Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Media Sosial, Hoaks, dan Hadis Akhir Zaman yang Kini Terasa Nyata

Media Sosial, Hoaks, dan Hadis Akhir Zaman yang Kini Terasa Nyata

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 180
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Pembahasan tentang fitnah akhir zaman belakangan semakin ramai di media sosial. Banyak orang mulai mengaitkan hadis akhir zaman dengan kondisi dunia digital saat ini, mulai dari hoaks, adu domba, penyebaran kebencian, hingga manusia yang semakin mudah saling menyerang hanya lewat layar ponsel.

Fenomena itu membuat sebagian umat Islam merasa hadis-hadis Rasulullah SAW tentang akhir zaman terasa semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dan suasana itu sering terasa aneh.

Di satu sisi teknologi membuat manusia semakin terhubung. Namun di sisi lain, banyak orang justru semakin mudah bertengkar, menyebarkan fitnah, bahkan menghancurkan orang lain hanya lewat komentar singkat di media sosial.

Kadang semuanya terjadi sangat cepat.

Satu potongan video bisa memicu ribuan kemarahan. Satu unggahan anonim bisa membuat nama seseorang hancur dalam hitungan jam.

Aneh, tapi nyata.

Di beberapa rumah, suara video TikTok kadang terus menyala bahkan saat waktu makan bersama keluarga. Ada juga orang yang langsung membuka kolom komentar lebih dulu sebelum benar-benar menonton isi videonya sampai selesai.

Kadang suara jempol mengetuk layar ponsel justru lebih sering terdengar dibanding obrolan antaranggota keluarga.

Dan semua itu terasa semakin dekat sekarang.

Rasulullah SAW Sudah Mengingatkan tentang Fitnah di Akhir Zaman

Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW memang pernah menjelaskan bahwa akhir zaman akan dipenuhi fitnah yang datang silih berganti.

Salah satu hadis yang sering dikaitkan dengan kondisi saat ini diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Akan datang fitnah-fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita. Seseorang di pagi hari beriman, lalu sore menjadi kafir. Sore beriman, pagi menjadi kafir.”
(HR. Muslim)

Banyak ulama menjelaskan bahwa fitnah dalam hadis tersebut bukan hanya berarti tuduhan palsu. Tetapi juga kekacauan moral, informasi yang membingungkan, hilangnya pegangan hidup, hingga manusia yang mudah terombang-ambing oleh hawa nafsu dan opini.

Karena itu, sebagian orang mulai merasa dunia digital hari ini memang sangat dekat dengan gambaran tersebut.

Di media sosial, seseorang bisa dipuji setinggi langit pagi hari lalu dihujat habis-habisan pada malam harinya.

Dan semua itu sering terjadi tanpa tabayyun.

Suara notifikasi bertubi-tubi kadang terdengar bahkan menjelang tengah malam. Sementara sebagian orang masih terus menggulir layar ponsel sambil mencari drama viral terbaru sebelum tidur.

Mungkin karena dunia digital bergerak terlalu cepat.

Dunia Digital Membuat Fitnah Menyebar Lebih Cepat

Salah satu hal yang paling sering dibahas dalam kajian Islam modern adalah bagaimana teknologi mempercepat penyebaran fitnah.

Dulu kabar bohong mungkin hanya menyebar dari mulut ke mulut. Namun sekarang, satu unggahan bisa menyebar ke jutaan orang hanya dalam beberapa menit.

Allah SWT sebenarnya sudah mengingatkan pentingnya memeriksa informasi:

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti.”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Namun ironisnya, banyak orang justru lebih cepat menekan tombol “share” dibanding memastikan kebenaran informasi tersebut.

Di beberapa rumah, suara notifikasi ponsel kadang bahkan terdengar terus-menerus sejak pagi. Sementara pemiliknya sibuk berpindah dari satu video viral ke video viral lainnya tanpa benar-benar tahu mana fakta dan mana manipulasi.

Sebagian orang bahkan lebih cepat percaya video 30 detik dibanding penjelasan panjang dari ahli.

Dan semua itu terasa sangat dekat dengan kehidupan sekarang.

Media Sosial Membuat Banyak Orang Mudah Menghakimi

Fenomena lain yang sering dikaitkan dengan fitnah akhir zaman adalah budaya menghakimi.

Hari ini, seseorang bisa menjadi “hakim digital” hanya bermodal potongan video beberapa detik atau tangkapan layar tanpa konteks lengkap.

Padahal Islam mengajarkan kehati-hatian dalam berbicara dan menilai orang lain.

Rasulullah SAW bersabda:

“Cukuplah seseorang dianggap berdusta ketika ia menceritakan semua yang ia dengar.”
(HR. Muslim)

Hadis ini terasa sangat relevan dengan kebiasaan sebagian pengguna media sosial saat ini.

Kadang sebuah kabar belum jelas sumbernya. Tetapi kolom komentar sudah penuh kemarahan, hinaan, bahkan doa buruk.

Tidak semua orang menyadari bahayanya.

Ada juga yang menghapus komentar bukan karena sadar salah, tetapi karena takut diserang balik oleh pengguna lain.

Di beberapa warung kopi, orang-orang bahkan lebih sering membahas drama viral media sosial dibanding keadaan tetangganya sendiri.

Dan suasana itu sulit dijelaskan.

Fitnah Akhir Zaman Tidak Selalu Datang dalam Bentuk Besar

Banyak orang membayangkan fitnah akhir zaman selalu berbentuk perang besar atau bencana besar.

Padahal sebagian ulama menjelaskan bahwa fitnah juga bisa hadir dalam bentuk yang sangat kecil tetapi terus menggerus hati manusia.

Mulai dari kebiasaan ghibah digital, adiksi media sosial, pencitraan berlebihan, hingga manusia yang mulai kehilangan rasa malu saat membuka aib orang lain di internet.

Bahkan ada orang yang lebih takut kehilangan engagement media sosial dibanding kehilangan adab saat berbicara.

Tidak semua orang kuat menyadari perubahan itu.

Dan semua itu tidak datang secara instan.

Di beberapa tempat, anak-anak kecil sekarang bahkan sudah lebih hafal nama influencer dibanding nama ulama yang mengajarkan agama di lingkungannya sendiri.

Aneh, tetapi nyata.

Islam Mengajarkan Tetap Tenang di Tengah Fitnah

Meski hadis tentang fitnah akhir zaman sering terasa mengkhawatirkan, Islam tetap mengajarkan umatnya untuk menjaga iman, memperbanyak ilmu, dan tidak mudah larut dalam kekacauan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Beribadah di tengah zaman penuh fitnah seperti berhijrah kepadaku.”
(HR. Muslim)

Karena itu, banyak ulama mengingatkan agar umat Islam:

  • memperbanyak tabayyun,
  • menjaga lisan dan tulisan,
  • mengurangi perdebatan tidak penting,
  • serta lebih bijak menggunakan media sosial.

Sebab tidak semua hal harus dikomentari.

Dan tidak semua hal viral harus dipercaya.

Pada akhirnya, fitnah akhir zaman mungkin tidak selalu datang dengan suara petir atau tanda besar yang menakutkan.

Kadang ia hadir diam-diam lewat layar kecil di genggaman manusia.

Masuk perlahan melalui notifikasi, komentar, video viral, lalu mengubah cara manusia melihat kebenaran tanpa benar-benar mereka sadari. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tunjangan Khusus Guru Non ASN

    Tunjangan Khusus Guru Non ASN Cair Bulanan, Simak Jadwal Lengkapnya

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tunjangan Khusus Guru Non ASN kembali menjadi perhatian para tenaga pendidik yang bertugas di daerah khusus atau wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Melalui informasi yang dipublikasikan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), guru penerima TKG Non ASN atau tunjangan guru daerah 3T dapat mengetahui besaran bantuan, tahapan administrasi, hingga jadwal penyaluran bulanan. […]

  • Refleksi malam Nishfu Sya’ban sebagai waktu muhasabah diri dan persiapan spiritual menyambut Ramadhan

    Nishfu Sya’ban: Malam Sunyi untuk Pulang Sebelum Ramadhan Datang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua malam datang dengan sorotan. Sebagian hadir dalam diam, tanpa gegap gempita, tetapi justru membawa pesan yang lebih dalam. Nishfu Sya’ban termasuk di antaranya. Ia tidak sepopuler Ramadhan, tidak semeriah Idul Fitri, namun di situlah letak keistimewaannya. Malam ini mengajak manusia berhenti sejenak, bercermin, lalu menata kembali arah hidup sebelum cahaya […]

  • perdagangan orang

    Polres Garut Bongkar Perdagangan Orang di Bali

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Polres Garut ungkap perdagangan orang di Bali melalui penyamaran polwan. 20 korban berhasil diselamatkan. albadarpost.com, LENSA – Pengungkapan jaringan perdagangan orang yang melibatkan warga Garut terjadi awal 2018. Dua polwan Polres Garut, Brigadir Popy Puspasari dan Bripda Fitria, menyamar sebagai pekerja seks komersial untuk menelusuri modus perekrutan korban yang berujung eksploitasi di Bali. Penindakan ini […]

  • Ilustrasi muslim sedang merenung setelah mulai meninggalkan amalan sunah dalam kehidupan sehari-hari.

    Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang merasa tenang saat meninggalkan amalan sunah. Alasannya sederhana, karena memang tidak berdosa jika tidak dikerjakan. Pemahaman itu tidak salah. Namun, yang sering luput dipahami adalah dampaknya terhadap hati. Kebiasaan meninggalkan sunah ternyata bisa membuat seseorang perlahan kehilangan semangat ibadah. Awalnya mungkin hanya melewatkan salat duha atau zikir pagi. Setelah itu, […]

  • Hari Senin Islam

    Menguatkan Ibadah di Hari Senin

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Hari Senin dalam Islam dipahami sebagai waktu penting puasa sunnah dan amal ibadah berdasarkan hadis sahih. albadarpost.com, LIFESTYLE – Hari Senin menempati posisi penting dalam ajaran Islam. Sejumlah hadis sahih menjelaskan bahwa hari ini berkaitan langsung dengan peristiwa besar dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW dan menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Keutamaan Hari Senin […]

  • Kapolres Cup 2026

    Kapolres Cup 2026 Dibuka Gratis, Kesempatan Emas Gamer Tasikmalaya Unjuk Gigi

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polres Tasikmalaya resmi membuka pendaftaran Esports Kapolres Cup 2026 untuk game Mobile Legends: Bang Bang mulai 16 hingga 25 Juni 2026. Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut terbuka bagi peserta berusia 16 hingga 22 tahun yang berdomisili di Kabupaten Tasikmalaya. Informasi pembukaan pendaftaran tersebut dipublikasikan melalui […]

expand_less