Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Di Balik Sindiran Djarot, Ada Pertarungan Besar Menuju 2029

Di Balik Sindiran Djarot, Ada Pertarungan Besar Menuju 2029

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 40 menit yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Hubungan Jokowi PDIP kembali menjadi sorotan setelah rencana safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke sejumlah daerah memicu respons dari Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat. Di tengah dinamika politik nasional, perdebatan ini tidak lagi sekadar soal kunjungan ke daerah. Banyak pihak melihatnya sebagai bagian dari pertarungan pengaruh politik yang mulai mengarah ke kontestasi 2029.

Pernyataan Djarot muncul saat PDIP menggelar pembekalan dan bimbingan teknis (bimtek) anggota fraksi DPRD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026).

Forum internal partai itu berlangsung di tengah suasana politik yang masih menyisakan tensi pasca Pilpres 2024. Meski pemilihan telah usai, hubungan antara Jokowi dan partai yang membesarkannya belum sepenuhnya kembali hangat.

Dalam kesempatan tersebut, Djarot menanggapi rencana Jokowi menemui relawan dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung.

Menurut Djarot, langkah tersebut justru membuat kader PDIP semakin solid dalam memperkuat organisasi dan turun ke masyarakat.

Namun pernyataan itu memunculkan pertanyaan yang lebih besar.

Jika Jokowi sudah tidak lagi menjabat presiden dan bukan kader PDIP, mengapa setiap langkah politiknya masih terus menjadi perhatian?

Jokowi Tidak Lagi Menjabat, Tetapi Pengaruhnya Masih Terasa

Dalam sejarah politik Indonesia modern, tidak banyak mantan presiden yang tetap memiliki jaringan relawan aktif setelah meninggalkan jabatan.

Jokowi termasuk salah satunya.

Selama dua periode memimpin Indonesia, ia membangun basis pendukung yang tidak sepenuhnya bergantung pada struktur partai. Relawan yang dulu bergerak saat Pilpres masih tersebar di berbagai daerah dan sebagian tetap aktif hingga sekarang.

Karena itu, safari politik Jokowi ke sejumlah wilayah sering dibaca lebih dari sekadar agenda silaturahmi.

Apalagi dalam beberapa kesempatan, Jokowi secara terbuka menyatakan komitmennya untuk membantu membesarkan PSI, partai yang saat ini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

Di sinilah banyak pengamat melihat alasan mengapa setiap langkah Jokowi masih diperhitungkan.

Bukan karena jabatan formal yang dimilikinya, melainkan karena pengaruh sosial dan politik yang masih melekat di sebagian masyarakat.

Dari Kader Andalan Menjadi Rival Politik

Hubungan Jokowi dan PDIP pernah menjadi salah satu aliansi politik terkuat dalam dua dekade terakhir.

PDIP mengusung Jokowi sejak menjadi Wali Kota Solo, kemudian Gubernur DKI Jakarta, hingga dua kali memenangkan pemilihan presiden.

Namun situasi berubah menjelang Pilpres 2024.

Ketika PDIP mengusung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, arah politik Jokowi dinilai tidak lagi sepenuhnya sejalan dengan keputusan partai. Situasi semakin memanas saat Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Sejak saat itu, hubungan kedua pihak memasuki fase yang berbeda.

PDIP kemudian mengambil langkah organisasi dengan memberhentikan Jokowi, Gibran, dan Bobby Nasution dari keanggotaan partai.

Keputusan tersebut menjadi penanda berakhirnya hubungan politik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Media Sosial Ikut Memanaskan Perdebatan

Di media sosial, pernyataan Djarot langsung memancing beragam tanggapan.

Sebagian pendukung PDIP menilai partai perlu fokus memperkuat struktur internal dan tidak terlalu bergantung pada figur tertentu.

Namun di sisi lain, pendukung Jokowi menganggap safari politik mantan presiden itu sebagai hal yang wajar setelah dirinya tidak lagi menjabat.

Perdebatan pun berkembang ke berbagai isu, mulai dari masa depan PSI, posisi relawan Jokowi, hingga hubungan politik antara keluarga Jokowi dan PDIP.

Meski demikian, respons publik tidak selalu berada dalam dua kutub yang saling berhadapan.

Ada pula kelompok masyarakat yang memilih melihat dinamika ini sebagai bagian dari proses politik yang biasa terjadi setelah pergantian kekuasaan.

Apakah Safari Politik Jokowi Otomatis Menguntungkan PSI?

Pertanyaan ini sering muncul dalam berbagai diskusi politik.

Namun tidak semua pihak sepakat bahwa langkah Jokowi otomatis menguntungkan PSI.

Sebagian pengamat justru menilai pengaruh politik seorang mantan presiden tidak selalu dapat ditransfer begitu saja kepada partai maupun figur lain.

Faktor struktur partai, kaderisasi, program politik, hingga dinamika daerah tetap memiliki peran besar dalam menentukan dukungan masyarakat.

Karena itu, dampak safari politik Jokowi terhadap peta politik nasional masih perlu dilihat dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Polemik yang Belum Benar-Benar Berakhir

Dalam pernyataannya, Djarot juga kembali menyinggung polemik ijazah Jokowi yang selama ini menjadi perdebatan publik.

Namun penting untuk dicatat bahwa isu tersebut masih menjadi bagian dari perdebatan yang berkembang di ruang publik dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan tanpa proses pembuktian yang sah.

Karena itu, diskusi mengenai polemik tersebut perlu ditempatkan secara proporsional dan berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi.

Sementara itu, yang terlihat jelas saat ini adalah hubungan politik antara Jokowi dan PDIP masih menyisakan jarak yang cukup lebar.

Dan selama kedua pihak masih memiliki pengaruh besar dalam politik nasional, setiap pernyataan maupun langkah politik mereka kemungkinan akan terus menarik perhatian publik.

Dalam politik, yang paling berpengaruh tidak selalu mereka yang sedang memegang jabatan. Kadang justru mereka yang sudah turun dari panggung, tetapi masih mampu membuat lawan dan kawan sama-sama menoleh. Dan selama nama Jokowi masih memunculkan reaksi sebesar ini, pertarungan pengaruh menuju 2029 tampaknya belum akan benar-benar berakhir. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tekanan fiskal

    Tekanan Fiskal Menghimpit APBD Jabar 2026, Ini Sikap Pemprov

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Tekanan fiskal menghimpit APBD Jawa Barat 2026. Pemprov Jabar tetap menjaga pembangunan prioritas. APBD Jabar 2026 Tertekan Tekanan Fiskal, Pemprov Tetap Jaga Pembangunan albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tekanan fiskal kembali menjadi tantangan utama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Ruang fiskal yang semakin menyempit membuat pemerintah daerah harus […]

  • Ilustrasi jurnalis Indonesia memanfaatkan kecerdasan buatan AI dalam proses produksi berita digital.

    Jurnalis dan AI: Antara Peluang dan Tantangan di Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah wajah industri media di Indonesia. Jurnalis dan AI kini menjadi dua entitas yang semakin sering bersinggungan, baik dalam proses riset, penulisan, hingga distribusi berita. Di satu sisi, teknologi ini menawarkan efisiensi kerja. Namun di sisi lain, tantangan etika dan perlindungan konten […]

  • Ilustrasi arus balik Lebaran menuju Jakarta dengan jalan tol lengang saat dini hari tanpa kemacetan

    Arus Balik 2026: Jam Berangkat Ini Bikin Kamu Tiba di Jakarta Pagi Tanpa Macet

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Menentukan waktu terbaik arus balik menjadi kunci agar perjalanan kembali ke Jakarta tetap lancar. Banyak pemudik ingin tiba pagi hari tanpa terjebak macet panjang. Namun, tanpa strategi waktu yang tepat, perjalanan justru bisa berjam-jam lebih lama. Karena itu, memahami pola arus balik Lebaran 2026 menjadi sangat penting, terutama bagi Anda yang […]

  • Ribuan bobotoh padati Polres Banjar saat nobar Persib vs PSM. Suasana tertib dan penuh yel-yel dukungan bikin malam makin meriah.

    Polres Banjar Disulap Jadi Lautan Biru Saat Nobar Persib vs PSM Makassar

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarost.com, BERITA DAERAH – Suasana halaman Polres Banjar berubah total pada Minggu malam ketika ribuan warga memadati lokasi untuk mengikuti nobar Persib Banjar saat laga panas Persib Bandung melawan PSM Makassar berlangsung. Lautan biru bobotoh, sorak sorai penonton, hingga yel-yel dukungan membuat atmosfer pertandingan terasa seperti berada langsung di stadion. Sejak sore, para pendukung Persib […]

  • Pengaduan Publik

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Sosialisasi Pengaduan Publik

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya memperkuat sosialisasi pengaduan publik sebagai dasar peningkatan layanan dan transparansi. albadarpost.com – LENSA – Kebijakan penguatan sosialisasi pengaduan publik kembali menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Agenda ini ditegaskan saat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tasikmalaya, Nana Heryana, membuka kegiatan sosialisasi keterbukaan informasi publik dan pengelolaan pengaduan di ruang operasi Setda, Selasa, 9 […]

  • Ilustrasi simbolik tentang kewajiban nahi munkar, menggambarkan keberanian menegur kemungkaran sesuai hadis Nabi.

    Nahi Munkar: Iman atau Sekadar Status?

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Nahi Munkar bukan sekadar istilah khutbah Jumat. Nahi munkar, atau kewajiban mencegah kemungkaran, adalah perintah langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tegas, sistematis, dan tidak memberi ruang untuk pura-pura lupa. Namun, di zaman serba viral ini, kita lebih sibuk mengutuk daripada bertindak. Rasulullah bersabda: “مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، […]

expand_less