sesuatu yang paling dicintainya. Kisah Nabi Ismail menjadi bukti bagaimana iman, cinta, dan pengorbanan bertemu dalam satu peristiwa yang membuat langit dan bumi menjadi saksi. Hingga hari ini, kisah pengorbanan Nabi Ismail masih terus dikenang jutaan umat Islam di […]

  • Passport Index 2026

    Kini, WNI Bisa Keliling Dunia Tanpa Visa

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Passport Index 2026 membuka akses bebas visa ke 43 negara, memberi kemudahan perjalanan internasional bagi WNI. albadarpost.com, LIFESTYLE – Bagi banyak warga Indonesia, bepergian ke luar negeri selama ini identik dengan antrean visa, biaya tambahan, dan ketidakpastian. Mulai Januari 2026, situasi itu perlahan berubah. Passport Index 2026 mencatat paspor Indonesia kini mendapat akses bebas visa […]

  • Efisiensi Anggaran

    Diky: Efisiensi Anggaran Jangan Lumpuhkan Pelayanan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Efisiensi anggaran menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Meski sejumlah program pembangunan tertunda akibat perubahan anggaran dan keterlambatan transfer dana, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara menegaskan pelayanan publik harus tetap berjalan. Menurutnya, warga membutuhkan pelayanan yang cepat dan pasti, bukan alasan di balik keterbatasan anggaran. Pernyataan tersebut disampaikan […]

expand_less