Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Media Sosial, Hoaks, dan Hadis Akhir Zaman yang Kini Terasa Nyata

Media Sosial, Hoaks, dan Hadis Akhir Zaman yang Kini Terasa Nyata

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Pembahasan tentang fitnah akhir zaman belakangan semakin ramai di media sosial. Banyak orang mulai mengaitkan hadis akhir zaman dengan kondisi dunia digital saat ini, mulai dari hoaks, adu domba, penyebaran kebencian, hingga manusia yang semakin mudah saling menyerang hanya lewat layar ponsel.

Fenomena itu membuat sebagian umat Islam merasa hadis-hadis Rasulullah SAW tentang akhir zaman terasa semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dan suasana itu sering terasa aneh.

Di satu sisi teknologi membuat manusia semakin terhubung. Namun di sisi lain, banyak orang justru semakin mudah bertengkar, menyebarkan fitnah, bahkan menghancurkan orang lain hanya lewat komentar singkat di media sosial.

Kadang semuanya terjadi sangat cepat.

Satu potongan video bisa memicu ribuan kemarahan. Satu unggahan anonim bisa membuat nama seseorang hancur dalam hitungan jam.

Aneh, tapi nyata.

Di beberapa rumah, suara video TikTok kadang terus menyala bahkan saat waktu makan bersama keluarga. Ada juga orang yang langsung membuka kolom komentar lebih dulu sebelum benar-benar menonton isi videonya sampai selesai.

Kadang suara jempol mengetuk layar ponsel justru lebih sering terdengar dibanding obrolan antaranggota keluarga.

Dan semua itu terasa semakin dekat sekarang.

Rasulullah SAW Sudah Mengingatkan tentang Fitnah di Akhir Zaman

Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW memang pernah menjelaskan bahwa akhir zaman akan dipenuhi fitnah yang datang silih berganti.

Salah satu hadis yang sering dikaitkan dengan kondisi saat ini diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Akan datang fitnah-fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita. Seseorang di pagi hari beriman, lalu sore menjadi kafir. Sore beriman, pagi menjadi kafir.”
(HR. Muslim)

Banyak ulama menjelaskan bahwa fitnah dalam hadis tersebut bukan hanya berarti tuduhan palsu. Tetapi juga kekacauan moral, informasi yang membingungkan, hilangnya pegangan hidup, hingga manusia yang mudah terombang-ambing oleh hawa nafsu dan opini.

Karena itu, sebagian orang mulai merasa dunia digital hari ini memang sangat dekat dengan gambaran tersebut.

Di media sosial, seseorang bisa dipuji setinggi langit pagi hari lalu dihujat habis-habisan pada malam harinya.

Dan semua itu sering terjadi tanpa tabayyun.

Suara notifikasi bertubi-tubi kadang terdengar bahkan menjelang tengah malam. Sementara sebagian orang masih terus menggulir layar ponsel sambil mencari drama viral terbaru sebelum tidur.

Mungkin karena dunia digital bergerak terlalu cepat.

Dunia Digital Membuat Fitnah Menyebar Lebih Cepat

Salah satu hal yang paling sering dibahas dalam kajian Islam modern adalah bagaimana teknologi mempercepat penyebaran fitnah.

Dulu kabar bohong mungkin hanya menyebar dari mulut ke mulut. Namun sekarang, satu unggahan bisa menyebar ke jutaan orang hanya dalam beberapa menit.

Allah SWT sebenarnya sudah mengingatkan pentingnya memeriksa informasi:

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti.”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Namun ironisnya, banyak orang justru lebih cepat menekan tombol “share” dibanding memastikan kebenaran informasi tersebut.

Di beberapa rumah, suara notifikasi ponsel kadang bahkan terdengar terus-menerus sejak pagi. Sementara pemiliknya sibuk berpindah dari satu video viral ke video viral lainnya tanpa benar-benar tahu mana fakta dan mana manipulasi.

Sebagian orang bahkan lebih cepat percaya video 30 detik dibanding penjelasan panjang dari ahli.

Dan semua itu terasa sangat dekat dengan kehidupan sekarang.

Media Sosial Membuat Banyak Orang Mudah Menghakimi

Fenomena lain yang sering dikaitkan dengan fitnah akhir zaman adalah budaya menghakimi.

Hari ini, seseorang bisa menjadi “hakim digital” hanya bermodal potongan video beberapa detik atau tangkapan layar tanpa konteks lengkap.

Padahal Islam mengajarkan kehati-hatian dalam berbicara dan menilai orang lain.

Rasulullah SAW bersabda:

“Cukuplah seseorang dianggap berdusta ketika ia menceritakan semua yang ia dengar.”
(HR. Muslim)

Hadis ini terasa sangat relevan dengan kebiasaan sebagian pengguna media sosial saat ini.

Kadang sebuah kabar belum jelas sumbernya. Tetapi kolom komentar sudah penuh kemarahan, hinaan, bahkan doa buruk.

Tidak semua orang menyadari bahayanya.

Ada juga yang menghapus komentar bukan karena sadar salah, tetapi karena takut diserang balik oleh pengguna lain.

Di beberapa warung kopi, orang-orang bahkan lebih sering membahas drama viral media sosial dibanding keadaan tetangganya sendiri.

Dan suasana itu sulit dijelaskan.

Fitnah Akhir Zaman Tidak Selalu Datang dalam Bentuk Besar

Banyak orang membayangkan fitnah akhir zaman selalu berbentuk perang besar atau bencana besar.

Padahal sebagian ulama menjelaskan bahwa fitnah juga bisa hadir dalam bentuk yang sangat kecil tetapi terus menggerus hati manusia.

Mulai dari kebiasaan ghibah digital, adiksi media sosial, pencitraan berlebihan, hingga manusia yang mulai kehilangan rasa malu saat membuka aib orang lain di internet.

Bahkan ada orang yang lebih takut kehilangan engagement media sosial dibanding kehilangan adab saat berbicara.

Tidak semua orang kuat menyadari perubahan itu.

Dan semua itu tidak datang secara instan.

Di beberapa tempat, anak-anak kecil sekarang bahkan sudah lebih hafal nama influencer dibanding nama ulama yang mengajarkan agama di lingkungannya sendiri.

Aneh, tetapi nyata.

Islam Mengajarkan Tetap Tenang di Tengah Fitnah

Meski hadis tentang fitnah akhir zaman sering terasa mengkhawatirkan, Islam tetap mengajarkan umatnya untuk menjaga iman, memperbanyak ilmu, dan tidak mudah larut dalam kekacauan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Beribadah di tengah zaman penuh fitnah seperti berhijrah kepadaku.”
(HR. Muslim)

Karena itu, banyak ulama mengingatkan agar umat Islam:

  • memperbanyak tabayyun,
  • menjaga lisan dan tulisan,
  • mengurangi perdebatan tidak penting,
  • serta lebih bijak menggunakan media sosial.

Sebab tidak semua hal harus dikomentari.

Dan tidak semua hal viral harus dipercaya.

Pada akhirnya, fitnah akhir zaman mungkin tidak selalu datang dengan suara petir atau tanda besar yang menakutkan.

Kadang ia hadir diam-diam lewat layar kecil di genggaman manusia.

Masuk perlahan melalui notifikasi, komentar, video viral, lalu mengubah cara manusia melihat kebenaran tanpa benar-benar mereka sadari. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kasus penganiayaan Bandung

    Ibu Tiri Diduga Aniaya Balita, Polrestabes Bandung Lakukan BAP

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung menangkap ibu tiri yang diduga menganiaya balita hingga tewas di Cipadung. albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang balita berusia empat tahun bernama Raditya Allbyan Fauzan meninggal dunia di RSUD Ujungberung, Kota Bandung, dengan tubuh penuh luka lebam dan luka bakar. Polrestabes Bandung menyelidiki peristiwa itu sebagai kasus penganiayaan Bandung yang diduga dilakukan ibu tirinya di […]

  • Kebakaran Kios Ciamis

    Tujuh Kios Warga Terbakar di Panumbangan Ciamis

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Tujuh kios warga terbakar di Panumbangan Ciamis. Dugaan korsleting listrik, Damkar kerahkan satu unit armada. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran melanda deretan kios warga di Dusun Cipetir, Desa Banjarangsana, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Senin (15/12/2025) dini hari. Tujuh kios hangus terbakar, memicu kepanikan warga yang tengah terlelap tidur dan menimbulkan kerugian ekonomi bagi pelaku usaha […]

  • Ilustrasi konflik Timur Tengah dengan latar kilang minyak dan peta kawasan sebagai simbol dampak perang AS Israel Iran terhadap harga minyak global.

    Perang AS–Israel vs Iran: Dunia Terancam Krisis Energi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Ketegangan Perang AS Israel Iran kembali meningkat dan memicu kekhawatiran global. Konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini bukan hanya persoalan militer, tetapi juga menyentuh stabilitas geopolitik serta harga minyak dunia. Seiring eskalasi konflik Timur Tengah tersebut, pasar energi dan hubungan internasional ikut bergejolak. Situasi memanas setelah serangkaian serangan dan respons balasan […]

  • Knalpot Brong Pameungpeuk

    Polisi Sikat Knalpot Brong, Warga Pameungpeuk Bernapas Lega

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara knalpot yang memekakkan telinga bukan lagi sekadar gangguan sesaat bagi sebagian warga. Bagi banyak masyarakat, kebisingan dari kendaraan dengan knalpot brong kerap mengusik waktu istirahat, mengganggu kenyamanan lingkungan, bahkan memicu keluhan di kawasan permukiman. Menjawab keresahan tersebut, jajaran Polsek Pameungpeuk menggelar operasi Knalpot Brong Pameungpeuk dan berhasil mengamankan 13 knalpot […]

  • Ilustrasi keluarga Muslim bersilaturahmi saling berjabat tangan dengan suasana hangat penuh kebahagiaan di ruang tamu rumah

    Jarang Disadari, Ini Manfaat Silaturahmi yang Menggetarkan Hati

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua perubahan besar dalam hidup datang dari keputusan besar. Terkadang, perubahan itu justru dimulai dari langkah kecil: menyapa keluarga, menghubungi kerabat lama, atau mempererat hubungan yang sempat renggang. Inilah keutamaan silaturahmi, sebuah ajaran Islam yang sering disebut tetapi jarang dipahami makna terdalamnya. Banyak orang memahami silaturahmi sekadar tradisi saat Lebaran. Padahal, […]

  • Bupati Tasikmalaya memberikan arahan kepada PNS baru tentang nilai BerAKHLAK ASN dalam pelantikan resmi.

    36 PNS Baru Dilantik, Ini Pesan Tegas Bupati Soal BerAKHLAK

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Nilai BerAKHLAK ASN kembali ditegaskan sebagai fondasi utama birokrasi modern. Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, langsung menyampaikan tujuh core values tersebut usai melantik 36 pegawai negeri sipil (PNS) baru, Senin (4/5/2026). Dalam arahannya, ia tidak sekadar meminta nilai BerAKHLAK ASN dihafal. Sebaliknya, ia menekankan agar prinsip tersebut menjadi kompas kerja di […]

expand_less