Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Syekh Athoillah: Jangan Habiskan Nafas untuk Hal Sia-Sia

Syekh Athoillah: Jangan Habiskan Nafas untuk Hal Sia-Sia

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 253
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di zaman sekarang, banyak orang mengenal bunyi notifikasi lebih cepat daripada suara hati mereka sendiri. Bahkan sebelum mata benar-benar terbuka, tangan sudah lebih dulu meraba ponsel di samping bantal. Scroll sebentar. Buka video pendek. Lihat komentar orang lain. Lalu tanpa sadar, hampir setengah jam hilang begitu saja.

Padahal dalam Islam, setiap tarikan nafas menyimpan takdir Allah. Nafas takdir itu berjalan terus tanpa jeda. Dalam satu menit, seseorang bisa mendapat pahala, menambah dosa, atau justru makin jauh dari Allah tanpa sadar.

Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam Kitab Al-Hikam pernah berkata:

“Tiada suatu nafas terlepas daripadamu, melainkan di situ pula ada takdir Allah yang berlaku di atasmu.”

Nasihat itu terasa semakin tajam ketika melihat kehidupan manusia hari ini. Sebab sekarang banyak orang tidak kehabisan waktu karena bekerja berat. Mereka justru kehabisan umur karena terlalu lama menatap layar.

Scroll Tidak Pernah Benar-Benar Selesai

Coba lihat suasana rumah pada malam hari.

Di beberapa kamar, lampu utama sudah dimatikan. Namun cahaya layar ponsel masih menyala tipis di wajah penghuninya. Kadang terdengar suara video pendek bercampur tawa receh. Kadang potongan debat politik diputar berulang seperti tidak ada habisnya.

Kipas angin terus berputar pelan. Mata sebenarnya sudah lelah. Namun jempol tetap bergerak otomatis ke atas.

Scroll lagi. Scroll lagi.

Sebagian orang bahkan tertidur dengan ponsel masih menyala di dada, sementara alarm Subuh besok pagi sering dimatikan tanpa sadar.

Ironisnya, banyak yang berkata tidak punya waktu membaca Al-Qur’an.

Padahal durasi menonton video orang asing bertengkar di media sosial bisa lebih lama daripada waktu shalatnya sendiri.

Ada pula yang hafal nada notifikasi aplikasi tertentu, tetapi mulai lupa kapan terakhir membaca Al-Qur’an dengan tenang tanpa tergesa.

Satire paling pahit manusia modern mungkin ada di sini:
kita takut kehilangan sinyal internet, tetapi tidak takut kehilangan sisa umur.

Padahal Rasulullah SAW sudah mengingatkan:

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, waktu luangmu sebelum sibuk, dan hidupmu sebelum mati.”
(HR Al-Hakim)

Hadis ini terasa sangat dekat dengan kehidupan digital hari ini. Sebab pencuri umur sekarang tidak selalu datang dalam bentuk pekerjaan berat. Kadang ia hadir lewat video 30 detik yang terus bersambung sampai larut malam.

Nafas Terus Berkurang, Tetapi Manusia Merasa Masih Lama

Yang membuat manusia lalai sebenarnya bukan karena tidak tahu kematian. Semua orang tahu hidup akan selesai. Namun banyak yang merasa ajal masih jauh.

Karena itu manusia berani menunda taubat. Menunda shalat. Menunda meminta maaf.

Padahal tubuh sebenarnya terus memberi tanda.

Mata makin cepat pedih karena layar. Leher mulai pegal. Tidur tidak lagi nyenyak. Bahkan sebagian orang langsung mencari ponsel beberapa detik setelah terbangun, seolah hidup harus dimulai dari notifikasi.

Di beberapa rumah, suara azan Subuh kadang kalah oleh bunyi video yang belum dimatikan sejak tengah malam.

Allah SWT berfirman:

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.”
(QS At-Takatsur: 1-2)

Hari ini manusia bukan hanya berlomba soal harta. Banyak yang juga sibuk mengejar validasi digital, viralitas, dan pengakuan dari orang-orang yang bahkan tidak benar-benar peduli.

Sebagian orang terlihat sangat aktif di media sosial, tetapi semakin asing dengan dirinya sendiri.

Ketika Dzikir Kalah oleh Notifikasi

Masalah terbesar manusia modern mungkin bukan kurang ilmu agama. Ceramah tersedia di mana-mana. Ayat Al-Qur’an mudah ditemukan. Kajian bisa diputar kapan saja.

Namun hati manusia terlalu ramai.

Notifikasi masuk tanpa jeda. Pikiran penuh urusan orang lain. Akibatnya, banyak orang sulit duduk tenang walau hanya lima menit untuk berdzikir.

Padahal Allah SWT sudah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS Ar-Ra’d: 28)

Karena itu, persoalannya bukan sekadar teknologi. Ponsel tidak salah. Media sosial juga tidak selalu buruk.

Yang berbahaya adalah ketika manusia kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Saat bangun tidur lebih dulu mencari notifikasi daripada membaca doa. Saat jempol lebih aktif daripada lisannya berdzikir. Dan saat hidup habis mengikuti keramaian yang bahkan tidak memberi manfaat akhirat.

Gunakan Nafas Sebelum Tinggal Nama

Pada akhirnya, hidup manusia tidak panjang. Nafas takdir terus berjalan tanpa bisa dihentikan.

Hari ini mungkin seseorang masih tertawa sambil scrolling di sudut kamar. Namun tidak ada yang tahu apakah itu menjadi malam terakhirnya.

Karena itu ulama selalu mengingatkan agar manusia menjaga nafasnya. Sebab setiap hembusan adalah amanah dari Allah.

Gunakan umur untuk sesuatu yang mendekatkan diri kepada-Nya: membantu orang lain, menjaga lisan, memperbaiki shalat, mencari rezeki halal, dan memperbanyak dzikir.

Sebab ketika kematian datang, manusia tidak akan ditanya berapa banyak video yang sudah ditonton.

Yang akan ditanya adalah:
ke mana umur dihabiskan, dan untuk apa nafas dipakai.

Di akhir hidup nanti, manusia mungkin tidak menyesal karena terlalu sedikit scrolling.
Tetapi banyak orang akan menangis karena terlalu sedikit mengingat Allah, sementara nafasnya sudah habis lebih dulu.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wajib Belajar 13 Tahun

    Anak TK Kini Masuk Wajib Belajar 13 Tahun

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Masih banyak orang tua yang menganggap Taman Kanak-kanak (TK) hanya sebagai pilihan sebelum anak memasuki Sekolah Dasar (SD). Padahal, pemerintah kini mendorong Wajib Belajar 13 Tahun dengan memasukkan satu tahun pendidikan prasekolah sebagai fondasi awal pembentukan karakter dan kesiapan belajar anak. Kebijakan itu menjadi salah satu fokus yang disampaikan dalam kunjungan kerja […]

  • Kasat Narkoba Tangsel

    Kasat Narkoba Tangsel Diamankan Bareskrim, Ini Fakta yang Sudah Terungkap

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan narkotika kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada Polres Tangerang Selatan (Tangsel) setelah Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) bersama sejumlah anggota kepolisian diamankan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri dalam penyidikan dugaan perkara narkotika. Informasi mengenai penindakan tersebut dikonfirmasi oleh pejabat Bareskrim […]

  • Manarul Huda II

    44 Tahun Manarul Huda II Manonjaya, Bupati Soroti Peran Pesantren

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Memasuki usia 44 tahun, Pondok Pesantren Manarul Huda II di Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya, terus menjalankan peran dalam pendidikan, dakwah, dan pembinaan generasi muda. Momentum Milad ke-44 itu turut dihadiri Bupati Tasikmalaya pada Sabtu (29/8/2026). Kehadiran Bupati menjadi bagian dari rangkaian peringatan milad yang mempertemukan pimpinan, pengurus, alumni, santri, unsur pemerintahan, […]

  • kosmetik berbahaya

    BPOM Ungkap 23 Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri dan Zat Terlarang

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 267
    • 0Komentar

    BPOM temukan 23 kosmetik berbahaya mengandung merkuri dan zat terlarang yang ancam kesehatan konsumen. albadarpost.com, PELITA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menemukan puluhan kosmetik berbahaya yang beredar di pasaran. Dari hasil pengawasan intensif selama Juli hingga September 2025, sebanyak 23 produk kosmetik dinyatakan positif mengandung bahan kimia berbahaya dan dilarang, termasuk merkuri […]

  • Karyawan bekerja lembur di kantor saat hari libur nasional dengan ilustrasi perhitungan upah lembur sesuai aturan pemerintah.

    Tanggal Merah Tetap Kerja? Jangan Sampai Upah Lembur Anda Hilang

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 234
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Masih banyak pekerja yang belum memahami aturan upah lembur libur nasional. Padahal, pekerja yang tetap masuk saat hari libur nasional berhak menerima bayaran lembur dengan nilai lebih besar dibanding hari kerja biasa. Ketentuan upah kerja lembur itu sudah diatur pemerintah melalui PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang Ketenagakerjaan. Informasi tersebut kembali ramai […]

  • Anggota Pemuda Pancasila Ciamis melakukan penanaman pohon dalam rangka Hari Lahir Pancasila dan program Jabar Hijau.

    Di Hari Lahir Pancasila 2026, Pemuda Pancasila Ciamis Tanam 1.000 Pohon

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemuda Pancasila Ciamis kembali menjadi perhatian menjelang Hari Lahir Pancasila 2026. Namun kali ini bukan karena kegiatan seremonial atau konvoi kendaraan. Organisasi kepemudaan tersebut justru memilih menanam 1.000 pohon di sejumlah titik rawan longsor dan lahan kritis sebagai bentuk dukungan terhadap program Jabar Hijau. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2026 […]

expand_less