Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Syekh Athoillah: Jangan Habiskan Nafas untuk Hal Sia-Sia

Syekh Athoillah: Jangan Habiskan Nafas untuk Hal Sia-Sia

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di zaman sekarang, banyak orang mengenal bunyi notifikasi lebih cepat daripada suara hati mereka sendiri. Bahkan sebelum mata benar-benar terbuka, tangan sudah lebih dulu meraba ponsel di samping bantal. Scroll sebentar. Buka video pendek. Lihat komentar orang lain. Lalu tanpa sadar, hampir setengah jam hilang begitu saja.

Padahal dalam Islam, setiap tarikan nafas menyimpan takdir Allah. Nafas takdir itu berjalan terus tanpa jeda. Dalam satu menit, seseorang bisa mendapat pahala, menambah dosa, atau justru makin jauh dari Allah tanpa sadar.

Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam Kitab Al-Hikam pernah berkata:

“Tiada suatu nafas terlepas daripadamu, melainkan di situ pula ada takdir Allah yang berlaku di atasmu.”

Nasihat itu terasa semakin tajam ketika melihat kehidupan manusia hari ini. Sebab sekarang banyak orang tidak kehabisan waktu karena bekerja berat. Mereka justru kehabisan umur karena terlalu lama menatap layar.

Scroll Tidak Pernah Benar-Benar Selesai

Coba lihat suasana rumah pada malam hari.

Di beberapa kamar, lampu utama sudah dimatikan. Namun cahaya layar ponsel masih menyala tipis di wajah penghuninya. Kadang terdengar suara video pendek bercampur tawa receh. Kadang potongan debat politik diputar berulang seperti tidak ada habisnya.

Kipas angin terus berputar pelan. Mata sebenarnya sudah lelah. Namun jempol tetap bergerak otomatis ke atas.

Scroll lagi. Scroll lagi.

Sebagian orang bahkan tertidur dengan ponsel masih menyala di dada, sementara alarm Subuh besok pagi sering dimatikan tanpa sadar.

Ironisnya, banyak yang berkata tidak punya waktu membaca Al-Qur’an.

Padahal durasi menonton video orang asing bertengkar di media sosial bisa lebih lama daripada waktu shalatnya sendiri.

Ada pula yang hafal nada notifikasi aplikasi tertentu, tetapi mulai lupa kapan terakhir membaca Al-Qur’an dengan tenang tanpa tergesa.

Satire paling pahit manusia modern mungkin ada di sini:
kita takut kehilangan sinyal internet, tetapi tidak takut kehilangan sisa umur.

Padahal Rasulullah SAW sudah mengingatkan:

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, waktu luangmu sebelum sibuk, dan hidupmu sebelum mati.”
(HR Al-Hakim)

Hadis ini terasa sangat dekat dengan kehidupan digital hari ini. Sebab pencuri umur sekarang tidak selalu datang dalam bentuk pekerjaan berat. Kadang ia hadir lewat video 30 detik yang terus bersambung sampai larut malam.

Nafas Terus Berkurang, Tetapi Manusia Merasa Masih Lama

Yang membuat manusia lalai sebenarnya bukan karena tidak tahu kematian. Semua orang tahu hidup akan selesai. Namun banyak yang merasa ajal masih jauh.

Karena itu manusia berani menunda taubat. Menunda shalat. Menunda meminta maaf.

Padahal tubuh sebenarnya terus memberi tanda.

Mata makin cepat pedih karena layar. Leher mulai pegal. Tidur tidak lagi nyenyak. Bahkan sebagian orang langsung mencari ponsel beberapa detik setelah terbangun, seolah hidup harus dimulai dari notifikasi.

Di beberapa rumah, suara azan Subuh kadang kalah oleh bunyi video yang belum dimatikan sejak tengah malam.

Allah SWT berfirman:

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.”
(QS At-Takatsur: 1-2)

Hari ini manusia bukan hanya berlomba soal harta. Banyak yang juga sibuk mengejar validasi digital, viralitas, dan pengakuan dari orang-orang yang bahkan tidak benar-benar peduli.

Sebagian orang terlihat sangat aktif di media sosial, tetapi semakin asing dengan dirinya sendiri.

Ketika Dzikir Kalah oleh Notifikasi

Masalah terbesar manusia modern mungkin bukan kurang ilmu agama. Ceramah tersedia di mana-mana. Ayat Al-Qur’an mudah ditemukan. Kajian bisa diputar kapan saja.

Namun hati manusia terlalu ramai.

Notifikasi masuk tanpa jeda. Pikiran penuh urusan orang lain. Akibatnya, banyak orang sulit duduk tenang walau hanya lima menit untuk berdzikir.

Padahal Allah SWT sudah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS Ar-Ra’d: 28)

Karena itu, persoalannya bukan sekadar teknologi. Ponsel tidak salah. Media sosial juga tidak selalu buruk.

Yang berbahaya adalah ketika manusia kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Saat bangun tidur lebih dulu mencari notifikasi daripada membaca doa. Saat jempol lebih aktif daripada lisannya berdzikir. Dan saat hidup habis mengikuti keramaian yang bahkan tidak memberi manfaat akhirat.

Gunakan Nafas Sebelum Tinggal Nama

Pada akhirnya, hidup manusia tidak panjang. Nafas takdir terus berjalan tanpa bisa dihentikan.

Hari ini mungkin seseorang masih tertawa sambil scrolling di sudut kamar. Namun tidak ada yang tahu apakah itu menjadi malam terakhirnya.

Karena itu ulama selalu mengingatkan agar manusia menjaga nafasnya. Sebab setiap hembusan adalah amanah dari Allah.

Gunakan umur untuk sesuatu yang mendekatkan diri kepada-Nya: membantu orang lain, menjaga lisan, memperbaiki shalat, mencari rezeki halal, dan memperbanyak dzikir.

Sebab ketika kematian datang, manusia tidak akan ditanya berapa banyak video yang sudah ditonton.

Yang akan ditanya adalah:
ke mana umur dihabiskan, dan untuk apa nafas dipakai.

Di akhir hidup nanti, manusia mungkin tidak menyesal karena terlalu sedikit scrolling.
Tetapi banyak orang akan menangis karena terlalu sedikit mengingat Allah, sementara nafasnya sudah habis lebih dulu.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tempe bacem basah

    Rahasia Tempe Bacem Basah Legit, Gurih, dan Mudah Dibuat

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tempe bacem basah kini mulai banyak dicari karena rasanya berbeda dari tempe bacem biasa. Jika umumnya tempe bacem digoreng hingga kering, versi basah justru memiliki tekstur lembut dengan kuah bumbu yang meresap. Olahan tempe manis gurih, dan resep tempe rumahan ini cocok untuk Anda yang ingin lauk sederhana, tetapi tetap terasa spesial. […]

  • Perjalanan hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah bersama Abu Bakar dalam sejarah Islam

    Rahasia Hijrah Nabi Muhammad SAW: Strategi yang Mengubah Dunia

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hijrah Nabi Muhammad menjadi titik balik besar dalam sejarah Islam. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan strategi cerdas yang mengubah arah peradaban dunia. Kisah hijrah Rasulullah ini juga menyimpan makna perjuangan, keberanian, dan keteguhan iman yang relevan hingga hari ini. Awal Tekanan di Makkah yang Memicu Hijrah Pada masa […]

  • Ilustrasi pemilik UMKM memimpin tim karyawan dengan suasana kerja yang harmonis dan produktif

    Tips Kelola Karyawan UMKM Tanpa Ribet, Hasil Maksimal

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kelola karyawan UMKM menjadi tantangan utama bagi banyak pelaku usaha kecil. Tidak sedikit yang mencari cara mengelola karyawan, manajemen tim UMKM, hingga tips mengatur pegawai agar bisnis berjalan lancar. Oleh karena itu, memahami strategi yang tepat akan membantu pemilik usaha membangun tim yang solid, loyal, dan produktif sejak awal. Mengapa Pengelolaan […]

  • hak asuh anak setelah perceraian

    Hak Asuh Anak Setelah Perceraian: Tanggung Jawab Orang Tua Menurut Hukum Islam dan UU Indonesia

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Hak asuh anak setelah perceraian diatur hukum Islam dan UU, demi kepentingan terbaik bagi anak. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perceraian bukan sekadar berakhirnya ikatan suami istri, tetapi juga permulaan babak baru yang menentukan arah hidup anak-anak mereka. Dalam konteks hukum Islam maupun sistem perundang-undangan Indonesia, hak asuh anak setelah perceraian bukan sekadar soal siapa yang berhak, […]

  • Masjid IKMT Tasikmalaya

    Bangun Masjid Serius, IKMT Gandeng Unsil Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Masjid Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya mulai memasuki fase yang tidak terlihat mencolok, tetapi justru paling menentukan. Proyek yang juga disebut sebagai pembangunan Masjid IKMT atau masjid peradaban IKMT ini tidak langsung bergerak ke pembangunan fisik. IKMT memilih menahan diri sejenak, lalu menggandeng akademisi untuk memastikan semuanya benar sejak awal. Di lokasi […]

  • Ilustrasi Amul Huzni, Nabi Muhammad bersedih kehilangan Abu Thalib dan Khadijah serta peristiwa Isra Mi'raj sebagai penguat iman

    Amul Huzni: Saat Dunia Rasulullah Runtuh, Langit Justru Terbuka

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Amul Huzni atau tahun kesedihan Nabi Muhammad, menjadi salah satu fase paling mengguncang dalam sejarah Islam. Pada masa ini, Rasulullah kehilangan dua sosok terpenting: pelindung dan pendamping hidup. Namun, di balik Amul Huzni, tersimpan pelajaran besar tentang keteguhan, kesabaran, dan kekuatan iman yang terus relevan hingga hari ini. Ketika Dua Cahaya Padam […]

expand_less